33.9 C
Jakarta
Monday, 26 September 2022
No menu items!

[RH] TIDAK MENIRU STANDAR DUNIA

 “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu”(Amsal 3:9).

[AkhirZaman.org] Janganlah ada gagasan bahwa kuasa manusia untuk menuntut upah yang tinggi adalah suatu ukuran nilainya pada pemandangan Allah sebagai seorang pekerja.

Di mata dunia nilai seorang manusia dihitung dengan, “Berapa banyak hartanya?” Tetapi buku-buku surga mendatarkan harganya sesuai dengan kebaikan yang dikerjakannya dengan harta benda yang dipercayakan-Nya kepadanya. Dalam takut dan kasih akan Allah, dengan talenta-talentanya yang disucikan seluruhnya untuk memajukan kemuliaan Allah, manusia dapat dan akan menunjukkan nilainya yang sejati. Hanya apabila pahala diberikan kepada setiap manusia ketika pekerjaannya akan dihitung dalam pengadilan, dapat diketahui berapa banyak yang ia telah kirim sebelum dia ke surga.

Selama bertahun-tahun kesaksian saya telah diberikan terhadap jumlah sedikit yang dibayarkan kepada beberapa pendeta kita. Permintaan, carilah dalam buku-buku, maka engkau akan mendapati bahwa sudah ada penanganan yang sangat ketat terhadap beberapa pendeta kita. Komite pemeriksaan perlu mengerti urusan mereka dan memiliki pikiran Kristus. Ada beberapa orang yang berpikiran sempit terhadap komite ini, orang-orang yang tidak memiliki gagasan yang benar tentang penyangkalan diri dan pengorbanan diri yang dituntut dari pengerja Allah. Mereka tidak memiliki perkiraan yang benar tentang apa artinya meninggalkan rumah, istri, dan anak-anak, dan menjadi para misionaris bagi Allah, untuk bekerja demi jiwa-jiwa sebagaimana mereka yang harus memberikan pertanggung-jawaban. Seorang pengerja Allah yang sejati akan mengubah segenap kehidupannya menjadi suatu pengorbanan.

Ketika berada di Salamanca, New York, pada bulan November 1890, ditunjukkan kepada saya banyak perkara. Kepada saya ditunjukkan bahwa di kantor telah muncul suatu roh yang tidak disetujui Allah. Sementara beberapa orang menerima upah yang besar, ada orang lain yang telah bekerja di pos mereka dengan setia selama bertahun-tahun, yang menerima upah jauh lebih sedikit. Kepada saya berulang-ulang ditunjukkan bahwa tatanan Allah tidak boleh dihancurkan dan roh misionaris jangan dipadamkan. . . .

Saya tahu ada mereka yang mempraktikkan banyak penyangkalan diri untuk membayar persepuluhan mereka dan memberi persembahan kepada pekerjaan Allah. Mereka yang menjadi kepala pekerjaan itu harus menempuh jalan tersebut sehingga mereka dengan tidak malu mengatakan, “Mari, mari kita bertindak bersama-sama dalam pekerjaan ini dimulai dengan pengorbanan, dan dlbiayai dengan penyangkalan diri yang berkesinambungan.” Orang-orang tidak akan melebihi kepala lembaga-lembaga kita dalam mempraktikkan penghematan, dan mengekang keinginan mereka. -Manuscript 25a, 1891 .

(2 SM 193, 194)

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
370PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?