26.3 C
Jakarta
Thursday, 05 August 2021
spot_img

[RH] BERDIRI UNTUK PRINSIP.

Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.  Daniel 1:8 .

[AkhirZaman.org] Daniel hanyalah seorang pemuda ketika dibawa sebagai tawanan ke Babel. Dia berusia sekitar lima belas atau enam belas tahun, karena dia disebut anak-anak, yang berarti dia masih muda.

Mengapa Daniel menolak makan di meja mewah raja? Mengapa dia menolak penggunaan anggur sebagai minumannya, padahal atas perintah raja minuman itu dihidangkan di hadapannya? Dia tahu bahwa, jika meminum anggur, akan menjadi sesuatu yang menyenangkan baginya, yang lebih disukai daripada air.

Daniel bisa saja berargumen bahwa di meja kerajaan dan atas perintah raja, jadi tidak ada jalan lain yang harus dia tempuh.

Tapi dia dan rekan-rekannya mengambil keputusan bersama…. Anggur itu sendiri, mereka memutuskan, adalah suatu jerat. Mereka mengentahui mengenai sejarah Nadab dan Abihu yang datang kepada mereka dalam kemah suci.

Nadap dan Abihu, penggunaan anggur telah mendorong kecintaan mereka terhadapnya. Mereka minum anggur sebelum melayani dalam di tempat kudus. pikiran mereka kacau dan akhklak mereka digelapkan, sehingga mereka tidak dapat membedakan perbedaan antara api suci dan api biasa.

Dalam keadaan hilangnya pertimbangan yang sehat, mereka melakukan apa yang Tuhan perintahkan untuk tidak dilakukan oleh semua orang yang melayani di kemah suci.

Petunjuk yang diberikan kepada setiap orang disimpan dengan hati-hati, dan sering digubah menjadi lagu dan diajarkan kepada anak-anak mereka, agar melalui lagu mereka dapat mengenal kebenaran….

Pertimbangan kedua dari para tawanan muda ini adalah bahwa raja selalu meminta berkat sebelum makan, dan yang dialamatkan kepada berhala-berhalanya sebagai dewa…. Tindakan ini, menurut petunjuk agama mereka, menyerahkan seluruhnya kepada dewa kafir.

Duduk di meja di mana penyembahan berhala seperti itu dipraktekkan, Daniel dan ketiga saudaranya menganggap, akan mempermalukan Tuhan di surga…

Ada banyak yang terlibat dalam keputusan ini. Mereka dianggap sebagai budak, tetapi sangat disukai karena kecerdasan dan keindahan pribadi mereka. Tetapi mereka memutuskan bahwa kepura-puraan apa pun, bahkan hanya duduk di meja raja dan makan makanan atau menerima anggur, bahkan jika mereka tidak meminumnya, akan menjadi penyangkalan terhadap keyakinan Iman mereka….

Mereka tidak memilih untuk menjadi istimewa tetapi mereka harus, jika tidak, mereka akan merusak cara mereka di istana Babel dan terkena setiap jenis godaan dalam makan dan minum.

Pengaruh yang merusak akan menghilangkan perlindungan mereka, dan mereka akan menghina Allah dan merusak karakter mereka sendiri.— Manuscript 122, 1897.

~ Christ Triumphant, p.173, 1- 6. ~

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
370PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru