773173 24580651 Copy

 

[AkhirZaman.org] Berkat-berkat dari kasih penebusan Juruselamat kita, dibandingkan dengan sebuah mutiara yang sangat mahal harganya. Ia menggambarkan pelajaran-Nya dengan perumpamaan seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah, “setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” Kristus sendiri adalah mutiara yang sangat berharga itu. Di dalam Dia terhimpun segala kemuliaan Bapa. Oknum Tritunggal. Ia adalah cahaya kemuliaan Bapa serta peta yang dinyatakan dari oknum-Nya. Kemuliaan dari tabiat Allah dinyatakan dalam tabiat-Nya.

Setiap halaman dari Kitab Suci menyinarkan terang-Nya. Kebenaran Kristus, sebagai mutiara yang putih murni, tidak bercacat, tidak bernoda. Tidak ada pekerjaan manusia yang dapat memperbaiki anugerah  Allah yang mulia dan berharga itu. Ia tidak bercacat. Dalam Kristus “tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” Ia “menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.” ‘ Segala sesuatu yang dapat memuaskan keperluan dan keinginan jiwa manusia, bagi dunia ini dan bagi dunia yang akan datang terdapat dalam Kristus. Penebus kita adalah mutiara yang begitu berharga sehingga bila dibandingkan dengan segala sesuatu yang lain, yang lain itu dipandang tidak berarti.

Kristus “datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” Terang Allah bersinar dalam kegelapan dunia dan “kegelapan itu tidak menguasainya.” Tetapi tidak semua orang yang didapati tidak acuh terhadap pemberian sorga. Orang dagang dalam perumpamaan itu menggambarkan golongan orang yang sungguh sungguh mencari kebenaran. Di berbagai negara ada orang yang sungguh sungguh dan bijaksana yang telah menyelidik dalam buku-buku dan ilmu serta agama dunia kekafiran yang dapat diterimanya sebagai harta jiwa. Di kalangan orang Yahudi ada orang yang mencari apa yang tidak dimiliki mereka. Mereka merasa tidak puas dengan agama lahiriah, mereka ingin sesuatu yang rohaniah dan yang meninggikan. Murid-murid Kristus yang dipilih tergolong dalam kelas yang belakangan, Kornelius dan orang Kusyi termasuk golongan yang terlebih dulu itu. Mereka telah rindu dan mendoa supaya memperoleh terang dari sorga; dan ketika Kristus dinyatakan kepada mereka itu, mereka menerima Dia dengan sukacita.

Dalam perumpamaan itu, mutiara tidak digambarkan sebagai sebuah pemberian. Pedagang itu membelinya dengan segenap uang yang dimilikinya. Banyak orang meragukan arti peristiwa ini, karena Kristus digambarkan dalam Kitab Suci sebagai anugerah. Ia adalah anugerah, tetapi hanya kepada mereka yang menyerahkan dirinya, jiwa, tubuh dan roh kepada-Nya tanpa menghiraukan apa-apa. Kita harus menyerahkan diri kita kepada Kristus, untuk menghidupkan suatu kehidupan penurutan kepada segenap tuntutan tuntutan Nya. Segenap diri kita, segenap talenta serta kecakapan yang kita miliki, adalah milik Tuhan, untuk dipersembahkan kepada pelayanan-Nya. Kalau kita menyerahkan diri kita sebulat bulat hati kepada-Nya, Kristus, dengan segenap harta di sorga, memberikan diri-Nya kepada kita. Kita memperoleh mutiara yang sangat mahal harganya.

Keselamatan adalah pemberian yang Cuma-cuma namun demikian ia harus dibeli dan dijual. Dalam pasar di mana pengasihan Ilahi yang memimpin, mutiara yang berharga itu digambarkan sebagai dibeli tanpa uang. Di pasar ini semua bisa memperoleh harta sorga. Simpanan permata permata kebenaran terbuka bagi semua orang. “Lihatlah Aku telah membuka pintu bagimu,” kata Tuhan, “yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun.” Tidak ada pedang yang mengawal jalan melalui pintu ini. Suara-suara dari dalam dan di pintu mengatakan, Datanglah. Suara Juruselamat sungguh-sungguh dan penuh kasih sayang mengundang kita: “Maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya.”

1058605 60297588 CopyInjil Kristus adalah satu berkat yang bisa diperoleh semua orang. Orang yang termiskin sanggup sama seperti orang yang terkaya “membeli” keselamatan; karena tidak ada jumlah kekayaan dunia yang bisa memperolehnya. Ia diperoleh melalui penurutan dengan sukarela, dengan menyerahkan diri kita kepada Kristus sebagai milik yang dibeli-Nya sendiri. Dengan pendidikan yang tertinggi sekalipun, tidak menyanggupkan seseorang semakin dekat kepada Allah. Orang Farisi menyenangi keuntungan yang bersifat sementara dan duniawi dan yang bersifat rohaniah dan dengan angkuh mereka berkata, Kami “kaya . . . tidak kekurangan apa apa,” padahal mereka “melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.”

Kristus memberikan kepada mereka mutiara yang sangat mahal harganya; tetapi mereka memandang rendah untuk menerimanya dan Ia berkata kepada mereka itu, “Pemungut-pemungut cukai dan perempuan perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Kita tidak bisa mendapatkan keselamatan sebagai upah, tetapi kita harus berusaha mendapatkannya dengan minat dan ketekunan yang sungguh seperti kita rela meninggalkan segala sesuatu di dunia ini untuk mendapatkannya.

Kita harus mencari mutiara yang sangat mahal harganya itu, tetapi bukan di tempat penjualan dunia atau dalam cara-cara duniawi. Harga yang harus dibayar bukanlah emas atau perak, sebab itu adalah milik Allah. Tinggalkanlah pemikiran bahwa keuntungan-keuntungan duniawi dan rohani akan dimenangkan demi keselamatanmu. Allah menuntut penurutanmu dengan sukarela. Ia meminta engkau meninggalkan segala dosamu. “Barangsiapa menang,” kata Kristus, “ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.”

Ada beberapa orang yang tampaknya selalu mencari mutiara sorga itu. Tetapi mereka tidak menyerahkan sepenuhnya kebiasaan-kebiasaan mereka yang salah. Mereka tidak mati terhadap diri mereka agar Kristus bisa tinggal dalam diri mereka. Itulah sebabnya mereka tidak menemukan mutiara yang berharga itu. Mereka belum mengalahkan cita-cita yang tidak suci dan cintanya terhadap penarikan penarikan duniawi. Mereka tidak memikul salib dan mengikut Kristus dalam jalan penyangkalan diri dan pengorbanan. Nyaris menjadi Kristen, namun belum menjadi orang Kristen yang sempurna, tampaknya mereka dekat kepada kerajaan sorga, namun mereka tidak dapat masuk ke sana. Hampir selamat tetapi tidak sepenuhnya selamat, berarti nyaris saja namun hilang sama sekali.

Perumpamaan tentang orang dagang yang mencari mutiara yang mahal itu mengandung dua arti: berlaku bukan saja bagi manusia yang mencari kerajaan sorga, tetapi juga Kristus yang mencari waris Nya yang hilang. Kristus, pedagang semawi itu mencari mutiara, melihat dalam manusia yang tersesat, mutiara yang berharga. Dalam diri manusia, dinodai dan merusakkan oleh dosa, Ia melihat kemungkinan-kemungkinan dari penebusan. Hati yang telah menjadi medan peperangan dari pertikaian dengan setan, dan yang telah diselamatkan oleh kuasa cinta, adalah lebih berharga  kepada Penebus daripada orang yang tidak pernah jatuh.

Allah memandang umat manusia, tidak sebagai najis dan tiada berharga, Ia memandangnya  dalam Kristus, melihat bagaimana jadinya nanti perantaraan kasih tebusan. Ia menghimpun semua permata dari semesta alam ini dan membuat rencana untuk membeli mutiara itu. Dan setelah Yesus mendapatkannya, ditempatkannya kembali pada mahkota-Nya. “Seperti permata-permata di mahkota yang berkilap-kilap, demikianlah mereka di tanah Tuhan.” “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman Tuhan semesta alam, pada hari yang Kusiapkan.”

Tetapi Kristus sebagai mutiara yang mahal harganya, dan kesempatan kita untuk memiliki permata sorga ini, adalah pokok yang patut senantiasa kita renungkan. Roh Kudus yang menyatakan kepada manusia harga diri mutiara yang elok. Masa dari kuasa Roh Kudus adalah masa di mana dalam suatu arti yang istimewa karunia sorga itu dicahari dan ditemukan. Pada zaman Kristus banyak orang mendengar injil, tetapi pikiran mereka digelapkan oleh pengajaran yang palsu dan mereka tidak mengakui Guru yang rendah hati yang datang dari Galilea sebagai Seorang Yang Dikirim Allah.

1243996 56375506 Copy

Tetapi sesudah kenaikan Kristus, penobatan-Nya dalam kerajaan pengantaraan ditandai oleh pencurahan Roh Kudus. Pada hari Pentakosta Roh itu dicurahkan. Saksi-saksi Kristus memberitakan kuasa Juruselamat yang telah bangkit. Terang sorga menembusi pikiran-pikiran orang yang  digelapi tipu daya musuh-musuh Kristus. Sekarang mereka melihat Dia ditinggikan menjadi “Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.” Mereka melihat Dia dikelilingi kemuliaan sorga, dengan harta yang kekal di tangan-Nya untuk menganugerahkan semua orang yang mau berbalik dari pemberontakannya.

Ketika murid murid menyatakan kemuliaan Putera Bapa yang tunggal, tiga ribu jiwa bertobat. Mereka diyakinkan untuk melihat dirinya sendiri sebagaimana adanya, penuh dosa dan cemar dan Kristus sebagai sahabat dan Penebusnya. Kristus ditinggikan, Kristus dipermuliakan, perantaraan kuasa Roh Kudus yang bernaung di atas manusia. Oleh iman umat percaya ini melihat Dia sebagai oknum yang telah menanggung hina, penderitaan dan kematian agar mereka jangan binasa, melainkan memperoleh kehidupan yang kekal. Kenyataan Kristus oleh Roh membawa kepada mereka suatu kesadaran mengenai kuasa dan kebenaran-Nya dan mereka mengulurkan tangannya kepada-Nya dengan iman, sambil berkata, “Saya percaya.”

Lalu kabar kesukaan tentang Juruselamat yang telah bangkit dibawa sampai ke pelosok pelosok bumi. Sidang memandang orang yang bertobat, berbondong-bondong datang dari segala jurusan. Umat percaya ditobatkan kembali. Orang berdosa bersatu dengan umat Kristen untuk mencari mutiara yang sangat mahal harganya. Nubuatan digenapi, orang yang lemah akan menjadi “seperti Daud,” dan keluarga Daud “akan menjadi seperti Allah.” Setiap orang Kristen melihat dalam diri saudaranya rupa ilahi penuh kemurahan hati dan kasih. Suatu minat dimenangkan. Satu tujuan meliputi semua orang. Semua hati berdenyut dalam kerukunan. Satu satunya cita-cita umat percaya ialah menyatakan rupa tabiat Kristus dan ia bekerja untuk meluaskan kerajaan-Nya.

“Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa…. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.” ‘Dan tiap tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.?’ Roh Kristus menghidupkan seluruh jemaat; karena telah ditemukannya mutiara yang sangat mahal harganya.

Peristiwa peristiwa ini akan diulangi dan dengan kuasa yang lebih besar. Pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta adalah hujan awal tetapi hujan akhir akan lebih limpah. Roh itu menunggu keperluan dan penerimaan kita. Kristus sekali lagi akan dinyatakan dalam kesempurnaan-Nya melalui kuasa Roh Kudus. Manusia akan melihat nilai dari mutiara yang berharga itu dan bersama rasul Paulus akan berkata, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya.”

Berdasarkan Mat 13:45, 46; (1) Kol 2:3; 1 Kor 1:30; (2) Yohanes 1:11, 5; (3) Why 3:8, 18 (4) Why 3:17; (5); (5) Mat. 2:31; (6) Why 3:21; (7) Zakh. 9:16; Mal 3:17; (8) Kis 5:31; (9) Zakh. 12 8; (10) Kis. 4:32, 33; 2:47; (11) Pil.3:7, 8.

Disadur dari buku “Christ Object Lessons” (Perumpamaan Tuhan Yesus) Oleh: Ellen G White

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here