perang

[AkhirZaman.org] Presiden Iran Hassan Rouhani kepada Amerika Serikat (AS) menyatakan, terlibat perang dengan mereka adalah awal dari segala perang. Karena itu, Rouhani menyatakan Iran lebih suka untuk berdialog jika Negeri “Uncle Sam” bersedia melepaskan sanksi yang dijatuhkan republik Islam itu. “Berdamai dengan Iran adalah awal segala perdamaian. Dan perang dengan Iran adalah sumber segala peperangan lain,” tegas Rouhani dikutip AFP Selasa (6/8/2019).

Presiden berusia 70 tahun itu mengatakan jika AS memang berniat untuk berdialog dan berunding, terlebih dahulu mencabut sanksi yang sudah dijatuhkan. Tensi antara Iran dan AS meningkat sejak Presiden Donald Trump menjabat pada Januari 2017. Antara lain dengan menarik diri dari perjanjian nuklir 2016. Rouhani yang berbicara setelah bertemu Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif melanjutkan, dia siap untuk berbicara meski AS tidak menjadi bagian dari kesepakatan nuklir. “Apakah mereka bersedia masuk JCPOA atau tidak, itu terserah mereka,” katanya merujuk kepada perjanjian 2015 dengan nama resmi Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA). Dia menuduh Washington telah melakukan “teror ekonomi” karena memblokir makanan dan obat, dan sekali lagi menyerukan supaya sanksi dicabut sebelum negosiasi dimulai. Sebagai respons, duta besar AS untuk pelucutan senjata Robert Wood mengatakan bahwa Teheran harus berpikir dengan matang dan memutuskan apa yang harus mereka lakukan. “Presiden saya sudah menegaskan siap duduk dan berdiskusi dengan Iran. Malah, kami tidak yakin jika Iran juga sepakat dengan agenda ini,” terang Wood.

Rouhani juga menuturkan adalah “aneh” jika AS menyerukan siap berdiskusi namun di sisi lain, mereka menghantam Zarif dengan sanksi karena dianggap menyebarkan propaganda. “Jadi, bagaimana kami harus bernegosiasi? Orang yang berwenang melakukan negosiasi adalah menteri luar negeri. Dia harus berbicara kepada Anda,” sindir Rouhani. Rouhani membela Zarif yang menerima kritikan dari berbagai elemen karena mengupayakan perjanjian nuklir yang malah ditinggalkan oleh AS tahun lalu. Dia juga menyinggung segala perundingan dengan AS harus diperlakukan dengan adil. “Perdamaian untuk perdamaian, dan minyak untuk minyak,” tegasnya. Dia merujuk kepada penangkapan kapal tanker super yang membawa minyak ke Suriah oleh pasukan Marinir Inggris dan dibantu polisi Gibraltar 4 Juli lalu. Beberapa pekan kemudian, Garda Revolusi Iran mengumumkan mereka menahan kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz karena “melanggar aturan maritim internasional”. “Tentu sangat tidak mungkin kalian bisa mengatakan bahwa Selat Hormuz harus terbuka dan bebas bagi kalian. Namun di sisi lain Selat Gibraltar tertutup bagi kami,” bebernya.

https://internasional.kompas.com/read/2019/08/06/20465461/presiden-iran-kepada-as-perang-dengan-kami-adalah-awal-dari-segala?page=2

Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.” Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. (Lukas 21:9-11)

Dalam babak terakhir sejarah dunia peperangan akan berkecamuk. Akan terjadi wabah, bencana dan kelaparan. Air dari kedalaman akan melimpah-ruah. Harta dan nyawa akan dimusnahkan oleh api dan banjir. Kita harus bersiap memasuki istana yang telah disediakan Kristus bagi mereka yang mengasihi-Nya.—Mar 174 (1897).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here