Negara-Penghasil-Orang-Kaya-4-650x400 Copy

 

[AkhirZaman.org] Orang-orang kaya memerlukan Injil. Mata mereka harus dialihkan dari kesia-siaan materi untuk memandang kepada keindahan kekayaan yang abadi. Mereka perlu belajar akan kegembiraan memberi, dan kebahagiaan menjadi sebagai mitra kerja bersama Allah.

Tuhan menyuruh kita, “Peringatkan orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan kepada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringkatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi, dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.” 1 Timotius 6:17-19

Bukan karena suatu jamahan biasa dan secara kebetulan maka jiwa-jiwa yang kaya, yang mencintai dan menyembah dunia itu ditarik kepada Kristus. Sering orang-orang seperti ini paling sukar didekati. Usaha perorangan harus dilaksanakan bagi mereka oleh pria dan wanita yang dipenuhi oleh roh misionaris, mereka yang tak akan gagal atau patah semangat.

Sebagian orang lebih cocok bekerja di kalangan yang lebih tinggi. Mereka ini harus meminta akal budi dari Allah untuk mengetahui bagaimana caranya menjangkau orang-orang ini, bukan sekadar bergaul dengan mereka, tetapi dengan usaha perorangan dan iman yang hidup untuk menyadarkan mereka akan kebutuhan jiwa, menuntun mereka kepada pengetahuan akan kebenaran sebagaimana yang ada di dalam Yesus.

Banyak yang menganggap bahwa untuk mencapai kalangan yang lebih tinggi, satu pola hidup dan cara kerja harus dipilih yang sesuai dengan selera mereka yang tidak sembarangan itu. Penampilan kekayaan, bangunan mentereng, pakaian yang mahal, perlengkapan, keadaan sekitar, penyesuaian diri dengan adat istiadat dunia, lingkungan pergaulan modern yang dibuat-buat, budaya klasik, ilmu pidato yang menarik, semua itu dianggap penting. Ini suatu kekeliruan. Cara kebijaksanaan duniawi bukanlah cara Allah untuk menjangkau kalangan yang lebih tinggi. Apa yang dapat menjangkau mereka secara efektif ialah penyampaian injil Kristus yang konsisten dan tidak mementingkan diri.

Ada pelajaran bagi kita dari pengalaman Rasul Paulus berhadapan dengan para filsuf Atena. Dalam menyampaikan Injil di depan pengadilan Areopagus, Paulus membalas logika dengan logika, ilmu pengetahuan dengan ilmu pengetahuan, filsafat dengan filsafat. Orang-orang yang paling arif di antara para pendengarnya itu merasa tertegun dan terpaku. Kata-katanya tidak dapat ditentang. Tetapi usaha ini hanya sedikit hasilnya. Segelintir orang saja yang menerima injil. Sejak itu Paulus memakai cara kerja yang berbeda. Dia menghindari perdebatan yang sengit dan perbincangan tentang teori, dan di dalam kesederhanaan mengarahkan pria dan wanita kepada Kristus sebagai Juruselamat orang berdosa. Kepada orang-orang Korintus dia menulis tentang pekerjaannya begini: “Demikianlah pula ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. . . . Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” 1 Korintus 2:1-5

1102005130 CopySekali lagi, dalam suratnya kepada orang-orang Roma, dia katakan: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.” Roma 1:16

Hendaklah orang-orang yang bekerja di kalangan yang lebih tinggi melengkapi diri dengan keagungan yang sejati, mengingat bahwa malaikat-malaikat menyertai mereka. Biarlah mereka tetap mengisi perbendaharaan pikiran dan hati mereka dengan, “Ada tertulis.” Pajanglah pada dinding ingatanmu semua kata-kata Kristus yang berharga. Kata-kata itu harus dinilai jauh lebih tinggi dari emas dan perak.

“Tuhan dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.” Mazmur 145:18, 19

Kristus telah mengatakan bahwa lebih mudah bagi seekor unta masuk ke dalam lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah. Dalam pekerjaan melayani golongan ini banyak kekecewaan yang akan timbul, banyak penyataan yang menyakitkan hati diadakan. Tetapi segala sesuatu mungkin bagi Allah. Ia dapat dan akan bekerja melalui manusia atas benak orang-orang yang hidupnya telah dibaktikan untuk mencari uang.

Mukjizat-mukjizat akan terjadi dalam pertobatan yang sungguh-sungguh yang belum sekarang disaksikan. Orang-orang terkemuka dunia bukanlah berada di luar jangkauan kuasa Allah yang dapat berbuat ajaib. Kalau mereka yang bekerja bersama-sama dengan Dia melakukan tugas dengan berani dan dengan setia, Allah akan mempertobatkan orang-orang yang menempati jabatan-jabatan penting, orang-orang yang cerdas dan berpengaruh. Melalui kuasa Roh Kudus, banyak orang akan dituntun untuk menerima prinsip-prinsip Ilahi.

Setelah dibuat jelas bahwa Tuhan mengharapkan mereka sebagai wakil-wakil-Nya untuk menolong umat manusia yang menderita, banyak orang akan menyambut dan akan memberikan harta dan rasa simpati mereka demi kepentingan orang miskin. Sementara pikiran mereka dialihkan dari kepentingan-kepentingan yang mementingkan diri, banyak orang akan menyerahkan diri kepada Kristus. Dengan talenta-talenta pengaruh dan harta benda mereka dengan senang hati akan menggabungkan diri dalam pekerjaan yang berguna dengan penginjilan sederhana yang telah menjadi alat Allah dalam pertobatan mereka. Dengan memanfaatkan harta dunia mereka secara tepat mereka menimbun bagi mereka sendiri “harta di surga yang tidak akan binasa, di mana tidak ada pencuri yang akan mengganggu, atau ngengat yang merusak.”

Bilamana ditobatkan kepada Kristus, banyak yang akan menjadi alat di tangan Allah untuk melayani orang lain dari kalangan mereka sendiri. Mereka akan merasakan bahwa penyiaran Injil sudah dipercayakan kepada mereka bagi yang telah menganggap dunia ini segalanya. Waktu dan uang akan dipersembahkan kepada Allah, kecakapan dan pengaruh akan diserahkan untuk pekerjaan penarikan jiwa bagi Kristus.

Hanya kekekalanlah yang dapat menyatakan apa yang telah dicapai oleh pelayanan seperti ini–berapa banyak jiwa, yang bosan dengan keragu-raguan dan jenuh dengan keduniawian dan ketidaktenangan, telah dibawa kepada Pemulih agung itu, yang rindu menyelamatkan sedapat mungkin semua orang yang datang kepada-Nya. Kristus adalah Juruselamat yang telah bangkit, dan ada penyembuhan di bawah kepak-Nya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here