Yaman

[AkhirZaman.org] Pejabat Yaman hari ini mengatakan serangan udara menghantam sebuah pesta pernikahan di sebuah desa hingga menewaskan 20 orang, termasuk pengantin laki-laki.
Serangan itu, kata pejabat Yaman, dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Ayman Madhkoor, kepala pejabat kesehatan di wilayah Hajjah, tempat terjadinya serangan, mengatakan roket menghantam lokasi ketika malam hari hingga menewaskan 21 orang dan melukai 50 lainnya. Korban tewas kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak.

Dilansir dari laman the New York Times, Senin (23/4), fotografer Yaman Eissa al-Rajihi mengatakan dia mengunjungi rumah sakit yang menampung korban. Di sana dia melihat pemandangan mengenaskan, anak-anak penuh luka dan kehilangan mata. Mempelai laki-laki juga terluka dan sekujur tubuhnya dipenuhi pecahan bom.

“Dia membisu dan tampak mengalami guncangan psikologis karena banyak kerabatnya tewas,” kata Rajihi.

Video setelah serangan itu beredar di Internet memperlihatkan mayat-mayat dan potongan tubuh. Salah satu video yang banyak dibagikan adalah seorang bocah laki-laki yang menarik kaos ayahnya sambil menangis, ‘Tidak, tidak, tidak.’

Sejak 2015 Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara Arab lainnya didukung Inggris dan Amerika Serikat menggempur Yaman untuk menumpas perlawanan kelompok pemberontak Huthi yang menguasai Ibu Kota Sanaa.

Konflik ini sudah menewaskan lebih dari 10 ribu jiwa dan membuat jutaan warga mengungsi dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut Yaman mengalami krisis kemanusiaan terparah di muka bumi.

https://www.merdeka.com/dunia/pesta-pernikahan-di-yaman-dihantam-roket-20-orang-tewas-termasuk-pengantin.html

Perang sudah di mulai di beberapa negara, dan bila hal ini terjadi maka yang akan menjadi korbannya tentu warga sipil.

Buktinya pengantin ini sedang merayakan hari sukacita mereka namun ternyata pengantin ini juga turut menjadi korbannya.

Hari sukacita kini berubah menjadi hari perkabungan, beberapa keluarga harus berduka sebab keluarga mereka meninggal dengan cara yang mengenaskan.

Saat ini daerah Arab akan menjadi yang pertama sebagai medan perang sebelum menular ke seluruh dunia.
*

“Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.”

Pengkhotbah 3:8

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here