anak-belajar-di-kelas Copy

Bagaimana Memenangkan Kasih dan Kepercayaan. 
[AkhirZaman.org] 
Ada bahaya bahwa orang tua dan guru akan menyuruh dan memerintah terlalu banyak sementara mereka gagal mengadakan hubungan sosial yang cukup dengan anak anak atau murid mereka. Sering mereka terlalu memisahkan diri dan menggunakan wewenang mereka dalam satu cara yang dingin dan tidak bersimpati, yang tidak dapat memenangkan hati anak anak dan murid murid mereka. Jikalau mereka mau mengumpulkan anak anak itu supaya datang dekat kepada mereka, dan menunjukkan bahwa mereka mengasihi anak anak itu, dan mau menunjukkan perhatian di dalam segala usaha mereka bahkan di dalam permainan mereka, kadang kadang menjadi seperti seorang anak di tengah tengah mereka, maka mereka akan menjadikan anak anak itu sangat bergembira dan akan memenangkan kasih dan kepercayaan anak anak itu. Dan anak anak itu akan belajar lebih cepat untuk menghormati dan menyukai wewenang orang tua dan guru mereka.

 Berusahalah untuk Meniru Kristus.
Ia (Kristus) menyamakan Dirinya sendiri dengan orang orang yang hina, yang miskin dan yang menderita, Ia mengambil anak anak kecil itu ke dalam pangkuan-Nya dan merendahkan diri sampai kepada taraf anak anak itu. Hati-Nya yang penuh kasih itu dapat memahami ujian dan keperluan keperluan mereka, dan Ia menikmati kebahagiaan mereka. Roh Nya, yang merasa jemu dengan hiruk pikuk kota yang sesak, jemu dengan pergaulan dengan orang orang licik dan munafik, memperoleh ketenangan dan damai dalam persahabatan dengan anak anak yang tidak berdosa itu. Kehadiran-Nya tidak pernah menolak mereka. Raja sorga itu merendahkan diri untuk menjawab pertanyaan pertanyaan mereka, dan menyederhanakan pelajaran pelajaran-Nya yang penting itu untuk disesuaikan dengan pengertian mereka yang masih kekanak kanakan itu. Ia menanamkan di dalam pikiran mereka masih muda dan sedang berkembang itu benih benih kebenaran yang akan bersemi dan menghasilkan suatu panen yang berkelimpahan di dalam usia mereka yang lebih matang.

Seorang Anak Muda yang Bersalah yang Memerlukan Simpati.
Anak anak membutuhkan seorang bapa seperti yang belum pernah ia butuhkan sebelumnya. Ia telah berbuat salah; engkau mengatahuinya, dan ia tahu bahwa engkau mengetahuinya; dan kata kata yang engkau akan ucapkan kepadanya pada waktu ia tidak bersalah dengan selamat dan tidak akan mendatangkan akibat yang buruk, sekarang ini akan seperti sesuatu yang tidak baik dan tajam seperti sebilah pisau…. Saya tahu bahwa orang tua merasa malu atas kesalahan seorang anak yang telah sangat menghinakan mereka itu, akan tetapi apakah anak yang bersalah itu lebih melukai dan menghancurkan hati orang tua yang di dunia daripada kita sebagai anak anak Allah menyakiti Orang Tua kita yang di sorga, yang telah dan sedang memberikan kasih-Nya kepada kita, sambil mengundang kita untuk kembali dan bertobat dari dosa dosa dan kejahatan Ia akan mengampuni segala pelanggaran kita? Jangan tarik kasihmu sekarang ini. Kasih dan simpati itu lebih dibutuhkan sekarang ini daripada sebelumnya. Bilamana orang lain memandang dengan sikap dingin dan memberikan tafsiran yang paling buruk terhadap kesalahan anakmu itu, bukankah bapa dan ibu seharusnya dalam kasih berusaha membimbing langkah langkahnya kepada jalan yang selamat?

scolding 1 CopyJanganlah ucapan bibir manusia, janganlah tekanan daripada tindakan manusia, yang merasa bahwa mereka sedang berbuat keadilan, menuntun engkau untuk mengambil satu tindakan yang akan dapat ditafsirkan oleh anakmu itu bahwa engkau merasa terlalu dipermalukan dan dihinakan sehingga engkau tidak mau lagi mempercayai dia dan melupakan pelanggarannya. Janganlah ada sesuatupun yang akan menyebabkan putus harap, janganlah ada sesuatu yang menceraikan kasihmu dan kelemahlembutan hatimu daripada anak yang bersalah itu. Justru oleh karena ia bersalah, ia membutuhkan engkau, dan ia menginginkan seorang bapa dan seorang ibu untuk menolong dia untuk menarik dirinya dari jerat setan. Peganglah dia erat erat dalam iman dan kasih, dan bergantunglah kepada Penebus yang amat berkasihan itu, sambil mengingat bahwa ia mempunyai Seorang (Yesus) yang menaruh perhatian di dalam dirinya, yang melebihi perhatianmu….

Jangan bicarakan tentang kekecewaan dan tidak adanya pengharapan. Bicarakanlah sesuatu yang memberikan dorongan. Katakan kepadanya bahwa ia dapat menebus dirinya sendiri, bahwa engkau, bapa dan ibunya, akan menolong dia untuk mengangkat dia dari atas untuk meletakkan kakinya di atas Batu Karang yang teguh, Yesus Kristus, untuk memperoleh satu penopang yang pasti dan kekuatan yang tidak pernah habis di dalam Yesus. Jikalau kesalahannya itu sangatlah keji, maka tidaklah akan menyembuhkan dia bila kita terus menerus menekan dia dengan kenyataan itu. Satu tindakan yang benar diperlukan untuk menyelamatkan satu jiwa dari kematian dan mencegah satu jiwa dari melakukan dosa yang banyak.

Carilah Pertolongan llahi untuk Mengalahkan Sifat Mudah Marah.
Jikalau engkau memiliki sifat cepat marah, mintalah dari Allah pertolongan untuk mengalahkannya. Bilamana engkau tergoda untuk menjadi tidak sabar, pergilah ke kamarmu, dan bertelut serta berdoa kepada Allah untuk meminta pertolongan agar engkau bisa memiliki satu pengaruh yang benar terhadap anak anakmu.

Kaum ibu, bilamana engkau menyerah kepada sikap yang tidak sabar dan berlaku kejam terhadap anak anakmu, engkau bukanlah belajar dari Kristus, melainkan dari guru yang lain. Yesus berkata, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepada Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban Kupun ringan.”

Bilamana engkau menemukan bahwa pekerjaanmu itu sukar, bilamana engkau bersungut atas segala kesulitan dan ujian, bilamana engkau mengatakan bahwa engkau tidak mempunyai kekuatan untuk mengalahkan penggodaan, bahwa engkau tidak bisa mengalahkan sifat tidak sabar, dan bahwa kehidupan orang Kristen itu adalah satu pekerjaan yang berat, ketahuilah bahwa engkau tidaklah memikul kuk Kristus; engkau sedang memikul kuk guru yang lain.

Memantulkan Peta llahi.
Sidang membutuhkan orang orang yang mempunyai roh yang pendiam dan lemah lembut, orang orang yang panjang sabar. Biarlah mereka mempelajari sifat sifat ini dalam mengatur keluarga mereka. Biarlah orang tua lebih banyak memikirkan tentang kesejahteraan anak anak yang baka itu daripada kesenangan yang sekarang ini. Biarlah mereka memandang anak anak mereka itu sebagai anggota yang lebih muda dari keluarga Tuhan, dan mendidik serta mendisiplin mereka dalam satu cara yang demikian rupa sehingga akan menuntun mereka untuk memantulkan peta Ilahi.

Sumber: Membimbing dan Mendidik Anak, pasal 45.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here