31 C
Jakarta
Thursday, 30 June 2022
No menu items!
spot_img

Boris Johnson Berjuang Selamatkan Kedudukannya dari Skandal Pesta

AkhirZaman.org: Boris Johnson Berjuang Selamatkan Kedudukannya dari Skandal Pesta. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikenal suka memberontak dan jarang mengikuti aturan yang tidak ingin dilanggarnya – dan dalam banyak hal karir politiknya naik karena sifatnya yang suka melanggar aturan karena terdapat para pemilih yang senang dengan keberanian dan kesediaannya untuk menentang konvensi dan norma yang berlaku.
Tetapi kebiasaan melanggar aturan ini, bagaimanapun, kini berubah menjadi beban dan bukan sebuah aset lagi — bahkan di antara para pemilih populis yang menyukai gagasan pemutusan hubungan Inggris dengan masa lalu serta pemilih yang menginginkan Johnson untuk merombak politik Inggris.
Para anggota parlemen dari Partai Konservatif, pada Senin (17/1), kembali ke London setelah bertemu dengan konstituen mereka, dan teguran keras yang mereka terima masih terngiang di telinga akibat pengungkapan yang tidak Habis-habisnya mengenai Pesta-pesta dadakan disertai suguhan minum beralkohol yang digelar di Downing Street, tempat kediaman perdana menteri, pada tahun lalu. Pesta tersebut berlangsung di saat jumlah kematian warga  akibat pandemi virus corona di Inggris terus meningkat. 
Pesta-pesta itu melanggar aturan lockdown ketat yang diberlakukan di seluruh negara, ketika pertemuan sosial dilarang dan ribuan orang tidak bisa mengunjungi anggota keluarga mereka yang sekarat di bangsal rumah sakit akibat infeksi COVID-19.
Halaman depan Surat-surat kabar di Inggris menyampaikan kritik tajam dan menyebut skandal pesta ini sebagai Partygate.” Publik juga marah ketika semakin banyak yang terungkap dari budaya pesta di Downing Street di mana para staf kantor itu memasok anggur dan bir dari sebuah supermarket dekat House of Commons (Gedung Dewan Perwakilan) dan menyelundupkannya dengan Tas-tas kantor mereka.
Seruan agar Johnson mengundurkan diri semakin keras, termasuk dari beberapa anggota Partai Konservatif di parlemen. Pesaingnya sudah bersiap-siap dibelakang layar untuk memposisikan diri mereka kalau sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengganti dirinya.
Minggu lalu Johnson dengan setengah hati meminta maaf di parlemen karena telah melanggar aturan lockdown tersebut. Ia mengatakan ia mengira pesta taman di mana “para tamu membawa sendiri minumannya" itu merupakan sebuah rapat kerja. Di saat rehat minum teh, ia mengatakan kepada anggota konservatif di parlemen, skandal tersebut tidak perlu terlalu dibesar-besarkan.
Skandal pesta tersebut semakin memburuk pada Jumat (14/1) lalu ketika ternyata sebuah pesta lain telah berlangsung di Downing Street pada malam sebelum penguburan Pangeran Philip.
Koran tabloid dan para anggota parlemen dari pihak oposisi secara cepat mencatat perbedaan sikap Johnson dengan perilaku Ratu Elizabeth II yang sangat memperhatikan aturan. Ketika berduka dengan kematian suaminya, Ratu duduk sendirian di kursi gereja St George, di Windsor Castle, agak menjauh dari kerabatnya yang lain. 
https://bit.ly/3kfRnkF
Skandal Partygate atau skandal pesta menjadi menjadi berita yang memilukan sebab Orang seperti Boris Johnson, Donald Trump, Jair Bolsonaro, menjadi bahan cibiran banyak warga dunia yang terpilih menjadi pemimpin negara namun dengan sikap kontraversi mereka yang viral melawan kemapanan, bukan karena prestasi mereka sehingga terpilih jadi Presiden maupun Perdana Menteri.... Akibatnya pemerintahan berjalan kacau serta kecerobohan membawa negara semakin terpuruk.
Bila sudah di dakwa oleh badan legislatif maka tentu tidak  akan terpilih kembali karena konstituennya kapok ternyata yang dipilih busuk....seperti yang terjadi pada Trump.
Apakah kegagalan ini telah mengejutkan bagi banyak orang? Bukankah ini hanya contoh lain dari orang kaya, yang berkuasa, tidak berpikir bahwa mereka harusnya juga terikat oleh aturan dan hukum yang sama seperti orang lain? Apalagi yang baru? Tapi, tetap saja — standar ganda mereka telah membakar “orang kecil.”
Kisah dalam Alkitab dimana betapa berbeda dengan terhadap Allah sendiri, dalam pribadi Yesus Kristus, berhubungan dengan “orang kecil” serta perjuangan mereka. Meskipun Dia adalah Allah, Pencipta, Penguasa di atas segala penguasa, apa yang Alkitab katakan Dia lakukan bagi Anda? 
Filipi 2:5-8 -TB 
“5.Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6.Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,  7.Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8.Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Sebaliknya tetap bertahan di atas pergumulan, Allah sendiri menderita dalam pergumulan bersama manusia, bahkan dengan cara yang lebih buruk daripada yang pernah Anda alami. Itulah yang dimaksud dengan Injil yang sejati—Allah menderita bersama Anda karena dosa. 
Inilah pelajaran mengenai bagaimana kasih Allah berbeda dengan kemunafikan manusia.
Artikel Sebelumnya[RH] Penghibur serta Pengajar
Artikel SelanjutnyaKusta Rohani. Bag. 1

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
374PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?