marilah kita

“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.” Ibrani 12:1,2

[AkhirZaman.org] Tidak ada seorang pria, wanita, atau orang muda dapat mencapai kesempurnaan Kristen, bila melalaikan pendalaman firman Allah.

Oleh penelitian yang hati-hati dan teliti akan firman-Nya kita akan menurut perintah Kristus, “Kamu menyelidiki Kitab-kitab suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab suci itu memberi kesaksian tentang Aku.”

Penyelidikan ini menyanggupkan para pelajar mengamati dengan teliti sang Model ilahi, karena kitab itu menyaksikan akan Kristus. Sang Teladan harus sering diamati dengan teliti supaya dapat ditiru.

Bilamana umat manusia menjadi terbiasa dengan sejarah sang penebus, mereka menemukan di dalam diri mereka tabiat yang telah rusak; perbedaan mereka dengan Kristus sangat besar sehingga mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat menjadi pengikut Kristus tanpa satu perubahan hidup yang sangat besar.

Mereka terus mempelajari, dengan satu kerinduan ingin menjadi serupa dengan Teladan mereka yang besar; mereka memperhatikan wajah, dan semangat Guru mereka tercinta; dengan memandang mereka diubahkan.

“Pandanglah pada Yesus, Pencipta dan Penyelesaian iman kita.” Ini bukan mengalihkan pandangan dari Kristus, dan tidak melihat-Nya dimana kita meneladani hidup Yesus; tetapi tinggal di dalam-Nya dan bercakap-cakap dengan-Nya, berusaha menyucikan selera dan meninggikan karakter; dengan usaha yang sungguh-sungguh, dengan iman dan kasih, datang kepada Teladan yang sempurna.

Perhatian tetap tertuju kepada Kristus, gambaran-Nya, murni dan tanpa cacat, tertanam dalam hati bagaikan “Pemimpin sepuluh ribu dan yang elok sekali.” Bahkan tanpa kita sadari kita meneladani apa yang sudah terbiasa pada kita.

Adalah Dengan memiliki pengetahuan mengenai Kristus, Firman-Nya, kebiasaan-Nya, Perintah-perintah dan ajaran-ajaran-Nya; dan oleh menghisabkan karakter yang baik yang kita telah pelajari dengan teliti, kita dikaruniai roh Guru yang sangat kita kagumi.

Firman Allah, yang berbicara kepada hati kita, memiliki satu kuasa yang menghidupkan, dan mereka yang membuat berbagai maaf atas kelalaian menjadi terbiasa dengan-Nya akan terabaikan dari pernyataan Allah dalam banyak hal. Sehingga perkataan dan perbuatan mereka menjadi cela terhadap kebenaran. – {Review and Herald, 28 November 1878.}

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here