Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali Matius 18:15.
[AkhirZaman.org] “Tetapi yang terutama,” rasul itu menulis, “kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain” (I Petrus 4:8) Janganlah mendengar laporan tentang seorang saudara atau saudari. Berhati-hatilah bagaimana caranya engkau menghadapi celaan tetanggamu. Tanyailah orang yang membawa tuduhan itu jika ia telah menurut perkataan Allah sehubungan dengan hal tersebut. Kristus telah meninggalkan petunjuk-petunjuk yang jelas terhadap apa yang harus kita lakukan. Pergilah kepada saudaramu dan beritahukanlah kepadanya kesalahannya antara kamu berdua. Janganlah memaafkan dirimu dari hal ini dengan mengatakan, Tidak ada dendam secara pribadi di antara orang yang menuduh itu dengan saya sendiri.
Peraturan yang diberikan oleh Kristus adalah hegitu pasti, begitu jelas, sehingga dalih untuk itu tidak ada artinya. Apakah ada dendam atau tidak di antara engkau dan orang yang menuduh itu, nasihat Kristus itu tetap sama. Saudaramu memerlukan pertolongan. Beritahukan kapadanya, bukan kepada orang lain, bahwa laporan tentang dia sedang diedarkan. Berilah kesempatan kepadanya untuk menjelaskannya. Mungkin laporan itu palsu dan karena itu kesulitan-kesulitan itu mungkin dapat dibereskan dengan penjelasan yang sederhana.
Perlakuan seperti ini wajib dilakukan terhadap seseorang yang disangka berbuat salah. Paulus berkata, “Kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” (Galatia 6:1) …. Perkataan ini adalah nasihat dari Sorga, dan hendaklah dilakukan dalam kehidupan setiap hari.
Jika seseorang berbuat salah, gantinya memberitakan hal ini kepada orang lain, pergilah kepada orang yang engkau sangka bersalah, dan dengan hormat dan lemah lembut, sebagaimana engkau suka diperlakukan, beritahukanlah kepadanya kesalahannya itu. Jika kepadanya tidak diberitahukan kesalahannya, tetapi gantinya timbul sangkaan-sangkaan di
antara orang-orang lain, dan tidak ada usaha yang dibuat untuk menyelamatkan orang yang bersalah itu dengan memberitahu dia akan bahaya itu, bagaimanakah Allah memandang orang-orang yang melakukan pekerjaan yang kejam ini?
Allah menyatakan, “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak” (Roma 3:10). Semuanya mempunyai sifat berdosa yang sama. Semuanya dapat berbuat salah. Tidak seorangpun yang sempurna. Tuhan Yesus mati untuk orang yang berdosa agar mereka dapat diampuni. Bukanlah tugas kita untuk menghukumkan Kristus bukannya datang untuk menghukumkan, melainkan untuk menyelamatkan.
Thanks for treating the topic with the seriousness it deserves without becoming pompous about it, and a stop at focustrajectory continued that balanced treatment, the gap between earnest and self serious is huge and writers who can stay on the right side of it earn my respect when I find them online today.
However measured this site clears the bar I set for sites I take seriously, and a stop at buildmotiondaily continued clearing that bar, the metrics I use for site quality are admittedly informal but they are consistent and this site has cleared them on multiple measurements across multiple visits which is meaningful for my evaluation.