untuk kebutuhan medis

[AkhirZaman.org] Pemerintah India untuk sementara melarang pasokan oksigen untuk industri karena persediaan untuk kebutuhan medis semakin menipis akibat lonjakan kasus infeksi virus corona (Covid-19).

Dilansir CNN, Jumat (23/4), keputusan itu disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri India pada Kamis (22/4) kemarin.

Mereka menyatakan tidak akan melarang pengiriman oksigen antarnegara bagian asalkan hanya untuk keperluan medis.

Keputusan itu disampaikan Kemendagri India karena sejumlah negara bagian melarang pengiriman oksigen ke luar wilayah mereka, karena khawatir pasokan untuk pasien virus corona yang terus bertambah tidak mencukupi.

Menurut Menteri Besar Delhi, Arvind Kejriwal, mereka juga butuh pasokan oksigen dari wilayah lain karena tidak ada pabrik oksigen di wilayah itu. Mereka juga bergantung terhadap berbagai pemasok untuk memenuhi permintaan, termasuk di wilayah ibu kota negara.

Akibat pembatasan yang dilakukan pemerintah daerah lain mengakibatkan pasokan oksigen medis di Delhi terganggu. Kejriwal memohon kepada kepala daerah lain supaya bisa menghadapi lonjakan kasus infeksi bersama-sama.

Kelangkaan oksigen itu bukan cuma terjadi di Delhi, tetapi hampir merata di seluruh negara bagian di India.

Bahkan, sejumlah rumah sakit swasta ternama seperti Fortis sampai mencuit melalui Twitter meminta bantuan pemerintah pusat menjaga pasokan oksigen bagi pasien corona.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Selasa lalu berjanji mengirim bantuan 100 ribu tabung oksigen ke seluruh wilayah.

Dia juga mendesak supaya produksi oksigen untuk kebutuhan medis ditambah dan proses pengirimannya diperbaiki.

Kasus infeksi corona di India terus melonjak hingga membuat tenaga kesehatan dan rumah sakit di negara itu nyaris keteteran menangani pasien. Kemarin mereka mencatat rekor dunia terkait penambahan kasus infeksi harian, yakni hingga lebih dari 300 ribu orang dalam sehari.

Lonjakan itu diduga akibat sikap penduduk yang mengabaikan protokol kesehatan, serta berkeras melakukan ritual keagamaan yang mengundang keramaian.

https://bit.ly/3dGdfTI

“Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Kejadian 2:7. Manusia diciptakan dari debu dan tanah, dan tidak hidup tanpa “Nafas Hidup” dari Tuhan Allah. Firman Tuhan dengan jelas menyatakan itu.

Saat ini, dunia sedang didera Pandemi Virus Corona yang mengakibatkan ekonomi caruk maruk serta kesehatan manusia pun menjadi lemah. Efek kesehatan menyerang manusia memiliki tingkatan yang berbeda-beda, mulai dari yang ringan sampai yang tinggi. Kalau boleh kita katakana bahwa sistem pernapasan menjadi target penyerangan yang dilakukan oleh virus tersebut. Apa yang terjadi jika manusia kehabisan oksigen dalam waktu yang cukup lama? Tentu saja akan mati.

Sebagaimana tubuh memerlukan oksigen untuk bisa bertahan hidup, maka kerohanian kita pun memerlukan sebuah oksigen atau nafas untuk hidup, dimana kita dapat menemukannya?

“Karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.” Kisah 17:25. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Yohanes 14:6. Dengan datang kepada Yesus senantiasa setiap waktu maka dapat menjadikan Anda hidup. Hidup di dalam terang kebenaranNya.

___________

Nafas, dalam bahasa Ibrani juga berarti istirahat. Kita sering menggunakan istilah “ambil nafas dulu” dalam pergaulan ketika kita ingin isitrahat saat merasa capek bekerja.
Tuhan menyediakan suatu peristirahatan bagi kita. Dapatkan ulasannya dalam majalah Istirahat untuk Kehidupan Anda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here