di dalam

[AkhirZaman.org] Begitu banyak orang bergumul dengan masalah dosa, apakah itu dosa kesayangan yang sulit dibuang, ataupun efek dari dosa yang mereka dan orang lain perbuat. Namun banyak orang berpikir bahwa terbebas dari belenggu dosa itu mustahil, dan bahkan ada yang mengetahui solusi dosa namun mereka sendiri tidak percaya atau menolak untuk menggunakan solusi itu. Sedangkan yang lain berpikir bahwa solusi untuk terbebas dari belenggu dosa hanya sekadar mimpi. Mari kita lihat dalam Alkitab mengenai solusi yang ditawarkan kepada kita untuk bebas dari belenggu dosa.

1. Tetap  berada di dalam Yesus.

Dalam 1 Yohanes 3:6 dikatakan, “Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; …” Kata kunci yang diberikan adalah tetap berada di dalam Dia (Yesus) atau dalam Bahasa Inggris diartikan abide in Him. Untuk memahami hal ini, Alkitab sendiri memberikan penjelasan kepada kita melalui sebuah ilustrasi yang ada dalam kitab Injil Yohanes 15:4, 5: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”  Ayat ini memang berbicara bahwa seseorang akan berbuah saat tinggal di dalam Yesus, dan berbuah yang dimaksud sudah pasti mengenai buah-buah Roh sebagaimana dituliskan di dalam Galatia 5:22, 23. Namun untuk bisa memiliki kehidupan yang berbuah maka juga menyatakan suatu pengalaman mengenai kebebasan atau kemenangan atas dosa. Karena itu menyambung ayat 22 dan 23 di Galatia 5:24 disebutkan, “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” Dan semuanya itu tentu saja didapat dari tinggal di dalam Yesus. 

Makna kita ‘berada di dalam Dia’ adalah bagaimana kita terus terhubung dengan Tuhan setiap saat, tanpa pernah terputus. Sedikit saja, bahkan sekian detik, bila kita terlepas dari Tuhan maka Setan akan menggunakan celah itu untuk masuk dan membuat kita berdosa lagi. Contoh kehidupan Henokh dapat kita gunakan untuk mengerti kehidupan yang terus terhubung dengan Tuhan; kehidupan yang terus berdoa seperti seseorang yang bercakap-cakap dengan seorang sahabat, kehidupan yang mau untuk terus melayani, demikianlah kehidupan Henokh yang bisa kita jadikan contoh nyata ‘tetap berada di dalam Dia’. Mungkin sebagian orang merasa sulit untuk menerapkan kehidupan seperti ini karena ada begitu banyak kesibukan yang menghalangi mereka, tetapi ketika hal ini terus dilatih dan dengan selalu meningkatkan kasih kepada Tuhan, maka semuanya akan terus mudah dan indah untuk dijalani.

2. Lahir dari Allah.

Solusi yang kedua, yang tercatat di dalam Alkitab terdapat dalam 1 Yohanes 3:9, “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab BENIH ILAHI tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.”

Dalam ilmu medis, ketika seorang bayi dibentuk, memerlukan perpaduan sel telur dan sperma dari kedua orang tuanya yang merupakan benih sehingga dia dapat terbentuk dan berkembang. Kedua benih orang tua ini berisikan DNA yang memberikan sifat-sifat khas pada anak mereka sehingga anak tersebut akan terlihat mirip dengan mereka. Begitu pula kerjanya benih Ilahi ketika kita menerima-Nya, benih itu akan memberikan sifat Allah dalam kita.

Dengan demikian, supaya dapat lahir dari Allah kita membutuhkan benih Ilahi itu. Dalam 1 Petrus 1:23 dikatakan, “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.“  Benih itu adalah Firman Allah yang akan membentuk kita untuk memiliki sifat-sifat yang khas seperti Bapa di Surga. Hanya dengan Firman itu saja kita dapat dilahirkan kembali.

Sebuah kehidupan yang terus mempelajari dan mempraktikkan Firman Tuhan serta menjadikan Firman itu sebagai dasar kehidupan akan membuat kita dapat terus melakukan yang benar. 

Bagaimana kalau kita berbuat dosa lagi?

1 Yohanes 2:1, 2 mengatakan: “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.“

Lalu di dalam 1 Yohanes 1:9 dicatat, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Dari kedua ayat ini, kita bisa melihat bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan dengan dosa kita, karena hanya Tuhan-lah yang sanggup menghilangkan dosa itu dalam hidup kita. Tugas kita hanya minta ampun, percaya pada-Nya dan tentunya mendengarkan petunjuk-Nya untuk kehidupan yang berbeda dari sebelumnya. Itulah jawaban pertama ketika kita berbuat dosa lagi.

Jawaban yang kedua dapat ditemukan dalam 1 Yohanes 3:6b yang berkata, “…setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.“ Dengan kata lain, kita perlu memandang dan mengenal Allah dengan benar! Memandang kepada Allah dan bukan kepada manusia, akan membentuk kehidupan kita serupa dengan Dia karena apa yang sering kita lihat itulah yang akan mempengaruhi pembentukan pikiran dan tindakan kita. Mengenal Allah dengan benar pun akan memberikan sebuah pengertian yang benar akan apa kehendak dan sifat Tuhan yang penuh kasih.

Proses penyucian dari dosa bukanlah sebuah pekerjaan sesaat, namun akan menjadi pekerjaan seumur hidup kita. Ikutilah petunjuk yang Tuhan berikan dalam Firman, dan biarkan Dia yang mengendalikan kehidupan kita. Ayub 42:2 mengatakan, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Penulis: Deily Riany Kaparang

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here