29.1 C
Jakarta
Friday, 21 January 2022
spot_img

[RH] Tingkatan Tertinggi dari Meditasi

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. [I Yohanes 3:1]

[AkhirZaman.org] Betapa kasihnya, betapa kasih yang tidak terbandingkan, bahwa kita sebagai pendosa dan orang-orang asing boleh dibawa kembali kepada Allah dan diadopsi ke dalam keluargaNya! Kita boleh memanggil Dia dengan nama yang disayang, “Bapa kami.”…..

Semua cinta kebapaan yang telah turun dari generasi ke generasi melalui saluran hati manusia, semua mata air kelembutan yang terbuka di dalam jiwa-jiwa manusia, hanyalah seperti sungai kecil pada samudera yang tiada batas bilamana dibandingkan dengan cinta yang tiada akhir dan tiada habisnya dari Allah.

Lidah tak dapat mengucapkannya; pena tidak dapat menggambarkannya. Engkau boleh bermeditasi atas perkara itu setiap hari dalam hidupmu; engkau boleh menyelidiki Alkitab secara rajin agar memahaminya; engkau boleh mengerahkan setiap kuasa dan kemampuan yang Allah berikan kepadamu, dalam bertekun untuk memahami cinta dan pengorbanan dari Bapa surgawi; dan meskipun demikian masih ada sebuah keabadian di atas sana.

Engkau boleh mempelajari cinta itu selama berabad-abad; meski demikian engkau tidak pernah bisa memahami secara penuh panjang dan lebar, dalam dan tingginya cinta Allah dalam menyerahkan AnakNya untuk wafat demi dunia ini. Keabadian itu sendiri tidak pernah bisa mengungkapkannya secara penuh.

Namun sebagaimana kita mempelajari Alkitab dan bermeditasi atas kehidupan Kristus dan rencana penebusan, tema-tema besar ini akan membuka pemahaman kita lebih besar dan lebih besar lagi.

Kristus telah datang  untuk mengungkapkan Allah pada dunia ini sebagai Allah cintakasih, penuh dengan belaskasih, kelembutan, dan kasih sayang.

Adalah baik menghabiskan waktu satu jam dengan bijaksana setiap hari dengan melihat kembali kehidupan Kristus sejak dari palungan hingga ke Bukit Kalvari. Kita harus mendapatkannya poin demi poin dan membiarkan imajinasi kita secara hidup memahami setiap peristiwa, khususnya bagian-bagian akhir dari hidup duniawiNya.

Dengan pengkontemplasian ajaran-ajaran dan penderitaan-penderitaanNya yang demikian, dan pengorbanan tiada batas yang dibuatNya bagi penebusan manusia, kita boleh menguatkan iman kita, menguatkan cinta kita, dan menjadi dengan lebih dalam diilhami dengan roh yang menopang Juruselamat kita.

Jika kita pada akhirnya diselamatkan, maka kita semua harus mengambil hikmah dari penyesalan dosa dan iman pada kaki salib itu….. Setiap perkara yang luhur dan murah hati di dalam manusia akan menanggapi kontemplasi Kristus di salib itu.

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

    • saya ditinggalkan belahan jiwa, kembali ke rumah bapa…solusi iman kristen …?

      Bapak Ayub Rumaikewi, yang dikasihi Tuhan kita Yesus Kristus.. mohon maaf atas keterlambatan kami membalas atas respon bapak Ayub. Apapun yang sedang bapak Ayub alami, saya percaya Tuhan akan memberi penghiburan yang sejati atas beristirahatnya belahan jiwa yang terkasih.

      Kematian memang memberi duka yang dalam, sebab dalam Firman Tuhan mengatakan “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” [II Timotius 4:7 TB] artinya belahan jiwa bapak Ayub telah bertanding dalam iman dan telah memelihara iman Yesus dalam semasa hidupnya… tapi ada pengharapan kematian ini hanya sementara karena bila bapak Ayub setia memelihara iman Tuhan ini.. tentu janji TUHAN dalam firman-Nya bahwa kita akan bertemu kembali dengan kekasih belahan jiwa bapak Ayub nanti.

      Oleh karena itu kami merekomendasikan sebuah majalah “Majalah Misteri Akhirat” yang mengupas mengenai kematian, kemanakah orang mati pergi? Apakah gentayangan? Apakah orang jahat akan disiksa di neraka selama-lamanya atau hanya sampai binasa menjadi abu?

      pada link ini. https://afindostore.com/product/misteri-akhirat/

      Tuhan akan Peliharakan.

      salam dari Admin AkhirZaman dot org

    • kepada: Ayubrumaikewi@mail.com [Iman tanpa perbuatan yang hrs nyata seperti Tomas]

      Terima Kasih, Pak Ayub Rumaikewi.. sudah menghubungi kami kembali. Kami senang kita dapat belajar bersama-sama dari Firman Tuhan.

      Perihal Iman Tomas:
      Tomas tidak akan dengan rendah hati menerima laporan para murid; Tetapi dengan tegas, dan dengan percaya diri menegaskan bahwa dia tidak akan percaya, kecuali dia menaruh jarinya pada bekas paku, dan tangannya di sisinya di mana tombak kejam ditusukkan. Dalam hal ini Tomas memperlihatkan kurangnya keyakinan terhadap saudara-saudaranya.

      Menjadi Pelajaran: Jika semua orang menuntut bukti yang sama, maka akan hanya sedikit yang akan menerima Kristus, dan percaya pada kebangkitan-Nya. Tetapi kehendak Tuhan adalah agar laporan para murid hendaknya beralih dari satu ke yang lain, dan banyak yang menerimanya dari bibir mereka yang telah melihat dan mendengar.

      Tuhan tidak senang dengan ketidakpercayaan semacam itu. Sewaktu, Yesus bertemu lagi dengan murid-muridnya, Tomas menyertai mereka. Saat dia melihat yesus, dia percaya. Tapi dia Telah menyatakan bahwa ia tidak akan puas tanpa bukti perasaan ditambahkan pada penglihatan, dan Yesus memberinya bukti yang ia inginkan. Thomas menangis, tuanku dan tuhanku. Tetapi Yesus menegur tomas karena ketidakpercayaannya.

      Dia berkata kepadanya, Thomas, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” [Yohanes 20:29]

      Salam

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
372PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?