27.8 C
Jakarta
Sunday, 29 January 2023
No menu items!

Pernikahan Sejenis Sah di Seluruh Amerika Serikat

[AkhirZaman.org] Kita selangkah lagi menuju kekekalan! Mengapa saya katakan demikan? 2Tesalonika 2:1, 3, “Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara … Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad …”

Paulus mengatakan bahwa sesaat sebelum kedatangan Tuhan kedua kali harus datang dahulu murtad. Oke, mungkin Anda akan bertanya: Bukankah murtad sudah sejak lama terjadi? Bahkan sejak era para nabi ini pun juga telah terjadi? Iya, memang demikian. Namun yang Paulus maksudkan adalah kemurtadan akan terjadi lebih buruk lagi bilamana waktu kedatangan Tuhan semakin segera. 

Apakah Tuhan merencanakan sesuatu yang begitu buruk sehingga harus ada kemurtadan sebelum kedatanganNya kedua kali? Tidak demikian. Pengertian yang benar dari ayat itu adalah pada saat kemurtadan terjadi semakin memuncak, maka Tuhan tidak akan berdiam diri, sehingga dalam hikmat dan pandanganNya Allah akan segera datang untuk kedua kali untuk melindungi umatNya.

Ketika Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan bahwa pasangan sejenis di seluruh negeri kini memiliki hak untuk menikah, itulah salah satu bentuk kemurtadan yang makin memburuk, dan pasti akan segera terjadi dalam skala internasional. Putusan yang diambil dengan perbandingan suara lima setuju berbanding empat menolak ini berarti penikahan sejenis akan sah secara hukum secara nasional di seluruh negara bagian di Amerika Serikat.

Dalam putusannya, Mahkamah Agung menyatakan pernikahan merupakan hak mendasar setiap pasangan, dan hal itu tak bisa dikecualikan dari pasangan berjenis kelamin sama.

Bahkan Barack Obama yang dalam kampanyenya sebagai Presiden menyatakan untuk selamanya tidak akan setuju dengan pernikahan sesama jenis, namun tatkala Mahkamah Agung Amerika memutuskan untuk menyetujui pernikahan ini di seluruh negeri, Obama menyatakan bahwa ini sebuah kemenangan sebagai bentuk persetujuannya.

Bersama Sabat, pernikahan adalah dua institusi yang dilembagakan oleh Tuhan pada waktu penciptaan. Yang satu dimaksudkan sebagai pengingat bahwa Tuhan Pencipta bumi ini, sedangkan yang lain menjadi lambang bahwa hubungan antara manusia dengan Allah. Setan sangat benci dengan dua institusi ini, sehingga dengan berbagai cara dia akan merusak kedua lembaga ini.

Hubungan pria dan wanita oleh Paulus digambarkan bagaikan hubungan antara Yesus dengan jemaat (Efesus 5:22, 23). Namun coba Anda bayangkan, saat yang seharunya pria menikah dengan wanita, namun sekarang Setan berhasil membuatnya antara pria dengan pria ataupun wanita dengan wanita. Maka yang digambarkan bukan lagi hubungan antara jemaat dengan Tuhan, melainkan antara manusia dengan Iblis.

Bisakah Anda melihat gambaran ini dengan lebih jelas sekarang? Setan telah berhasil melakukannya, bahkan di suatu negara yang di awal berdirinya menjadi awal kebangkitan Protestan, setelah selama masa kegelapan Alkitab disembunyikan dan menjadi buku yang haram untuk dibaca, namun oleh masa pembaharuan yang terjadi di Amerika di saat berdirinya negara itu, Alkitab kembali menjadi populer. Namun sekarang, buku itu telah dianggap kuno sehingga tidak lagi menjadi panduan manusia.

Tetapi satu hal yang pasti, Tuhan melembagakan institusi pernikahan pada hari keenam penciptaan sebelum Dia menetapkan Sabat pada hari ketujuh, itu dimaksudkan bahwa manusia harus mengalami persatuan hubungan rohani dengan Penciptanya sebelum memasuki masa kekekalan. Mengapa kekekalan? Karena Sabat menggambarkan masa kekekalan (Yesaya 66:22, 23).

Lalu apa yang akan menjadi dampak dari disetujuinya pernikahan sesama jenis? Pertama, dapat dipastikan bahwa bilamana lembaga pernikahan sudah berhasil dihancurkan Setan, maka tidak lama kemudian Sabat juga akan semakin dibenamkan hingga ke dasar. Suatu hari yang menjadi peringatan bahwa Tuhan adalah Pencipta dunia ini dan yang akan menguduskan umatNya (Keluaran 20:8-11; Yehezkiel 20:12), akan segera digantikan dengan suatu hari yang menggambarkan penyembahan kepada berhala. Apakah hari itu? Anda yang mengikuti berita dalam web ini pasti sudah bisa menebak, itu adalah hari Minggu, suatu hari yang ribuan tahun silam telah menjadi hari peribadatan para penyembah dewa matahari. Bahkan coba lihat nama hari tersebut dalam bahasa Inggris, Sun-Day (Hari Matahari).

Lalu apa dampak kedua? Bilamana pernikahan yang benar antara wanita dengan pria yang menjadi gambaran hubungan antara jemaat dengan Tuhan, dan siap untuk masuk kepada kekekalan; maka pernikahan palsu akan menuntun para pelakunya kepada kebinasaan kekal. Mengapa? Karena itu adalah gambaran hubungan antara manusia dengan Setan. Meskipun mereka mengaku dan beribadah dengan cara bagaimanapun juga, namun bilamana mereka mengetahui kesalahan dalam pilihan yang mereka tempuh, maka Tuhan akan berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Matius 7:23.

Ketiga, sebagaimana yang Paulus katakan di atas, maka apa yang terjadi sekarang adalah selangkah lagi menuju kedatangan Yesus kedua kali.

Saudara, saat dunia menolak Alkitab sebagai firman Tuhan yang menuntun, dan terlebih saat mereka menolak Tuhan sebagai Allah mereka, dimanakah kita akan memilih? Saat dunia mempersiapkan diri bagi kebinasaan, apakah kita akan memilih bersiap bagi masa kekekalan bersama dengan Yesus?

Bagi Yesus masa kekekalan bukan kondisi yang menyenangkan bilamana tanpa kita. Dia rela meminum cawan murka hukuman Allah di kayu salib oleh karena Dia rindu menebus kita dari maut. Bagi Yesus, kita adalah segalanya.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
375PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?