akhir zaman

Tahukah bahwa kau telah meminta satu hal yang paling berharga di dunia
Yang diciptakan oleh Tangan yang di atas?
Hati dan hidup seorang wanita—
Dan cinta yang luar biasa dari seorang wanita.

Tahukah bahwa kau meminta akan hal yang sangat berharga ini
Seperti seorang anak yang meminta mainan?
Menuntut hal yang orang lain harus mati untuk mendapatkannya,
Dengan kecerobohan seorang anak laki-laki.

Kau telah menuliskan daftar tugas sehari-hariku,
Bertindak bak  seorang pria dewasa.
Sekarang berdirilah di balik jeruji jiwa wanitaku
Sampai aku menanyaimu.
Kau menuntut makananmu selalu hangat,
Kaus kaki dan kemejamu selalu rapi;
Aku menuntut hatimu tetap benar seperti bintang Tuhan
Dan jiwamu semurni SurgaNya

Kau menuntut seorang koki untuk makananmu,
Aku menuntut untuk suatu hal yang jauh lebih agung;
Kau menginginkan penjahit untuk kaus kaki dan kemeja—
Aku mencari seorang pria dewasa dan seorang raja.

Seorang raja untuk bertakhta di satu kerajaan indah yang bernama Keluarga,
Dan seorang pria dimana Penciptanya, Tuhan,
Akan menengok kepadanya  dan berkata,
“Ia sangatlah baik.”

Aku masih muda dan cantik, namun suatu hari nanti
Rona  akan memudar dari pipi lembut yang masih muda ini;
Akankah kau mencintaiku nanti di tengah musim gugur,
Seperti kau mencintaiku di musim semi bulan Mei?

Apakah hatimu seperti samudra yang kuat dan benar,
Dimana aku dapat melabuhkan seluruh hidupku disana?
Seorang wanita yang penuh kasih menemui surga atau neraka
Pada hari dimana dia berdiri sebagai mempelai perempuan

Aku menuntut semua yang agung dan benar,
Semua yang harus dimiliki oleh seorang pria dewasa;
Jika kau memberikan itu semua, aku akan mempertaruhkan hidupku
Untuk menjadi seperti apapun yang kau minta dariku

Jika kau tidak bisa menjadi pria dewasa,
Kau hanya butuh sedikit uang untuk menggaji pembantu dan tukang masak;
Namun hati dan hidup seorang wanita
Tidaklah untuk dimenangkan dengan cara demikian.

Bagi para wanita, saya berharap puisi ini dapat menjadi suatu peringatan untuk mematok standar yang tinggi. Tuntutlah semua hal yang “agung dan benar.” Selagi kau mempertimbangkan kemungkinan untuk menikah, jangan sekalipun menurunkan standarmu; pria manapun yang memintamu untuk menurunkan standarmu itu tidak layak mendapatkan waktumu.

Bagi para pria, puisi ini memberitahu kita apa tugas utama kita sebagai pria dewasa bukan? Saya harap kita semua benar-benar memahami betapa berharganya cinta seorang wanita. Jangan pernah meminta seorang wanita menjadi teman hidupmu tanpa adanya kesungguh-sungguhan dan masih menganggap hal itu layaknya sebuah permainan. Alangkah baiknya jika kita menjadi seorang pria yang berintegritas—pria yang hatinya seperti samudera yang “kuat dan benar” ketika meminta seorang wanita untuk menjadi pendamping hidup kita.” Saat kita sudah mencapainya, saat itulah seharusnya kita berani untuk berdiri di balik jeruji jiwa seorang wanita dan memohon untuk diperbolehkan masuk.

Sumber : I Kissed Dating Goodbye, Joshua Harris

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here