31.6 C
Jakarta
Tuesday, 16 August 2022
No menu items!

Nilai Sesungguhnya dari Uang

Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Amsal 3:9,10.

AkhirZaman.org: Nilai sesungguhnya dari uang. Tulisan suci di atas mengajarkan bahwa Allah, sebagai pemberi semua keuntungan Anda, memiliki hak atas semuanya.

Bahwa pernyataan Allah harus menjadi pertimbangan pertama Anda; sehingga berkat khusus akan hadir bagi semua orang yang menghormati klaim Allah ini.

Allah Maha Berkuasa

Allah Maha Berkuasa yang di dalamnya terdapat sebuah prinsip yang nyata dalam semua urusan Allah dengan manusia.

Tuhan Allah menempatkan orang tua pertama manusia adalah ciptaan Tuhan paling mulia di dunia dalam Taman Eden. Allah mengelilingi mereka dengan segala sesuatu yang dapat melayani kebahagiaan mereka.

Dan Allah Maha Berkuasa mengharapkan kesadaran Adam dan Hawa untuk mengakui Dia sebagai pemilik segala sesuatu.

Ujian Orang Beriman

Di Taman Firdaus, Allah menumbuhkan setiap pohon yang sedap dipandang atau baik untuk dimakan; tetapi di antara mereka Dia membuat satu cadangan.

Dari semuanya, Adam dan Hawa bisa makan dengan bebas; tetapi mengenai pohon yang satu ini Allah Bersabda, “Jangan memakannya.” Di sinilah ujian orang beriman dengan rasa syukur dan ujian kesetiaan mereka kepada Tuhan Allah.

Harta Surga

Jadi Allah telah memberikan kepada manusia harta surga yang paling kaya dengan memberikan Yesus kepada manusia. Bersama-Nya Dia telah memberi kita segala sesuatu yang kaya untuk dinikmati.

Melalui Kristus … Allah mengaruniakan kepada manusia segala sesuatu dengan limpahnya agar manusia dapat menikmatinya.

Uang Kekayaan

Allah memberi manusia kuasa untuk mendapatkan kekayaan. Pengertian uang bagi manusia bahwa uang tidak diberikan kepada Anda agar dapat menghormati dan memuliakan diri kita sendiri.

Penatalayanan Yang Setia

Penalayanan adalah sikap bertanggungjawab manusia dihadadapan Allah sebagai pemlik segala sesuatu.

Dan sebagai penatalayan yang setia Anda harus menggunakan kekayaan untuk kehormatan dan kemuliaan Allah.

Beberapa orang berpikir bahwa hanya sebagian dari uang kekayaan mereka adalah milik Tuhan.

Ketika Anda sebagai penatalayanan yang setia telah menyisihkan sebagian untuk tujuan keagamaan dan amal, mereka menganggap sisanya sebagai milik mereka, untuk digunakan sesuai keinginan mereka. Tapi dalam hal ini mereka salah.

Semua Milik Tuhan

Semua yang Anda miliki adalah milik Tuhan, dan Anda bertanggung jawab kepada Allah atas penggunaan yang Anda lakukan darinya. Dalam penggunaan setiap sen, akan terlihat apakah Anda sangat mengasihi Tuhan dan sesama Anda seperti diri kita sendiri.

Uang memiliki nilai yang besar, karena dapat melakukan kebaikan yang besar. Di tangan anak-anak Allah itu adalah makanan bagi yang lapar, minuman bagi yang haus, dan pakaian bagi yang telanjang.

Tetapi uang tidak lebih berharga daripada pasir, hanya karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

The Faith I Live By, 160.1 – 6

Kesimpulan

Allah Yang Maha Berkuasa, adalah pemilik segala sesuatu baik di surga, di bumi dan seluruh alam semesta.

Dan harta yang paling berharga diseluruh alam semesta ini yaitu Kristus, yang adalah Sang Pencipta, dan yang memenuhi kebutuhan manusia secara jasmani maupun rohani dalam meraih keselamatan Abadi.

Kekayaan yang dalam tangan manusia merupakan ujian iman sebagai penghormatan bagi Allah dan bukan bagi diri sendiri.

Firman Tuhan mengatakan “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Amsal 3:5,6

Sebab bila tidak percaya dan Akui Tuhan dalam segala laku Anda, maka Firman Tuhan mengatakan: Uang adalah akar segala kejahatan dengan memburu uang orang menyiksa dirinya.

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” I Timotius 6:10

Artikel SebelumnyaObat Untuk Kemalasan
Artikel SelanjutnyaMembangunkan Hati Nurani

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
375PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?