33.9 C
Jakarta
Monday, 26 September 2022
No menu items!

Apakah Penurutan Itu Legalisme

[AkhirZaman.org] Banyak orang mungkin merasa mereka bisa lolos dalam melanggar peraturan lalu-lintas atau berbuat curang dalam laporan pajak mereka, tapi Tuhan dan hukum-Nya tidak begitu. Tuhan melihat segala sesuatu yang kita lakukan, mendengar segala yang kita katakan, dan Dia betul-betul peduli tentang bagaimana kita bersikap. Walau Tuhan menawarkan pengampunan atas semua dosa kita, tetap ada akibat-akibat yang membawa maut karena melanggar Hukum Tuhan. Anehnya, beberapa orang Kristen mengatakan bahwa usaha apa pun untuk mematuhi Hukum Tuhan berarti legalisme. Tapi Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Jadi, apakah penurutan pada Hukum adalah legalisme? Sisihkan waktu Anda untuk membaca Pelajaran ini dengan teliti… mungkin Anda akan binasa bila tidak tahu Fakta Menakjubkan ini!

1. Apakah Tuhan betul-betul melihat dan mencatat segala perbuatan saya?

“TUHAN… Dia yang telah melihat aku” (Kejadian 16:13).

“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. … segala jalanku Kaumaklumi. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.” (Mazmur 139:1-4).

“bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya.” (Lukas 12:7).

“Mata TUHAN ada di segala tempat.” (Amsal 15:3).

“TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7).

Jawab: Ya, Tuhan mengenal masing-masing kita (semua manusia di bumi) lebih baik daripada kita mengenal diri kita sendiri. Dia peduli secara pribadi pada semua manusia dan memperhatikan segala yang kita lakukan. Tak ada kata, pikiran, atau pun perbuatan kita yang tersembunyi dari-Nya.

2. Dapatkah saya masuk ke dalam Kerajaan-Nya tanpa mematuhi Firman-Nya seperti yang tertulis

di Alkitab?

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21).

“Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” (Matius 19:17).

“Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,” (Ibrani 5:9).

Jawab: Tidak. Alkitab sangat jelas dalam hal ini. Keselamatan dalam Kerajaan Tuhan hanya diberikan bagi mereka yang mematuhi perintah Tuhan. Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup kekal bagi mereka yang hanya sekadar membuat pengakuan iman atau menjadi anggota jemaat atau dibaptis dengan cara diselamkan, tapi bagi mereka yang melakukan kehendak-Nya, yang dinyatakan dalam Alkitab. Tentu saja, kepatuhan ini hanya mungkin melalui Yesus (Kisah 4:12).

3. Kenapa Tuhan menuntut kepatuhan? Kenapa itu penting?

“karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Matius 7:14). “semua orang yang membenci aku, mencintai maut.” (Amsal 8:36). “TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.” (Ulangan 6:24).

Jawab: Karena hanya ada satu jalan sempit yang menuntun kepada kesucian, meneladani Tuhan, dan akhirnya menuntun kepada Kerajaan Nya. Semua jalan lain tidak menuju ke tempat itu. Alkitab adalah peta dan buku pedoman yang sangat penuh petunjuk, amaran, dan informasi tentang bagaimana mencapai kerajaan itu dengan selamat. Mengabaikan bagian mana pun dari Alkitab menyeret kita menjauh dari Tuhan dan Kerajaan-Nya. Alam semesta ciptaan Tuhan adalah alam semesta yang teratur. Hukum-hukum alam, moral, dan rohani terkait di dalamnya. Melanggar hukum yang mana pun selalu memiliki hasil yang pasti. Seandainya Alkitab tidak diturunkan, manusia lambat laun akan mendapati juga (melalui cara coba-coba) bahwa prinsip-prinsip Alkitab betul-betul ada dan nyata. Prinsip-prinsip Alkitab itu tertulis dalam sistem syaraf, kelenjar, dan jiwa kita. Bila diabaikan, hukum-hukum Tuhan menghasilkan kegelisahan, penyakit, dan ketidakbahagiaan dalam berbagai jenis. Jadi kata-kata dalam Alkitab bukan sekadar nasehat yang bisa kita terima atau abaikan tanpa menuai konsekuensinya. Alkitab mengajarkan apa saja konsekuensi itu dan menjelaskan bagaimana menghindarinya. Seorang manusia tidak bisa hidup sesuai keinginannya sendiri dan tetap menjadi seperti Tuhan, sama seperti seorang pemborong tidak bisa mengabaikan rancangan denah (blue-print) rumah tanpa menemui masalah. Inilah sebabnya Tuhan meminta semua orang untuk mematuhi blue-print yang ada di Alkitab. Tak ada jalan lain untuk menjadi seperti Dia dan dianggap layak masuk ke kerajaan-Nya. Dan tak ada jalan lain untuk mencapai kebahagiaan sejati.

4. Kenapa Tuhan membiarkan pelanggaran Hukum terus berlangsung? Kenapa tidak memusnahkan dosa dan orang berdosa sekarang saja?

“Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan meyakinkan orang-orang fasik akan semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan akan semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” (Yudas 1:14, 15).

“Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua lidah akan mengakui Allah.” ( Roma 14:11 KJV).

Jawab: Tuhan membiarkan ketidakpatuhan pada hukum dan dosa terus ada sampai semua orang di seluruh dunia diyakinkan akan keadilan, kasih, dan rahmat Tuhan. Semua orang akhirnya akan menyadari bahwa Tuhan, dengan menuntut penurutan, sebetulnya tidak sedang mencoba memaksakan kehendak-Nya atas kita, tapi mencoba mencegah kita melukai dan menghancurkan diri kita sendiri.

Masalah dosa tidak akan selesai sebelum orang yang paling skeptis dan pendosa yang paling keras-kepala diyakinkan akan kasih Tuhan dan mengaku bahwa Dia adil. Barangkali dibutuhkan bencana alam raksasa atau lebih buruk lagi untuk meyakinkan beberapa orang, tapi hasil akhir dari hidup terus berdosa akhirnya akan meyakinkan semua orang bahwa Tuhan itu adil dan benar. Barulah pada saat itu dosa dan ketidakpatuhan bisa diakhiri secara tuntas oleh Tuhan.

5. Apakah Tuhan akan betul-betul memusnahkan orang berdosa?

“Tuhan tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam api di atas permukaan bumi, dan menyerahkan mereka ke dalam rantai kegelapan di atas permukaan bumi yang kosong tanpa manusia, untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman.” (2 Petrus 2:4 KJV).

“semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.” (Mazmur 145:20).

“… di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.” (2 Tesalonika 1:7, 8).

Jawab: Jelas. Mereka yang tidak mau bertobat, termasuk Iblis dan malaikat-malaikat yang berdosa, akan dibinasakan. Karena ini benar, maka sekaranglah saatnya untuk meninggalkan semua kebingungan tentang apa yang benar dan apa yang salah. Manusia sebaiknya berhenti membiarkan pendapat mereka sendiri yang bodoh dan pandangan mereka sendiri yang sombong untuk menyeret mereka dari Kebenaran, dan mulai mengalihkan perhatian mereka pada Buku Tuhan yang benar. Dan mereka sebaiknya melakukan hal itu sekarang – tinggal sedikit waktu yang tersisa!

6. Aku ingin mematuhi semua hukum Tuhan. Bagaimana aku bisa yakin aku sudah tahu semuanya dan tidak satu pun yang tidak aku ketahui?

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat;” (Matius 7:7).

“Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang meneliti firman kebenaran.” ( 2 Timotius 2:15 KJV).

“Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” (Yohanes 7:17).

“Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu;” (Yohanes 12:35).

“baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku;” (Mazmur 18:45).

Jawab: Tuhan tidak menyisakan celah bagi kita untuk merasa ragu. Dia berjanji akan melindungi kita dari ajaran-ajaran yang salah dan membimbing kita dengan aman sampai mengetahui seluruh kebenaran bila kita: (1) berdoa dengan sungguh-sungguh dan tekun untuk mendapat tuntunan Roh Kudus, (2) dengan hati tulus mempelajari Firman Tuhan, dan (3) mematuhi kebenaran, langsung begitu kita tahu butir kebenaran yang baru diperoleh dari meneliti Buku Tuhan.

7. Apakah Tuhan menganggap aku berdosa karena tidak menuruti kebenaran Alkitab yang belum kuketahui?

“Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.” (Yohanes 9:41).

“Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4:17).

“‘Carilah pengajaran dan kesaksian!”’ Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu [PL & PB], maka baginya tidak terbit fajar.” (Yesaya 8:20).

“Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.” (Yohanes 11:10).

“… carilah, maka kamu akan mendapat.” (Matius 7:7).

Jawab: Kalau aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk mempelajari sebutir kebenaran Alkitab tertentu, Tuhan tidak menganggap aku bertanggungjawab. Tapi Alkitab mengajarkan bahwa aku bertanggungjawab pada Tuhan bagi semua terang (pengetahuan mengenai kebenaran) yang kumiliki dan yang seharusnya bisa kumiliki! Banyak orang yang menolak atau tidak mau menyisihkan waktu untuk belajar, mencari, dan mendengar Kabar Kebenaran akan dimusnahkan oleh Tuhan karena “lebih menyukai kegelapan.” Bersikap seperti burung unta (sengaja membenamkan kepala ke dalam pasir) dalam hal yang sangat penting ini sangatlah berbahaya. Adalah kewajiban semua orang untuk mencari Kebenaran Murni selengkap mungkin dengan rajin dan tekun.

8. Tapi Tuhan tidak akan menuntut kepatuhan dalam segala hal kecil-kecil yang remeh, bukan?

“orang-orang yang telah berjalan dari Mesir … tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan … oleh karena mereka tidak mengikut Aku dengan sepenuh hatinya, kecuali Kaleb … dan Yosua … sebab keduanya mengikut TUHAN dengan sepenuh hatinya.” (Bilangan 32:11, 12).

“Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman.” (Matius 4:4).

“Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” (Yohanes 15:14).

Jawab: Sebaliknya, Tuhan sangat peduli pada kesempurnaan. Umat Tuhan di Perjanjian Lama menderita ganjaran akibat mereka tidak sempurna mematuhi perintah Tuhan. Orang-orang yang meninggalkan Mesir menuju Kanaan berjumlah 603.550 jiwa. Dari mereka itu, hanya dua orang (Kaleb dan Yosua) yang seratus persen mematuhi Tuhan, dan hanya mereka berdua yang masuk ke Kanaan.

Sisanya, 603.548 orang, mati di padang gurun. Tuhan mengatakan bahwa kita harus hidup sesuai dengan “setiap firman” di Alkitab. Tak ada yang boleh dilupakan, dan tak ada yang boleh dianggap remeh. Semuanya penting.

9. Waktu aku menemukan kebenaran yang baru bagiku, aku akan menunggu sampai semua rintangan lenyap sebelum menerima kebenaran itu. Ini cara yang terbaik, bukan?

“Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu.” (Yohanes 12:35).

“Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.” (Mazmur 119:60).

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33).

“baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku.” (Mazmur 18:45).

Jawab: Tidak. Begitu Anda tahu sebutir kebenaran Alkitab, yang terbaik untuk dilakukan adalah segera mematuhinya. Malah, berlambat-lambat adalah jerat Iblis yang paling berbahaya. Kelihatannya memang tidak apa-apa menunggu, tapi Alkitab mengajarkan bahwa kalau kita tidak segera bertindak sewaktu menerima terang, terang itu akan segera berubah jadi kegelapan.

Rintangan-rintangan untuk mematuhi terang itu tidak akan tersingkir kalau kita cuma diam menunggu, malah sebaliknya, biasanya bertambah besar. Manusia berkata pada Tuhan: “Bukakan jalan, maka aku akan maju.” Tapi jalan Tuhan justru sebaliknya. Dia berkata, “Kamu dulu yang maju, dan Aku akan membukakan jalan.”

10. Tapi bukankah penurutan 100% pada seluruh Kebenaran merupakan kemustahilan bagi manusia?

“Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” (Matius 19:26).

“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:37).

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13).

“Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya.” (2 Korintus 2:14).

“Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5).

“Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.” (Yesaya 1:19).

Jawab: Tak ada manusia yang bisa mematuhi seluruh Hukum Tuhan dengan kekuatan sendiri, tapi melalui Roh Kudus pasti bisa dan itu harus dilakukan. Setan, dalam usahanya untuk membuat Hukum Tuhan terlihat tidak masuk akal, membuat dongeng bahwa penurutan 100% pada Hukum Tuhan adalah mustahil.

11. Apa yang akan terjadi pada orang yang dengan sengaja dan sadar terus melanggar perintah Tuhan?

“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.” (Ibrani 10:26, 27).

“Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.” (Yohanes 12:35).

Jawab: Alkitab tidak menyisakan celah sedikit pun untuk merasa ragu. Jawabannya sangat menyedihkan dan mengejutkan, tapi benar. Kalau seseorang dengan sadar menolak terang dan terus melanggar 10 Hukum, terang itu akhirnya akan padam, dan dia akan ditinggalkan dalam kegelapan total. Seseorang yang menolak kebenaran akan mendapat “kesesatan” sehingga percaya bahwa dusta adalah kebenaran (2 Tesalonika 2:11). Kalau hal itu terjadi, dia sudah binasa sejak saat itu.

12. Saya pikir kasih lebih penting daripada penurutan. Bukankah begitu?

“Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku …. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku.” (Yohanes 14:23, 24).

“Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat.” (1 Yohanes 5:3).

Jawab: Tidak. Tidak sama sekali. Malah, Alkitab mengajarkan bahwa kasih yang sejati kepada Tuhan tidak mungkin ada tanpa penurutan. Demikian juga, orang tidak mungkin menurut perintah Tuhan tanpa mengasihi-Nya. Tak ada anak kecil yang akan mematuhi orangtuanya 100% kalau dia tidak mengasihi mereka, demikian juga dia tidak mungkin mengasihi orangtuanya jika dia tidak menurut. Kasih yang sejati dan penurutan bagaikan kembar siam. Kalau dipisahkan, keduanya mati.

13. Tapi saya pikir kemerdekaan dalam Yesus membebaskan saya dari tuntutan mematuhi hukum Taurat. Bukan begitu?

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, … dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.” (Yohanes 8:31, 32, 34).

“Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” (Roma 6:17, 18).

“Aku hendak berpegang pada Hukum Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya. Aku hendak hidup dalam kemerdekaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.” (Mazmur 119:44, 45 KJV).

Jawab: Tidak. Kemerdekaan sejati hanya didapat melalui penurutan hukum. Artinya dimerdekakan dari dosa (Roma 6:18), atau dari ketidakpatuhan, yang berarti pelanggaran hukum Tuhan (1 Yohanes 3:4).

Hanya warga negara yang mematuhi hukum yang memiliki kemerdekaan. Para pelanggar hukum ditangkap polisi dan kehilangan kebebasan mereka. Kemerdekaan tanpa kepatuhan adalah seperti kemerdekaan palsu yang kita rasakan kalau kita naik balon udara tanpa arah atau ngebut naik mobil tanpa kendali. Pasti menyeret pada kekacauan dan anarki. Kemerdekaan sejati berarti terbebas dari ketidakpatuhan. Ketidakpatuhan selalu merugikan seseorang dan menyeretnya kepada perbudakan oleh Iblis.

14. Waktu aku yakin Tuhan meminta penurutanku atas suatu hal tertentu, haruskah aku menuruti-Nya walau aku tidak tahu kenapa Dia memintanya?

“Dengarkanlah suara TUHAN…, maka keadaanmu akan baik dan nyawamu akan terpelihara.” (Yeremia 38:20).

“Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal.” (Amsal 28:26).

“Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.” (Mazmur 118:8).

“Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:9).

“Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?” (Roma 11:33, 34).

“Aku mau… membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal.” (Yesaya 42:16).

“Engkau memberi-tahukan kepadaku jalan kehidupan.” (Mazmur 16:11).

Jawab: Ya! Kita harus menghormati Tuhan dan mempercayai bahwa Dia pasti tahu alasannya untuk menuntut beberapa hal dari kita yang mungkin tidak kita mengerti. Anak-anak yang baik mematuhi orangtua mereka bahkan walau alasan untuk perintah-perintah orangtua itu tidak jelas. Iman yang sederhana dan meyakini Tuhan akan menyebabkan kita percaya bahwa Dia tahu apa yang terbaik buat kita dan tak akan menuntun kita ke jalan yang salah. Adalah bodoh untuk mempertanyakan tuntunan Tuhan, bahkan sekalipun kita tidak betul-betul mengerti alasan-alasannya.

15. Siapa yang sebenarnya ada di balik setiap ketidakpatuhan, dan apa alasannya?

“Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah.” (1 Yohanes 3:8, 10).

“Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia.” (Wahyu 12:9).

Jawab: Iblislah yang bertanggungjawab. Dia tahu bahwa semua ketidakpatuhan adalah dosa dan bahwa dosa membawa ketidakbahagiaan, tragedi, keterpisahan dari Tuhan, dan akhirnya kebinasaan. Dengan kebencian dia mencoba sekuat tenaga untuk menyeret semua orang kepada ketidakpatuhan. Termasuk Anda. Anda harus menerima fakta ini dan membuat pilihan. Melanggar 10 Hukum dan binasa, atau menerima Sang Penebus Dosa dan mematuhi 10 Hukum dan diselamatkan. Keputusan Anda untuk menurut adalah keputusan Anda tentang Juruselamat. Dia tak bisa dipisahkan dari kebenaran, karena Dia berkata, “Akulah … kebenaran.” (Yohanes 14:6). “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.” (Yosua 24:15)

16. Apa janji yang mulia mengenai mujizat besar yang diberikan Alkitab kepada anak-anak Tuhan?

“Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya.” (Filipi 1:6).

Jawab: Puji Tuhan! Dia berjanji bahwa sama seperti Dia membuat mujizat yang membawa kita kepada kelahiran baru, Dia juga akan terus melakukan mujizat dalam hidup kita (berupa kepatuhan) sampai kita selamat di Kerajaan-Nya..

17. Bersukacitalah setelah mengetahui bahwa Tuhan bukan hanya memberi kelahiran baru bagi

mereka yang menerima  Dia, tapi Dia juga terus bekerja membuat mujizat dalam

hidup mereka untuk taat sampai mereka selamat di Kerajaan-Nya.  Apakah Anda ingin untuk

mengikuti Tuhan dan patuh sepenuhnya sesegera mungkin?

Hak cipta © 2004 pada Amazing Facts Inc (untuk edisi lengkap berupa lembaran tercetak dalam bahasa Inggris). All rights reserved. Edisi lembaran tercetak disarankan untuk digunakan hanya bagi kalangan sendiri.

Sumber: cmc-jakarta.org

Artikel SebelumnyaPenyelamatan Akhir
Artikel SelanjutnyaNorma-Norma Moralitas Seksual

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
370PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?