40762_9579_Copy

Akibat akibat dari Melalaikan Harta Itu
[AkhirZaman.org] Setan bekerja dalam pikiran manusia, memimpin mereka supaya berpikir bahwa ada pengetahuan yang ajaib yang diperoleh selain dari Allah. Dengan menyesatkan akal ia memimpin Adam dan Hawa untuk meragukan firman Allah dan untuk menggantikan tempatnya dengan sebuah teori yang membawa kepada pelanggaran. Dan pemutarbalikan yang dibuatnya di Taman Eden sedang dilakukannya sekarang. Guru guru yang mencampur perasaan dari penulis penulis yang tak beriman dengan pendidikan yang diberikannya, menanamkan dalam pikiran anak anak muda perkara yang akan memimpin kepada ketidakpercayaan terhadap Allah dan melanggar kepada hukum Nya. Tidak banyak yang mereka ketahui darihal apa sedang mereka lakukan. Mereka kurang menyadari akibat pekerjaannya.

Seorang murid bisa melalui semua tingkat sekolah dan perguruan tinggi sekarang ini. Ia dapat mengabdikan segenap kepandaiannya untuk memperoleh pengetahuan. Tetapi kecuali ia mempunyai pengetahuan tentang Allah, kecuali ia menurut hukum hukum yang memerintahkan wujudnya, dan membinasakan dirinya sendiri. Oleh kebiasaan kebiasaan yang salah kehilangan kuasanya untuk menghargai diri. Ia kehilangan penahanan diri. Ia tidak dapat berpikir tepat mengenai masalah masalah yang amat mengkhawatirkannya. Ia ceroboh dan tidak bijaksana dalam memperlakukan pikiran dan jasmani. Melalui kebiasaan kebiasaan yang salah ia merusakkan dirinya. Kebahagiaan tidak diperolehnya; karena kelalaiannya untuk menumbuhkan azas kesehatan yang murni dan sehat menempatkan dia di bawah kendali kebiasaan kebiasaan yang merusakkan kesejahteraannya.  Tahun tahun tekun belajar hilang; sebab dia telah merusakkan dirinya. Dia telah menyalahgunakan tenaga jasmani dan pikirani, dan kaabah tubuh berada dalam keruntuhan. Ia menjadi rusak dalam kehidupan yang sekarang dan untuk kehidupan yang akan datang. Dengan mendapatkan pengetahuan duniawi ia mengira bahwa ia telah mendapat harta; tetapi oleh menyisihkan Alkitabnya, ia mengorbankan harta yang tiada taranya.

Mencari Harta
Firman Allah harus kita selidiki. Kita harus mendidik anak anak kita dalam kebenaran yang terdapat di dalamnya. Ia adalah harta yang tidak pernah kering; tetapi banyak manusia gagal untuk mendapatkan harta ini, sebab mereka tidak menyelidikinya sampai ia menjadi miliknya. Banyak sekali orang puas dengan pekerjaan yang di luar saja, merasa sudah semestinya mereka mempunyai sesuatu yang diperlukannya. Mereka menerima ucapan orang lain sebagai kebenaran, mereka terlalu lengah untuk belajar sendiri dengan tekun, sebagaimana yang digambarkan penggali harta yang tersembunyi. Tetapi penemuan manusia bukan saja tidak dapat dipercayai, melainkan adalah berbahaya; karena mereka menempatkan manusia di mana Allah seharusnya ditempatkan. Mereka menempatkan ucapan manusia di mana seharusnya “demikianlah Firman Tuhan” ditempatkan.

Kristus adalah kebenaran. Perkataan Nya adalah kebenaran dan firman itu mempunyai arti yang lebih dalam dari yang tampak di luar. Semua ucapan Kristus mempunyai nilai yang jauh lebih tinggi dari apa yang tampak. Pikiran yang digiatkan oleh Roh Kudus akan memahami nilai ucapan ucapan itu. Mereka akan melihat permata kebenaran yang berharga, walau ini merupakan harta yang terpendam.

Teori dan spekulasi manusia tidak pernah akan memimpin kepada suatu pengertian akan firman Allah. Orang yang menganggap bahwa mereka mengerti filsafat mengira bahwa keterangan keterangannya perlu untuk membuka harta harta pengetahuan dan mencegah hujatan masuk ke dalam sidang. Tetapi justru penerangan penerangan itu yang telah membawa masuk teori teori yang palsu serta hujatan. Manusia telah mengadakan usaha yang sia sia untuk menerangkan apa yang dikiranya sebagai tulisan tulisan suci yang rumit; tetapi justru usaha mereka terlalu sering hanya menggelapkan apa yang hendak mereka coba untuk menerangkannya.

Para imam dan orang Farisi mengira bahwa mereka berbuat perkara perkara yang besar sebagai guru guru, oleh membuat penafsiran sendiri atas firman Allah; tetapi Kristus mengatakan tentang mereka “justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.” 6 Ia mempersalahkan mereka karena “ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” 7 Walau mereka adalah guru guru dari perintah Allah, walau mereka dianggap mengerti firman Nya, mereka tidak melihat arti yang sebenarnya.

Ini adalah pekerjaan banyak orang pada zaman kita. Banyak gereja bersalah dalam hal dosa ini. Ada bahaya, bahaya yang besar, bahwa orang yang dianggap pandai sekarang ini akan mengulangi pengalaman dari guru guru orang Yahudi. Mereka menyalah tafsirkan perkataan Ilahi dan jiwa jiwa dibawa ke dalam kekacauan dan terkungkung dalam kegelapan sebab salah tafsirannya terhadap kebenaran Ilahi.

Kitab Suci janganlah dibaca di bawah terang yang samar samar dari tradisi serta spekulasi manusia. Seperti halnya kita coba hendak memberikan terang kepada matahari dengan sebuah pelita begitulah menerangkan Kitab Suci dengan tradisi atau imajinasi manusia. Firman Allah yang kudus tidak memerlukan sinar pelita dari bumi untuk memperjelaskan kemuliaannya. Ia adalah terang dalam dirinya sendiri—kemuliaan Allah dinyatakan in di samping itu setiap terang yang lain adalah samar samar.

Tetapi harus ada penyelidikan yang sungguh sungguh dan penelitian yang saksama. Pengertian yang tajam dan pandangan yang terang dari benaran tidak akan pernah diperoleh dari hasil kemalasan. Tidak ada berkat dunia yang dapat diperoleh tanpa usaha yang sungguh sungguh, sabar, tabah. Jika orang memperoleh sukses dalam perdagangan, mereka harus mempunyai kesukaan untuk berbuat dan percaya untuk menantikan hasil hasil. Dan kita tidak dapat berharap untuk memperoleh pengetahuan rohani tanpa usaha yang ikhlas. Orang yang ingin mendapatkan harta kebenaran itu harus menggalinya seperti pekerja tambang menggali tanah mencari harta yang tersembunyi. Tiada pekerjaan yang setengah hati, atau acuh tidak acuh akan berhasil. Adalah penting bagi orang tua dan muda, bukan saja membaca firman Allah, melainkan mempelajarinya dengan segenap kesungguhan hati, berdoa dan menyelidiki kebenaran seperti mencari harta yang tersembunyi. Orang yang berbuat ini akan diberi pahala karena Kristus akan memperjelas pengertian.

Keselamatan kita bergantung atas pengetahuan dari kebenaran yang terdapat dalam Kitab Suci. Adalah kehendak Allah bahwa kita harus memiliki hal itu. Selidiklah, O selidiklah Alkitab yang berharga ini dengan hati yang lapar. Jelajahi firman Allah seperti pekerja tambang menjelajahi bumi mencari urat urat emas. Janganlah pernah berhenti menyelidik sampai engkau telah menetapkan hubunganmu dengan Allah dan kehendak Nya sehubungan dengan dirimu. Kristus berkata, “Dan apa yang kamu minta dalam nama Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada Ku dalam nama Ku, Aku akan melakukannya.” 8

Orang yang saleh dan bertalenta melihat kenyataan kenyataan yang kekal, tetapi sedang mereka gagal untuk mengerti, sebab perkara perkara yang terlihat menggelapkan kemuliaan dari yang tidak terlihat itu. Orang yang mau berusaha dengan sukses mencari harta yang terpendam itu; harus meningkat lebih tinggi dari perkara perkara dunia. Keinginannya dan segenap kemampuannya harus dipersembahkan untuk mencari.

Pelanggaran telah menutup pintu kepada sejumlah pengetahuan yang luas yang bisa diperoleh dari Kitab Suci. Pengertian berarti penurutan kepada hukum hukum Allah. Kitab Suci tidak boleh disesuaikan untuk menghadapi prasangka dan iri hati manusia. Ia dapat dimengerti hanya oleh orang yang mencari dengan rendah hati suatu pengetahuan tentang kebenaran agar mereka dapat mentaatinya.

Apakah engkau bertanya, apakah yang aku perbuat supaya selamat? Engkau harus menyerahkan pendapat pendapat yang telah ditetapkan terlebih dulu, ide ide turunanmu serta yang sudah ditanamkan, pada pintu penyelidikan. Jika engkau menyelidik Kitab Suci untuk menunjukkan pendapat pendapatmu sendiri, engkau tidak akan pernah menjangkau kebenaran. Selidiklah untuk memahami apa yang dikatakan Tuhan. Jika keyakinan datang, waktu engkau menyelidik, jika engkau melihat bahwa pendapat pendapatmu yang disenangi tidak sesuai dengan kebenaran, jangan salah tafsirkan kebenaran itu untuk dicocokkan dengan kepercayaanmu sendiri, tetapi terimalah terang yang telah diberikan. Bukalah pikiran dan hati, agar engkau dapat memandang perkara perkara yang ajaib dari firman Allah.

Iman dalam Kristus sebagai Juruselamat dunia menuntut suatu pengakuan dari pikiran yang telah diterangi, dikendalikan oleh hati yang dapat melihat dan menghargai harta sorga itu. Iman ini tidak dapat dipisahkan dari pertobatan dan perubahan tabiat. Untuk mendapatkan iman berarti mencari dan menerima harta injil, beserta segala kewajibannya yang menyertainya.

“Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.” 9 Ia dapat meraba raba dan berangan angan tetapi tanpa mata iman ia tidak dapat melihat harta itu. Kristus menyerahkan hidup Nya untuk menyimpan bagi kita harta yang tiada terkira harganya; tetap tanpa kelahiran kembali melalui iman dalam darah Nya, tidak ada penghapusan dosa, tidak ada harta bagi setiap jiwa yang akan binasa.

Kita perlu penerangan dari Roh Kudus agar dapat melihat kebenaran kebenaran dalam firman Allah. Perkara perkara yang bagus dari dunia itu tidak kelihatan sampai matahari, menyingkirkan kegelapan itu, membanjirinya dengan terangnya. Demikianlah permata permata di dalam firman Allah tidak akan dihargai sampai ia dinyatakan oleh cahaya benderang dari Matahari Kebenaran.

Roh Kudus yang dikirim dari sorga oleh kemurahan kasih Yang Maha Kuasa, mengambil perkara perkara Allah dan menyatakannya kepada setiap jiwa yang mempunyai suatu iman yang patuh kepada Kristus. Oleh kuasa Nya kebenaran kebenaran yang amat penting di atas mana keselamatan jiwa itu bergantung dimasukkan ke dalam pikiran dan cara hidup dijadikan begitu jelas sehingga tidak seorang pun perlu keliru. Bilamana kita mempelajari Kitab Suci, kita harus berdoa meminta terang dari Roh Kudus  untuk menerangi firman itu, agar kita dapat melihat dan menghargai permata permata itu.

Pahala dari Mencari
Jangan seorang pun berpikir bahwa tidak ada pengetahuan lagi yang sisa diperoleh mereka. Kecakapan pikiran manusia dapat diukur; karya karya pengarang pengarang bisa dikuasai; tetapi daya jangkau daya bayang yang luas sekalipun tidak mampu menemukan Allah. Ada kebakaan di balik semua yang dapat kita pahami. Kita hanya melihat kerlipan kemuliaan Ilahi dan perihal pengetahuan serta hikmat Yang Maha Kuasa; kita sudah sebagaimana adanya, bekerja di permukaan tambang itu, sedang biji emas berada di bawah permukaan tanah, untuk memberi pahala bagi orang menggalinya. Cangkul harus menggali semakin lama semakin dalam, dan hasilnya ialah permata yang mulia. Perantaraan iman yang benar, pengetahuan Ilahi akan menjadi pengetahuan manusia.

Tidak seorang pun dapat menyelidik Kitab Suci dalam Roh Kristus tanpa diberi pahala. Bila manusia rela diajar seperti seorang anak kecil, ia menyerahkan dirinya seluruhnya kepada Allah, ia akan mendapatkan kebenaran dalam firman Nya. Jika manusia mau menurut, mereka akan mengerti rencana pemerintahan Allah. Dunia semawi akan membuka ruangan rahmat dan kemuliaan untuk dijelajahi. Umat manusia akan sama sekali berbeda dari keadaan mereka sekarang; karena oleh menjelajahi tambang tambang kebenaran manusia akan dipermuliakan. Rahasia penebusan, penjelmaan Kristus, pengorbanan grafirat Nya, tidak akan seperti sekarang, samar samar dalam pikiran kita. Ia tidak saja akan dimengerti lebih jelas, tetapi sekaligus lebih tinggi dihargai.

Dalam doa Nya kepada Bapa, Kristus memberikan kepada dunia suatu pelajaran yang harus diukir dalam pikiran dan jiwa. “Inilah hidup yang kekal itu,” kata Nya, “yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” 10 Ini adalah pendidikan yang benar. Ia memberikan kuasa. Pengetahuan percobaan dari Allah dan Yesus Kristus yang diutus Nya, mengubah manusia ke dalam peta Allah. Diberikannya kepada manusia pengendalian diri sendiri, membawa setiap dorongan hati dan nafsu dari sifat yang rendah di bawah pengendalian kuasa pikiran yang lebih tinggi. Ia menjadikan pemiliknya seorang putera Allah dan waris sorga. Hal itu membawa dia ke dalam persekutuan dengan pikiran Yang Maha Kuasa dan membukakan padanya harta harta yang kaya dari semesta alam. Inilah pengetahuan yang didapat dengan jalan menyelidik firman Allah. Dan harta ini bisa ditemukan oleh setiap jiwa yang mau menyerahkan segala sesuatu untuk memperolehnya.

“Jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah.”11

(6) Mark. 12:24;
(7) Mark. 7:7;
(8) Yohanes 14:13, 14;
(9) Yohanes 3:3
(10) Yohanes 17:3;
(11) Amsal 2:3 5.

Disadur dari buku “Christ Object Lessons” (Perumpamaan Tuhan Yesus) Oleh: Ellen G White

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here