bayi-kembar-beda-ayah Copy

 

[AkhirZaman.org] “Dari sekian banyak pria di dunia, mengapa ini terjadi pada saya. Saya sangat syok,” kalimat ini terdengar keluar dari seorang pria yang bernama Zhou Gang dari Yiwu provinsi Zhejiang, China.

Meskipun senang karena kelahiran bayi kembarnya, Zhou menjadi curiga karena si kembar tampak berbeda. Dirinya melihat ciri fisik kedua bayinya yang sangat tak identik. Bayi kembar yang lahir pertama memiliki kelopak mata ganda dan tidak seperti ras mongoloid, kulitnya pun berbeda. Sedangkan bayi kembar yang terakhir memiliki wajah seperti Zhou.

Meski berada dalam satu masa kandungan, sepasang bayi kembar bisa menjadi saudara tiri. Mungkinkah bayi kembar memiliki ayah berbeda? Yang artinya sang ibu mengandung dua bayi dalam waktu bersamaan dari hasil hubungan dengan dua pria berbeda. Rasanya memang mustahil, tapi kasus semacam itu ternyata terjadi di sejumlah negara, dan salah satunya dialami oleh Zhou.

Pada 2014 silam, Zhou melakukan test deoxyribo nucleic acid (DNA) saat bayi kembarnya berusia 3 bulan. Dan hasil test itu menyatakan bahwa 99 persen bayi kembarnya memiliki ayah berbeda. Menyusul hasil tes itu, ibu dari si kembar mengaku pernah berselingkuh dan berhubungan intim dengan pria lain sesaat sebelum hamil.

Dalam sebuah diskusi kesehatan di Amerika juga dipaparkan kasus serupa saat seorang wanita kulit putih yang melakukan hubungan intim dengan pria kulit putih dan kulit hitam dalam waktu hampir bersamaan. Hubungan ekstramarital itu menghasilkan bayi kembar yang tidak identik. Satu bayi berkulit putih, sementara kembarannya memiliki jenis kulit percampuran ras kulit putih dan hitam.

Berita di atas tidaklah bertujuan untuk memojokkan para kaum wanita, karena pada kenyataannya mungkin para pria dan suamilah yang lebih banyak berselingkuh. Namun Alkitab mengatakan bahwa hubungan antara pria dan wanita sebagai suami dan isteri melambangkan hubungan antara jemaat (umat Tuhan) dengan Tuhan sendiri (Efesus 5:22-24).

Sebagaimana seorang wanita bisa melahirkan bayi kembar tetapi berasal dari sperma dari dua pria yang berbeda, dalam makna rohani pun umat-umat Tuhan dapat melahirkan ‘bayi kembar’ namun tidak sekandung.

Jemaat (umat-umat Tuhan) dilambangkan sebagai mempelai wanita dan Tuhan sebagai mempelai pria. Namun pada kenyataannya, benarkah Tuhan sungguh menjadi mempelai pria (suami rohani) kita satu-satunya? Jika Zhou begitu kecewa dengan yang dialaminya sebagai seorang pria, betapa Tuhan juga tersakiti jika Anda dan saya sebagai umat-Nya melakukan perselingkuhan rohani dengan ‘pria’ lain.

Sudahkah Yesus sebagai satu-satunya pemilik hati dan pikiran kita? Atau di saat bersamaan ada banyak ‘suami’ dalam hidup kita. Saudara, berapakah ‘pria’ yang sungguh-sungguh menjadi ‘suami’ dalam kehidupan kerohanian kita?

Yesus berkata, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Matius 6:24.

Rasul Paulus menuliskan, “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” Galatia 5:17-21.

Dan di ayat selanjutnya apa yang dihasilkan oleh orang-orang yang sungguh-sungguh menjadikan Yesus sebagai satu-satunya ‘suami’ dalam kehidupan kerohaniannya. “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5:22, 23.

Namun kenapa banyak orang yang dapat menghasilkan kedua jenis buah itu dalam kehidupannya? Yesus berkata kepada para murid-Nya dalam perumpamaan lalang dan gandum, “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” Matius 13:30.

Saudara, dalam perumpamaan di atas Tuhan Yesus dengan jelas menyatakan dua jenis orang Kristen, yang berjenis lalang dan yang berjenis gandum. Ada banyak orang yang mengaku Kristen dan kita anggap sebagai gandum, dan dalam hidupnya menghasilkan buah-buah roh, namun pada akhirnya nanti ternyata adalah jenis lalang.

Jenis lalang bisa jadi dalam hidupnya adalah orang-orang yang dalam pandangan manusia menghasilkan buah-buah roh. Namun Tuhan tidak bisa tertipu sebagaimana kita manusia fana dapat dengan mudah tertipu. Pada akhirnya nanti pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali, jati diri kita masing-masing akan tampak dengan jelas: lalang atau gandum.

“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” Galatia 5:24, 25.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here