akhir zaman

[AkhirZaman.org] Pada abad kelima, menurut tradisi Gereja Irlandia, seorang raja menghamili seorang budak, dan sang bayi, Brigid, dibesarkan sebagai pelayan yang tumbuh dewasa dengan menggiling jagung, membasuh kaki, menggembalakan ternak, dan memberikan daging asap raja kepada anjing-anjing yang lapar dan menteganya kepada anak-anak laki-laki yang bekerja.

                Karena kehilangan kesabaran, raja membawanya dan bermaksud untuk menjualnya. Ia memasuki kastil untuk mengatur penyelenggaraannya. Seorang berpenyakit kusta lewat, dan sang calon suami mundur, mengatakan bahwa ia tidak pantas memperoleh istri seperti itu.

                Brigid cantik dan sang berani, dan karena ia menyukai musik dan percakapan, ayahnya mengatur pernikahannya dengan seorang penyair. Namun bertekad untuk menjadi milik Kristus saja, Brigid itu mencarikan pria itu istri lain, lalu meninggalkan kastil.

Ayahnya berpikir itu adalah pembebasan yang bagus.

                Brigid mencari para wanita lainnya yang hanya ingin menjadi milik Kristus dan bersama tujuh dari antara antara mereka ia mengorganisasikan sebuah komunitas biarawati seperti komunitas biarawan yang didirikan oleh Patrick. Tempat kediaman para biarawati di Kildere itu menjadi perpaduan yang sibuk di antara tembok-tembok dari batu besar dan atap jerami. Studio para artis, bengkel kerja, kamar-kamar tamu, perpustakaan dan Gereja dibangun. Ini dan tempat kediaman lainnya menjadi pusat industri, menghasilkan beberapa karya seni paling indah di Eropa. Para budak dan orang-orang miskin memperbaiki kehidupan mereka dengan jalan menjadi seniman.

                Brigid sendiri bepergian dengan kereta kuda sebagai penginjil di pedesaan, menolong orang-orang miskin,memberitakan injil, dan mengorganisasikan biara. Saat kematiannya pada tanggal 1 Februari kira-kira tahun 453, 13.000 wanita lolos dari perbudakan dan kemiskinan pada pelayanan Kristiani dan industri. Berabad-abad kemudian, orang-orang Kristen yang menyeberang ke Irlandia memperingati pelayanan Brigid dengan menggantung  anyaman salib dari jerami di atas pintu mereka pada tanggal 1 Februari, dan para pengurus rumah tangga mengulang-ulang sebuah ritme yang menghimbau mereka untuk memberikan sebagian dari mentega kepada anak-anak yang bekerja.

                Apabila engkau menuai diladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim, dan janda –supaya Tuhan,Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu (Ulangan 24:19).

 

Robert J. Morgan,

365 Kisah Dan Inspirasi Yang Menakjubkan Tentang Orang-Orang Kudus, Martir, Dan Pahlawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here