bertobat kepada allah

“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Galatia 2 : 20


[AkhirZaman.org]
Diri harus mati jika kita mau diperhitungkan sebagai para pengikut Krsitus. Rasul itu berkata, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah…. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Bilamana pria dan wanita bertobat kepada Allah, suatu citarasa moral yang baru terbentuk; dan mereka mencintai hal-hal yang dicintai Allah; sebab hidup mereka diikat melalui rantai emas dari janji-janji yang abadi, kepada kehidupan Yesus.

Hati mereka ditarik kepada Allah. Doa mereka adalah, “Bukalah mataku, sehingga aku dapat melihat hal-hal ajaib dari hukum-Mu.”

Dalam standar yang kekal mereka dapat menyaksikan sifat Sang Penebus, dan mengetahui bahwa sekalipun mereka telah berdosa, mereka tidak diselamatkan di dalam dosa-dosa mereka, tetapi diselamatkan dari dosa-dosa mereka; sebab Yesus adalah Anak Domba Allah yang telah mengangkat dosa dunia. Adalah melalui darah Kristus sehingga mereka dibawa dekat kepada Allah.

Sementara mereka memandang kebenaran Kristus dalam Perintah-perintah Ilahi, mereka berseru, “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa.” Sementara orang-orang berdosa diampuni dari pelanggaran-pelanggaran mereka melalui jasa-jasa Krsitus, sementara setelah mereka menggunakan pakaian kebenaran KrIstus melalui iman kepada-Nya, bersama sang pemazmur mereka menyatakan, “Betapa manisnya janji-janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih daripada madu bagi mulutku.”

“Hukum Tuhan itu benar, adil semuanya, lebih indah daripada emas, bahkan dariada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.” Inilah pertobatan itu.

Bilamana Roh Allah mengendalikan pikiran dan hati, Ia mengubah hati para bapa kepada anak-anak mereka, dan menggantikan ketidaksetiaan kepada hikmat orang benar. Kemudian Hukum Allah akan dipandang sebagai suatu salinan dari tabiat Ilahi, dan sebuah nyanyian baru keluar dari hati yang telah disentuh oleh rahmat Ilahi;..

Sebab mereka menyadari bahwa janji Allah telah digenapi dalam pengalaman mereka, bahwa pelanggaran-pelanggaran mereka diampuni, dosa-dosa mereka telah ditutup. Mereka telah bertobat kepada Allah atas pelanggaran Hukum-Nya, dan beriman kepada Yesus Kristus Tuhan kita yang telah mati bagi pembenaran mereka. – {Review and Herald, 21 Juni 1892}

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here