PENDIDIKAN SEKS?

akhir zaman

Keinginan remaja

[AkhirZaman.org] Kadang-kadang orangtua berpikir bahwa seorang remaja belumlah perlu mengetahui seluk beluk seks. Nanti, kalau mereka sudah menikah, mereka akan tahu sendiri. Masalah seks adalah tabu dibicarakan di tengah-tengah keluarga. Hal itu hanyalah milik suami-istri secara eksklusif, begitu hemat mereka. Tidak aneh memang, pemikiran itu menjadi pendapat mereka karena mereka dulu mungkin berpacaran pun tidak pernah, ketika orangtua menjodohkan mereka, barulah mereka belajar mengenai seks. Akan tetapi, sesungguhnya keadaan itu bukanlah keadaan yang ideal untuk belajar seks. Saat itu yang diperlukan adalah fungsi seks dalam hubungan suami-istri.

    Kaum remaja pada umumnya ingin sekali mengetahui hal seks begitu mereka lepas dari usia belasan tahun dan menginjak masa lima belas atau tujuh belas tahunan bagi kaum pria. Perubahan jasmani mereka membuat keingintahuan itu mendesak sekali. Mereka merasa risau atas perubahan yang terjadi kepada diri mereka baik secara psikis atau fisik. Mereka sesungguhnya memerlukan informasi yang tepat mengenai perubahan yang terjadi pada diri mereka itu. Dalam kebingungan mereka memerlukan jawaban yang realitas dan bersifat pribadi.

    Anak kecil pun sebenarnya menyadari kelainan yang terdapat dalam diri mereka, misalnya, mengapa seorang anak kecil (gadis cilik) secara fisik berbeda dengan saudaranya yang laki-laki. Anak-anak balita ini sering menanyakan pertanyaan yang pelik kepada orangtua mereka. Pertanyaan yang diajukan oleh orang remaja bukan lagi pertanyaan seperti yang diajukan ketika masih usia balita. Mereka ingin memperoleh kesempatan untuk membicarakan masalah seks secara sungguh-sungguh, dengan perasaan bebas dari beban tabu dan perasaan yang bersifat tradisional itu. Mereka mengajukan pertanyaan yang lebih bertanggung jawab, dengan ukuran dan makna yang pasti, agar mereka jangan menanyakan kepada orang yang tidak kompeten. Mereka ingin betul mengetahui ihwal seks mereka dan kecenderungannya yang bersifat seksual. Dengan demikian mereka dapat membina citra diri sendiri dan membentuk kepribadian tahap demi tahap sehingga menjadi mantap.

Orangtua terlambat?

    Kalau pendidikan seks diberikan berusia tujuh belas tahun, tidakkah itu terlambat? Bukankah mereka sudah terlanjur dari media elektronik? Bukankah mereka telah terlanjur belajar dari teman di sekolah atau teman sepergaulan di tengah jalan? Media-media ini tidak mengetahui penonton mereka sehingga memberi banyak informasi yang tidak tepat dan sering kali amat dangkal. Para penjual bacaan dan bahan porno sudah lebih menjajakan konsep mereka, bahkan ada yang siap membagikan “pengalaman” mereka yang imajiner maupun yang factual. Sementara orangtua dan guru agak enggan memberikan informasi dan penjelasan yang benar, mungkin karena tidak memiliki pengetahuan yang tepat!

    Tidak ada buku yang tepat untuk semua situasi pribadi remaja membuat orangtua dan guru agak ragu-ragu bagaimana mengajarkannya, mulai dari mana dan mana yang hendak diajarkan.

Ibu yang tidak dapat menjawab

    Apabila ada orang remaja putri bertanya kepada ibunya mengenai seks, kecenderungan ibu itu balik bertanya. “Mengapa kau tanyakan pertanyaan seperti itu?” Dan remaja putri itu pun malu tersipu-sipu. Ia tidak berani bertanya lagi mengenai topik itu. Namun rasa ingin tahunya tidak pudar. Tidak mengherankan apabila ia bertanya kepada temannya yang sebaya, apalagi yang sering tukar-tukar pacar, informasi yang diberikan bisa jadi tidak dapat dipertanggungjawabkan!

    Ada pula orang tua yang beranggapan bahwa anak yang tidak bertanya-tanya mengenai seks adalah anak yang baik. Semakin besar ketidaktahuannya semakin baik bagi ibunya, paling tidak anak putrinya tidak macam-macam. Kalau toh ada pertanyaan dari putrinya paling-paling ia marah atau mengatakan bahwa kelak suaminya dapat menjelaskan padanya mengenai masalah seks yang perlu diketahuinya itu.

    Pada hakikatnya orang muda menginginkan jawaban yang ramah dan akrab dari orang tua mereka, paling sedikit tidak memberikan bentakan. Orang muda ingin mengetahui di mana baik buruk seks itu, bukan hanya sekadar mengatakan bahwa perkara seks adalah tabu dan tidak baik dibicarakan. Mereka menginginkan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami, yang terus terang dan gamblang.

Berpura-pura suci?

    Memang ada pendapat filosof yang mengatakan bahwa seks kotor dan tidak patut dipermasalahkan. Segala sesuatu yang berkaitan dengan soal seks dianggap tidak baik dan dosa. Pendapat ini tidak benar. Tuhan menciptakan organ-organ tubuh manusia dan mengajarkan kepada leluhur manusia bagaimana hubungan antara wanita dan lelaki, hubungan antara suami dan istri.

    Jika tidak diterangkan dengan baik dan benar, salah-salah anak remaja akan mencari jawab dari sumber yang tidak baik. Pergaulan antara dua insan yang berlainan jenis adalah pergaulan yang alamiah. Bila ada dorongan seks, maka anak remaja itu harus tahu mengendalikan diri. Hal ini dapat dilakukan apabila ada pengajaran moral yang disertai penjelasan mengenai seluk-beluk seks, misalnya, manfaat pendidikan seks.

    Pendidikan seks tidak harus secara formal. Para orangtua dapat melakukannya dengan baik dan tepat. Pendidikan ini diperlukan untuk melawan banyaknay propaganda mengenai hubungan lelaki dan perempuan yang digambarkan dengan cara yang tidak tepat. Janganlah mereka menimba pengetahuan dan memperoleh pengetahuan tentang seks melalui media yang tidak baik.

    Apa yang harus dilakukan orangtua apabila putri atau putranya sudah mulai jatuh cinta? Apakah mereka dibiarkan saja mencari tahu makna dan standar seks yang bisa atau tidak bisa dilakukan?

    Hal inilah yang perlu diperhatikan para orangtua. (EW)

13 thoughts on “PENDIDIKAN SEKS?

  1. Now adding the homepage to my regular check rotation rather than waiting for individual links to find me, and a stop at socialflare confirmed the rotation upgrade, the move from passive discovery to active checking is a vote of confidence in a sites ongoing quality and this site has earned that active engagement clearly.

  2. Now appreciating the way the post avoided the temptation to be longer than necessary, and a look at modernlivinghub continued that lean approach, content with the discipline to stop when finished rather than padding for length is content that respects both itself and its readers and this site has that disciplined editorial culture clearly throughout.

  3. Reading this gave me a small refresher on something I had partially forgotten, and a stop at clarityshift extended the refresher, content that strengthens existing knowledge rather than just adding new is content with a particular kind of consolidating value and this site is providing that consolidating function across multiple visits.

  4. Reading this site over the past week has changed how I evaluate content in this space, and a look at progresswithcontrol extended that recalibration, the standards I bring to reading on the topic have shifted upward as a direct result of regular exposure to this kind of work and that shift will outlast any single reading session.

  5. Now adding this to a short list of sites I would defend in a conversation about the modern web, and a look at ideasgainmotion reinforced that defence list, the few sites that serve as evidence the web can still produce good things are precious and this one has clearly joined that small list of exemplary sites.

  6. Polished and informative without feeling overproduced, that is the sweet spot, and a look at forwardenergyhub hit it again, you can tell when a site has been built with care versus thrown together for the sake of having something to put online and this is clearly the former approach taken by the team.

  7. If I had to summarise the editorial sensibility of this site in a few words it would be careful and human, and a look at forwardtractionhub extended that summary feeling, capturing the essence of a sites approach in brief is hard but this site has a clear enough identity that the summary comes naturally enough.

  8. Skipped a meeting reminder to finish the post, and a stop at brightlifestyle held me past another reminder, when content beats meetings the writer is doing something extraordinary because meetings have institutional support behind them and yet good writing can still occasionally win that competition for attention which I find heartening today.

  9. Now feeling slightly more optimistic about the state of independent writing online, and a stop at momentumunlocked extended that quiet optimism, sites like this one are the reason I have not given up on the open web entirely and finding them occasionally renews the case for paying attention to non algorithmic content sources today.

  10. Honestly impressed, did not expect to find this level of care on the topic, and a stop at progresswithintent cemented the impression, you can tell within the first few paragraphs whether a site is going to be worth the time and this one delivered on that early promise nicely throughout the rest of what I read.

  11. Came here from another site and ended up exploring much further than I planned, and a look at directionguidesgrowth only encouraged more exploration, the kind of place where one click leads to another not through manipulative design but through genuinely interesting content is rare and worth highlighting when found like this somewhere on the open internet.

  12. Quality you can feel from the first paragraph, the writer clearly knows the topic and how to share it, and a quick look at clarityactivatorhub confirmed the same depth runs throughout the rest of the site as well which is rare and worth pointing out when it happens online for any reader passing through.

  13. Started believing the writer knew the topic deeply by about the second paragraph, and a look at signaldrivenaction reinforced that confidence, the speed at which a writer establishes credibility through their writing is a useful quality signal and this writer establishes it quickly and quietly without resorting to credential dropping or self promotion.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *