dinner-party 1 Copy

Ajakan Petrus
[AkhirZaman.org]
 Rasul Petrus memahami hubungan pikiran dengan tubuh, sehingga dia berseru dengan nyaring memberikan amaran kepada saudara-saudaranya: “Saudara-saudaraku, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.” Banyak orang menganggap ayat ini sebagai satu amaran yang hanya menyangkut moralitas. Tetapi itu mempunyai arti yang sangat luas. Ayat itu melarang setiap pemanjaan selera dan nafsu yang membahayakan. Setiap selera yang diselewengkan itu akan menjadi nafsu, yang menyatakan perang. Kita diberikan selera untuk satu maksud yang baik, bukan sebagai pelayan kematian melalui selera yang disalahgunakan, sehingga merosot menjadi “Nafsu yang menyatakan perang melawan jiwa …….

Kekuatan penggodaan untuk memanjakan selera dapat diukur hanya dengan derita Penebus kita yang tidak terperikan pada waktu berpuasa di padang belantara. Dia mengetahui bahwa pemanjaan selera yang salah akan mematikan daya pikir manusia sehingga dia tidak dapat mengenal perkara perkara suci. Adam jatuh karena pemanjaan selera; Kristus menang karena menyangkal selera. Dan satu satunya harapan kita untuk memperoleh Eden kembali ialah melalui pengendalian diri yang ketat. Jikalau kuasa pengendalian diri ini begitu kuat melawan bangsa, sehingga anak Allah demi kepentingan manusia, harus menjalani puasa hampir enam minggu, betapa besar tugas orang Kristen itu! Namun seberapa hebatpun pergumulan, Dia tetap menang. Dengan pertolongan kuasa Ilahi yang sedang menyaksikan penggodaan yang kejam itu, ia juga bisa menang sepenuhnya dalam pertempuran melawan sijahat, dan kemudian akan mengenakan mahkota kemenangan di dalam kerajaan Allah.

Oleb Kuasa Kemauan dan Kemurahan Allah
Melalui selera, setan menguasai pikiran dan seluruh tubuh. Ribuan orang yang seharusnya hidup, sekarang ini masuk kuburan sebagat puing-puing fisik, mental dan moral. Ini terjadi karena mereka mengorbankan seluruh kuasanya untuk memanjakan selera. Kebutuhan manusia generasi sekarang ini jauh lebih besar daripada beberapa generasi yang lalu. Mereka memerlukan kuasa kemauan yang dikuatkan oleh anugerah Allah, supaya dapat melawan penggodaan setan dan menolak pemanjaan selera yang salah. Tetapi generasi sekarang mempunyai kuasa pengendalian diri yang lebih sedikit dibanding dengan mereka yang hidup waktu yang lalu.

Hanya sedikit orang yang mempunyai kekuatan moral untuk melawan pencobaan, teristimewa pencobaan selera dan pengamalan penyangkalan diri. Bagi beberapa orang itu adalah satu penggodaan yang terlalu besar untuk dilawan jikalau melihat orang lain makan tiga kali sehari; dan mereka membayangkan mereka lapar, pada hal perasaan bukanlah amaran dari perut supaya mendapat makanan, tetapi sesungguhnya satu keinginan pikiran yang belum dilindungi dengan prinsip yang teguh dan disiplin penyangkalan diri. Benteng pengendalian diri dan pembatasan diri seharusnya jangan runtuh pada kejadian yang bagaimanapun. Paulus, rasul kepada orang kafir, berkata, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasai seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Mereka yang tidak mengalahkan perkara perkara kecil, tidak mempunyai kuasa moral untuk melawan penggodaan yang lebih besar.

Perhatikanlah makananmu dengan teliti. Pelajarilah masalah sebab dan akibat. Pupuklah pengendalian diri. Jagalah seleramu tetap di bawah pengendalian pertimbangan sehat. Jangan pernah menyalahgunakan perut dengan makan terlalu banyak, tetapi janganlah menahan diri dari makanan yang menyehatkan dan menarik sesuai dengan tuntutan kesehatan.

Dalam pergaulan dengan orang-orang yang tidak seiman janganlah biarkan dirimu terseret jauh dari prinsip yang benar. Apabila engkau duduk di meja makan mereka, makanlah dengan cara bertarak, makanlah hanya makanan yang tidak akan mengacaukan pikiran. Jauhkanlah dirimu dari ketidakbertarakan. Engkau tidak dapat melemahkan kuasa mental dan fisikmu, sampai engkau tidak dapat mengenal perkara-perkara rohani. Jagalah pikiranmu dalam keadaan yang demikian rupa sehingga Allah dapat menekankannya dengan firman kebenaran Nya yang indah.

Masalah Kekuatan Moral
Sebagian di antara kamu merasa seakan-akan engkau memerlukan seseorang untuk memberitahukan berapa banyak yang harus kamu makan. Ini bukanlah cara yang sebenarnya. Kita bertindak berdasarkan pandangan agama dan standar moral. Kita harus bertarak dalam segala hal karena sebuah mahkota abadi telah disediakan surga untuk kita. Sekarang saya ingin mengatakan kepada saudara-saudaraku, saya ingin mempunyai kekuatan moral untuk menyatakan pendirian dan untuk memerintah diriku sendiri. Saya tidak mau mengalihkannya kepada orang lain. Engkau makan terlalu banyak kemudian engkau merasa menyesal lalu engkau selalu berpikir mengenai apa yang engkau makan dan apa yang engkau minum. Makanlah apa yang terbaik bagimu dan berjalanlah dengan perasaan yang jernih di hadapan surga dan jangan menyesali hati nuranimu. Kita tidak percaya penghapusan penggodaan secara keseluruhan pada lingkungan anak-anak atau orang dewasa. Kita selalu menghadapi pertempuran dan kita harus berdiri dalam satu posisi untuk melawan penggodaan setan dan kita mau menyadari bahwa kita memilih kuasa dalam diri kita untuk melakukan ini.

Ada satu pekabaran untuk disampaikan kepadamu: makanlah secara teratur tepat pada waktunya. Dengan kebiasaan salah dalam hal makan engkau mempersiapkan dirimu untuk penderitaan di kemudian hari. Tidak selamanya aman untuk menerima setiap undangan makan sekalipun undangan itu datang dari saudaramu atau sahabatmu yang mau menyenangkan hatimu dengan berbagai makanan yang melimpah ruah. Engkau mengetahui bahwa engkau dapat makanan dua atau tiga jenis makanan sekaligus tanpa merusak alat pencernaanmu. Apabila engkau memenuhi undangan makan hindarilah makanan yang terlalu bervariasi yang dihidangkan tuan rumah bagimu. Ini harus engkau lakukan jikalau engkau mau menjadi pengawal yang setia. Apabila makanan dihidangkan di hadapan kita janganlah memakannya kalau itu akan memaksa alat pencernaan bekerja keras berjam-jam lamanya, janganlah kita, kalau kita makan makanan ini, mempersalahkan orang yang menghidangkan makanan itu. Allah mengharapkan kita agar kita menentukan bagi diri kita sendiri memakan hanya makanan yang tidak menyebabkan penderitaan kepada alat pencernaan.

Kemenangan Melalui Kristus
Kristus bergumul dalam peperangan melawan selera, dan Dia keluar sebagai pemenang, dan kita juga dapat mengalahkan penggodaan dengan kekuatan yang berasal dari pada Nya. Siapakah yang akan masuk melalui gerbang kota? Bukanlah mereka yang menyatakan bahwa mereka tidak dapat mematahkan kuasa selera. Kristus telah menolak kuasa setan yang mau memperhamba kita, walaupun dilemahkan karena berpuasa selama empat puluh hari namun Dia menang melawan penggodaan, dan hal ini membuktikan bahwa kasus kita bukan tanpa pengharapan. Saya tahu kita tidak dapat memperoleh kemenangan itu sendiri! dan betapa besar rasa syukur kita karena kita memiliki seorang Juruselamat yang hidup, yang siap sedia dan mau menolong kita!

Satu kehidupan agung yang murni satu kehidupan yang menang atas selera dan nafsu, ini dapat diperoleh setiap orang yang mau menyatukan kemauan manusiawinya yang lemah dan tidak teguh itu dengan kemauan Allah yang teguh dan penuh kuasa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here