eiger Copy

“Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman” (Galatia 3:24).

[AkhirZaman.org] Dalam ayat ini, Roh Kudus melalui rasul terutama membicarakan tentang hukum moral. Hukum menyatakan dosa kepada kita, dan menyebabkan kita merasakan keperluan kita terhadap Kristus dan datang kepadaNya untuk beroleh pengampunan dan damai sejahtera dengan mengadakan pertobatan kepada Allah dan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus.

Ketidakrelaan untuk memberikan pendapat yang ditetapkan lebih dahulu, dan untuk menerima kebenaran ini, terletak pada dasar sebagian besar penolakan yang dinyatakan di Minneapolis terhadap pekabaran Tuhan melalui saudara (E.J.) Waggoner dan (A.T.) Jones. Dengan menggerakkan penolakan itu Setan berhasil dalam menahan dari umat kita, dengan suatu ukuran besar, kuasa istimewa Roh Kudus yang Allah rindu berikan kepada mereka. Musuh mencegah mereka supaya tidak memperoleh daya guna tersebut yang dapat menjadi milik mereka dalam membawa kebenaran kepada dunia, sebagaimana rasul-rasul memberitakannya pada hari Pentakosta. Terang yang harus menerangi segenap bumi dengan kemuliaannya telah ditolak, dan dengan tindakan saudara-saudara kita sendiri dalam suatu taraf yang besar tidak disampaikan kepada dunia.

Hukum sepuluh perintah itu tidak boleh dilihat sama banyaknya dari sisi larangan, dengan dari sisi rahmat. Larangan-larangannya adalah jaminan pasti dari kebahagiaan dalam penurutan. Bilamana diterima dalam Kristus, hukum itu mengerjakan dalam kita kesucian tabiat yang akan membawa sukacita kepada kita sepanjang zaman yang kekal. Bagi yang taat itu adalah suatu tembok perlindungan. Kita memandang di dalamnya kebaikan Allah, yang dengan menyatakan kepada manusia prinsip-prinsip kebenaran yang kekal, berusaha melindunginya dari kejahatan-kejahatan yang merupakan akibat pendurhakaan.

Kita tidak boleh beranggapan bahwa Allah sedang menunggu untuk menghukum orang berdosa karena dosanya. Orang berdosa mendatangkan hukuman ke atas dirinya sendiri. Tindakan-tindakannya sendiri yang memulai rangkaian kejadian-kejadian yang mendatangkan akibat yang pasti. Setiap tindakan pelanggaran bereaksi kembali terhadap orang berdosa, mengerjakan di dalam dirinya perubahan tabiat, dan membuat lebih mudah baginya untuk melanggar kembali. Dengan memilih untuk berdosa, manusia memisahkan dirinya sendiri dari Allah, memutuskan sendiri saluran berkat, dan akibat yang pasti adalah kebinasaan dan kematian.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here