microsoft

[AkhirZaman.org] Microsoft tenggelamkan pusat data di laut Skotlandia. Perusahaan Software raksasa itu sedang dalam sebuah eksperimen penelitian yang dinamakan Natick. Microsoft akan mengamati apakah dengan cara itu bisa menghemat energi dengan mendinginkannya di dasar laut.

Pusat data memang terkenal menghasilkan banyak panas. Para penyedia layanan berkapastias besar biasanya memindahkan pusat datanya ke wilayah yang bersuhu udara dingin untuk menghemat tenaga listrik,

“Kami telah menghabiskan sejumlah besar energi dan waktu di cloud dan jelas uang,” Dave Cutler Senior Senior Technical Fellow Microsoft menjelaskan kepada Techcrunch.

“Jadi kami selalu mencari cara baru agar kami dapat berinovasi. Ide semacam ini awalnya berasal dari salah satu karyawan kami yang bekerja di kapal selam Angkatan Laut AS dan mengetahui sesuatu tentang teknologi ini, dan ini mungkin dapat diterapkan ke pusat data” tambah Cutler.

Pada percobaan kedua ini, tim tersebut menenggelamkan sebuah tangki seukuran kontainer pengiriman dengan banyak rak server di lepas pantai pulau Orkney.

Terdiri dari 12 rak dengan 846 server dan penyimpanan berkapasitas 27,6 petabytes yang akan tetap di sana selama beberapa tahun untuk melihat apakah ini adalah cara yang baik untuk menyebarkan pusat data di masa depan dan tentu saja untuk menguragi perawatan hawa panas dari pusat data itu sendiri

https://autotekno.sindonews.com/read/1313468/133/microsoft-tenggelamkan-pusat-data-ke-dasar-laut-skotlandia-1528702680

Perusahaan raksasa seperti microsoft ini, tentu memerlukan media penyimpanan data yang besar, dan proses penyimpanan data ini akan menghasilkan energi serta suhu yang tinggi sehingga dengan energi panas tentu akan mengganggu dalam menghambat bagian-bagian tertentu dari proses pekerjaannya.

Kelemahan inilah yang sedang dipikirkan dan akan ditempuh oleh beberapa insinyur Microsoft untuk menerobos cara cepat untuk pendinginan suhu dengan membenamkannya pada kedalaman laut.

Inilah usaha manusia dengan berbagai percobaan yang datang silih berganti dengan hasil-hasil yang selalu gagal dalam menghasilkan suatu penelitian tentu mengorbankan waktu, tenaga, uang, bahkan kesehatan.
**

“Aku membenci segala usaha yang kulakukan dengan jerih payah di bawah matahari, sebab aku harus meninggalkannya kepada orang yang datang sesudah aku. Dan siapakah yang mengetahui apakah orang itu berhikmat atau bodoh? Meskipun demikian ia akan berkuasa atas segala usaha yang kulakukan di bawah matahari dengan jerih payah dan dengan mempergunakan hikmat. Inipun sia-sia.”

Pengkhotbah 2:18, 19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here