akhir zaman

Bukanlah banyak atau sedikitnya harta Anda yang terpenting, kata Whitney Von Lake Hopler. Melainkan bagaimana Anda menggunakan harta Anda

[AkhirZaman.org] Kelly selalu memikirkan tentang benda-benda yang tidak ia miliki. Sebagai isteri seorang pendeta, Kelly hidup dengan bergantung kepada penghasilan yang jauh lebih ketat dari apa yang ia ingini. Ia selalu mengatakan pada suaminya bahwa hidup dengan bergantung pada penghasilan yang pas-pasan itu merupakan suatu pengorbanan yang menyakitkan baginya, dan ia senang sekali pergi melihat-lihat benda-benda yang  ingin dimilikinya.

Kelly merasa bersalah karena ia membeli tiket lotere secara diam-diam, dan lebih merasa bersalah lagi karena ia merasa iri terhadap anggota-anggota jemaatnya yang tinggal di rumah yang besar dan dipenuhi lebih banyak perabot dibandingkan rumahnya yang kecil.

Mike selalu memikirkan tentang benda-benda yang ia miliki. Dia telah bekerja dan menabung selama bertahun-tahun untuk mendapatkan segala hal yang ingin ia miliki—sebuah mobil Porsche di garasi, sebuah TV layar lebar di ruang keluarganya, dan beraneka ragam koleksi pakaian di kamarnya. Mike merasa tidak mungkin untuk menyingkirkan semua barang-barangnya, tapi ia sering khawatir jikalau semuanya itu menguras terlalu banyak waktu dan uangnya.

Dia dan istrinya merasakan perlunya untuk membangun sebuah keluarga suatu hari kelak, namun Mike tidak melihat bagaimana dia bisa melakukan pengorbanan yang diperlukan untuk itu. Dan juga masalah perpuluhan, yang Mike tahu persis bahwa harus dilakukan namun tak pernah ia lakukan. Ketika ia merasa bersalah akan hal itu, dia pergi berkeliling mengendarai Porsche nya, yang selalu berhasil untuk memperbaiki moodnya.

Anda mungkin berpikir bahwa barang yang Anda miliki terlalu banyak atau terlalu sedikit. Di bawah ini ada 5 prinsip untuk menggunakan benda-benda milik Anda sebagai sarana untuk membawa Anda lebih dekat pada Kristus:

  1. Harta benda Anda bukanlah prioritas
    Jangan memberikan prioritas yang lebih besar—yang diukur berdasarkan waktu dan perhatian Anda—kepada harta benda Anda dibandingkan dengan yang Anda berikan kepada hubungan Anda dengan Kristus. Seringkali kasusnya adalah dengan semakin banyak harta yang Anda miliki, semakin besar pula kekuasaan harta tersebut atas Anda. Membeli, merawat, mengasuransikan, membetulkan, membersihkan, dan menata harta benda dapat memakan sejumlah besar waktu Anda.  Apakah Anda benar-benar membutuhkan karpet Oriental yang menuntut Anda untuk melepas alas kaki Anda setiap kali Anda masuk rumah? Apakah Anda perlu memoles mobil Anda setiap minggu, atau mungkinkah jika Anda melewatkannya?

    Lebih pentingnya lagi, waktu yang tidak Anda luangkan untuk merawat harta benda Anda dapat dihabiskan dengan berdoa dan membaca Firman Tuhan. Telaahlah kembali, bukan harta benda Anda, tapi waktu yang Anda habiskan untuk mengurusinya. Bagaimana jika dibandingkan dengan waktu yang Anda habiskan dengan Kristus? Jika yang pertama menyita hampir seluruh waktu dari yang kemudian, maka sangatlah baik bagi Anda untuk menyingkirkan sebagian dari harta benda Anda.

  2. Perlakuan terhadap harta benda Anda haruslah bisa menjadi berkat bagi orang lain.
    Seringkali saya mendapati diri saya jatuh dalam jerat kekikiran dan rasa tidak berterima kasih. Saya bisa saja berlagak suci dengan menyelamati diri saya sendiri untuk tidak mengingini atau tidak memiliki banyak harta benda namun masih saja berdosa pada akhirnya.

    Suatu kali seorang anggota keluarga kami ingin memberikan hadiah yang harganya sangat mahal kepada anak perempuan saya. Dia ingin mengekspresikan cintanya kepada anak perempuan saya dengan berlaku murah hati, namun saya meresponnya dengan kritik menyakitkan karena ia mau menghabiskan bagitu banyak uang hanya untuk sebuah mainan. Di lain waktu saya memiliki beberapa tas yang dipenuhi dengan baju-baju bayi yang bisa saja digunakan oleh seorang kawan, namun saya malah menjualnya supaya saya bisa menghasilkan uang.

    Tidak ada yang salah dengan tidak mengejar lebih banyak harta benda ataupun dengan menyingkirkan harta benda yang telah Anda milki. Nyatanya, semua  itu seringkali merupakan hal yang baik untuk dilakukan. Namun dalam segala hal—termasuk berhubungan dengan harta benda kita—perlakuan yang penuh kasih harus mendasari perbuatan kita.

    Kisah 2:45 mencatat bahwa para Kristen mula-mula menjual harta milik mereka, memberikan “kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” Mereka tahu bahwa banda-benda materialis hanyalah merupakan alat untuk mengekspresikan kasih Kristus dan untuk bertumbuh semakin dekat kepada Dia.

  3. Harta benda Anda seharusnya mendorong pengalaman yang memperkaya  Anda
    Aturlah dengan bijak apapun yang telah Tuhan berikan pada Anda. Suatu harta benda tidaklah jahat secara langsung; kadang harta benda tersebut justru membuat Anda dapat mengalami sesuatu yang akan membawa Anda lebih dekat kepada Kristus. Jika Anda dapat mendengar suara Tuhan dengan lebih jelas di alam terbuka, maka masuk akal untuk memiliki sebuah tenda dan sebuah kantong tidur yang memungkinkan Anda ntuk berkemah.

    Ketika Yesus menghadiri perjamuan perkawinan di Kana, Dia memilih untuk menujukkan mujizat pertamanya di depan publik dengan mengubah air menjadi anggur. Menyajikan anggur adalah hal yang yang sangat penting dalam suatu perjamuan kawin pada budaya saat itu,dan Yesus tahu bahwa dengan mencegah kehabisan persediaan anggur saat itu Ia dapat mendukung keakraban yang sedang dinikmati oleh para tamu undangan.

  4. Harta benda Anda seharusnya meninggikan Kristus.
    Paulus menulis dalam 1 korintus 10:23,31, “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun….Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”

    Apapun harta benda yang Anda pilih untuk Anda miliki haruslah memuliakan Tuhan. Tentu saja, itu berarti bahwa Anda tidak seharusnya memiliki benda-benda yang pada dasarnya bertentangan dengan ajaran Tuhan—seperti majalah porno. Sebagian besar harta benda dalam kehidupan kita, bagaimanapun juga, tidak termasuk dalam kategori tersebut. Kita harus menggunakan apapun yang kita miliki untuk memuliakan nama Tuhan. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan TV Anda untuk menonton berita yang membuat Anda tidak ketinggalan informasi atau menonton pertunjukan yang menginspirasi yang mencerminkan prinsip-prinsip Alkitab. Atau Anda bisa menggunakannya untuk menonton opera sabun dan sinetron, mengisi pikiran Anda dengan nilai-nilai yang tidak menyukakan hati Tuhan.

    Pikirkanlah tentang bagaimana harta benda Anda memuliakan Tuhan. Jika ada benda-benda yang tidak bisa menjadi kemuliaan bagi Tuhan, lebih baik Anda menyingkirkannya.

  5. Harta benda tidak seharusnya membuat Anda tidak bahagia atau tidak bersyukur.
    Sama seperti pengalaman Kelly dan Mike, harta benda dapat merampas kepuasan dan rasa bersyukur yang Tuhan ingin untuk kita miliki. Bukankah sangat menyenangkan jika kita setuju dengan rasul Paulus: “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelumpahan. Aku telah belajar rahasia untuk puas dan bersyukur dalam segala situasi, baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan?” (Filipi 4:12, King James Version).

    Apakah rahasianya? Hubungan yang erat dengan Kristus. Seluruh harta benda kita akan pergi daripada kita suatu hari nanti, namun hubungan dengan Kristus adalah tetap selamanya.

Diterjemahkan dari: Signs of the Times, December 2007

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here