“Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.” (Yesaya 55:1, 2).
[AkhirZaman.org] Tidak ada orang yang dapat melihat ke dalam dirinya sendiri dan menemukan sesuatu di dalam tabiatnya yang akan merekomendasikan dirinya kepada Allah, atau memastikan penerimaan terhadapnya. Hanyalah melalui Yesus, yang dikaruniakan Bapa demi kehidupan dunia, orang berdosa dapat memperoleh jalan masuk kepada Allah. Yesus sendiri saja Juruselamat kita, pembela dan pengantara kita; di dalam Dialah satu-satunya pengharapan kita untuk pengampunan, damai sejahtera, dan kebenaran. Adalah oleh jasa darah Kristus jiwa yang diserang dosa dapat dipulihkan menjadi sembuh. Kristus adalah bau harum, dupa kudus yang membuat permohonanmu dapat diterima oleh Bapa. Maka tidakkah engkau dapat mengatakan:
“Sebagaimana kuada,
Kulari padamu Yesus
Darah-Mu basuhkan dosa,
Aku datang, Domba Allah.”
Datang kepada Yesus tidak memerlukan usaha dan derita pikiran; hanyalah sekadar menerima syarat-syarat keselamatan yang Allah jelaskan dalam firman-Nya. Berkat itu cuma-cuma untuk semua. Undangan itu adalah, “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah, terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran. Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat” (Yesaya 55:1, 2).
Kemudian mari, dan cari, serta temukan. Tempat penyimpanan kuasa terbuka, penuh dan gratis. Datanglah dengan rendah hati, tidak memikirkan bahwa engkau harus melakukan suatu perbuatan baik untuk mendapat kebaikan Allah, atau bahwa engkau harus menjadikan dirimu sendiri lebih baik sebelum engkau datang kepada Kristus. Engkau tidak berdaya untuk berbuat baik, dan tidak dapat membuat kondisimu lebih baik. Terpisah dari Kristus kita tidak ada kebajikan, tidak ada kebenaran. Dosa kita, kelemahan kita, ketidaksempurnaan manusia kita membuat mustahil bagi kita muncul di hadapan Allah kecuali kita dibungkus dengan kebenaran Kristus yang tidak bercela.
Now appreciating the way the post avoided the temptation to be longer than necessary, and a look at modernlivinghub continued that lean approach, content with the discipline to stop when finished rather than padding for length is content that respects both itself and its readers and this site has that disciplined editorial culture clearly throughout.
Reading this triggered a small but real correction in something I had assumed, and a stop at parcelvoyager extended that corrective effect, content that updates my beliefs through evidence rather than rhetoric is content with intellectual integrity and this site has earned that label consistently across the pieces I have read so far today.