ebola-0817-horizontal-gallery Copy

 

[AkhirZaman.org] Dengan wajah penuh kesedihan, dan raut muka yang menunjukkan duka yang mendalam sambil bertanya dalam hati, “Mengapa ini terus terjadi. Kapankah ujung dari semua penderitaan ini? Itulah yang mungkin dirasakan dan dipikirkan oleh seorang pria berusia 30-an tahun yang bernama James Flomo.

Tiga hari sebelumnya sang istri telah meninggal terlebih dahulu karena penyakit sampar yang begitu menghebohkan Afrika dan dunia selama lebih dari satu tahun terakhir ini, yaitu Ebola. Sekarang dalam penderitaan penyakit yang sama dia juga harus menggendong anaknya tercinta yang mungkin juga mengidap penyakit yang sama.

James adalah satu dari sekian korban yang masih hidup saat ini akibat wabah yang mematikan ini. Istrinya adalah satu dari ratusan korban tewas yang berdasar laporan Organsasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengalami lonjakan hampir 150 kematian sejak data terakhir badan itu tiga hari sebelumnya.

WHO mengatakan jumlah kasus baru meningkat 303, dengan 136 kasus baru di Liberia, 113 di Sierra Leone, dan 54 di Guinea.

Ada satu pesan penting yang disampaikan oleh Dr. David Nabarro, Utusan khusus PBB untuk urusan Ebola, kepada wartawan di Jenewa bahwa angka baru itu menunjukkan wabah belum terkendali. Dia mengatakan tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah kasus baru menjadi nol.

Unik adalah para ahli kesehatan telah memperingatkan Afrika Barat agar jangan cepat merasa berhasil dalam menangani Ebola. Entah berdasar data statistik atau dari ramalan mereka sendiri sehingga para ahli kesehatan ini seolah-olah mengatakan jangan terburu-buru merasa senang jika seandainya jumlah korban yang meninggal dan kasus baru yang muncul setiap hari mengalami penurunan.

Namun yang pasti ketika para murid ketika mereka bertanya kepada Yesus, “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (Matius 24:3). Setelah itu Yesus menjawab dalam ayat-ayat selanjutnya. Namun dalam kitab Lukas memberikan satu jawaban yang tidak terdapat dalam kitab Matius dan Markus.

Mari kita lihat dalam Lukas 21:11, “Di berbagai tempat akan ada penyakit sampar.” Jika Anda melihat perikop di Lukas mungkin Anda akan bertanya bukankah ini berbicara mengenai nubuatan kehancuran kota Yerusalem dan tanda-tanda sebelum peristiwa itu terjadi? Namun jika Anda membaca Matius, Markus, dan Lukas maka Anda akan menemukan suatu hubungan antara nubuatan kehancuran kota Yerusalem dengan kedatangan Tuhan kedua kali.

Dan ada satu hal yang patut kita cermati dengan jawaban Yesus bahwa sebelum kedatangan-Nya kedua kali maka akan ada bala atau wabah penyakit yang akan terjadi. Dalam sebuah buku yang menuliskan tentang peristiwa-peristiwa akhir zaman sebelum kedatangan-Nya kedua kali dikatakan: “Manusia menderita karena serangan wabah….” 3SM 391. Lalu dalam buku lain dikatakan bahwa “wabah penyakit akan membunuh ribuan orang.” 19MR 382.

Dengan semua penyakit-penyakit berbahaya yang bermunculan dan semua tanda-tanda lainnya yang terjadi memiliki suatu tujuan supaya “maksud Allah dapat terbaca.” Semuanya adalah “sebagian dari wahana Allah untuk menyadarkan pria dan wanita akan bahaya yang mengancam mereka.” PK 277.

“Dunia ini bukannya tanpa seorang penguasa. Rangkaian peristiwa ini ada di tangan Tuhan.” 5T 753. “Hal ini diakibatkan oleh tetesan-tetesan dari cawan murka Allah yang terpercik ke atas dunia, dan inin hanya sebagian kecil saja dari apa yang akan terjadi dalam waktu dekat.” 3SM 391.

Saudara tahu tentang cawan murka Allah? Wahyu 14:10 mencatatnya, “maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya” Mungkin Anda bertanya-tanya apakah murka Allah itu? Dalam Wahyu 15:7 juga menyebut tentang “murka Allah.” Dan jika Anda melanjutkan dalam Wahyu 17 maka akan mengetahui bahwa murka Allah adalah tentang ketujuh malapetaka yang akan terjadi sebelum kedatangan Tuhan kedua kali.

Jika segala macam penderitaan yang sekarang terjadi dikatakan hanya tetesan-tetesan dari cawan murka Allah, maka Anda bisa membayangkan jika murka Allah itu terjadi seluruhnya atau tanpa campuran dalam cawan murka-Nya.

Namun jangan khawatir, karena Alkitab mengatakan bahwa itu tidak akan terjadi kepada semua orang. Siapakah yang akan mengalaminya? “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya.” (Wahyu 14:9, 10).

Alkitab menyebutkan bahwa mereka yang menyembah binatang dan menerima tanda dari binatang itu yang akan menerima murka Allah yang begitu mengerikan itu. Kita sudah beberapa kali mempelajari beberapa kali siapakah binatang itu dan apakah tanda binatang itu. Itu adalah lambang dari kepausan dan hari Minggu sebagai tanda kekuasaannya yang menentang Allah.

Lalu siapakah yang akan terhindar? Wahyu 6:17 juga mempertanyakan pertanyaan yang sama: “Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” Alkitab yang bertanya dan Alkitab juga yang dapat memberikan jawabannya, “Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” (Wahyu 7:1-3).

Angin menggambarkan suatu kehancuran yang tidak lain adalah tujuh malapetaka terakhir alias murka Allah (Wahyu 16). Dan ayat di atas juga menyebutkan bahwa yang dapat terhindar dari murka Allah itu adalah hamba-hamba Allah yang hidup, yaitu mereka yang pada akhirnya nanti akan menerima metearai Allah pada dahi mereka. Hanya hamba Allah yang hidup yang akan terluput dari murka Allah itu.

Saudara, jika sekarang kita merasakan bahwa dunia ini dipenuhi dengan penyakit, bencana, dan semua yang begitu meresahkan hidup maka itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan murka Allah yang nantinya akan ditumpahkan untuk memberikan penghukuman bagi orang-orang yang menghinakan dan menolak kasih karunia yang Dia tawarkan.

Kita hidup pada zaman di mana Tuhan segera datang jika melihat tanda-tanda dunia yang terjadi. Sudahkah Anda menyadari keadaan ini atau menganggap bahwa ini hanyalah fenomena alam atau hidup semata? Tuhan memegang kendali semuanya. Segala peristiwa yang terburuk Tuhan tahankan demi kebaikan manusia sampai mereka menyadari semua ini dan kemudian datang serta sujud bersimpuh di kaki-Nya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here