hormat dan kemuliaan

Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. 2 Korintus 4:18.

[AkhirZaman.org] Jika gereja akan mengenakan jubah Kristus, dengan menarik diri dari segala persekutuannya dengan dunia ini, maka akan ada di hadapannya fajar dari sebuah hari yang bersinar dan mulia. Janji Allah kepadanya akan segera ditegakkan untuk selamanya.

Kebenaran, yang dilangkahi oleh mereka yang meremehkan dan menolaknya, akan menang. Meskipun kadangkala tampak tertunda, kemajuan kebenaran itu tidak pernah dapat dicegah. Diberkahi dengan kekuatan ilahi, ia itu akan memotong jalannya melewati rintangan-rintangan yang paling kuat dan menang atas setiap penghalang.

Apa yang telah mempertahankan Putera Allah itu selama hidup kerja keras dan penderitaan-Nya? Dia telah melihat hasil-hasil dari penderitaan jiwanya dan puas. Melihat ke dalam keabadian, Dia menyaksikan kegembiraan mereka yang melalui kehinaan-Nya telah menerima pengampunan dan hidup yang abadi. Telinga-Nya mendengar jeritan orang-orang yang tertebus. Dia telah mendengar orang-orang tebusan itu menyanyikan nyanyian Musa dan Anak Domba.

Kita boleh memiliki sebuah penglihatan masa depan, kebahagiaan surga. Di dalam Alkitab diungkapkan penglihatan-penglihatan dari kemuliaan masa depan, gambaran-gambaran yang dilukiskan oleh tangan Allah, dan hal-hal ini merupakan kesayangan bagi gereja-Nya. Oleh iman, kita boleh berdiri di ambang pintu kota abadi itu, dan mendengar sambutan yang ramah yang diberikan kepada mereka yang di dalam hidup ini bekerjasama dengan Kristus, dengan menganggapnya sebagai sebuah kehormatan untuk menderita demi kepentingan-Nya.

Sebagaimana kata-kata ini diucapkan, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku” maka mereka melemparkan mahkota-mahkota mereka di kaki Sang Penebus, dengan menyerukan, “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian. Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya.” Matius 25:34; Wahyu 5:12,13.

Di sanalah orang-orang tebusan itu memberi salam kepada orang-orang yang telah menuntun mereka kepada Sang Juruselamat, dan mereka semua bersatu dalam menyembah Dia yang telah wafat agar manusia dapat memiliki hidup yang setara dengan hidup Allah.

Pertentangan telah berakhir. Kesusahan dan perselisihan telah selesai. Nyanyian-nyanyian kemenangan memenuhi seluruh surga sebagaimana orang-orang yang telah dibebaskan itu mengangkat alunan yang menyenangkan, Layak, layaklah Anak Domba yang telah disembelih itu, dan hidup kembali, seorang penakluk yang menang.

-Maranatha

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here