1395408_15353896_b

[AkhirZaman.org] Allah memberi nenek moyang kita yang pertama makanan yang direncanakan supaya dimakan oleh umat manusia. Sungguh bertentangan dengan rencana Nya untuk membunuh makhluk apa¬ pun. Tidak akan ada kematian di Taman Eden. Buah pepohonan di taman itu adalah makanan manusia. Allah tidak mengizinkan ma¬nusia memakan daging binatang sampai zaman sesudah air bah. Segala sesuatu sudah dimusnahkan, karena itu, untuk memenuhi kebutuhan mereka, Allah memberi izin kepada Nuh untuk mema¬kan daging binatang halal yang telah dimasukkannya ke dalam bahtera. Tetapi makanan daging binatang bukanlah bahan maka¬nan yang paling menyehatkan bagi manusia.

Orang yang hidup sebelum air bah memakan daging binatang dan memuaskan nafsu mereka sampai cawan kejahatan sudah penuh. Lalu Allah membersihkan bumi ini dari polusi moral dengan air bah. Kemudian kutuk ketiga yang menakutkan melanda bumi. Kutuk pertama sudah diumumkan terhadap keturunan Adam dan terhadap bumi, karena pelanggaran mereka. Kutuk kedua dituju¬kan kepada tanah setelah Kain membunuh Habel saudaranya itu. Kutuk ketiga yang paling mengerikan dari Allah datang melanda bumi pada waktu air bah.

Setelah air bah, kebanyakan makanan manusia itu terdiri dari daging binatang. Allah melihat yang jalan manusia itu sudah kotor, dia mengatur dirinya sendiri. Dengan rasa sombong, dia meninggikan dirinya sendiri melawan Penciptanya dan mengikuti segala keinginan hatinya. Lalu Allah mengizinkan manusia yang panjang usia itu memakan daging hewan untuk memperpendek umurnya yang penuh dosa itu. Segera setelah air bah, manusia semakin mengecil tubuhnya dan semakin singkat umurnya.

Penduduk dunia lama tidak bertarak dalam hal makan dan minum. Mereka memakan daging binatang walaupun Tuhan tidak merencanakannya. Mereka makan dan minum berlebihan, dan selera yang sudah rusak itu tidak lagi mengenal batas. Mereka menyerahkan diri dalam penyembahan berhala yang menjijikkan. Mereka menjadi liar dan kejam, begitu bejat sehingga Allah tak dapat lagi mempertahankan mereka. Cawan kejahatan mereka sudah penuh. Lalu Allah membersihkan dunia dari polusi moral dengan air bah. Setelah manusia itu berkembang biak setelah air bah, mereka melupakan Allah, dan jalan mereka tercemar di hada¬pan Nya. Ketidakbertarakan dalam segala bentuk bertambah me¬lampaui batas.

-Buku Petunjuk Diet dan Makanan Anda

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here