tiongkok

[AkhirZaman.org] China berencana menghapus batas masa jabatan dua kali bagi presiden dan wakil presiden negara itu, langkah yang memungkinkan pemimpin China Xi Jinping terus menjabat tanpa batas waktu.

Perkiraan bahwa Xi, pemimpin China paling berkuasa setelah Mao Zedong, sedang mempertimbangkan terus menjabat setelah 10 tahun, merebak belakangan ini. Tetapi garis besar usul amandemen yang diumumkan media pemerintah hari Minggu (25/2) itu, termasuk Pasal 79, mengukuhkan perubahan tersebut bisa segera menjadi kenyataan.

Xi, usia 64 tahun, sudah menjabat presiden China sejak tahun 2013 dan diperkirakan terpilih lagi secara resmi dalam pertemuan panel legislatif awal bulan depan. Amandemen konstitusi yang diusulkan juga akan ditentukan dalam pertemuan Kongres Rakyat Nasional yang dimulai 5 Maret.

Zhang Lifan, sejarawan dan komentator politik berpendapat, langkah itu membuka jalan bagi Xi untuk terus menjabat melampaui masa jabatan lima tahun kedua, berapa lama tidak pasti.

https://goo.gl/QMvYrV

Bila Tiongkok merencanakan penghapusan masa jabatan seorang presiden, berarti sebutan yang tepat bukan lagi presiden namun raja.

Hal ini hanya terjadi pada zaman yang modern ini, dimana Tiongkok adalah memecahkan record baru dalam generasi ini dengan pemerintahan presiden seumur hidup.

Kenapa ini dapat terjadi? Hanya terealisasi bilamana pemerintahan ini dipercayai oleh masyarakatnya.

Sedangkan pada negara-negara lain saat ini sedang bergejolak krisis kepemimpinan yang dapat dipercayai oleh masyarakatnya sendiri.

“Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman. ; Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Amsal 28:20; Lukas 16:10.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here