27.4 C
Jakarta
Sunday, 26 September 2021
spot_img

APAKAH ALLAH YANG MENYEBABKAN BENCANA ALAM?

[AkhirZaman.org] Tampaknya logis bahwa jika Tuhan itu Maha Kuasa, Allah mesti bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di planet kita. Tetapi ada bagian yang hilang yang tidak boleh kita abaikan: “Kebenaran dan kejahatan” ada di dunia kita. Ada bunga dan duri, udara segar dan polusi, cinta dan kebencian.

Mengapa? Iblis dulu bernama Lucifer, makhluk yang berdiri di dekat takhta Tuhan. Dia menjadi cemburu dan mulai menyebarkan desas-desus bahwa Tuhan itu egois, Otoriter, dan tidak adil.

Tuduhan itu berkembang sampai Setan dan sepertiga dari malaikat diusir dari surga ke bumi (Wahyu 12:7–9). Tak terkira segera menghancurkan kedamaian, iblis dan menciptakan kebingungan dan ketakutan di hati semua makhluk lain, Tuhan mengizinkan Setan untuk memainkan ide-idenya di hadapan alam semesta yang taat, dan menjadikannya musuh Tuhan.

Setelah Adam dan Hawa berdosa, dunia mulai berubah (Kejadian 3:17). Musuh diizinkan menyentuh planet kita dan membawa kehancuran melalui gempa bumi, tornado, kebakaran, dan banjir. Menjelang akhir zaman, Tuhan menubuatkan berbagai peristiwa ini akan meningkat (Matius 24:8). Tapi Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya.

Ketika Khalik datang, Dia membawa kesembuhan dan harapan. “Anak Manusia tidak datang untuk menghancurkan hidup manusia tetapi untuk menyelamatkan mereka” (Lukas 9:56).

Untuk mempertanyakan dan menyalahkan orang, Dia pernah berkata, “Banyak perbuatan baik yang telah Aku tunjukkan kepadamu dari Bapa-Ku. Untuk karya mana kamu melempari aku dengan batu? ” (Yohanes 10:32). Kejahatan tidak datang karena Tuhan tidak adil. Itu sering datang karena Tuhan disingkirkan. “Dan banyak kejahatan dan masalah akan menimpa manusia, sehingga mereka akan berkata pada hari itu, ‘Bukankah kejahatan ini telah menimpa kita karena Allah kita tidak ada di antara kita?’” (Ulangan 31:17).

Namun terkadang orang yang hidup benar menderita di dunia dosa ini. Malapetaka tidak selalu menimpa orang yang berdosa. Kristus lebih dari sekali mengoreksi ajaran palsu itu (lihat Lukas 13:1–5). Malapetaka tidak akan berlangsung selamanya. Kristus berjanji untuk datang dan mengakhiri semua bencana.

AYAT INTI
“Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.” (Matius 18:14)

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
369PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?