sebuah perjanjian internasional baru

[AKhirZaman.org] Dalam sebuah teks editorial yang diterbitkan pada Selasa (30/3), para pemimpin dari 23 negara, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Uni Eropa (UE) menyerukan sebuah perjanjian internasional baru guna bersiap menghadapi pandemi-pandemi lain di masa mendatang.

Penandatanganan teks editorial (op-ed) yang diterbitkan di surat kabar utama di seluruh dunia itu adalah pemimpin global dari lima benua, termasuk Angela Merkel dari Jerman, Boris Johnson dari Inggris, Emmanuel Macron dari Prancis, Moon Jae-in dari Korea Selatan dan Cyril Ramaphosa dari Afrika Selatan.

“Kami percaya bahwa negara-negara harus bekerja sama menuju sebuah perjanjian internasional baru dalam hal kesiapsiagaan dan respons terhadap pandemi,” demikian kata teks editorial itu.

“Komitmen kolektif yang diperbarui seperti ini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan akan pandemi di tingkat politik tertinggi,” tambah tulisan itu.

Kerja sama yang lebih baik di masa mendatang

Gagasan ini pertama kali dilontarkan oleh Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada KTT G20 November tahun lalu.

Perlunya kerja sama internasional semakin diperjelas oleh pandemi COVID-19 yang telah berhasil merusak layanan kesehatan dan ekonomi global.

Diharapkan perjanjian semacam ini akan dapat memastikan akses universal dan setara terhadap vaksin, obat-obatan, dan diagnostik untuk pandemi di masa mendatang.

Bersiap Hadapi Pandemi Berikutnya, Pemimpin Dunia Serukan Perjanjian Internasional | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 30.03.2021“Akan ada pandemi-pandemi lain dan keadaan darurat kesehatan besar lainnya. Tidak ada satu pun pemerintahan atau multilateral yang dapat menangani ancaman ini sendirian,” kata teks editorial tersebut.

Perlunya mengatasi
perbedaan internasional

Yang paling mencolok adalah para pemimpin dari Amerika Serikat (AS), Cina, Rusia, dan Jepang tidak termasuk dalam penandatangan teks editorial tersebut.

Diharapkan bahwa setiap perjanjian internasional yang sukses akan menjadi jawaban atas perselisihan politik yang berkepanjangan.

Diketahui bahwa pandemi virus corona saat ini telah membuat pemerintah dan para pemimpin nasional saling melempar tuduhan akan penanganan wabah satu sama lain.

Pada saat yang sama, negara-negara kaya juga menuai kritik karena menimbun vaksin dengan mengorbankan distribusi global yang adil.

Sentimen ini tidak serta merta hilang dari negara penandatangan teks editorial itu, seperti para pemimpin dari UE dan Inggris yang diketahui telah terlibat perselisihan mengenai akses ke dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca.

“Di saat COVID-19 telah mengeksploitasi kelemahan dan perpecahan kita, kita harus memanfaatkan kesempatan ini dan bersatu sebagai komunitas global untuk kerja sama damai yang jauh melampaui krisis ini,” demikian pinta teks editorial itu.

https://bit.ly/3sVtp0M

“Dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.” Lukas 21:11.

Tuhan dengan jelas menyatakan tentang penyakit sampar, kelaparan dan tanda-tanda lainnya yang akan terjadi di langit maupun di bumi. Ketika Anda membuka ayat di atas maka Anda akan menemukan judul atau perikop yang bertuliskan mengenai “Permulaan Penderitaan.”

Dengan adanya pandemi yang berlangsung lama dan tidak tahu sampai kapan ini berlangsung, sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Kerjasama antar negara untuk mencapai sebuah kesepakatan bisa jadi bukan hanya untuk membahas tentang Kesehatan atau pun ekonomi saja, tetapi bisa jadi akan ada sebuah agenda besar yang akan disisipkan di sana, apakah itu?

Dunia ini terus berputar dan tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi nanti. Tetapi ada Tuhan yang tahu akan segala sesuatu yang akan terjadi nantinya, termasuk tahapan yang saat ini dirancangkan untuk sebuah Kerjasama antar bangsa/negara.

“Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya–para pembaca hendaklah memperhatikannya–maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.” Markus 13:14. Akan ada penguasa yang tertinggi yang selama ini bekerja di balik layar atas segala kejahatan yang menimpa dunia ini, akan keluar menyaru sebagai malaikat terang. Ya dia adalah pembinasa keji yang mencoba mengelabui umat manusia dengan tampilannya seolah-olah malaikat terang.

Pembinasa keji tersebut akan membuat sebuah peraturan yang nantinya akan memaksakan umat manusia untuk menjalankannya, dan ini berhubungan dengan penyembahan serta hukuman bagi yang tidak menurutinya.

Anda bisa menemukan gambaran tentang hal ini melalui kisah Daniel di dalam kitab Daniel 3.

Tuhan menempatkan umat-umatNya yang setia dalam sebuah ujian yang besar. Dalam situasi sulit itu Tuhan tidak berdiam diri saja, tetapi Dia memberikan perlindungan bagi umat-umatNya yang tetap setia meskipun nyawa mereka menjadi taruhannya.

Hal yang sama Tuhan nyatakan kepada kita yang hidup di zaman ini, bahwa aka nada sebuah pemaksaan yang akan memaksa umat-umatNya untuk mengikuti suatu undang-undang tentang penyembahan, dan nyawa akan menjadi taruhannya. Tetapi biarlah ini menjadi sebuah awal bagi kita untuk Kembali kepada penyembahan yang benar, sebelum waktu kesusahan itu tiba.

Mari biasakan diri kita, untuk mencari Tuhan dalam kehidupan kita. Bilamana jalan kita telah serong untuk beberapa waktu lamanya, maka biarlah kita bertobat, mengakui kesalahan kita dan menghidupkan kehidupan yang benar di hadapan Tuhan.

“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” Daniel 3:17,18.

Kiranya iman yang sama juga kita hidupkan, dan biarlah janjinya yang akan melepaskan kita dari musuh-musuhNya menjadi bagian hidup kita.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here