akhir zaman

1. Pudarnya rasa Cinta.

[AkhirZaman.org] Pernikahan zaman sekarang berbeda dengan pernikahan zaman Siti Nurbaya yang kebanyakan ditentukan jodoh kita oleh orang tua dan bukan berdasakan rasa cinta yang tumbuh diantara dua sejoli. Pernikahan masa kini kebanyakan sudah didasari oleh rasa saling cinta dan setelah teruji melalui masa pacaran barulah memasuki masa pernikahan. Pada saat perselingkuhan/ pengkhianatan terjadi dasarnya cinta itu memang masih bisa bertahan tapi pelan pelan akan cukup termakan habis, tiada bekas. Dan selanjutnya yang akan muncul akibat pengkhianatan ialah bukannya cinta yang bertumbuh kembali tapi Rasa benci yang amat dalam dalam diri pasangan kita, anak-anak kita bahkan dalam diri keluarga besar kita. Kebencian itu bisa menjadi kebencian yang sangat dalam sekali, kebencian ini memang keluar dari kemarahan dan bila tidak dituntun Roh khudus bisa saja kebencian yang ada berkembang menjadi keinginan untuk membalas karena disakiti. Dan Untuk bisa memiliki cinta yang sejati seperti yang dulu  perlu perjuangan yang sangat berat.

2. Pudarnya Kepercayaan,

Walaupun pasangan suami isteri kelihatan dari luar mungkin rukun-rukun dan baik-baik saja tetapi perlu kita perhatikan sesungguhnya akibat pengkhianatan itu adalah: kita tidak lagi percaya 100% pada perkataanya, karena kepercayaan yang 100% kepadanya ternyata ia telah berbohong kepada kita, Kita tidak lagi percaya 100% kepada dia tentang kesetiaannya. Selanjutnya pasangan yang telah dikhianati akan bersikap was-was dan tidak tentram, sehingga sejak peristiwa pengkhianatan itu hidup pasangan kita menjadi kehilangan damai, tidak lagi tentram, karena ada perasaan didalam hatinya jangan-jangan hal itu akan terulang kembali. Dan yang tidak kalah menyedihkan adalah kita berubah menjadi curiga yang muncul dalam bentuk pertanyaan seperti ini : Apakah dia pergi ke tempat seperti yang dia katakan, atau ketempat lain? Apakah dia betul-betul pergi dengan orang yang seperti dia katakan, ataukah dia pergi dengan orang lain?

3. Pudarnya Kekaguman atau Respek.

Salah satu modal yang harus kita miliki untuk membangun rumah tangga yang berbahagia adalah harus adanya respek, atau rasa kekaguman kepada Pasangan kita. Kakaguman atau respek yang kita miliki terhadap pasangan kita itu akan membuat gampang bersikap positif terhadap semua problem yang terjadi diantara suami istri, sehingga kekaguman itu akan memudahkan kita menyesuaikan perbedaan-perbedaan diantara suami istri.

Namun saat pengkhianatan terjadi maka berakibat kepada hancurnya respek atau kekaguman kepadanya. Sejak saat itu ia seolah-olah di mata kita menjadi begitu memuakkan dan dia menjadi begitu rendah karena perbuatan zinah termasuk dalam perbuatan dosa, perbuatan yang rendah.

Jadi sekalipun pengampunan diberikan namun pada umumnya reaksi kita kepada dia itu menjadi merendahkan dia, seolah-olah dia tidak ada lagi nilainya. Dan itu menimbulkan sikap menghina.

LANGKAH LANGKAH UNTUK MEMPERBAIKI PERNIKAHAN YANG TELAH DITERPA BADAI PENGKIANATAN

Beberapa langkah yang perlu dilakukan setelah mereka bersedia untuk saling memaafkan , agar pernikahan bisa diperbaiki seutuhnya adalah sbb:

1. Harus berbicara dari hati ke hati,

Tidak boleh hanya mendiamkan dan saling menunggu tetapi mereka harus berdiskusi dan menanyakan kepada masing-masing pihak apakah bisa dicapai suatu kesepakatan untuk memberikan suatu kesempatan kepada hubungan mereka ini untuk diperbaiki. Karena setelah pengkhianatan mereka biasanya akan melewati tahap-tahap yang sulit dalam pernikahan dan diperlukan kerja sama berdua, tahap-tahap sulit itu yaitu:

·         Tahap pertama adalah meragukan akan ketulusan pasangan kita. Masak sih dia sungguh-sungguh bisa berubah. Itulah pertanyaan yang seringkali dipertanyakan oleh pasangan yang telah dikhianati. Dalam memecahkan masalah ini tidak bisa hanya dipikirkan saja oleh pihak yang dikhianati, hal ini perlu diskusi dan perlu kerja sama untuk saling menumbuhkan kepercayan.

·         Tahap kedua mereka meragukan kesungguh-sungguhan untuk berubah. Dalam Tahap seperti ini diperlukan kerendahan hati dan keterbukaan serta kesediaan untuk mengerti bahwa luka-luka batin itu perlu waktu, dan dukungan untuk sembuh dan tahap yang paling sulit setelah melihat pasangannya berubah adalah tahap dimana Ia meragukan ketahanan atau kepermanenan perubahan tersebut. Apakah ia akan tetap seperti ini, apakah perubahan itu bisa bertahan lama, ataukah akan kembali mengkhianati. Jangan-jangan sekarang berubah besok-besok bagaimana?

2. Mereka harus mengundang dan memikirkan Tuhan,

Mereka tidak bisa melepaskan Tuhan dalam menyembuhkan luka-luka hati mereka. Suami Istri perlu dengan kesabaran dan saling mendukung untuk saling menumbuhkan harapan dalam diri mereka berdua, bahwa pernikahan mereka masih bisa diperbaiki atau masih bisa ditolong. Terus berkomunikasih dengan Allah dalam hidup mereka dan mengembalikan ingatkan kembali kepada keadaan di mana mereka memutuskan untuk menikah dan bagaimana janji yang telah mereka ucapkan di depan Tuhan sebagai janji yang tidak dapat pernah diubah oleh manusia. Selanjutnya perlu disadari oleh mereka berdua bahwa untuk pulih seperti sedia kala memerlukan waktu yang bukan singkat, biasanya perlu 3 hingga 6 tahun untuk pulih.

Sumber: Kadnetinfo

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here