ChristmastreedecorationsinDisneyland Copy

[AkhirZaman.org] Hampir dua minggu berlalunya perayaan Natal yang dianggap orang Kristen sebagai peringatan kelahiran Yesus Kristus. Begitu banyak umat Kristen sedunia merayakannya, bahkan yang selama setahun tak tampak di gereja akan hadir untuk memenuhi bangku gereja dengan para jemaat yang lain. Mereka pikir bahwa dengan memperingati hari raya yang jatuh setiap tanggal 25 Desember ini maka telah menjadikannya sebagai orang Kristen yang sejati. Apakah Anda salah satu dari antara mereka?

Jika iya, maka artikel di bawah ini akan membuat Anda berpikir ulang untuk merayakan hari raya yang sesungguhnya dahulu berasal dari tradisi kekafiran (sejarah Natal dapat Anda pelajari dalam http://akhirzaman.org/artikel/2682-sejarah-natal). Anda akan melihat apa akibatnya jika sebuah tradisi (dari kekafiran yang diadopsi ke dalam gereja) akan membuat seseorang, bahkan anak kecil sekalipun, untuk menjauh dari Tuhan.

Sebuah papan iklan menunjukkan seorang gadis kecil memakai topi santa dan menulis sebuah surat. Pada pandangan pertama sepertinya itu tampak sebagai iklan liburan yang penuh kebahagiaan dan hangat, tetapi pesan di papan iklannya menyatakan berbeda: “Santa terkasih, yang saya mau untuk Natal ini adalah untuk bolos dari gereja! Saya sudah besar untuk sebuah dongeng (tentang natal).”

Ateis Amerika sebuah organisasi yang bermarkas di Cranford New Jersey memasang iklan ini dan lainnya di banyak kota di Selatan Amerika sepanjang bulan Desember untuk mengejek umat Kristen selama perayaan natal tahunan ini.

David Silverman presiden kelompok itu mengatakan, “Bahkan anak-anak tahu bahwa gereja mengajarkan kekonyolan, itulah kenapa mereka malas ikut perbaktian. Nikmatilah waktu Anda bersama dengan keluarga dan teman-teman daripada melakukan hal itu.”

Dia menambahkan, “Pada saat ini para orang dewasa tidak punya kewajiban untuk pura-pura mempercayai kebohongan yang para orang tua mereka percayai.”

Papan iklan sebelumnya juga merujuk cemoohan bagi iman Kristen. Iklan tahun lalu menyatakan, “Siapa yang butuh Kristus sewaktu natal? Tak seorangpun.” Nama Kristus bahkan dicoret dengan garis hitam. Dan setahun sebelumnya sebuah papan iklan menghadirkan sebuah gambar santa di sebelah Kristus yang menderita di kayu salib. Di sana dikatakan, “Ayo berpesta! Buang mitos itu.”

Inilah peperangan natal tahunan yang dilancarkan oleh kaum ateis, beberapa gereja memang sungguh menyingkirkan mitos natal yang tidak Alkitabiah. Orang-orang majus misalnya baru berhasil mengunjungi Yesus sampai setahun atau dua tahun setelah kelahiran-Nya. Dan meskipun Alkitab mengajarkan dengan jelas bahwa Yesus lahir dari Maria di Betlehem, tidak ada tanggal pasti dinyatakan untuk kelahiran-Nya. Firman Tuhan memang membagikan bagaimana kabar kelahiran-Nya diumumkan oleh para malaikat pada para gembala yang berada di padang dekat sana, yang mana para pelajar Alkitab percaya ini artinya Yesus lahir di musim gugur, bukan di awal musim dingin.

Selalu menjadi strategi dari Setan untuk mencampurkan kebenaran dan kesalahan. Sejak kebohongannya yang pertama di Eden, iblis bersukacita dengan memasukkan sedikit ketidakakuratan dalam fondasi pengajaran Alkitab. Mitos ini akhirnya dipakai oleh banyak orang yang sebenarnya tidak pernah membaca Alkitab. Dalam kasus ini kisah nyata bayi Kristus akhirnya diombang-ambingkan oleh tokoh mitos santo Nicholas dan elfnya.

Karena itu tidak pernah menjadi sesuatu yang benar untuk mengajarkan pada anak-anak kita sebuah legenda seakan itu kisah sungguhan. Membawakan sebuah kesaksian palsu tentang bagian manapun mengenai kelahiran Kristus dalam cara yang menyesatkan akan membawa pikiran-pikiran muda akhirnya mempertanyakan keabsahan dari seluruh Alkitab. Meskipun dalam nama “bercanda” kita harus berhati-hati agar tidak membingungkan anak-anak dengan kenyataan yang ada dalam Alkitab.

Banyak orang Kristen percaya bahwa natal dapat menjadi sebuah momen untuk mengenang kedatangan Yesus yang pertama (tanggal berapapun itu Ia dilahirkan) ke dunia ini – sebuah waktu untuk saling berbagi kado untuk menunjukkan kasih pada yang lain, terutama pada orang yang berkekurangan. Tetapi untuk pastinya kita tidak pernah diberitahukan dalam Firman bahwa tanggal kelahiran-Nya perlu dirayakan sebagai sebuah hari kudus untuk peribadatan. Bagaimanapun cara Anda berlaku di liburan natal, selalu tempatkan prinsip kebenaran Alkitab sebagai pembimbing Anda.

Sebagaimana dengan orang majus zaman dulu, tukar kado terbaik yang dapat kita lakukan adalah dengan memberikan yang terbaik bagi Kristus, mengetahui bahwa apa yang kita dapatkan adalah sebuah hidup baru. Dan itu bukanlah dongeng. Itu adalah sebuah kebenaran yang dikonfirmasi oleh hidup jutaan orang yang telah menerima Kristus dalam hati mereka.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here