ibu dan saudara

[AkhirZaman.org] Seorang remaja perempuan membakar ibu dan saudara laki-lakinya hidup-hidup. Ia mengaku melakukan hal itu karena mendapat tugas dari admin sebuah game.

Pihak Kepolisian wilayah Al Balina, Mesir, menerima laporan soal sebuah rumah yang terbakar. Rumah tersebut adalah milik Essmat Kamal, ayah remaja perempuan itu. Saat polisi datang rumah tersebut sudah terbakar habis

Akibat kebakaran itu, Shadia (49 tahun) ibu sang remaja dan Mohammed Essmat, seorang saudara kandung yang juga penyandang disabilitas tewas terbakar. Salah seorang saudara kandung lainnya, Taha Essmat, berhasil selamat dan hanya menderita luka-luka.

Diberitakan oleh Al Arabiya, Minggu, 22 April 2018, polisi telah melakukan investigasi mengenai kasus ini. Dari hasil penyelidikan sementara diketahui, Shahinaz, pelaku pembakaran, menuangkan bensin ke sekeliling rumah dan lalu membakarnya.

Remaja yang baru berusia 17 tahun itu juga menjelaskan, ia melakukan aksi tersebut atas perintah dari admin game Blue Whale. Jaksa memutuskan menahan remaja tersebut selama empat hari untuk kepentingan penyelidikan lengkap.

Blue Whale Game atau dikenal juga sebagai Blue Whale Challenge diyakini sebagai permainan bunuh diri, di mana sekelompok administrator atau kurator tertentu memberi peserta tugas untuk diselesaikan setiap hari.

Tugas akan diberikan selama 50 hari. Tugas terakhir adalah peserta melakukan bunuh diri. Para peserta diharapkan berbagi foto dari tantangan atau tugas yang berhasil diselesaikan oleh mereka.

https://www.viva.co.id/berita/dunia/1029218-game-horor-remaja-wanita-bakar-ibu-dan-saudara-kandung

Sungguh suatu kisah yang menyedihkan bagaimana permainan game dapat mengontrol pikiran sehat seseorang dan telah secara nyata melakukan hal yang jahat kepada orangtua dan saudara kandungnya sendiri, kemudian akhirnya membunuh diri sendiri.

Dari kisah ini sangat diperlukan pengawasan dari orangtua pada aktivitas dari anak-anak mereka.

Bila orangtua sangat sibuk dengan urusan mereka dan membiarkan anak-anak mereka dengan kesenangan mereka sendiri, tentu mereka mudah terpengaruh dengan hal-hal yang buruk bila tanpa bimbingan dari orangtua mereka.
*

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

“Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.”

Amsal 22:6 ; Ulangan 6:7,8.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here