1313378_12771521_b

[AkhirZaman.org] Mereka yang mau mengubah kebiasaan makan dari tiga kali menjadi dua, pada mulanya akan terganggu dan merasa lemah, khususnya pada waktu jam makan yang ketiga yang biasa mereka lakukan. Tetapi jikalau mereka bersabar untuk sementara, rasa lemah ini akan hilang juga.

Apabila kita berbaring untuk tidur, perut seharusnya sudah selesai bekerja, supaya dia dapat menikmati istirahat sebagaimana bagian tubuh lainnya. Pekerjaan pencernaan seharusnya tidak berlangsung selama jam jam tidur. Setelah perut melakukan tugasnya yang berat itu, ia kehabisan tenaga dan pemiliknya merasa lelah. Dalam hal ini banyak orang tertipu, dan mereka berpendapat bahwa perasaan seperti itu timbul karena kurang makan. Jadi, tanpa memberikan waktu istirahat kepada perut, mereka makan lagi yang lebib banyak yang untuk sementara menghilangkan rasa lelah.

Semakin dimanjakan selera itu, semakin nyaring suaranya meminta dipuaskan. Rasa lelah itu biasanya disebabkan karena memakan daging, dan makan terlalu sering atau terlalu banyak. Perut itu jadi capek karena terus-menerus bekerja membuang makanan yang bukan paling menyehatkan. Karena tidak mempunyai waktu untuk istirahat, alat pencernaan menjadi lemah. Jadi timbullah perasaan “aneh” dan keinginan untuk makan lebih sering. Pengobatannya ialah: jangan sering makan dan jangan terlalu bebas. Merasa puaslah dengan makanan sederhana, makan dua kali sehari, dan atau, paling banyak tiga kali. Perut itu harus mempunyai waktu teratur untuk bekerja dan istirahat. Karena itu, makan tidak teratur dan makan di antara jam makan, itulah pelanggaran hukum kesehatan yang paling jahat. Dengan kebiasaan yang teratur dan makanan yang menyehatkan, perut itu lambat laun akan pulih kembali.

Ellen White—Petunjuk Diet dan Makanan Anda

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here