34.9 C
Jakarta
Saturday, 01 October 2022
No menu items!

Penarikan Uang Dibatasi Warga Lebanon Minta Tabungannya Dicairkan

AkhirZaman.org: Seorang perempuan menyandera para karyawan sebuah bank di ibu kota Lebanon, Beirut, serta menuntut agar uang di dalam tabungannya bisa dicairkan agar bisa membayar biaya perawatan medis adiknya.

Pound Lebanon Anjlok

Perempuan itu meninggalkan bank setelah dilaporkan membawa uang sebanyak US$13.000 (senilai Rp193,7 juta).

Belum diketahui apakah dia ditangkap setelah insiden itu.

Dalam kejadian terpisah, seorang laki-laki menyandera para pegawai sebuah bank di Aley guna mencairkan tabungannya.

Dua peristiwa itu adalah rangkaian insiden terbaru yang memperlihatkan kemarahan warga Lebanon atas pembatasan yang diberlakukan karena krisis ekonomi.

Penarikan uang tunai di negara itu telah dibatasi sejak 2019, ketika nilai pound Lebanon anjlok dan inflasi melonjak.

Resesi Dan Depresi Ekonomi

Lebanon sekarang berada di tengah salah satu resesi depresi ekonomi paling parah dan berkepanjangan di seluruh dunia.

Lebih dari 80% penduduknya hidup dalam kemiskinan dan harus berjuang untuk membeli makanan dan obat-obatan.

Penyanderaan yang dilakukan perempuan tersebut berlangsung selama satu jam di kantor cabang Bank Blom, di daerah Sodeco, Beirut, pada Rabu (14/09).

Selama peristiwa berlangsung, perempuan tersebut menyiarkan langsung video dirinya, yang menuntut agar isi tabungan keluarganya dicairkan.

Setelah perempuan lain mengatakan kepadanya bahwa mereka telah diberi uang dan seorang laki-laki memegang sekantong uang dolar AS.

Dia berkata: “Saya Sally Hafez. Saya datang hari ini untuk mengambil tabungan saudara perempuan saya, yang sekarat di rumah sakit.”

Bayar Obat Rumah Sakit

“Saya tidak datang untuk membunuh siapa pun atau untuk membuat keributan, saya datang untuk menuntut hak saya.”

Perempuan itu dan rekannya dilaporkan melarikan diri melalui jendela di belakang bank, sebelum pasukan keamanan tiba.

Belakangan, seorang perempuan yang mengaku sebagai ibu Sally Hafez mengatakan kepada AlJadeed TV bahwa anaknya terpaksa.

Dia bertindak seperti itu karena dia harus bayar obat rumah sakit karena adik perempuannya dirawat sebab kanker.

“Jika kami tidak melakukan ini, putri saya bisa mati,” katanya.

Dalam insiden terpisah di Aley, sebuah sumber dari pihak keamanan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa laki-laki bersenjata yang memasuki kantor cabang Bankmed.

Diberi uang US$30.000 (sekitar Rp447 juta), sebelum dia menyerahkan diri kepada polisi. Uang itu berasal dari tabungannya.

Situasi Kritis

Ibrahim Abdallah dari Deposan’ Outcry, sebuah kelompok advokasi untuk orang-orang Lebanon yang memiliki tabungan, mengatakan masyarakat sedang berada dalam situasi kritis.

“Kami telah meminta negara selama tiga tahun terakhir, kami telah menuntut dan memprotes secara damai, dan tidak ada yang menunjukkan mereka peduli dengan kami,” katanya kepada Reuters.

Bulan lalu, seorang hakim memerintahkan pembebasan seorang laki-laki yang menyandera staf di kantor cabang bank lainnya, selama tujuh jam, untuk mengambil uang sebanyak US$35.000 dari tabungannya (senilai Rp521,6 juta).

Uang itu, katanya, diperlukan untuk membayar tagihan rumah sakit ayahnya.

Sumber: https://bbc.in/3DDznLT

Efek Krisis Ekonomi Global

Satu kondisi yang sangat ironis karena sebuah hak dari pemilik uang harus melakukan sebuah tindakan seolah-olah kriminal demi untuk dapat mendapatkan kembali uangnya sendiri yang telah dia tabung.

Ini adalah gambaran dari efek krisis ekonomi, yang mengakibatkan sulitnya penuntut hak milik diri sendiri.

Pembatasan yang terjadi, tindakan yang dilakukan oleh bank yang menyandera uang milik nasabahnya.

Bisa jadi gambaran situasi ini adalah mewakili dari apa yang kemungkinan akan terjadi di waktu yang akan datang. Pembatasan yang dilakukan pemerintah kepada pemilik yang sebenarnya.

Sulitnya Keadaan Ekonomi

Kesulitan keadaan ekonomi yang saat ini mulai terasa di berbagai sudut tempat tak

hayal membuat kita berpikir, bisa jadi situasi sulit yang dihadapi oleh warga Libanon bisa jadi akan kita hadapi nantinya.

Bukan sekedar pembatasan keuangan, tetapi akan lebih dari pada itu. Suatu pemaksaan yang dipaksakan oleh penguasa.

Di zaman Daniel ada suatu masa dimana pemaksaan dilakukan, apakah itu?

“Demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.” Daniel 3:5.

Ada Paksaan

Pemaksaan yang dilakukan oleh Raja Nebukadnezar mengakibatkan kepada semua warganya harus tunduk kepada sebuah penyembahan yang tidak benar.

Kenapa tidak benar? Firman Tuhan nyatakan: “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya,” Keluaran 20:5.

Dengan jelas firman Tuhan menyatakan bahwa penyembahan yang benar hanya kepada Allah saja, bukan kepada bentuk patung apa pun.

Apakah hal ini akan terjadi juga di masa yang akan datang?

Firman Tuhan nyatakan: “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel – para pembaca hendaklah memperhatikannya– maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.” Matius 24:15-16.

Masa sulit itu pasti datang, tetapi bagaimana umat Tuhan supaya dapat menang menghadapi itu semua?

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” Lukas 16:10.

Kesetiaan kepada Tuhan kita adalah sebuah kunci yang harus dipertahankan karena dari kesetiaan tersebut maka umat Tuhan akan membiasakan diri untuk hidup terus bergantung serta terhubung dengan-Nya setiap saat.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
370PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?