akhir zaman

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
{Matius 7:7}

[AkhirZaman.org]Saya ingin sekali pergi menengok anak baptis saya, yang baru saja didiagnosa mengidap kanker prostat, namun saya baru menyadari bahwa saya tidak punya cukup biaya. Semua kartu kredit saya sudah penuh, dan saya tidak punya simpanan cash. Saya tidak sanggup membayar biaya perjalanan itu. Dengan air mata jatuh membasahi pipi, saya bertelut memohon Tuhan untuk membantu saya. O Tuhan, saya memohon, Engkau tahu betapa lemahnya Ricardo sekarang. Aku benar-benar harus menengoknya. Aku tidak sanggup membayangkan jika dia merasa aku mengabaikannya. Tolonglah, Tuhan, aku memohon padaMu, bukalah jalan suapaya aku bisa menengoknya.

Lalu tiba-tiba saya teringat akan sesuatu: tahun lalu saya terbang ke St. Louis, Missouri untuk menghadiri konferensi gereja sedunia. Konferensi itu merupakan pengalaman yang sangat luarbiasa walaupun mahal harganya, dan saya benar-benar terinspirasi olehnya. Namun perjalanan pulang dari konferensi itu jauh berbeda dengan pengalaman yang menginspirasi itu.

Saat mendarat di Atlanta sebagai tempat transit kami yang terakhir, saya mendapati ada 2 orang penumpang yang mencoba untuk mendapatkan tempat yang seharusnya menjadi miliki saya. Saya memilih untuk menyerahkan kursi saya pada mereka. Lalu perwakilan dari maskapai penerbangan itu berterima kasih dan memberikan sebuah voucher pada saya, yang katanya bisa saya gunakan untuk penerbangan yang akan datang. Hal ini terjadi lebih dari dua kali. Akhirnya, kelelahan namun bahagia, saya pun sampai di rumah. Maskapai penerbangan itu telah memberikan sejumlah uang yang cukup untuk membiayai perjalanan saya pulang pergi kemanapun saya mau di Amerika ini.

Namun saya sama sekali tidak ingat akan insiden itu sampai Tuhan mengingatkan saya saat saya bertelut hari itu. Saya bertanya, dan Tuhan telah menjawab doa saya bahkan berbulan-bulan sebelum saya tahu apa yang akan saya minta.

Dengan hati yang ringan saya bergegas pergi ke bandara untuk berkonsultasi dengan perwakilan maskapai penerbangan tersebut. “Ya,” jawab mereka, “Anda punya cukup dana untuk membeli sebuah tiket.” Saya tidak bisa berhenti bersyukur pada Tuhan. Sekarang saya bisa pergi untuk menengok anak baptis saya.

Ketika saya melihat kondisi anak baptis saya itu membaik setelah terapi-terapi yang ia jalani, saya hanya dapat berkata, “Sungguh Allah yang kita sembah adalah Allah yang luarbiasa!” Saya bersyukur pada Tuhan atas kesehatan Ricardo, dan untuk mengingatkan saya bahwa satu-satunya hal yang perlu kita lakukan adalah percaya kepadaNya.

Terima kasih, Bapa, untuk memberi kuasa dalam sebuah doa, untuk membantu saya memahami bahwa Engkau tahu akhir dari suatu permulaan, dan untuk menguatkan iman saya dan memberkati saya dan orang-orang yang saya kasihi.

Oleh: G.G.Taylor

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here