26.4 C
Jakarta
Wednesday, 18 May 2022
No menu items!
spot_img

[RH] Manusia Tidak Mampu Menyelamatkan Dirinya Sendiri

Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ”tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. Galatia 2:16. 




AkhirZaman.org: Ketidakmampuan Manusia Menyelamatkan Dirinya Sendiri. Perjanjian lain—yang disebut dalam Kitab Suci perjanjian “lama”—dibentuk antara Allah dan Israel di Sinai, dan kemudian disahkan dengan darah korban. 
Allah ... memberi mereka [Israel] hukum-Nya, dengan janji Berkat-berkat besar dengan syarat kepatuhan: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka … kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus.” Keluaran 19:5,6. Bangsa ini tidak menyadari keberdosaan hati mereka sendiri, dan bahwa tanpa Kristus tidak mungkin bagi mereka untuk memelihara hukum Allah; dan mereka dengan senang hati masuk ke dalam perjanjian dengan Allah. Merasa bahwa mereka mampu menegakkan kasalehan mereka sendiri, mereka menyatakan, “Segala firman Tuhan akan kami lakukan dan akan kami dengarkan.” Keluaran 24:7. Mereka telah menyaksikan proklamasi hukum dalam keagungan yang mengerikan, dan gemetar ketakutan di hadapan gunung; namun hanya beberapa minggu berlalu, mereka melanggar perjanjian mereka dengan Allah, dan sujud menyembah patung ukiran. Mereka tidak dapat mengharapkan perkenanan Allah melalui perjanjian yang telah mereka langgar; dan sekarang, melihat keberdosaan mereka dan kebutuhan mereka akan pengampunan, mereka dibawa untuk merasakan kebutuhan mereka akan Juruselamat yang dinyatakan dalam perjanjian Abraham, serta di simbolkan dalam persembahan korban.
Persyaratan dari "perjanjian lama" adalah, Taati dan hidup: "Jika seseorang melakukannya, dia bahkan akan tinggal di dalamnya;" tetapi “terkutuklah dia yang tidak meneguhkan semua perkataan hukum ini untuk melakukannya.” Yehezkiel 20:11; Imamat 18:5; Ulangan 27:26. "Perjanjian baru" ditetapkan di atas "janji-janji yang lebih baik"—janji pengampunan dosa, serta kasih karunia Allah untuk memperbaharui hati, dan menyelaraskannya dengan prinsip-prinsip hukum Allah. 
Satu-satunya cara keselamatan disediakan di bawah perjanjian Abraham. 
The Faith I Live By, 78.1-5

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
374PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?