31.1 C
Jakarta
Tuesday, 29 November 2022
No menu items!
Beranda blog Halaman 524

KEKEKALAN DI SEBERANG (Bagian 3)

akhir zaman

SEBUAH PENGLIHATAN YANG TERINCI TENTANG UPAH BAGI ORANG SETIA!

6- Adventist Home 533:1-550:2 (Rumah Tangga Advent)

[AkhirZaman.org] Suatu upah yang besar menunggu para orangtua yang setia.—“Jikalau para orangtua memberikan kepada anak-anak mereka pendidikan yang benar, mereka sendiri akan menjadi bahagia melihat buah dari pelatihan mereka yang seksama dalam tabiat serupa Kristus kepada anak-anak mereka. Mereka melakukan pelayanan tertinggi kepada Tuhan dengan menyatakan kepada dunia keluarga-keluarga yang teratur baik, berdisiplin tinggi, yang bukan saja takut kepada Tuhan, melainkan juga menghormati dan memuliakan Dia melalui pengaruh mereka terhadap keluarga mereka; dan mereka akan menerima upahnya.” ­Review, 17 November 1896 (Adventist Home, 533:1).

“Hai para orangtua yang percaya, kalian memiliki pekerjaan yang penuh tanggung jawab di hadapanmu untuk menuntun langkah kaki anak-anakmu, bahkan dalam pengalaman kerohanian mereka. Ketika mereka benar-benar mengasihi Tuhan, mereka akan memberkati dan menghormati kalian karena pemeliharaan yang telah kalian nyatakan kepada mereka, dan karena kesetiaan kalian dalam menghalangi keinginan-keinginan mereka dan mengalahkan kehendak-kehendak mereka.”- 1 Testimonies, 403:0 (Adventist Home, 533:2).

“Ada upah ketika benih kebenaran ditaburkan sejak dini di dalam hati dan dipelihara dengan hati-hati.”- Counsels to Teachers, 144:0 (Adventist Home, 533:3).

“Para orangtua harus bekerja dengan mengingat hasil di masa depan. Ketika mereka menabur dengan air mata, di tengah-tengah keputusasaan, itu haruslah dengan doa yang sungguh-sungguh. Mereka mungkin melihat janji tentang hasil panen yang terlambat dan sangat sedikit, namun mereka tidak boleh berhenti menabur. Mereka harus menabur di sisi semua mata air, menyambut setiap kesempatan baik untuk memperbaiki diri mereka sendiri dan untuk kebaikan anak-anak mereka. Benih yang ditabur seperti itu tidak akan sia-sia. Pada masa panen, banyak orangtua yang setia akan kembali dengan sukacita, dengan membawa hasil panenan bersama mereka.”­ Review, 30 Oktober 1908 (Adventist Home, 533:4).

“Berikanlah anak-anakmu kebudayaan intelektual dan latihan moral. Bentengilah pikiran-pikiran belia mereka dengan prinsip-prinsip yang murni dan teguh. Di  manapun ada kesempatan, letakkanlah dasar bagi kedewasaan pria dan wanita yang mulia. Usaha kerasmu akan diganjar seribu kali lipat.”-Counsels to Teachers, 131:1 (Adventist Home, 534:1).

Para orangtua akan dihormati oleh anak-anak yang layak bagi surga.—‘Dalam perkataan Tuhan, kita menemukan suatu gambaran yang indah tentang sebuah rumah yang bahagia dan seorang perempuan yang memimpinnya: “Anak-anak bangun, dan menyebut dia diberkati; suaminya juga, dan ia memujinya.’ Adakah pujian yang lebih besar yang diharapkan oleh si ibu rumah tangga itu dibandingkan dengan apa yang dinyatakan di sini?” -Health Reformer, Desember 1877 (Adventist Home, 534:2).

“Jikalau dia [istri dan ibu sejati] memandang kepada Tuhan untuk memperoleh kekuatan dan penghiburan, dan di dalam hikmatNya dan ketakutan kepadaNya berusaha melakukan pekerjaan harian mereka, ia akan mengikat suaminya ke dalam hatinya dan melihat anak-anaknya bertumbuh dewasa menjadi pria dan wanita yang terhormat, yang  memiliki stamina moral untuk mengikuti teladan ibu mereka,” -Signs, 29 November 1877 (Adventist Home, 534:3).

“Perangsang besar untuk ibu yang terbebani dan bekerja keras haruslah bahwa setiap anak yang dilatih secara benar, dan yang memiliki hiasan batin, perhiasan roh yang tenang dan lembut, akan layak bagi surga dan akan bersinar di dalam pengadilan Tuhan.” -3 Testimonies, 566:2 (Advent­ist Home, 534:4).

Sukacita surga dimulai di dalam rumah.—“Surga dan bumi tidak lebih lebar jaraknya pada hari ini dibandingkan dengan ketika para gembala mendengarkan nyanyian para malaikat. Manusia masih merupakan sasaran yang sama dari keheningan surga seperti manusia-manusia biasa dengan pekerjaan-pekerjaan biasa bertemu malaikat-malaikat pada siang hari dan berbicara dengan utusan-utusan surga itu di ladang-ladang anggur dan kebun-kebun. Bagi kita dalam langkah kehidupan yang biasa surga mungkin amat dekat. Para malaikat dari istana di atas akan menjaga langkah-langkah dari orang-orang yang datang dan pergi atas perintah Tuhan,”­ Desire of Ages, 48:4.

 “Pelayanan yang diberikan dalam ketulusan hati memiliki upah yang besar. “Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Matius 6:4. Dengan kehidupan yang kita hidup-kan melalui kasih karunia Kristus, tabiat dibentuk. Keindahan yang mula-mula mulai dikembalikan kepada jiwa. Sifat-sifat tabiat Kristus dikaruniakan, dan citra Ilahi mulai memancar ke luar. Wajah-wajah pria dan wanita yang berjalan dan bekerja dengan Tuhan menyatakan damai surga. Mereka dikelilingi oleh suasana surga. Bagi orang-orang ini kerajaan Tuhan telah dimulai. Mereka memiliki sukacita Kristus, sukacita yang menjadi berkat bagi manusia. Mereka memiliki kehormatan karena diterima untuk digunakan oleh Tuan mereka; mereka dipercaya untuk melakukan pekerjaanNya di dalam namaNya.” -Desire of Ages, 312:2 (Adventist Home, 535:2).

Semua orang harus layak bagi Masyarakat Surga.—“Tuhan menghendaki agar rencana surga dilaksanakan, dan perintah ilahi surga dan keserasiannya dipelihara, dalam setiap keluarga, setiap gereja, setiap lembaga.  Apakah kasih ini menjadi ragi bagi masyarakat; kita harus melihat pelaksanaan dari prinsip-prinsip pemurnian dan sopan santun Kristen yang mulia dan di dalam kasih Kristen terhadap pelunasan oleh darah Kristus. Perubahan rohani akan tampak di seluruh keluarga-keluarga kita, dalam lembaga-lembaga kita, dalam gereja-gereja kita. Ketika perubahan ini terjadi, alat-alat ini akan menjadi sarana yang melalui mereka Tuhan akan mengaruniakan terang surga kepada dunia, dan oleh karenanya, melalui disiplin dan pelatihan ilahi, melayakkan pria dan wanita menjadi masyarakat surga.” -8 Testimonies, 140:0 (Advent­ist Home, 535:3).

Upah pada Hari Besar terakhir.—“Di dalam pekerjaanmu bagi anak-anakmu hendaklah kalian memegang teguh kuasa Tuhan yang perkasa. Serahkanlah anak-anakmu kepada Tuhan di dalam doa. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan tanpa kenal lelah bagi mereka. Tuhan akan mendengarkan doa-doamu dan akan menarik mereka kepada Dirinya. Kemudian, pada hari besar yang terakhir itu, kalian akan membawa mereka kepada Tuhan, dan berkata: “Inilah aku, dan anak-anak yang telah Engkau berikan kepadaku.’ “-Manuscript 14, 1903 (Ad­ventist Home, 536:1).

“Ketika Samuel hendak menerima mahkota kemuliaan, ia akan melambaikannya dengan penghormatan di hadapan takhta dan dengan sukacita mengumumkan bahwa pelajaran-pelajaran ibunya yang setia, melalui kebajikan Kristus, telah memahkotai dia dengan kemuliaan kekal.”­ Good Health, Maret 1880 (Adventist Home, 536:2).

“Pekerjaan orangtua-orangtua yang bijaksana tidak akan pernah dihargai oleh dunia, namun ketika penghakiman akan berlangsung dan buku-buku dibukakan, pekerjaan mereka akan tampak ketika Tuhan memandangnya dan akan diberi upah di hadapan manusia dan malaikat. Akan tampak bahwa satu anak yang telah dibesarkan dengan cara yang setia telah menjadi terang bagi dunia. Pekerjaan itu penuh dengan air mata dan kekhawatiran dan malam-malam tanpa tidur untuk membimbing pembentukan tabiat anak ini, namun pekerjaan itu dilakukan dengan bijaksana, dan para orangtua mendengar perkataan “Baik sekali” dari Tuannya.” -Signs, 13 Juli 1888 (Adventist Home, 536:3).

Gelar untuk masuk ke dalam Istana Raja.—‘Biarlah orang-orang muda dan anak-anak kecil diajarkan untuk memilih bagi diri mereka sendiri jubah kerajaan yang dipintal dengan benang surgawi, “jubah lenan halus, bersih dan putih’ yang akan dikenakan oleh semua orang kudus dari bumi. Jubah ini, yaitu tabiat Kristus yang tidak bernoda, ditawarkan secara cuma-cuma kepada setiap manusia. Namun semua orang yang akan menerimanya akan menerima dan mengenakannya di sini.” -Education, 249.

“Biarlah anak-anak diajarkan bahwa ketika mereka membuka pikiran mereka kepada pemikiran-pemikiran yang penuh kasih dan murni, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang mengasihi dan penuh pertolongan, mereka sedang mengenakan bagi diri mereka jubah tabiatNya yang indah. Pakaian ini akan menjadikan mereka indah dan dikasihi di sini dan untuk selama-lamanya akan menjadi gelar masuk ke dalam istana Raja. janjiNya adalah “mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.” Wahyu 3:4. “-Education, 249:2-4 (Adventist Home, 536:4-537:1).

Eden akan dipulihkan.—“Taman Eden tetap berada di bumi jauh setelah manusia dibuang keluar dari jalan-jalannya yang menyenangkan. Ras yang telah jatuh itu untuk waktu yang lama telah diizinkan untuk memandang rumah tanpa kesalahan itu, namun mereka dihalangi masuk oleh malaikat-malaikat penjaga. Pada kerub penjaga pintu gerbang Firdaus kemuliaan ilahi dinyatakan. Ke sanalah Adam dan anak-anaknya datang untuk menyembah Tuhan. Di sini mereka memperbaharui ikrar ketaatan mereka kepada hukum itu, yang oleh karena pelanggaran terhadapnya, mereka telah dibuang keluar dari Eden. Ketika pasang kejahatan menyebar ke seluruh dunia, dan kejahatan manusia menentukan kebinasaan mereka oleh air bah, tangan yang telah menanam Eden menariknya dari bumi. Namun dalam pemulihan akhir, ketika akan ada “langit yang baru dan bumi yang baru,’ taman itu dipulihkan dengan hiasan yang lebih  mulia dibandingkan dengan keadaan pada mulanya.

“Kemudian orang-orang yang telah memelihara hukum-hukum Tuhan akan menghirup kesegaran kekal di bawah pohon kehidupan; dan melalui abad-abad tanpa akhir para penghuni dunia-dunia yang tanpa dosa akan memandang, di dalam taman yang penuh kesukaan, suatu contoh dari pekerjaan penciptaan Tuhan yang sempurna, yang tidak tersentuh oleh kutuk dosa—suatu contoh dari apa yang seharusnya terjadi di seluruh bumi jikalau saja manusia memenuhi rencana mulia Sang Pencipta.” Patriarchs and Prophets, 62, 2-3.

“Rencana besar penebusan menghasilkan pemulihan dunia kembali ke dalam perkenan Tuhan. Segala yang telah hilang oleh dosa dikembalikan. Bukan hanya manusia melainkan juga bumi ditebus, menjadi kediaman kekal bagi orang-orang yang taat. Selama enam ribu tahun Setan telah berusaha untuk mempertahankan kepemilikan atas bumi. Sekarang tujuan mula-mula Tuhan dalam penciptaan tercapai. “Sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.” Daniel 7:18. “-Patriarchs and Prophets, 342 (Adventist Home, 539:1-540:0).

Penebusan yang menjadikan kita milik Tuhan. “Tujuan Tuhan yang mula-mula dalam penciptaan bumi dipenuhi ketika bumi dijadikan tempat kediaman umat tebusan. “Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.” Mazmur 37:29. Saatnya telah tiba, yaitu saat yang telah ditunggu-tunggu begitu lama oleh orang-orang kudus sejak pedang yang bernyala-nyala itu menghalangi pasangan pertama dari Eden—saat bagi “penebusan yang menjadikan kita milik Tuhan.” Efesus1:14. Bumi yang pada mulanya diberikan kepada manusia sebagai kerajaannya, dikhianatinya ke dalam tangan Setan, dan yang telah lama dikuasai oleh musuh yang besar itu, telah dikembalikan melalui rencana besar penebusan,” -Signs, December 29, 1909 (Advent­ist Home, 540:1).

“Segala yang telah hilang oleh Adam yang pertama akan dipulihkan oleh yang kedua. Nabi itu berkata, “Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.” Mikha 4:8. Dan Paulus menunjuk ke depan kepada ‘penebusan yang menjadikan kita milik Tuhan.’

“Tuhan menciptakan bumi menjadi kediaman bagi makhluk yang kudus dan bahagia. Tujuan ini akan dipenuhi ketika, setelah diperbaharui oleh kuasa Tuhan dan dibebaskan dari dosa dan kesedihan, bumi ini akan menjadi rumah kekal bagi orang-orang tebusan.” -Review, 22 Ok­tober 1908 (Adventist Home, 540, 2-3).

Hak istimewa umat tebusan.—“Surga adalah tempat yang baik. Saya ingin berada di sana dan memandang Yesus yang indah, yang telah memberikan nyawaNya bagi saya, dan saya akan diubahkan ke dalam citraNya yang mulia. Oh, apakah bahasa yang dapat menyatakan kemuliaan dunia yang terang nanti itu! Saya haus akan mata air hidup yang menjadikan gembira kota Tuhan kita.”-Early Writings, 39:2.

Adam dikembalikan kepada Rumah Edennya.—“Ada rumah-rumah bagi para musafir dari bumi. Ada  jubah-jubah bagi orang-orang benar, dengan mahkota kemuliaan dan palma kemenangan. Segala yang membingungkan kita, dalam pemeliharaan Tuhan akan menjadi jelas di dunia yang akan datang. Perkara-perkara yang sulit dipahami kemudian akan memperoleh penjelasan. Misteri kasih karunia akan dibukakan di hadapan kita. Di mana pikiran kita yang terbatas hanya menemukan kebingungan dan janji-janji yang terputus-putus, kita akan melihat keselarasan yang paling indah dan sempurna. Kita akan mengetahui bahwa kasih tak terhingga memerintah pengalaman-pengalaman yang tampaknya paling berat. Ketika menyadari pemeliharaanNya yang lembut yang menjadikan segala sesuatu bekerja bersama-sama demi kebaikan kita, kita akan bersukacita dengan sukacita yang tak terkatakan dan penuh dengan kemuliaan.

“Kita akan pulang ke rumah. Dia yang sangat mengasihi kita sehingga rela mati demi kita telah membangunkan bagi kita sebuah kota. Yerusalem Baru adalah tempat perhentian kita. Tidak akan ada lagi kesusahan di Kota Tuhan. Tidak ada ratap tangis, tidak ada nyanyian ratapan karena pengharapan yang hancur dan perasaan kasih yang terkubur, akan pernah terdengar lagi. Segera pakaian beban berat akan digantikan dengan pakaian pesta perkawinan. Segera kita akan menyaksikan penobatan Raja kita. Orang-orang yang kehidupannya telah bersembunyi di dalam Kristus, orang-orang yang di dunia ini telah berperang perang iman yang baik, akan bersinar dengan kemuliaan Penebus dalam kerajaan Tuhan.” -9 Testimonies, 286:2; 287:1 (Adventist Home, 542:2-543:0).

“Dari pemandangan sukacita surgawi [kenaikan Kristus] akan datang kepada kita di bumi gema perkataan Kristus sendiri, ” Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Yohanes 20:17. Keluarga surga dan keluarga bumi adalah satu.  Bagi kita Tuhan kita naik, dan bagi kita Dia hidup. “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” Ibrani 7:25. “-Desire of Ages, 835:2 (Adventist Home, 543:1; 544:3).

Meski ditunda, janji itu adalah pasti. “Kita telah menunggu lama bagi kembalinya Juruselamat kita. Namun janji itu adalah pasti. Segera kita akan tiba di rumah perjanjian kita. Di sana Yesus akan menuntun kita di sisi sungai kehidupan yang mengalir dari takhta Tuhan dan akan menerangkan bagi kita pemeliharaan yang gelap dari mana di bumi ini Dia telah membawa kita untuk menyempurnakan tabiat-tabiat kita. Di sana kita akan melihat dengan pandangan yang tak akan redup tentang keindahan Eden yang dipulihkan. Dengan meletakkan di kaki Penebus itu mahkota-mahkota yang telah diletakkanNya di atas kepala kita, dan menyentuh harpa kita, kita akan mengisi seluruh surga dengan pujian kepadaNya yang duduk di atas takhta itu.”  ­8 Testimonies, 254:3 (Adventist Home, 544:4-545:0).

“Biarlah segala yang indah di dalam rumah bumi kita mengingatkan kita akan sungai hablur dan padang yang hijau, pohon-pohon yang berayun dan mata air kehidupan, kota yang bersinar dan para penyanyi yang berjubah putih, tentang rumah surgawi kita—tentang dunia keindahan yang tidak dapat digambar oleh seorang senimanpun, tidak ada lidah fana yang dapat menceritakannya.  “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” 1 Korintus 2:9.”-Review, July 11, 1882 (Adventist Home, 545:1).

Pekerjaan lulusan di dunia kekal.—“Apakah menurutmu kita tidak akan mempelajari apapun di sana? Kita tidak memiliki gagasan terkecil sekalipun tentang apa yang akan dibukakan kemudian di hadapan kita. Dengan Kristus kita akan berjalan di sisi air sungai hidup. Ia akan membukakan kepada kita keindahan dan kemuliaan alam. Ia akan menyatakan apa artinya DiriNya bagi kita dan apa artinya kita bagiNya. Kebenaran tidak dapat kita mengerti sekarang karena keterbatasan-keterbatasan fana, namun kita akan mengerti kelak.” –Counsels to Teachers, 162:2 (Adventist Home, 547:2).

“Keluarga Kristen haruslah menjadi sekolah pelatihan yang daripadanya anak-anak akan lulus menuju sekolah lanjutan di istana-istana Tuhan.”-Review, 30 Maret 1897 (Adventist Home, 547:3).

“Surga adalah sebuah sekolah; bidang pelajarannya adalah alam semesta; gurunya, Dia Yang Maha Kuasa. cabang sekolah ini didirikan di Eden; dan ketika rencana penebusan telah tercapai, pendidikan akan berlangsung kembali di sekolah Eden.

“Di antara sekolah yang didirikan di Eden pada awalnya dan sekolah kekal terdapat seluruh jalan sejarah dunia ini—sejarah pelanggaran dan penderitaan manusia, tentang pengorbanan ilahi, tentang kemenangan terhadap kematian dan dosa… Dipulihkan kepada hadiratNya, manusia akan kembali diajar oleh Tuhan, sebagaimana pada mulanya: “Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!” Yesaya 52:6.

“Di sana, ketika tirai yang menutupi pandangan kita akan disingkirkan dan mata kita dapat memandang dunia keindahan yang sekarang hanya dapat sekilas kita lihat melalui mikroskop; ketika kita melihat kepada kemuliaan surga. Yang sekarang hanya dapat kita lihat dari jauh melalui teleskop, ketika kebinasaan dosa disingkirkan, seluruh bumi akan tampak “dalam keindahan Tuhan Allah kita,’ betapa suatu bidang yang terbuka untuk kita pelajari!” Education, 301:1, 6; 302:0,3; 303:4. (Adventist Home, 547:4-­ 548:0).

Pada perbatasan dalam kegenapan.—“Kita hidup pada masa yang paling khidmat dalam sejarah bumi ini, tidak boleh lagi ada waktu untuk berbuat dosa; adalah selalu berbahaya untuk melanjutkan berbuat dosa, namun dalam artian khusus ini adalah benar pada masa kini. Sekarang kita berada di perbatasan dunia kekal dan berdiri dalam hubungan yang paling khidmat dengan waktu dan kekekalan dibandingkan sebelumnya. Sekarang biarlah setiap orang menyelidiki di dalam hatinya sendiri dan memohon terang sinar Surya Kebenaran untuk menyingkirkan seluruh kegelapan rohani dan membersihkan kita dari segala kenajisan” -Testimonies to Ministers, 147:1-2.

 “Bagi kita yang sedang berdiri di ujung perbatasan kegenapannya, saat yang mendalam, minat yang hidup, adalah perbatasan-perbatasan ini tentang perkara-perkara yang akan datang—yang, dari sejak orangtua pertama kita membalikkan langkah dari Eden, anak-anak Tuhan telah menunggu dan berjaga, merindukan dan berdoa bagi peristiwa-peristiwa ini!

Wahai saudaraku para musafir, kita masih berada di tengah-tengah bayang-bayang dan huru-hara kegiatan-kegiatan dunia, namun segera Juruselamat kita akan muncul untuk membawa keselamatan dan perhentian. Marilah kita dengan iman memandang masa kekal yang berbahagia, seperti yang digambarkan oleh tangan Tuhan,” ­Prophets and Kings, 731:3-732:0 (Adventist Home, 549:3-550:1).

7 -Christian Service 266:1-275:1

 

Tak Ternilai. “Bukanlah perkara sia-sia jikalau kita melayani Tuhan. Ada upah yang tak ternilai harganya bagi orang-orang yang membaktikan kehidupan mereka untuk melayani Dia, “-4 Testimonies, 107:9 (Christian Service, 266:1).

“Setiap pengorbanan yang dibuat di dalam pelayananNya akan diganjar sesuai dengan “kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah -limpah” Efesus 2:7.  “-The Desire of Ages, 249:1 (Christian Service, 266:2).

“Upah bagi kita karena bekerja dengan Kristus di dunia ini adalah kuasa yang lebih besar dan kesempatan istimewa yang lebih luas untuk bekerja dengan Dia di dunia yang akan datang.” -Christ’s Object Lessons, 361:4 (Chris­tian Service, 266:3).

Dasar Penilaian. “Nilai pelayanan kepada Tuhan diukur oleh roh yang telah dikaruniakan di dalamnya, bukan dari banyaknya waktu yang digunakan dalam pekerjaan itu.”-9 Testimonies, 74:2 (Christian Service, 266:4).

“Keberhasilan dan kemajuan dalam kehidupan ilahi bergantung kepada peningkatan dalam talenta-talenta yang dipinjamkan kepada mereka. Upah masa depan mereka akan sesuai dengan integritas dan ketulusan mereka melayani Tuhan.”­ Review, 1 Maret 1887 (Christian Service, 266:5).

“Tuhan memiliki sebuah pekerjaan besar yang harus diselesaikan, dan Ia akan memberikan karunia yang tertinggi dalam kehidupan kelak kepada orang-orang melakukan pelayanan yang paling rela dan setia dalam kehidupan masa kini.” -Christ’s Ob­ject Lessons, 330:1 (Christian Service, 266:6).

“Orang-orang yang datang ke kebun anggur pada jam kesebelas akan bersyukur atas kesempatan untuk bekerja. Hati mereka dipenuhi rasa syukur kepada dia yang telah menerima mereka; dan pada penutupan hari, pemilik kebun membayar mereka dengan upah kerja sehari penuh, mereka amat terkejut. Mereka mengetahui mereka tidak pantas menerima upah itu. Dan kebaikan yang diungkapkan dalam wajah pemilik itu memenuhi mereka dengan sukacita. Mereka tidak pernah melupakan kebaikan si pemilik kebun, ataupun upah yang besar yang telah mereka terima.

“Maka demikianlah dengan orang berdosa, yang, mengetahui ketidaklayakannya, telah masuk ke dalam kebun anggur Sang Tuan pada jam kesebelas. Masa pelayanannya tampaknya pendek, ia merasa bahwa ia tidak layak menerima upah; namun ia dipenuhi dengan sukacita bahwa Tuhan telah menerima dia pada akhirnya. Ia bekerja dengan semangat yang penuh percaya dan rendah hati, bersyukur karena kesempatan istimewa menjadi rekan sekerja dengan Kristus. Semangat inilah yang berkenan bagi Tuhan untuk mendapatkan kehormatan.”-Christ’s Object Lessons, 397:3-398:0 (Christian Service, 266:7-267:1).

Upah yang Pasti. “Orang yang telah dipilih, ‘masing-masing dengan tugasnya’ (Markus 13:34), sesuai dengan kemampuannya, tidak akan pernah membiarkan pelaksanaan pekerjaan yang setia tanpa imbalan. Setiap tindak kesetiaan dan iman akan dimahkotai dengan tanda istimewa dari perkenan dan persetujuan Tuhan. Kepada setiap pekerja diberikan janji, “Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” Mazmur 126:6. “-5 Testimonies, 395:4 (Christian Service, 267:2).

“Betapapun pendeknya waktu  pelayanan kita ataupun sederhananya pekerjaan kita, jikalau dalam iman yang sederhana kita mengikut Kristus, kita tidak akan dikecewakan dengan upahnya. Upah yang bahkan tidak akan dapat diperoleh oleh orang yang paling berhikmat sekalipun, dapat diterima oleh orang yang paling lemah dan rendah hati. Pintu gerbang emas surga terbuka bukan bagi orang yang meninggikan dirinya. Pintu itu tidak diangkat bagi orang-orang yang sombong hatinya. Namun pintu penghalang kekal itu akan terbuka lebar bagi sentuhan gemetar seorang anak kecil. Berbahagialah ganjaran kekal bagi orang-orang yang telah bekerja bagi Tuhan dalam kesederhanaan iman dan kasih. “­Christ’s Object Lessons, 404:2 (Christian Service, 267:3).

“Pada dahi orang-orang yang melakukan pekerjaan ini akan dikenakan mahkota pengorbanan. Akan tetapi mereka akan menerima upahnya.”-6 Testimonies, 348:3 (Christian Service, 267:4).

“Setiap tindakan, setiap perbuatan keadilan dan belas kasihan dan kemurahan hati, menjadi musik di dalam surga. Dari takhtaNya, Allah Bapa memandang dan memasukkan para pelakunya menjadi kekayaanNya yang amat berharga. “Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam.” Maleakhi 3:17. Setiap tindak belas kasihan kepada orang yang membutuhkan atau yang menderita menjadi seolah dilakukan kepada Yesus. Siapapun yang membantu orang miskin, atau bersimpati dengan orang-orang yang teraniaya dan tertindas, dan bersahabat dengan yatim piatu, membawa dirinya kepada hubungan yang semakin dekat dengan Yesus,” ­Review, 16 Agustus  1881 (Christian Service, 268:1).

“Kristus memandang seluruh tindak belas kasihan, kemurahan hati, dan pertimbangan yang penuh perasaan bagi orang-orang yang tidak beruntung, orang buta, lumpuh, sakit, janda, dan yatim piatu, seolah dilakukan kepada DiriNya; dan pekerjaan-pekerjaan ini disimpan di dalam catatan surgawi, dan akan diberi upah.” -3 Testimonies, 512:1-513:0 (Christian Service, 268:2).

Imbalan yang Adil. “Tuhan itu baik. Ia murah hati dan lembut hatiNya. Ia kenal dengan setiap anak-anakNya. Ia mengetahui apa yang masing-masing kita lakukan. Ia mengetahui berapa banyak imbalan yang harus diberikan kepada masing-masing orang. Tidak inginkah kamu menuliskan daftar imbalanmu dan daftar kutukanmu, dan membiarkan Tuhan melakukan pekerjaanNya sendiri? Kamu akan diberikan mahkota kemuliaan jikalau kamu melakukan pekerjaan yang diberikan oleh Tuhan kepadamu.” -Southern Watchman, 14 Mei 1903 (Christian Service, 268:3),

“Tuhan menghendaki agar kita menyerahkan di dalam Dia tanpa bertanya berapakah upah kita. Ketika Kristus berdiam di dalam jiwa, pikiran tentang upah bukanlah yang terutama. Ini bukanlah motif yang mendorong pelayanan kita.” -Christ ‘s Object Lessons, 398:1 (Christian Service, 268:4).

“Dari kamar loteng, bangsal, sel bawah tanah, tiang gantungan, dari gunung-gunung dan padang gurun, dari gua-gua di bumi dan palung-palung lautan, Kristus akan mengumpulkan anak-anakNya kepadaNya. Di bumi mereka telah miskin, diganggu dan disiksa. Berjuta orang telah masuk ke liang kubur dibebani dengan kekejian karena mereka menolak untuk menyerah kepada tuntutan-tuntutan tipu daya Setan. Dengan pengadilan manusia anak-anak Tuhan telah dituduh sebagai penjahat terkeji. Namun harinya semakin dekat ketika “Tuhan Sendirilah adalah hakim.’ Kemudian keputusan-keputusan bumi akan dibalik. 25:8 “dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi” Yesaya 25:8. Jubah putih akan diberikan kepada mereka masing-masing. “Orang akan menyebutkan mereka “bangsa kudus”, “orang-orang tebusan TUHAN.” Yesaya 62:12. ” -Christ’s Object Lessons, 179:3-180:0 (Christian Service, 268:5-269:0).

Upah di Masa Depan

 

Kehidupan Kekal.—“Dengan usaha-usaha yang penuh pemikiran dan sungguh-sungguh untuk menolong di mana pertolongan itu diperlukan, orang-orang Kristen yang sejati menyatakan kasihnya bagi Tuhan dan bagi sesama manusia. Ia mungkin kehilangan nyawanya dalam pelayanan; namun ketika Kristus datang untuk mengumpulkan permata-permataNya kepadaNya, ia akan memperolehnya kembali.” -9 Testimonies, 56:3 (Chris­tian Service, 271:5).

Sambutan Selamat Datang yang Mulia.—“Jikalau catatan menunjukkan bahwa ini telah menjadi kehidupan mereka, bahwa tabiat-tabiat mereka telah ditandai dengan kelembutan, penyangkalan diri, dan kemurahan hati, mereka akan menerima jaminan yang penuh berkat dan penghormatan dari Kristus, “Baik sekali.” “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.”Matius 25:34. “-3 Testimonies, 525:1 (Christian Service, 272:1).

Sukacita.—“Upah bagi para pekerja Kristus adalah masuk ke dalam sukacitaNya. Sukacita itu, yang ditunggu-tunggu oleh Kristus Sendiri dengan penuh kerinduan yang besar, dinyatakan dalam permohonanNya kepada BapaNya. “Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku.” Yohanes 17:24. “-6 Testimonies, 309:2 (Chris­tian Service, 272:3).

“Di dalam kehidupan kita di sini, di bumi ini, sekalipun dibatasi oleh dosa, sedang berlangsung pelayanan sukacita terbesar dan pendidikan tertinggi. Dan di masa depan, yaitu keadaan tanpa ada penghalang oleh keterbatasan-keterbatasan kemanusiaan yang berdosa, sukacita dan pendidikan itu melayani sehingga akan diperoleh sukacita dan pendidikan yang tertinggi—yaitu kesaksian, dan selalu sementara kita bersaksi, kita mempelajari sesuatu yang baru: “Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” Kolose 1:27. “­Education, 309:1 (Christian Service, 272:4-273:0).

“Mereka berbagi dalam penderitaan Kristus, dan mereka akan berbagi juga dalam kemuliaan yang akan dinyatakan. Dengan bersatu di dalam Dia dalam pekerjaanNya, minum bersama Dia dari cawan kesedihan, mereka mengambil bagian juga dalam sukacitaNya.” -Mount of Blessings, 13:0 (Christian Service, 273:1).

Buah dari penaburan benih.—“Setiap denyut Roh Kudus menuntun manusia kepada kebaikan dan kepada Tuhan, dicatat di dalam buku-buku surga, dan pada hari Tuhan setiap orang yang telah memberikan dirinya sebagai alat bagi pekerjaan Roh Kudus akan diizinkan untuk memandang apa yang dihasilkan oleh kehidupannya.” -6 Testimonies, 310:1 (Christian Service, 273:2).

“Ketika umat tebusan berdiri di hadapan Tuhan, jiwa-jiwa yang berharga akan menjawab bagi diri mereka yang ada di sana karena usaha-usaha yang sabar dan setia yang telah dilakukan demi mereka, permohonan dan bujukan yang tulus untuk lari kepada Benteng kekuatan itu. Maka orang-orang, yang di dalam dunia ini telah menjadi pekerja bersama Tuhan, akan menerima upah mereka.” -8 Testimonies, 98:3 (Christian Service, 273:3).

“Betapa ada sukacita di sana ketika orang-orang tebusan bertemu dan menyambut mereka yang telah terbeban demi mereka! Dan orang-orang yang telah hidup, bukan untuk menyenangkan diri mereka sendiri, melainkan menjadi berkat bagi orang-orang yang tidak beruntung yang memiliki begitu sedikit berkat,–betapa  hati mereka akan tergetar oleh kepuasan! Mereka akan menyadari janji itu, “Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” Lukas 14:14.“-Gospel Work­ers, 519:1 (Christian Service, 273:4).

“Di surga kita akan melihat orang-orang muda yang telah kita tolong, orang-orang yang kita undang ke rumah kita, yang kita tuntun keluar dari pencobaan. Kita akan melihat wajah mereka mencerminkan cahaya kemuliaan Tuhan.” -6 Testimonies, 348:3 (Chris­tian Service, 273:5).

“Menjadi rekan sekerja dengan Kristus dan malaikat-malaikat surga dalam rencana besar keselamatan! Pekerjaan apakah yang dapat dibandingkan dengan ini! Dari setiap jiwa yang diselamatkan, datang kepada Tuhan imbalan kemuliaan, yang tercermin pada orang yang selamat, dan juga pada orang yang menjadi alat bagi keselamatannya.” -2 Testimonies, 232:1 (Christian Service, 273:6).

“Umat tebusan akan bertemu dan mengenali orang-orang yang perhatiannya telah mereka arahkan kepada Juruselamat yang ditinggikan. Betapa percakapan yang berbahagia akan mereka miliki dengan jiwa-jiwa ini! ‘Saya dahulu adalah orang berdosa,’ katanya, ‘tanpa Tuhan dan tanpa pengharapan di dalam dunia; dan anda datang kepadaku, dan menarik perhatianku kepada Juruselamat yang mulia itu sebagai satu-satunya pengharapan saya. Dan saya percaya kepadaNya. Saya bertobat dari dosa-dosa saya, dan didudukkan bersama-sama dengan orang-orang kudusNya di tempat-tempat surgawi di dalam Kristus Yesus.’ Yang lain akan berkata: ‘Dahulu saya adalah seorang kafir di negeri-negeri kafir. Anda meninggalkan sahabat-sahabat anda dan rumah anda yang nyaman, dan datang untuk mengajar saya bagaimana menemukan Yesus, dan saya percaya kepadaNya sebagai satu-satunya Tuhan yang sejati. Saya menghancurkan berhala-berhala saya, dan menyembah tuhan, dan sekarang saya melihat Dia muka dengan muka. Saya selamat, selamat selamanya, selalu memandang Dia yang saya kasihi. Dahulu saya melihat Dia hanya dengan mata iman, namun sekarang saya melihat Dia sebagaimana Dia adanya. Saya sekarang dapat menyatakan rasa syukur saya atas kasih kemurahan penebusannya kepada Dia yang mengasihi saya, dan membasuh saya dari dosa-dosa saya dalam darahNya.” -Gospel Workers, 518:2 (Christian Service, 274:1).

“Orang-orang yang lain akan menyatakan rasa terima kasih mereka kepada orang-orang yang memberi makan kepada orang-orang yang lapar dan memberi pakaian kepada yang telanjang. ‘Ketika keputusasaan memenuhi jiwa saya dalam ketidakpercayaan, Tuhan mengirimkan anda kepada saya,’ kata mereka, ‘untuk menyampaikan perkataan penghiburan dan pengharapan. Anda membawakan saya makanan untuk kebutuhan tubuh saya, dan anda membukakan Firman Tuhan kepada saya, menyadarkan saya akan kebutuhan rohani saya. Anda memperlakukan saya sebagai seorang saudara. Anda bersimpati dengan saya dalam kesedihan saya, dan memulihkan jiwa saya yang memar dan terluka. Di dalam ketidaktahuan saya, anda mengajarkan saya dengan sabar bahwa saya memiliki Bapa di surga yang memperhatikan saya. Anda membacakan bagi saya janji-janji dalam Firman Tuhan yang berharga. Anda mengilhami di dalam saya iman bahwa Ia akan menyelamatkan saya. Hati saya dilembutkan, dikalahkan, dihancurkan, ketika saya merenungkan pengorbanan yang telah dilakukan oleh Kristus bagi saya. Saya menjadi lapar akan roti hidup, dan kebenaran itu berharga bagi jiwa saya. Saya di sini sekarang, selamat, selamat untuk selamanya, selalu hidup dalam hadiratNya, dan memuji Dia yang telah menyerahkan nyawaNya bagi saya.’ ” -Gospel Workers, 518:3-519:0 (Christian Service, 274:02).

KEKEKALAN DI SEBERANG (Bagian 2)

akhir zaman

SEBUAH PENGLIHATAN YANG TERINCI TENTANG UPAH BAGI ORANG SETIA!

[AkhirZaman.org] Bagian kedua ini berisikan “kutipan-kutipan surgawi” dari Tulisan Inspirasi (Nubuat). Bagian pertama, yang telah anda baca sebelumnya, berisikan pernyataan-pernyataan tentang surga dari buku-buku Kemenangan Akhir dan Tulisan-Tulisan Permulaan. Bagian kedua di bawah ini, berisikan kutipan-kutipan tentang topik yang sama (surga, bumi yang baru, ditambah fokus agar kita tiba di sana) dari buku-buku yang diwahyukan lainnya yang diterbitkan.

Berikut ini adalah sumber dan urutan bagian kedua ini:

Tanpa menyertakan Kemenangan Akhir dan Tulisan-Tulisan Permulaan, halaman-halaman belakang dari enam belas buku Tulisan Inspirasi berisikan pernyataan-pernyataan yang ditulis langsung atau kumpulan tentang surga. Keenam belas kumpulan ini untuk pertama kalinya disatukan di sini. Seperti yang dapat anda duga, ada banyak pernyataan yang mengulang. Sebagian daripadanya telah dikeluarkan. Hasilnya adalah sebuah perbendaharaan kekayaan dari hampir setiap pernyataan dalam Nubuatan tentang surga dan bumi yang baru. Juga termasuk di dalamnya adalah setiap kutipan Alkitab dalam keenam belas buku tersebut. Sekali lagi, kutipan ayat Alkitab yang berulang telah dikeluarkan.

Setelah mempertimbangkan dengan seksama, diputuskan untuk membiarkan bagian-bagian yang dikutip dari keenam belas buku tersebut. Ini menjadikannya presentasi bahan yang lebih bervariasi dan penuh warna. Sebagian dari pernyataan-pernyataan tersebut berbicara seperti apakah berada di sana. Judul paragraf dan sub-paragraf, yang dari mana kutipan itu berasal, juga disertakan. Akan tetapi, dari masing-masing kumpulan materi dari keenam belas buku tersebut, disertakan referensi sumber asli dari masing-masing kutipan yang terpisah. Dengan cara ini, anda selalu akan dapat mengetahui kapan kutipan itu dimulai dan kapan berakhir. (Sebagai contoh adalah kutipan-kutipan tentang surga yang diambil dari 7 Bible Commentary. Sebuah subjudul pendahuluan menjelaskan bahwa kutipan-kutipan itu semuanya diambil dari halaman-halaman tertentu dalam buku tersebut. Namun referensi asli diberikan kemudian di akhir setiap kutipan, sehingga anda dapat mengenalinya sebagai kutipan-kutipan yang terpisah.)

Di sepanjang bagian terakhir dari pernyataan-pernyataan tentang rumah kekal kita, tidak satupun bahan kutipan yang berasal dari Tulisan Inspirasi diberi tanda cetak miring. Tidak diperlukan lagi demikian, karena peristiwa-peristiwa waktu kemudian akan tertelan oleh kedamaian dan kebahagiaan kekal.

Akan tetapi sebagian dari paragraf-paragraf tersebut, yang sepenuhnya berisikan kutipan ayat-ayat Alkitab, dicetak dengan huruf miring. Ini dilakukan untuk menekankan kenyataan bahwa  bagian tersebut adalah ayat-ayat Alkitab yang ditambahkan oleh para penyunting E.G. White Estate pada bagian atas dari halaman-halaman buku Morning Watch (Penunggu Pagi). (Dalam beberapa contoh, satu-satunya yang ditambahkan dari suatu halaman buku Penunggu Pagi adalah ayat Alkitab; seluruh bagian lainnya dari halaman tersebut telah dihapuskan karena itu mengulangi apa yang telah dikutip di tempat lain dalam bagian ini.) Bagian ini dibagi menjadi dua bagian besar (buku-buku yang bukan kumpulan dan buku-buku kumpulan). Berikut ini adalah keenam belas bagian tersebut:

Buku-buku yang bukan kumpulan:

1 –       Education. 303:1-309:3 (Pendidikan)

2 –       Acts of the Apostles, 601:1-602:3 (Kisah Para Rasul)

3 –       Steps to Christ, 125:1-126:2 (Kebahagiaan Sejati)

4 –       Christ’s Object Lessons, 421:1-2 (Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus

Buku-buku kumpulan:

5 –       Child Guidance, 560:1-569:2 (Membimbing dan Mendidik Anak)

6 –       Adventist Home, 533:1-550:2 (Rumah Tangga Advent)

7 –       Christian Service, 266:1-275:1

8 –       Counsels on Stewardship, 348:1-350:2 (Nasehat Penatalayanan)

9 –       Publishing Ministry, 402:1-404:1

10 – Gospel Workers, 512:1-517:4; 519:2 11 – 7 Bible Commentary, 988:1-990:6

12 – My Life Today, 347:1-369:4

13 – Faith I Live By, 359:1-371:5

14 – Reflecting Christ, 378:1-8

15 – Amazing Grace, 360:1-367:4

16 – Maranatha, 316:1-334:4; 349:1-373:4

Betapa pentingnya bahwa masing-masing dari kita tetap berada dekat dengan Bapa kita sampai akhir! Oleh karena kasih karunia Yesus Kristus yang ajaib, sebagai anak Tuhan yang setia dan taat, anda berkesempatan istimewa untuk membaca tentang masa depan anda.

1-      Education 303:1-309:3

“Dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.” Wahyu 22:4.

“Di sana, ketika tirai yang menggelapkan pandangan kita akan disingkapkan, dan mata kita akan memandang dunia yang penuh keindahan yang tentangnya sekarang kita hanya menangkap secercah saja melalui mikroskop; ketika kita memandang kepada kemuliaan surga, yang sekarang diteropong dari jauh melalui teleskop; ketika kebinasaan dosa dihapuskan, seluruh bumi akan tampak dalam keindahan Tuhan Allah kita; betapa suatu bidang yang terbuka untuk dipelajari! Di sana pelajar-pelajar ilmu pengetahuan akan membaca catatan-catatan penciptaan, dan tidak melihat sesuatupun yang mengingatkan kepada hukum kejahatan. Ia dapat mendengarkan musik suara alam, dan tidak melihat satupun nada ratapan atau nada kesedihan. Di dalam seluruh ciptaan ia dapat melacak satu tulisan tangan —di alam semesta yang luas memandang ‘nama Tuhan tertulis dengan besar,’ dan di dalam bumi atau laut atau angkasa tidak ada satu tanda penyakitpun yang masih tertinggal.” -Education, 303:4.

“Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus,” firman TUHAN.” Yesaya 65:25

“Di sana manusia akan dipulihkan kepada kerajaannya yang telah hilang, dan tingkatan makhluk yang lebih rendah kembali lagi akan mengetahui kelalaian mereka; yang kejam menjadi lembut, dan yang takut menjadi penuh percaya.

“Akan terbuka bagi pelajar, tentang sejarah dengan ruang lingkup tak terhingga, dan tentang kekayaan yang tak dapat digambarkan. Di sini, dari dasar firman Tuhan, pelajar diberi pandangan tentang suatu bidang sejarah yang  amat luas, dan dapat memperoleh pengetahuan tentang prinsip-prinsip yang mengatur perjalanan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia. Akan tetapi pandangannya masih kabur dan pengetahuannya tidak lengkap. Baru setelah ia berdiri dalam terang kekekalan maka ia akan melihat segala sesuatu secara jelas.

“Tirai yang membatasi antara dunia yang tampak dan tak tampak akan ditarik, dan perkara-perkara yang ajaib akan dinyatakan.

“Barulah setelah pemeliharaan Tuhan tampak dalam terang kekekalan maka kita dapat memahami apa hutang kita terhadap pemeliharaan dan campur tangan para malaikatNya. Makhluk-makhluk surga telah mengambil bagian aktif dalam urusan-urusan manusia. Mereka tampak dalam pakaian yang bersinar seperti kilat; mereka telah muncul sebagai manusia, dalam jubah musafir. Mereka telah menerima keramahan rumah-rumah manusia; mereka telah bertindak sebagai penuntun bagi musafir yang kemalaman.”

“Meskipun para pemimpin dunia ini tidak mengetahuinya, namun seringkali di dalam pertemuan-pertemuan mereka para malaikat menjadi pembicara-pembicara. Mata manusia telah memandang mereka. Telinga manusia telah mendengarkan permohonan mereka. Di dalam ruangan dewan, ruang pengadilan, para utusan surga telah membela kasus orang-orang yang dianiaya dan ditekan. Mereka telah mengalahkan tujuan-tujuan dan menangkap iblis-iblis yang dapat membawa celaka dan penderitaan kepada anak-anak Tuhan. Kepada para pelajar di sekolah surgawi, kesemuanya ini akan dibukakan.

“Setiap orang tebusan akan memahami pelayanan para malaikat di dalam kehidupannya sendiri. Malaikat yang menjadi penjaganya dari saat paling awal; malaikat yang menjaga langkahnya, dan menutupi kepalanya pada hari bencana; malaikat yan bersama dia dalam lembah bayang kematian, yang menandai tempat peristirahatannya, yang pertama kali menyambut dia pada pagi hari kebangkitan —betapa jikalau dapat berbicara dengan dia, dan belajar sejarah campur tangan ilahi dalam kehidupan manusia, tentang kerja sama ilahi dalam setiap pekerjaan bagi kemanusiaan!

“Segala kebingungan dalam pengalaman hidup kemudian akan dijadikan jelas. Apa yang bagi kita hanya tampak sebagai kebingungan dan kekecewaan, tujuan-tujuan yang patah dan rencana-rencana yang berbelok, akan tampak sebagai suatu tujuan yang besar, menguasai dan menang, sebuah keselarasan ilahi.

“Di sana semua orang yang telah bekerja dengan semangat yang tidak mementingkan diri sendiri akan memandang buah dari pekerjaan mereka. Hasil  dari setiap prinsip yang benar dan perbuatan yang mulia akan tampak. Sebagian dari perkara ini kita lihat di sini. Namun betapa kecil hasil dari pekerjaan yang termulia di dunia dalam kehidupan ini dinyatakan kepada si pelaku! Betapa banyak yang bekerja tanpa mementingkan diri sendiri dan tanpa kenal lelah bagi orang-orang yang melampaui jangkauan dan pengetahuan mereka! Para orangtua dan guru-guru terbaring dalam tidur mereka, pekerjaan selama hidup mereka tampaknya berjalan sia-sia; mereka tidak mengetahui bahwa kesetiaan mereka telah membukakan sumber-sumber berkat yang tidak akan berhenti mengalir; hanya dengan iman mereka melihat anak-anak mereka telah dilatih untuk menjadi setia dan inspirasi bagi sesama mereka, dan pengaruh itu berulang seribu kali lipat. Banyak pekerja mengirimkan pekabaran-pekabaran ke dunia tentang kekuatan dan keberanian, perkataan yang membawa berkat kepada banyak hati di setiap negeri; namun, bekerja dalam kesendirian dan ketidakjelasan, ia hampir tidak mengetahui hasilnya. Maka karunia-karunia diberikan, beban-beban ditanggungkan, pekerjaan dilaksanakan. Manusia menabur benih, yang daripadanya, di atas kubur mereka, orang lain menuai panenan yang diberkati. Mereka menanam pohon-pohon, sehingga orang-orang lain dapat memakan buahnya. Mereka puas di sini mengetahui bahwa mereka telah menggerakkan alat-alat bagi kebaikan. Di dunia kekekalan, tindakan dan tanggapan atas semuanya ini akan ditampakkan.

“Tentang setiap karunia yang diberikan oleh Tuhan, yang menuntun manusia kepada usaha-usaha yang tidak mementingkan diri sendiri, sebuah catatan disimpan di surga. Melacaknya kembali dalam baris-barisnya yang panjang, melihat kepada orang-orang yang atas usaha-usaha kita menjadi terangkat dan dimuliakan, memandang di dalam sejarah mereka hasil dari prinsip-prinsip yang benar—ini akan menjadi penelitian dan ganjaran dari sekolah surgawi.

“Akan ada musik di sana, dan nyanyian, seperti halnya musik dan nyanyian, yang disimpan dalam pandangan Tuhan, tidak ada telinga fana yang pernah mendengarkannya atau pikiran fana memahaminya.

“Dan para penyanyi dan pemain alat musik ada di sana.” Mazmur 87:7.

                “Dengan suara nyaring mereka bersorak-sorai, demi kemegahan TUHAN,” Yesaya 24:14.

“Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.” Yesaya 51:3.

“Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Matius 20:28. Pekerjaan Kristus di bawah adalah juga pekerjaanNya di atas, dan upah bagi kita karena bekerja bersama Dia di dunia ini adalah kuasa yang lebih besar dan kesempatan yang lebih luas untuk bekerja bersama Dia di dunia yang akan datang.

“Kamulah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan Akulah Allah.” Yesaya 43:12.

Inilah juga menjadi bagian kita dalam kekekalan.

“Untuk apakah pertempuran besar itu diizinkan berlanjut sepanjang zaman? Mengapa keberadaan Setan tidak diperpendek pada awal dari pemberontakannya? Itu adalah agar alam semesta dapat menjadi yakin tentang keadilan Tuhan dalam menangani kejahatan; sehingga dosa dapat menerima hukuman kekal. Dalam rencana penebusan ada ketinggian dan kedalaman yang kekekalan itu sendiri tidak akan pernah kehabisan, keajaiban-keajaiban yang malaikat-malaikat sendiri ingin melihat ke dalamnya. Hanya umat tebusan sajalah, dari seluruh makhluk ciptaan, yang telah mengenal pertentangan nyata dengan dosa dalam pengalaman mereka sendiri; mereka telah bertempur bersama Kristus, dan bahkan malaikat-malaikat tidak dapat melakukannya, telah masuk ke dalam persekutuan dengan penderitaanNya. Apakah mereka tidak akan memiliki kesaksian tentang ilmu penebusan—tidak adakah sesuatu yang berharga bagi makhluk-makhluk yang telah jatuh?

“Dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: “Hormat!” Mazmur 29:9, dan nyanyian yang dinyanyikan oleh orang-orang tebusan —nyanyian tentang pengalaman mereka—akan menyatakan kemuliaan Tuhan: “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu.” Wahyu 15:3, 4.

“Kemudian, dalam hasil-hasil pekerjaanNya, Kristus akan memandang upahnya. Di dalam rombongan besar yang tidak dapat dihitung oleh manusia, dihadirkan “dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,” Yudas 24. Dia yang darahNya telah menebus dan kehidupanNya telah mengajarkan kita, “akan melihat terang [hasil dari pekerjaan jiwaNya] dan menjadi puas.” Yesaya 53:11. (Education, 303:3-309:3).

2-Acts of the Apostles 601:1-602:3 (Kisah Para Rasul)

“Jikalau gereja hendak mengenakan jubah kebenaran Kristus, menarik diri dari segala kesetiaan dengan dunia, di hadapannya ada fajar hari yang terang dan mulia. Janji Tuhan kepadanya akan berdiri teguh selamanya. Ia akan menjadikan gereja sebuah kemuliaan kekal, sebuah sukacita bagi banyak generasi. Kebenaran, yang dilewatkan oleh orang-orang yang menghina dan menolaknya,akan menang.  Meskipun pada suatu saat tampak tidak berdaya, kemajuannya tidak pernah berhenti. Ketika pekabaran Tuhan menghadapi perlawanan, Ia memberikannya kekuatan tambahan, sehingga akan mengeluarkan pengaruh yang lebih besar. Dengan dikaruniai dengan tenaga ilahi, pekabaran itu akan melaju jalannya melalui pembatas-pembatas yang terkuat dan akan menang atas setiap halangan.

“Apakah yang memelihara Anak Allah selama kehidupanNya yang penuh pekerjaan dan pengorbanan? Ia melihat hasil-hasil dari pekerjaan jiwaNya dan menjadi puas. Ketika melihat ke dalam kekekalan, Ia memandang kebahagiaan dari orang-orang yang melalui kehinaanNya telah menerima pengampunan dan kehidupan kekal. Telinganya menangkap seruan umat tebusan. Ia mendengar umat tebusan menyanyikan nyanyian Musa dan Anak Domba.

“Kita dapat memiliki pandangan tentang masa depan, kebahagiaan surga. Di dalam Alkitab dinyatakan pandangan-pandangan tentang kemuliaan masa depan, pemandangan-pemandangan yang dituliskan oleh tangan Tuhan, dan ini semua adalah berharga bagi gerejaNya. Dengan iman kita akan berdiri di perbatasan kekekalan, dan mendengarkan sambutan yang mulia yang diberikan kepada orang-orang yang dalam kehidupan ini bekerja sama dengan Kristus, menghargainya sebagai suatu kehormatan untuk menderita demi Dia. Sebagaimana perkataan itu diucapkan: “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku,” Matius 25:34. Mereka meletakkan mahkota-mahkota mereka di kaki Penebus, berseru dengan nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” …Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selamalamanya!” Wahyu 5:12, 13.

“Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” Wahyu 7:14-17. “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” Wahyu 21:4. (Acts of the Ap­ostles, 601: 1-602:3).

3-Steps to Christ 125:1-126:2 (Kebahagiaan Sejati)

“Akan tetapi bahkan di sini orang-orang Kristen dapat menikmati sukacita bersekutu dengan Kristus; mereka dapat memiliki terang kasihNya, penghiburan terus menerus dari hadiratNya. Setiap langkah dalam kehidupan dapat membawa kita semakin dekat kepada Yesus, dapat memberikan kita pengalaman yang lebih mendalam tentang kasihNya, dan dapat membawa kita satu langkah lebih dekat kepada rumah damai yang berbahagia. Maka, janganlah kita mencampakkan kepercayaan kita, melainkan mendapatkan jaminan yang pasti, lebih kuat daripada sebelumnya.”Sampai di sini TUHAN menolong kita.” Samuel 7:12, dan Dia akan menolong kita hingga akhir. Marilah kita melihat kepada tiang-tiang peringatan, yang menjadi peringatan bagi kita tentang apa yang telah dilakukan oleh Tuhan untuk menghibur kita dan menyelamatkan kita dari tangan si pembinasa. Marilah kita tetap menyegarkan ingatan kita segala belas kasihan yang lembut yang telah ditunjukkan oleh Tuhan kepada kita,–air mata yang telah dihapuskanNya, kesakitan yang telah dihilangkanNya, kekhawatiran yang telah dihapuskan, ketakutan dibuangkan, keinginan dipenuhi, berkat-berkat dikaruniakan,–yang kesemuanya menguatkan diri kita sendiri bagi segala yang ada di hadapan kita melalui sisa perjalanan kita.

“Kita hanya dapat mengharapkan kesukaran baru dalam pertentangan yang akan datang, namun kita dapat melihat kepada apa yang terjadi di masa lalu dan apa yang akan datang, dan berkata, “Sampai di sini TUHAN menolong kita.” “Selama umurmu kiranya kekuatanmu.” Ulangan 33:25. Pencobaan tidak akan melampaui kekuatan yang akan diberikan kepada kita untuk menanggungnya. Maka marilah kita mengambil pekerjaan kita di mana saja kita menemukannya, dengan percaya bahwa apapun yang ada di hadapan kita, kekuatan yang sesuai dengan pencobaan itu akan diberikan.

Sehubungan dengan warisan mulia yang akan menjadi milik manusia, “Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” Matius 16:26. Ia boleh saja miskin, namun ia memiliki di dalam dirinya suatu kekayaan dan kehormatan yang tidak pernah dapat diberikan oleh dunia. Jiwa yang ditebus dan disucikan dari dosa, dengan segala kuasa yang mulia yang didedikasikan kepada pelayanan bagi Tuhan, adalah harga  yang tak ada tandingannya; dan ada sukacita di dalam surga dalam hadirat Tuhan dan para malaikat karena ada satu jiwa yang ditebus, suatu sukacita yang dinyatakan dalam nyanyian kemenangan” (Steps to Christ, 125: 1-126:2).

4- Christ’s Object Lessons 421:1-2 (Perumpamaan-Perumpamaan Tuhan Yesus)

“Dengan kepala-kepala terangkat, dengan sinar terang dari Surya Kebenaran yang bersinar ke atas mereka, dengan sukacita karena penebusan mereka semakin dekat, mereka maju untuk menemui Pengantin Laki-laki itu, dan berkata, “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan.” Yesaya 25:9.

“Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.” Wahyu 19:6.” -(Christ’s Object Lessons, 421:1-2).

5 – Child Guidance 560:1-569:2

Sebuah pemandangan grafis tentang Hari Penghakiman,-“Saya pernah bermimpi yang di dalamnya saya melihat sebuah kelompok besar berkumpul bersama-sama; dan tiba-tiba langit mengumpulkan kegelapan, dan guntur bergulung, petir menyambar, dan sebuah suara yang lebih keras daripada dentuman guntur yang paling keras terdengar di langit dan di bumi, berkata: ‘Sudah selesai.’ Bagian dari kelompok itu, dengan wajah-wajah yang pucat, bangkit ke depan dengan sebuah ratapan penderitaan, dan berseru: ‘Oh, saya tidak siap.’ Pertanyaan diajukan, “Mengapa kamu tidak siap? Mengapa kamu tidak menggunakan kesempatan-kesempatan yang telah Aku karuniakan kepadamu dengan kemurahan hati?’ Saya terbangun dengan tangisan yang menggema di telinga saya. “Saya tidak siap; saya tidak selamat—Hilang! Hilang! Hilang untuk selama-lamanya!’

“Sehubungan dengan tanggung jawab khidmat yang ada pada kita, marilah kita merenungkan masa depan, sehingga kita dapat memahami apa yang harus kita kerjakan untuk memenuhinya. Pada hari itu kita akan dihadapkan kepada pengabaian dan kehinaan kepada Tuhan dan belas kasihanNya, dengan penolakan akan kebenaran dan kasihNya. Dalam pertemuan yang khidmat pada hari terakhir, dalam pendengaran seluruh alam semesta, akan dibacakan alasan penghukuman bagi orang-orang berdosa. Untuk pertama kalinya orangtua-orangtua akan memahami apa yang menjadi kehidupan rahasia anak-anak mereka. Anak-anak akan melihat berapa banyak kesalahan yang telah mereka lakukan terhadap orangtua mereka. Akan ada pengungkapan besar atas rahasia-rahasia dan motif-motif hati, karena apa yang disembunyikan akan dinyatakan. Orang-orang yang telah menjadikan perkara-perkara khidmat yang berhubungan dengan penghakiman sebagai permainan akan tersadar ketika mereka menghadapi kenyataan yang mengerikan itu.

“Orang-orang yang telah menghinakan Firman Tuhan kemudian akan menghadapi Pengarang dari nubuatan-nubuatan yang diilhamkan. Kita tidak mungkin hidup tanpa mengingat hari penghakiman; karena meskipun hari itu telah ditunda lama, sekarang hari itu dekat, bahkan di depan pintu, dan bergegas dengan cepat. Sangkakala Penghulu Malaikat akan segera mengejutkan orang-orang yang hidup dan membangkitkan orang-orang yang mati. Pada hari itu orang-orang jahat akan dipisahkan dari orang-orang yang benar, seperti gembala memisahkan kambing-kambing dari domba-domba.” -Youth’s Instructor (Amanat kepada Orang Muda), 21 July, 1892 (Child Guidance, 560, 1-8).

Ketika Tuhan bertanya, “Di manakah anak-anak?”—“Para orangtua yang mengabaikan tanggung jawab-tanggung jawab yang diberikan oleh Tuhan harus menghadapi pengabaian itu di dalam penghakiman. Maka Tuhan akan menuntut, “Di manakah anak-anak yang Kuberikan kepadamu untuk engkau ajar bagiKu? Mengapa mereka tidak berada di tangan kananKu? Banyak orangtua yang kemudian melihat bahwa kasih yang tidak bijaksana membutakan mata mereka terhadap kesalahan-kesalahan anak-anak mereka dan membiarkan anak-anak itu mengembangkan tabiat yang cacat yang tidak melayakkan mereka bagi surga. Orang lain akan melihat bahwa mereka tidak menyediakan bagi anak-anak mereka waktu dan perhatian, kasih dan kelemahlembutan; pengabaian atas kewajiban mereka ini menjadikan anak-anak sebagaimana adanya sekarang.”- 4 Testimonies, 424:1 (Child Gui­dance, 561:1).

“Hai para orangtua, jikalau engkau kehilangan kesempatan, Tuhan kasihan kepadamu; karena pada hari penghakiman Tuhan akan berkata, “Apakah yang telah engkau kerjakan dengan kawanan dombaKu, kawananKu yang indah?’”…

“Seandainya kamu harus masuk ke surga dan tidak ada satupun dari anak-anakmu di sana. Bagaimanakah kamu bisa berkata, “Aku di sini Tuhan, dan juga anak-anak yang telah Engkau berikan kepadaku’? Surga mencatat pengabaian oleh para orangtua. Itu semua dicatat di dalam buku-buku surga. -Manuscript 62, 1901 (Child Guidance, 561:2-8).

Keluarga-keluarga akan menjalani peninjauan di hadapan Tuhan.—“Ketika para orangtua dan anak-anak bertemu dalam pertemuan terakhir, betapa itu sebuah pemandangan! Ribuan anak-anak yang telah menjadi budak kepada selera dan kejahatan yang hina, yang kehidupannya adalah kerusakan moral, akan berdiri berhadap-hadapan dengan orangtua mereka yang menjadikan mereka seperti itu. Namun siapakah selain orangtua yang harus menanggung tanggung jawab yang mengerikan ini? Apakah Tuhan menyebabkan orang-orang muda rusak? Oh tidak! Dia menjadikan mereka dalam citraNya, sedikit lebih rendah daripada para malaikat. Lalu, siapakah yang telah melakukan pekerjaan mengerikan mengubah tabiat kehidupan? Siapakah yang mengubah tabiat-tabiat mereka sehingga mereka tidak membawa kesan Tuhan dan harus selamanya dipisahkan dari hadiratNya karena mereka terlalu tidak suci untuk mendapatkan tempat bersama dengan malaikat yang suci di surga yang suci? Apakah dosa-dosa orangtua dipindahkan kepada anak-anaknya dalam selera dan nafsu yang salah? Dan apakah pekerjaan diselesaikan oleh ibu yang mengejar kesenangan dan mengabaikan dalam melatih mereka sesuai dengan pola yang diberikan kepada mereka? Semua ibu-ibu ini akan menjalani peninjauan kembali di hadapan Tuhan, sama pastinya dengan keberadaan mereka.” – 8 Testimonies, 568:2­-569:0 (Child Guidance, 561:4-562:0).

Di surga terdapat catatan bergambar.—“Biarlah para orangtua dan anak-anak mengingat bahwa hari demi hari mereka masing-masing membentuk sebuah tabiat dan bahwa ciri-ciri tabiat ini dicatat di dalam buku-buku surga. Tuhan sedang mengambil gambar dari umatNya, sama pastinya dengan seorang artis yang membuat gambar pria dan wanita, memindahkan ciri-ciri wajah ke kanvas. Jenis gambar apakah yang ingin kamu hasilkan? Para orangtua jawablah pertanyaan ini! Jenis gambar apakah yang akan dibuat oleh Seniman Agung ini tentang anda di dalam catatan-catatan surga?… Kita harus memutuskan tentang ini sekarang. Kelak, ketika kematian tiba, tidak akan ada lagi kesempatan untuk meluruskan tempat-tempat yang bengkok dalam tabiat itu.

“Secara pribadi, bagi kita ini seharusnya menjadi sebuah masalah yang paling penting. Setiap hari keserupaan kita diambil bagi masa kekekalan. Biarlah masing-masing orang berkata, “Saya memiliki keserupaan diambil hari ini.’ Tanyakanlah dirimu setiap hari, setiap jam, “Bagaimanakah perkataan saya kedengarannya oleh para malaikat surgawi? Apakah mereka adalah apel-apel emas dalam gambar-gambar perak? Ataukah perkataan itu seperti hujan es yang besar, yang melukai dan membuat memar?’…

“Bukan saja perkataan dan perbuatan kita, melainkan pikiran kita, membentuk gambar dari siapakah kita. Maka biarlah setiap jiwa menjadi baik dan berbuat baik. Biarlah gambar yang dibuat tentang kamu tidak akan membuat kamu malu. Setiap perasaan yang kita sambut membuat kesannya pada wajah. Tuhan menolong kita untuk membuat catatan di dalam keluarga kita apa yang kita inginkan agar dicatat di dalam catatan surgawi.”-Letter 78, 1901 (Child Guidance, 562:1-569:1).

“Jikalau ibu-ibu mengabaikan untuk mendidik anak-anak mereka secara benar, pengabaian mereka tercermin kembali kepada mereka, menjadikan beban dan kesusahan mereka semakin besar daripada jikalau mereka telah membaktikan waktu dan pengasuhan yang sabar dalam melatih anak-anak mereka kepada penurutan dan penyerahan. Pada akhirnya akan ada upah bagi ibu-ibu yang menjadikan pembentukan tabiat-tabiat anak-anak mereka sebagai pertimbangan yang terutama dan tertinggi, sehingga onak duri tidak akan berakar dan menghasilkan panen yang berlimpah.” -Signs, 5 Agustus 1875 (Child Gui­dance, 563:3).

Anak-anak akan mengutuk para orangtua yang tidak setia.—“Kutukan Tuhan pasti akan turun ke atas orangtua yang tidak setia. Bukan saja mereka sedang menanam onak duri yang akan menjerat mereka di sini, melainkan mereka harus menghadapi ketidaksetiaan mereka sendiri ketika penghakiman akan berlangsung. Banyak anak-anak akan bangkit dalam penghakiman dan mengutuk orangtua mereka karena tidak menghalangi mereka dan menuduhkan kehancuran mereka akibat orangtua mereka. Simpati palsu dan kasih yang buta dari orangtua menyebabkan mereka membenarkan kesalahan-kesalahan anak-anak mereka dan melewatinya tanpa perbaikan, dan sebagai akibatnya, anak-anak mereka hilang, dan darah dari jiwa-jiwa mereka akan ditanggung oleh orangtua yang tidak setia.” -1 Testimonies, 219:1 (Child Guidance, 563:4-564:0).

“Anak-anak akan memberi penghormatan kepada orangtua yang setia.—“Ketika penghakiman berlangsung, dan buku-buku akan dibukakan; ketika perkataan ”Baiklah” dari Hakim Agung diumumkan, dan mahkota kemuliaan kekal ditempatkan di kepala sang pemenang, banyak yang akan mengangkat mahkota mereka di hadapan alam semesta yang berkumpul dan, sembari menunjuk kepada ibu-ibu mereka, berkata, “Dia yang telah menjadikan saya seperti ini melalui kasih karunia Tuhan. Tuntunannya, doa-doanya, telah diberkati menjadi keselamatan kekal bagi saya.’ “-Messages to Young People, 330:1 (Child Gui­dance, 564:1).

Para orangtua membawa anak-anak mereka bersama-sama ke Tanah Perjanjian.—“Tuhan telah mengizinkan terang dari takhtaNya untuk bersinar sepanjang jalan kehidupan. Sebuah tiang awan di siang hari, dan tiang api di malam hari, bergerak di hadapan kita seperti di hadapan bangsa Israel pada zaman dahulu. Adalah menjadi kesempatan istimewa bagi umat Tuhan di masa kini, sebagaimana kesempatan bagi umat Tuhan di masa lalu, untuk membawa anak-anak mereka bersama dengan mereka ke Tanah Perjanjian.” -Signs, November 24, 1881 (Child Guidance, 565:1).

“Engkau menginginkan sebuah rumah tangga bagi Tuhan; engkau menginginkan keluargamu bagi Tuhan. Engkau menginginkan untuk membawa mereka ke pintu-pintu gerbang kota dan berkata, “Di sini aku, ya Tuhan, bersama anak-anak yang telah Engkau berikan kepadaku.” Mereka mungkin pria dan wanita yang telah bertumbuh menjadi dewasa, namun mereka adalah tetap anak-anakmu; dan pendidikan dan pemeliharaanmu terhadap mereka telah diberkati oleh Tuhan, hingga mereka berdiri sebagai pemenang. Sekarang engkau dapat berkata, “Di sini aku, ya Tuhan, bersama anak-anak.'” -Manuscript 49, 1894, (Child Guidance, 565:2).

Ikatan keluarga yang putus akan dihubungkan kembali. “Yesus pada saat kedatangannya, akan datang dengan awan dan kemuliaan besar. Satu rombongan besar malaikat yang bernyanyi akan menyertai Dia. Dia akan datang untuk memuliakan orang-orang yang telah mengasihi Dia dan memelihara hukum-hukumNya, dan membawa mereka kepadaNya. Ia tidak melupakan mereka ataupun janjiNya. Ikatan keluarga akan dihubungkan kembali.” -Review, November 22, 1906 (Child Guidance, 565:3).

Penghiburan bagi ibu  yang terampas.—“”Anda bertanya tentang keselamatan anak-anakmu. Perkataan Kristus adalah jawaban bagimu: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” Markus 10:14. Ingatlah nubuatan itu, “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, ….” Matius 2:18. Maka firman Tuhan, Hentikanlah suara ratapanmu dan hapuskanlah air matamu; karena pekerjaanmu akan mendapatkan upah, demikianlah firman Tuhan; dan mereka akan kembali lagi dari negeri-negeri musuh. Dan ada pengharapan pada akhir hidupmu, demikianlah firman Tuhan, bahwa anak-anakmu akan kembali lagi ke perbatasan-perbatasanmu.’

“Janji itu adalah milikmu. Kamu dapat dihiburkan dan percaya di dalam Tuhan. Tuhan telah sering memerintahkan saya bahwa banyak anak-anak akan diistirahatkan sebelum masa kesukaran. Kita akan melihat anak-anak kita kembali. Kita akan bertemu dengan mereka dan mengenal mereka di dalam pengadilan surgawi. Letakkanlah kepercayaanmu di dalam Tuhan, dan janganlah takut.” -Letter 196, 1899 (Child Gui­dance, 564:3-565:1).

Hari yang telah lama diharapkan.—“Dari hari ketika pasangan pertama melangkahkan kaki yang penuh kesedihan itu keluar dari Eden, anak-anak yang beriman telah menunggu Dia Yang Dijanjikan itu untuk mematahkan kuasa si pembinasa dan membawa mereka kembali ke Firdaus yang hilang itu.” -Great Controversy, 299:1 (Child Gui­dance, 566:4-567:0).

“Surga akan menjadi cukup murah jikalau kita memperolehnya melalui penderitaan. Ketika saya melihat seperti apa kita seharusnya untuk dapat mewarisi kemuliaan, dan kemudian melihat berapa banyak Yesus telah menderita untuk memperoleh bagi kita warisan yang begitu kaya, saya berdoa bahwa kita akan dibaptiskan ke dalam penderitaan Kristus, sehingga kita tidak akan tenggelam pada pencobaan-pencobaan, melainkan menanggungnya dengan kesabaran dan sukacita, mengetahui apa yang telah diderita oleh Yesus sehingga kita melalui kemiskinan dan penderitaanNya dapat menjadi kaya raya,”- Early Writings, 67:1-2 (Child Guidance, 567:1).

“Surga lebih berharga dari apapun!”—“ Surga lebih berharga dari apapun bagi kita. Kita tidak boleh mempertaruhkan resiko apapun dalam perkara ini. Kita tidak boleh berspekulasi apapun di sini. Kita harus mengetahui bahwa langkah-langkah kita diatur oleh Tuhan. Semoga Tuhan menolong kita dalam pekerjaan besar untuk menang. Ia menyediakan mahkota bagi orang-orang yang menang. Ia memiliki jubah putih bagi orang-orang benar. Ia memiliki dunia kemuliaan kekal bagi orang-orang yang mencari kemuliaan, kehormatan dan kekekalan. Setiap orang yang masuk ke dalam Kota Tuhan akan memasukinya sebagai seorang pemenang. Ia tidak akan memasuki kota itu sebagai penjahat terhukum, melainkan sebagai anak Tuhan. Dan sambutan selamat datang yang diberikan kepada setiap orang yang masuk ke sana adalah “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.” Matius 25:34.”­ Christian Temperance and Bible Hygiene, 149 (Child Gui­dance, 567:2).

Mengambil bagian dalam sukacita Kristus.—“Kita melihat serombongan malaikat di masing-masing sisi pintu gerbang; dan sementara kita masuk, Yesus berkata, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.” Matius 25:34. Di sini Ia mengatakan kepadamu untuk mengambil bagian dalam sukacitaNya, dan apakah itu? Itu adalah sukacita melihat penderitaan jiwamu, hai para bapa. Itu adalah sukacita melihat usaha-usahamu, hai para ibu, mendapatkan upahnya. Inilah anak-anakmu; mahkota kehidupan ada di atas kepala mereka, dan para malaikat Tuhan mengekalkan nama-nama ibu mereka yang usaha-usahanya telah memenangkan anak-anak mereka kepada Yesus.” -Manuscript 12, 1895 (Child Guidance, 567:3-568:0).

“Pemandangan-pemandangan tentang kemuliaan di masa depan ini, peristiwa-peristiwa yang digambarkan oleh tangan Tuhan, haruslah menjadi amat berharga bagi anak-anak Tuhan…

“Kita perlu selalu memelihara di hadapan kita pemandangan-pemandangan tentang perkara-perkara yang tidak kelihatan ini. Maka kita akan dapat menetapkan nilai yang benar kepada perkara-perkara kekekalan dan perkara-perkara waktu. Inilah yang akan memberikan kita kuasa untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai kehidupan yang lebih mulia.” -Ministry of Healing, 506:1; 508:2 (Child Guidance, 568:3-4).

“Akankah Tuhan berkata, “Baiklah”?—ketika kamu berdiri—di hadapan takhta putih yang besar itu, ketika pekerjaanmu tampak sebagaimana adanya. Buku-buku itu akan dibukakan, catatan-catatan dari setiap kehidupan dinyatakan. Kepada telinga sebagian orang, perkataan akan terdengar dengan kejelasan yang mengejutkan, “telah ditimbang, dan ditemukan ringan.” Kepada banyak orangtua, Hakim itu akan berkata pada hari itu, “Engkau memiliki PerkataanKU, yang dengan  jelas menentukan kewajibanmu. Mengapa kamu tidak menuruti ajaran-ajarannya? Tidak tahukah kamu bahwa itu adalah suara Tuhan? Tidakkah Aku memerintahkan kamu untuk mempelajari Kitab Suci, sehingga kamu tidak akan tersesat? Kamu bukan saja telah menghancurkan jiwamu sendiri, melainkan melalui kepura-puraanmu menjadi saleh kamu telah salah menuntun banyak orang lain. Aku tidak mengenal kamu. Enyahlah; enyahlah.’

“Sekelompok lain berdiri pucat dan gemetar, yang percaya dalam Kristus, namun ditekan dengan perasaan ketidaklayakan mereka. Mereka mendengar dengan air mata sukacita dan rasa syukur kepada pengumuman Sang Tuan. Hari-hari dengan kerja keras tak kenal lelah, menanggung beban, dan penuh ketakutan dan penderitaan terlupakan ketika suara itu, yang lebih indah daripada musik kecapi malaikat, mengumumkan perkataan itu, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Di sana berdiri serombongan orang-orang tebusan, cabang palma kemenangan ada di tangan mereka, mahkota di atas kepala mereka. Mereka ini adalah orang-orang yang melalui kerja keras mereka yang sungguh-sungguh dan setia telah memperoleh kelayakan bagi surga. Pekerjaan seumur hidup yang dilakukan di bumi diakui di dalam pengadilan surga sebagai pekerjaan yang dilakukan dengan baik sekali.

“Dengan sukacita yang tak terkatakan, para orangtua melihat mahkota, jubah, harpa, yang diberikan kepada anak-anak mereka. Hari-hari penuh pengharapan dan ketakutan telah  berakhir. Benih yang telah ditabur dengan air mata dan doa yang tampaknya telah ditabur dengan sia-sia, namun hasil panenan dituai dengan sukacita pada akhirnya. Anak-anak mereka telah ditebus. Para bapa, ibu akankah suara-suara anak-anakmu menggemakan nyanyian kegembiraan pada hari itu?” -Signs, 1 Juli 1886 (Child Guidance, 568:4-569:2)…(bersambung ke bagian 3)

Pedoman Bagi yang Berencana Menikah: (3) Tentang Kepribadian

akhir zaman

[AkhirZaman.org] Kepribadian Istri. Seorang wanita yang selamanya tunduk kepada setiap perintah sampai kepada hal yang sekecil-kecilnya pun, wanita yang kehilangan identitasnya, bukanlah wanita yang akan membawa banyak berkat ke dalam dunia ini dan tidak mampu mengemban tugas yang dimaksudkan Tuhan baginya. Ia menjadi seperti mesin yang dikendalikan oleh kemauan dan pikiran orang lain saja. Tuhan telah mengaruniai setiap orang, baik pria maupun wanita, suatu sifat khusus sebagai individu agar mereka menentukan sendiri apa yang harus mereka lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan.–Letter 25, 1885.

Sifat Khusus Suami Berbeda Dari Istri. Kepada saya dinyatakan bahwa walaupun  wanita dan pria telah mempersatukan diri dalam pernikahan dan bersumpah di hadapan surga dan para malaikat untuk menjadi satu daging, namun demikian masing-masing tetap memiliki ciri khusus yang tak dapat hilang oleh janji pernikahan. Walaupun telah mengingatkan diri satu sama lain, namun masing-masing harus tetap berusaha menanamkan pengaruhnya di dunia ini. Dan mereka berdua janganlah menjadi asyik sendiri menikmati kehidupan ini sehingga menjauhkan diri dari pergaulan masyarakat, sebab jika demikian mereka menguburkan kegunaan dan pengaruh baik mereka sendiri.–Letter 9, 1864.

Istri Yang Pasif. Apabila seorang istri membiarkan saja suaminya yang merasa memiliki hak luar biasa sebagai suami untuk sepenuhnya menguasai tubuh dan pikirannya sekehendak hati, maka ia telah menyerahkan sifat khusus dirinya sebagai istri; sifat khusus dirinya sebagai istri, pendamping suami telah hilang, lebur di dalam sifat suami. Ini sangat disayangkan. Istri menjadi tak lebih dari mesin yang dikendalikan oleh suami, makhluk yang akan diperlakukan sesuka hatinya. Suamilah yang akan memikirkan, menentukan dan melakukan segalanya yang seharusnya adalah peran istri sendiri. Istri yang bersikap pasif seperti itu tidaklah menghormati Tuhan. Wanita sebagai istri mempunyai tanggung jawab kepada Tuhan sebab ia telah diciptakan untuk melakukan peran yang khusus.

Jika istri menyerahkan saja tubuh, pikiran dan hati nurani dan martabatnya, bahkan identitasnya di bawah penguasaan suaminya maka telah hilanglah kesempatan bagi sang istri untuk memperbaiki sifat suaminya.–RH 26 Sep. 1899.

Mengasihi Kristus Dan Teman Hidup. Janganlah suami atau istri menggabungkan sifat khusus yang dimilikinya di dalam sifat pasangan hidupnya. Tiap orang mempunyai hubungan pribadi dengan Tuhan jadi harus menanyakan kepada dirinya apakah sesuatu itu benar atau salah sebelum ia melakukannya. Ia harus bertanya bagaimana ia dapat melaksanakan maksud Tuhan dalam hidupnya. Nyatakanlah kasihmu yang terutama kepada Dia yang telah memberi hidup-Nya bagimu. Jadikanlah Kristus yang pertama dan terakhir dan yang terbaik dalam segala hal. Sementara kasihmu kepada Yesus semakin kuat dan mendalam, maka sejalan dengan itu, kasihmu kepada pasangan hidupmu juga bertumbuh.

Sebagaimana Kristus telah menyatakan kasih-Nya kepada umat-Nya, demikian juga suami dan istri hendaknya menyatakan kasih terhadap satu sama lain. “Seperti Kristus telah mengasihi kita,” “berjalanlah di dalam kasih.” “Sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus demikian jugalah istri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”

Jangan Memerintah Secara Sewenang-wenang. Baik suami maupun istri janganlah berusaha agar dapat bertindak sewenang-wenang terhadap pasangan hidupnya. Jangan berusaha untuk memaksakan kehendak sendiri. Engkau tak dapat melakukan cara itu dan mengharap tetap saling mencintai. Hal itu mustahil! Bertindaklah dengan penuh kasih, kesabaran, pengendalian diri, penuh pertimbangan dan dengan sopan-santun terhadap satu sama lain. Dengan karunia Tuhan engkau akan dapat membuat pasanganmu bahagia sebagaimana engkau janjikan dalam sumpah pernikahanmu.–RH 10 Des. 1908.

Kepada saya ditunjukkan menantu perempuan seorang bapak. Ia adalah wanita yang dikasihi Tuhan tetapi yang diperlakukan seperti budak belian, penuh ketakutan, gemetaran, tak berpengharapan, penuh keragu-raguan dan sangat gugup. Seharusnya wanita ini tidak menikah dengan suaminya yang jauh lebih muda dan tidak takut akan Tuhan dan kemudian membiarkan dirinya diperlakukan sewenang-wenang. Ia harus mengingat bahwa pernikahannya tidak harus menghancurkan sifat-sifat khusus yang terdapat dalam dirinya. Tuhan mempunyai tuntutan terhadap dirinya yaitu bahwa ia adalah milik-Nya dan tuntutan itu jauh lebih tinggi dari tuntutan siapa pun di dunia ini. Kristus telah membeli dia dengan darah-Nya. Wanita itu bukanlah milik dirinya sendiri. Ia tidak percaya sepenuhnya kepada Tuhan sehingga ia mau menyerahkan keyakinan dan hati nuraninya kepada seorang suami yang pongah dan bersifat menindas, yang digerakkan oleh setan untuk menakut-nakuti jiwanya yang gemetaran dan semakin kecil. Telah amat sering ia terpancing untuk menjadi marah sehingga sarafnya berantakan dan dirinya sama sekali rusak.

Apakah kehendak Tuhan agar keadaan ibu rumah tangga ini sedemikian parah sehingga ia tidak dapat lagi melayani-Nya? Tentu tidak! Setanlah yang telah menipunya untuk menikah dengan pria itu. Namun demikian sang istri wajib mengusahakan yang terbaik, melayani suaminya dengan lemah lembut dan sedapat-dapatnya membuatnya bahagia tanpa melanggar hati nuraninya; sebab jika suami terus dalam pemberontakannya terhadap Tuhan, ia tidak akan mewarisi surga, hanya kesenangan dunia ini sajalah yang dapat dinikmatinya. Tetapi bukanlah kehendak Tuhan supaya sang istri menjauhkan diri dari perhimpunan umat percaya demi memuaskan hati suaminya yang telah menjadi alat setan. Tuhan menghendaki agar wanita yang lemah ini lari kepada-Nya. Tuhan akan menjadi tempat berlindung baginya. Tuhan akan menjadi tempat berteduh yang nyaman seperti bayang -bayang gunung batu di tanah gersang. Satu-satunya cara adalah iman, percaya akan kasih dan kuasa Tuhan maka Ia akan menguatkan dan memberkati. Wanita tadi mempunyai tiga anak yang nampaknya mudah terpengaruh oleh kebenaran dan Roh Tuhan. Sekiranya ketiga anak ini dapat hidup di tengah lingkungan yang lebih baik, semuanya akan menerima pertobatan dan masuk menjadi laskar Tuhan.–2T 99, 100.

Kepala Dalam Rumah Tangga. …Terdorong oleh rasa persaudaraan dan kasih seorang ibu, saya memberanikan diri untuk memperingati wanita (Mary) mengenai satu hal. Saya sudah sering memperhatikan, sebagaimana orang lain pun mengenai kebiasaan berbicara kepada Pria (John) yang kedengarannya seperti memerintah dan seolah-olah tidak sabar. Orang lain juga dapat melihat hal itu dan telah menyampaikannya kepada saya. Hal itu merusak pengaruh wanita. Kita wanita harus mengingat bahwa Tuhan telah menempatkan kita untuk tunduk kepada suami. Suami adalah kepala, jadi pertimbangan dan pendapat kita harus sejalan dengan dia (dalam Tuhan). Kalau bukan demikian, Tuhan telah memberikan keunggulan kepada suami dan ini bukan karena pendapat tetapi karena firman Tuhan mengatakan demikian. Jadi istri harus tunduk kepada suami sebagai kepala rumah tangga.–Letter 5, 1861.

Suami Yang Menguasai. Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu mengenai pernikahanmu. Ya, saya merasa dipaksa oleh Roh Kudus Tuhan untuk mengatakan kepadamu bahwa saya menjadi kurang yakin terhadap ketulusan hatimu setelah engkau menikah. Inilah yang sangat membebani hati saya. Saya tahu bahwa engkau tidak dapat menjadi suami yang memenuhi syarat bagi istrimu (Drake). Engkau mencegah istrimu itu menyampaikan keluhannya kepada kami jadi apa yang dinyatakan Tuhan mengenai persoalan rumah tanggamu tak dapat kami sampaikan kepadanya. Saudara (R), saya percaya bahwa sifatmu yang mementingkan dirilah yang menjadi alasan pernikahanmu. Saya tidak percaya bahwa niatmu menikah (dengan Drake) adalah untuk membahagiakannya atau untuk memuliakan Tuhan. Engkau mendesaknya menikah tanpa meminta nasihat orang-orang yang mengenalmu. Cepat-cepat engkau menikah dengannya seperti sifatmu yang memang suka buru-buru.

Mengenai Penatalayanan Harta. Sesudah menikah, engkau berusaha memiliki kepunyaannya dan menguasainya. Hal ini menyatakan bahwa alasanmu untuk menikah dengan dia adalah salah. Tindakanmu yang salah ini menyatakan sifat mementingkan diri yang sangat dalam terdapat padamu. Juga sifatmu yang ingin menjadi penguasa yang memerintah. Tetapi ketahuilah, Tuhan tidak akan membiarkannya menyerah kepada keinginanmu ini. Pernikahannya tidak membuatnya kehilangan hak milik dan tugas penatalayanan. Pernikahan tidak menghilangkan identitasnya. Individualitas istrimu tidak menjadi tenggelam di dalam dirimu. Ia mempunyai tugas khusus yang diberikan Tuhan kepadanya dan engkau tak berhak mencampuri pelaksanaannya. Ada hal yang dituntut Tuhan dari istrimu yang tak dapat engkau penuhi. Ia adalah seorang penatalayan Tuhan dan karenanya ia harus menolak engkau atau siapapun yang bermaksud menggantikan kedudukannya itu.

Engkau tidak memiliki kebijaksanaan yang lebih sempurna dan pasti daripada yang dimilikinya yang mengharuskannya untuk menyerahkan kepadamu penatalayanan hartanya. Ia telah mengembangkan tabiat yang jauh lebih baik darimu dan lagipula ia memiliki pikiran yang lebih seimbang. Maka ia mampu mengelola harta miliknya dengan lebih bijaksana, lebih masuk akal dan akan lebih memuliakan Tuhan daripada oleh dirimu. Engkau adalah seorang ekstrem. Tindakanmu berdasarkan dorongan hati yang muncul seketika dan lebih sering berlangsung di bawah pengaruh roh setan daripada malaikat Tuhan.–Letter 4, 1870.

Motif Yang Tidak Patut. Tak perlu memberitahukan kepadamu bahwa saya sangat menyesalkan pernikahanmu. Engkau bukanlah pria yang dapat membahagiakan istri. Engkau terlalu mencintai dirimu sendiri sehingga engkau tidak berlaku ramah, memberi perhatian, berlaku sabar, mengasihi dan menaruh simpati. Seharusnya engkau memperlakukan istrimu dengan lembut. Seharusnya engkau mempelajari dengan hati-hati bagaimana agar ia jangan menyesal telah mempersatukan nasibnya denganmu. Tuhan memandang jalan hidupmu dalam perkara ini dan engkau tidak dapat memaafkan dirimu untuk menempuh jalan yang demikian. Tuhan membaca motifmu. Engkau mempunyai kesempatan sekarang untuk mempertunjukkan jati dirimu, memperlihatkan apakah engkau menikah dengannya berdasarkan cinta atau karena sifatmu yang sangat mementingkan diri; Engkau menikah, karena ingin memiliki hartanya untuk engkau pergunakan sesuka hatimu.

Pentingnya Kasih Dan Kelembutan. Pria tidak punya hak mendikte istrimu seperti memperlakukan anak kecil. Hal itu menunjukan tidak adanya nama baik yang mendatangkan hormat. Perlu  untuk, mengingat kegagalan pada masa lalu, untuk merendahkan diri dan lepaskan diri dari kedudukan yang tidak patut.

Janganlah pria meninggikan diri terhadap istrinya. Ia memerlukan kelemahlembutan dan kasih sayangmu yang mana akan terpantul kembali kepadamu. Jika engkau mengharap ia menyayangimu, engkau akan mendapatkannya apabila engkau menyatakan kasihmu kepadanya melalui perkataan dan perbuatan. Di tanganmulah letak kebahagiaan istrimu. Janganlah  menganggap bahwa wanita harus menyerahkan kemauannya sepenuhnya kepadamu barulah ia bahagia; ia harus tunduk kepada apa yang engkau senangi. Engkau mendapat kenikmatan tersendiri dalam melaksanakan hal itu karena mengira hal itu patut. Tetapi jika engkau teruskan jalan itu, engkau tidak membangkitkan kasih terhadapmu dalam hatinya; kasihnya jauh dari padamu dan akhirnya balik menghina kekuasaan itu; ia akan memandang rendah kekuasaanmu. Tak pelak lagi, engkau membuka jalan terhadap kesukaran yang penuh kepahitan bagi dirimu sendiri dan akan menyabit apa yang engkau tabur.

Pedoman Bagi yang Berencana Menikah: (2) Peringatan dan Nasihat

akhir zaman

Nasihat dan peringatan Mrs. White dalam beragai kasus hubungan pertunangan

[AkhirZaman.org] Pengantin Yang Masih Terlalu Muda.  Sudah Melangka ke jenjang pernikahan padahal masih anak-anak yang memerlukan perawatan ibunya. Itu adalah suatu kejadian yang tidak membahagiakan.  Dalam keadaan yang sangat muda kondisi kesehatannya kurang dan ditambah lagi suaminya bersikap keras dan sewenang-wenang.  Dia belum cukup mampu menjadi pendamping suami. Suaminya menjadi kurang menaruh hormat terhadap dirinya sebab ia memang masih anak-anak. Suami memerintah seperti penguasa yang lalim dan sewenang-wenang. Akhirnya mereka berpisah sebab sang istri membenci suaminya.–MS 4, 1873.

Pertunangan Yang Lama Tidaklah Bijaksana. Saya prihatin mengenai jalinan mesramu dengan N. A. (seorang wanita)  Alasan pertama adalah sebab nampaknya engkau terlalu dini. Pertimbangan baik-baik dan bijaksana tentu meminta engkau akan menanti satu atau dua tahun. Tentu dialah yang menjadi pusat perhatian dan kasihmu untuk waktu yang cukup lama itu. Keadaan yang demikian ini tidak menguntungkan dirimu mau pun bagi wanita pilihanmu.

Terlalu Dini Menyatakan Cinta. Saya menyatakan apa yang saya ketahui mengenai hubunganmu. Sebenarnya yang terbaik bagi engkau dan N.A adalah memutuskan hubungan karena tak ada manfaatnya bagi kamu berdua. Karena jika perhatianmu terus tercurah kepadanya, pekerjaanmu jadi terbengkalai dan merintangi kemajuan pendidikanmu dan pengorbanan dirimu baik tubuh dan jiwa. Menyatakan cinta terlalu dini akan merugikan dirimu dan wanita pilihanmu….

Kepada saya telah ditunjukkan bahayanya mengadakan hubungan yang terlalu dini antara pria dan wanita, khususnya apabila sang pria jauh dari orang tua. Ia memilih teman wanitanya tanpa persetujuan ibunya. Janganlah terlalu yakin dengan pertimbanganmu sendiri. Berbahaya! Memikirkan pertunangan dan pernikahan akan mengalihkan pikiranmu dari pekerjaan dan pelajaranmu. Ini akan mengakibatkan kemerosotan akhlak kamu berdua. Antara kamu berdua akan menyatakan sikap yang terlalu berani dan tergila-gila sehingga engkau tidak lagi memikirkan bagaimana pengaruhmu terhadap sekelilingmu. Jika engkau teruskan hubungan yang begini, kamu akan mendapat celaan dan hukuman.

Pertunangan dan pernikahan adalah yang paling sulit ditangani sebab membingungkan tetapi sekaligus mempesona sehingga kewajiban kepada Tuhan dan tugas-tugas lainnya dianggap tidak menarik lagi dan remeh. Maka ketenangan dan kematangan pertimbangkanlah yang dibutuhkan dalam menghadapi persoalan yang mahapenting ini. Hai pemuda yang kukasihi, saya berbicara kepadamu sebagai seorang yang mengetahui permasalahannya. Jadi tunggulah sampai engkau mengenali jati dirimu senyatanya dan juga lebih mengetahui peri kehidupan dunia, kelakuan dan watak wanita muda sebelum engkau memikirkan mengenai pernikahan.

Sesudah Bulan Madu. Saya dapat menyebutkan banyak orang yang menderita dan berduka sekarang ini karena mereka melakukan tindakan yang kehilangan dan berlebih-lebihan dalam pernikahan mereka dan duka pun tidak bermanfaat sama sekali. Mereka menghadapi banyak pencobaan yang tak pernah mereka mimpikan; mereka menghadapi teman hidup yang tabiatnya rendah dan tak dapat ditinggikan lagi. Karena itu, mereka pasrah menerima apa adanya dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang tak dapat dihindari tersebut. N.A. tidak akan mengangkat jiwamu. Ia tidak mempunyai kuasa yang tersimpan untuk dikembangkan yang dapat membentuknya menjadi wanita yang penuh pertimbangan dan mampu mendampingimu untuk bersama-sama menghadapi pergumulan hidup. Tidak ada kekuatan tabiat tidak memiliki pertimbangan yang mendalam dan arah pikirannya tidak akan menolongmu. Engkau melihat permukaannya dan nampaknya semua yang terpapar di sana sungguh menarik. Tetapi saya katakan,dalam waktu yang singkat saja, jika engkau jadi menikah dengannya, hal yang menggiurkan bagimu sekarang ini akan lenyap. Setelah hal-hal yang baru engkau alami dalam pernikahanmu berlalu, engkau akan melihat hal yang sebenarnya, tetapi sudah terlambat. Engkau telah melakukan kesalahan besar.

Diperlukan Pertimbangan Yang Matang. Kematangan pertimbangan akan memberimu kemampuan untuk melihat dan memahami masalah serta kuasa untuk membedakan agar engkau mengenal kebenaran. Tabiatmu perlu dibentuk, kuasa pertimbanganmu perlu dikuatkan sebelum engkau memikirkan pernikahan. Sekarang engkau belum siap untuk menentukan baik-buruknya seseorang. Jadi janganlah terkecoh melakukan tindakan yang sangat tidak bijaksana, atau kejahatan, yang akan menjadi penyesalan seumur hidup. Air mata penyesalan nanti tidak akan dapat melegakan. Biarlah anak gadis mengembangkan kepribadian menjadi wanita sesempurna mungkin agar hidupnya berguna, dan mempelajari keterampilan yang dapat memberi pekerjaan dan mampu mandiri.  

Akal Budi Adalah Dasar Cinta Sejati. Cinta adalah suatu perasaan yang sangat suci tetapi hanya segelintir orang yang mengetahui apa sebenarnya cinta. Istilah itu banyak digunakan orang tetapi tidak dipahami. Kehangatan yang muncul dari dorongan hati, penarikan orang muda yang merawankan hati yang lainnya, bukanlah cinta; tak pantas disebut sebagai cinta. Cinta sejati selalu berdasarkan akal budi, pengenalan yang seksama akan obyek yang dicintainya. Tetapi jika karena dorongan hati saja tertarik kepada seseorang lalu menyatakan pikiran dan kasihnya, ini bukan berdasarkan akal budi, tanpa pertimbangan, berlebihan, sifatnya sementara dan berdasarkan hawa nafsu saja.

Ingat bahwa cinta yang berdasarkan dorongan hati saja adalah suatu cinta yang buta total. Cinta buta akan menganggap sesuatu yang sebenarnya tak bernilai adalah harta yang sangat tinggi nilainya. Cegahlah berkembangnya cinta yang demikian. Pikirkanlah dalam-dalam dan renungkan sungguh-sungguh.  Apakah yang engkau cintai sekarang ini jika diukur dengan timbangan tingkat kecerdasan dan keutamaan perangai, penampilan dan kebiasaannya akan membuat engkau merasa bangga memperkenalkannya kepada keluarga orang tuamu. Apakah engkau akan merasa bangga bersama dia dalam pergaulan masyarakat. Diakah yang engkau rindukan untuk selalu bersamamu, yang kefasihannya berbicara engkau kagumi dan kebiasaan hidupnya sangat menarik dan memuaskan keinginanmu yang paling tinggi?

Pentingnya Latar Belakang Keluarga. Kiranya dengan bertambahnya usia memberimu kebijaksanaan untuk mengenal apa sebenarnya yang disebut cinta sejati sebelum engkau terjerumus. Kehancuran, kehancuran yang mengerikan akan melanda engkau jika engkau meneruskan jalan hidupmu yang sekarang. Coba lihat silsilah keluarga dan ingat bahwa dua keluarga akan dihubungkan melalui suatu pernikahan. Memang tidak mungkin ada keluarga yang sempurna tetapi akan merupakan suatu tindakan yang sangat kejamlah untuk menikah dengan seseorang yang garis keturunannya dan keluarganya akan menurunkan martabat dan membawa kehinaan kepada keluargamu, atau mungkin engkau tergoda untuk meremehkan dan mengacuhkan mereka.

Nasihat Orang Tua Dan Sahabat Dekat. Dalam masalah pernikahan janganlah terburu-buru. Bersabarlah. Gunakan cukup waktumu untuk mengadakan pengamatan pada setiap segi kehidupan pujaanmu itu. Walau demikian, jangan percaya dengan pertimbanganmu sendiri saja. Mintalah pendapat ibu yang mengasihimu dan pendapat ayahmu, juga sahabat-sahabatmu mengenai kekasihmu itu. Jangan percaya dengan pertimbanganmu sendiri saja dan jangan menikah dengan seorang yang engkau rasa tidak akan mengangkat martabat orang tuamu. Hendaknya calonmu itu seorang yang cerdas dan mempunyai budi pekerti yang baik. Seorang gadis yang mencintai seorang pria dan berusaha menarik perhatiannya untuk bersahabat dengannya, berusaha untuk selalu dekat kepadanya, bukanlah gadis yang tepat bagimu. Percakapannya murahan dan dangkal.

Jangan Menikah Dengan Orang Yang Tidak Cocok. Ada gadis yang sudah layak menikah pada usia delapan belas tahun. Tetapi N. A berbeda. Walaupun kebiasaan N. A diperbaiki dan pengetahuannya yang bermanfaat ditambah sampai ia berusia dua puluh lima tahun, ia tetap belum layak menikah dengan engkau. Umumnya pria seumurmu belum mampu mengenal watak seorang gadis dan belum mengerti betapa bodohnya pria yang jatuh cinta kepada seorang gadis belia yang sama sekali tidak cocok baginya. Lebih baik tidak menikah daripada hidup sengsara dalam pernikahan yang tak bahagia, tetapi dalam semua ini carilah nasihat Tuhan. Bertindaklah dengan sangat hati-hati dan tunduklah kepada kehendak Tuhan agar engkau tidak melakukan sesuatu berdasarkan rangsangan perasaanmu belaka yang membuatmu tidak cakap dalam melayani Tuhan karena hubunganmu yang tidak cocok itu.–Letter 59, 1880.

Perluh Temperamen Yang Sama. Saya mengetahui bahwa engkau bermaksud menikah dengan  A H (perempuan). Hal ini menyebabkan saya merasa perlu menyampaikan kepadamu apa yang telah saya lihat. Gadis pilihanmu itu sifatnya sangat halus dan perasa sedang engkau tidak demikian. Sama sekali tidaklah sesuai dengan pengaturan Tuhan bahwa wanita seperti dia menikah dengan pria yang sifatnya seperti engkau. Sifat hewan sangat mendominasi hidupmu. Engkau memiliki nafsu hewani yang belum dikendalikan sebagaimana mestinya. Kuasa yang lebih mulia, yaitu kuasa pikiran telah diperbudak oleh nafsu yang rendah. Engkau belum disucikan oleh kebenaran agama yang engkau anut, gagal meraih sifat ilahi dan melepaskan diri dari kebejatan hidup yang penuh nafsu dunia.

A. H bukanlah orang yang tahan menderita kekasaran dalam hidup ini. Ia lemah bagai kembang dan segera akan layu dan mati jika dilanda topan dan terabaikan. Dalam pernikahanmu yang pertama, engkau tidak mengerti kehalusan tubuh seorang wanita. Engkau gagal, betul-betul gagal dalam pernikahanmu yang pertama itu. Secara fisik, istrimu itu memang kekar dan boleh dianggap tahan banting, tetapi ia terlalu memaksakan diri. Kekhawatiranmu menyebabkan kamu terlalu lelah bekerja dan kamu melalaikan kesenangan hidup yang perlu. Engkau berpikir bahwa apabila telah memiliki kekayaan, barulah boleh menikmati kesenangan hidup.

Engkau telah melakukan kesalahan yang sungguh menyedihkan. Istrimu menjadi korban. Seharusnya ia masih hidup. Tetapi karena hanya sedikit yang engkau ketahui mengenai alat-alat tubuh seorang wanita, engkau menjadi lalai memelihara dan menyiapkan kebutuhannya agar ia dapat menikmati hidup ini. Rupanya engkau mewarisi temperamen ayahmu.

Apabila engkau mencari istri lagi, jangan pergi kepada wanita yang fisiknya lemah yang kebanyakan menggunakan kuasa otak. Pilihlah seorang istri di antara wanita dari golongan yang sesuai dengan pengaturan hidupmu. Engkau tidak dapat membahagiakan wanita yang temperamennya halus.–Letter 21, 1868.

Kesetiaan Dalam Keluarga Orang Tua. Melakukan tugas-tugas dalam keluarga orang tua dengan setia merupakan persiapan para pemuda untuk membentuk rumah tangga mereka sendiri nanti. Biarlah mereka mempraktekkan pengorbanan diri dan menyatakan kasih, kejujuran dan simpati orang kristen. Demikianlah kehangatan kasih tetap terpelihara dalam hatinya. Pemuda yang meninggalkan keluarga orang tuanya setelah menempuh persiapan dengan setia akan mampu membina rumah tangganya sendiri yang bahagia. Pernikahan bukanlah akhir cinta melainkan permulaan cinta.–PP 176.

Saya mohon padamu, ya, saya memperingati kamu dalam nama Yesus agar jangan memasuki hubungan pernikahan sebelum hati dan hidupmu diubah. Jika engkau dapat membuat suatu rumah tangga berbahagia di mana kehadiranmu menjadi berkat bagi ayah dan ibumu, saudara laki-laki dan perempuan, barulah engkau dapat mengerti kewajiban-kewajiban yang termasuk dalam hubungan pernikahan.–Ms 2, 1871.

Oleh: Ellen White

Pedoman Bagi yang Berencana Menikah: (1) Fakta Dan Prinsip Yang Penting

akhir zaman

[AkhirZaman.org] Rencana Tuhan Sejak Semula. Tuhanlah yang mengadakan upacara pernikahan yang pertama. Dengan demikian jelas bahwa lembaga pernikahan berasal dari Pencipta alam semesta. “Pernikahan itu terhormat”; itu adalah satu di antara hadiah pertama dari Tuhan untuk manusia dan satu di antara dua lembaga yang dibawa Adam ketika ia diusir keluar di antara dua lembaga yang dibawa Adam ketika ia diusir keluar dari taman Firdaus. Bilamana prinsip ilahi diakui dan dituruti, pernikahan adalah suatu berkat; itu menjaga kesucian dan kebahagiaan manusia, melengkapi kebutuhan pergaulan, meningkatkan kesehatan tubuh, pikiran dan moral manusia.–PP 46.

Makan dan minum atau menikah dan dinikahkan bukanlah menjadi dosa dengan sendirinya apabila dilakukan. Pada zaman Nuh seperti sekarang ini, pernikahan itu diakui sesuai dengan undang-undang, asal diperlakukan dengan sewajarnya dan bukan dengan tindakan yang berlebih-lebihan yang penuh dosa. RH 25 Sep. 1888.

Sebagai umat Tuhan, kita boleh melarang orang menikah, kecuali jika nyata-nyata pernikahan itu akan menyengsarakan kedua belah pihak. Bahkan dalam kasus yang demikian pun kita hanya memberi nasihat dan bimbingan.–Letter 60, 1900.

Suatu Persiapan Untuk Masuk Surga. Biarlah mereka ingat bahwa rumah tangga di bumi ini adalah lambang dari–dan merupakan persiapan untuk rumah tangga di surga.–MH 363.

Tuhan menghendaki agar rumah tangga adalah tempat yang paling membahagiakan di dunia, suatu lambang nyata suasana surga. Jika suami dan istri memikul tanggungjawab masing-masing dalam keluarga, menghubungkan semua kepentingan mereka dengan Yesus Kristus, bersandar pada lengan-Nya dan jaminan-Nya, maka mereka berdua akan hidup berbahagia dalam pernikahannya dan para malaikat Tuhan pun senang.–AH 102.

Ikatan Seumur Hidup. Pernikahan, suatu persekutuan seumur hidup, adalah lambang persatuan antara Kristus dengan umat-Nya.–7T 46.

Dalam pikiran orang muda, pernikahan itu tampak begitu menawan, penuh kesenangan dan impian indah sehingga sukar untuk menanamkan pengertian ke dalam pikirannya bahwa tanggungjawab orang yang mengucapkan sumpah pernikahan adalah sangat berat. Sumpah pernikahan ini menyatukan nasib kedua mempelai dengan ikatan yang tak dapat dilepaskan seumur hidup, kecuali oleh maut.

Setiap rencana pernikahan haruslah dipertimbangkan dengan sangat hati-hati sebab pernikahan adalah ikatan seumur hidup. Baik pria maupun wanita harus mempertimbangkan dengan hati-hati apakah mereka berdua dapat tetap bersatu melalui berbagai perubahan nasib sepanjang umur hidup mereka nanti.–AH 340.

Tuhan Memandang Dari Tempat Yang Tinggi. Orang yang mengaku dirinya kristen sekali-kali jangan berani mengikat tali pernikahan sebelum hal itu dipertimbangkan dengan hati-hati disertai doa yang tekun untuk melihat apakah Tuhan akan dimuliakan melalui persekutuan nikah itu. Kemudian mereka harus mempertimbangkan akibat dari setiap hak istimewa yang mereka miliki dalam pernikahan mereka; setiap tindakan dilakukan atas prinsip yang disucikan.–RH 19 Sep 1899.

Periksa dengan teliti agar dapat melihat apakah pernikahanmu akan bahagia atau tak harmonis dan malang. Tanyakan pada dirimu sendiri tiga pertanyaan berikut: “Apakah pernikahan ini akan menolong untuk mengarahkan saya ke surga? Apakah pernikahan ini menambah kasih saya kepada Tuhan? Apakah pernikahan ini menambah kegunaan saya dalam hidup ini?” Jika jawaban pertanyaan ini memuaskan, maka dalam takut akan Tuhan majulah terus.–FE 104, 105.

Semuanya Di Dalam Nama Yesus Kristus.  Seorang pria yang sudah menentukan akan menikah dengan wanita pilihannya harus meluangkan waktu khusus untuk mempertimbangkannya kembali dengan tulus mengapa ia menetapkan demikian. Apakah istrinya menjadi penolong baginya, pendamping yang setara dengannya, ataukah ia akan memperlakukannya sedemikian rupa sehingga istrinya itu tidak dapat memusatkan kehidupannya untuk memuliakan Tuhan? Apakah pria itu akan menjadikan istrinya sebagai pemuas nafsu belaka, membebaninya dengan tugas berat yang membuatnya setengah mati, ataukah pria itu memahami makna kalimat yang mengatakan, “Apa pun yang engkau lakukan, dalam perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya dalam nama Yesus Kristus?”–MS 152, 1899.  

Perlunya Persiapan Yang Seksama. Orang muda harus mempunyai pengalaman dalam melaksanakan berbagai tugas dalam hidup sehari-hari sebelum mereka menikah. Pengalaman tersebut akan menyanggupkan mereka memikul tanggungjawab dalam pernikahan. Jangan ada orang yang menganjurkan agar remaja cepat-cepat menikah. Suatu hubungan yang sangat penting seperti pernikahan dan yang jangkauannya begitu jauh janganlah sekali-kali dilaksanakan dengan terburu-buru tanpa persiapan yang cukup, sebelum pikiran dan kekuatan tubuh mencapai perkembangan yang baik.–MH 358.

Pertimbangkan baik-buruknya sesuatu hal sebelum engkau melakukannya. Engkau sedang mengambil langkah yang akibatnya kekal. Sebab itu jangan bertindak terburu-buru. Janganlah pikiranmu hanya tertuju kepada rencana menikah.–Letter 7, 1869.

Mintalah Nasihat Tuhan. Perkataan Kristus yang berikut ini harus selamanya kita ingat: “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Mereka kawin dan mengawinkan sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera dan mereka tidak tahu akan sesuatu sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Kita melihat kebirahian yang  sama mengenai pernikahan. Pemuda dan bahkan kaum bapak dan ibu yang seharusnya berlaku bijaksana, tahu membedakan yang baik dari yang jahat berbuat seperti mereka sangat tergiur oleh pernikahan. Nampaknya setan telah menguasai mereka. Meminang dan menikah menjadi tema yang menguasai pikiran. Pernikahan yang paling tidak bijaksana dilangsungkan. Tuhan tidak dimintai nasihat. Perasaan manusia, keinginan dan nafsunya mengatasi segalanya sampai akhirnya terlaksana. Penderitaan yang tak terlukiskan adalah akibatnya dan Tuhan tidak dimuliakan. Tempat tidur pernikahan tercemar dan tidak suci. Tidak haruskah ada perubahan yang pasti sehubungan dengan masalah penting ini?–Letter 84, 1888.

Hanya Dengan Yang Seiman. Istri Lot adalah seorang yang mementingkan diri-sendiri, tidak mempedulikan agama dan ia menanamkan pengaruhnya untuk memisahkan suaminya dari Abraham. Demikianlah Lot tinggal di Sodom demi istrinya, terpisah dari Abraham dan tidak lagi memperoleh bimbingan hamba Tuhan yang bijaksana itu. Pengaruh istrinya dan pergaulannya dengan penduduk kota yang jahat itu hampir membuatnya meninggalkan imannya kepada Tuhan tetapi pengajaran yang diterimanya dahulu dari Abraham telah memelihara imannya. Pernikahan Lot dengan istrinya dan pilihannya untuk tinggal di kota Sodom adalah mata rantai pertama dari untaian peristiwa yang penuh dengan kejahatan yang menimpa dunia selama beberapa generasi berikutnya.

Tidak seorang pun yang takut akan Tuhan akan luput dari bahaya jika ia menikah dengan seorang yang tidak seiman. “Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji?” (Am 3:3).

Kemakmuran dan kebahagiaan pernikahan tergantung kepada persatuan kedua belah pihak; tetapi antara seorang yang beriman dan yang tidak beriman terdapat perbedaan yang sangat mencolok dalam selera, kecenderungan dan maksud. Mereka melayani dua tuan yang sangat berbeda dan saling bermusuhan. Bagaimana pun suci dan benarnya prinsip hidup seseorang, ia akan tetap terpengaruh oleh teman hidupnya yang tidak seiman untuk menjauhkan diri dari Tuhan…. Alkitab melarang pernikahan antara seorang kristen dengan yang tidak seiman. Firman Tuhan memberi kita petunjuk berikut: “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.” (2 Kor 6:14).–PP 174, 175.

Janganlah terbentuk ikatan yang tidak kudus antara anak-anak Tuhan dengan sahabat-sahabat yang duniawi. Janganlah ada pernikahan antara seorang yang beriman dengan yang tidak seiman. Biarlah umat Tuhan berdiri teguh di pihak yang benar guna mempertahankan kebenaran.–RH 31 Juli 1894.

Orang muda kristen harus sangat berhati-hati memilih teman dan sahabat dalam pergaulannya. Hati-hatilah supaya jangan yang sekarang engkau pikir adalah emas murni ternyata hanya sepuhan. Pergaulan dunia cenderung merintangi pelayananmu kepada Tuhan dan banyak jiwa yang hancur karena persekutuan yang tidak membahagiakan baik dalam bisnis maupun pernikahan dengan orang yang tidak dapat mengangkat jiwa dan menaikkan derajatnya. Jangan sekali-kali ada orang yang berani melanggar larangan Tuhan. Tuhan melarang pernikahan antara seorang beriman dengan yang tidak seiman. Tetapi terlalu sering terjadi bahwa hati yang tidak mau bertobat mengikuti saja keinginannya dan pernikahan yang dilarang Tuhan pun dilangsungkan. Itulah sebabnya mengapa banyak pria dan wanita yang tidak berpengharapan dan tanpa  Tuhan di dunia ini. Cita-cita luhur mereka menjadi sirna; mereka terjebak dan tidak dapat melepaskan diri dari berbagai keadaan yang sengaja direkayasa setan untuk menjerat mereka.–RH 1 Februari 1906.

 

Utamakan Tuntutan Tuhan. Walaupun calon pasangan hidup anda nampaknya pantas (padahal tidak!), ia belum menerima kebenaran zaman ini; ia tergolong orang yang tidak seiman denganmu, maka surga melarang engkau menikah dengan dia. Engkau tidak dapat meremehkan perintah tegas Tuhan tanpa membahayakan keselamatan jiwamu…. Menikah dengan orang yang tidak seiman akan menempatkan dirimu sendiri di pihak setan. Engkau mendukakan Roh Kudus dan tidak dapat lagi mengharapkan perlindungan-Nya. Sanggupkah engkau memenangkan peperangan iman untuk merebut hidup yang kekal tanpa pertolongan Tuhan melawan setan?

Mungkin engkau berkata: “Saya telah berjanji untuk menikah dengan dia, akankah saya menarik kembali janji itu?” Jawaban saya adalah: Jika engkau telah membuat suatu janji yang bertentangan dengan Alkitab, batalkanlah itu segera dan dengan segala kerendahan hati datanglah kepada Tuhan menyatakan penyesalan dan mohon ampun kepada-Nya karena engkau terlanjur membuat janji yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Jauh lebih baik engkau ingkar janji karena  engkau takut akan Tuhan daripada menepatinya tetapi dengan demikian engkau tidak menghormati Penciptamu.–5T 364, 365.

Tuhan dengan jelas memerintahkan kepada umat-Nya agar mereka tidak menikah dengan orang yang tidak takut kepada-Nya dan yang tidak mengasihi-Nya. Teman hidup yang demikian sangat jarang merasa puas dengan kasih dan rasa hormat yang telah dialaminya dari pengabdian pasangan hidupnya yang takut akan Tuhan. Ia akan terus menuntut sesuatu yang menyenangkan dirinya tetapi akan melanggar perintah Tuhan bila dilakukan. Bagi pria yang takut akan Tuhan dan jemaat di mana dia menjadi anggota, seorang istri atau seorang teman yang tidak beriman adalah seperti mata-mata musuh yang masuk dalam perkemahan. Ia menunggu waktu yang tepat untuk mengkhianat dan menempatkan engkau dan jemaatmu menjadi sasaran serangan musuh.

Setan selamanya mencari cara mengukuhkan kuasanya atas umat Tuhan dengan mengajak mereka membentuk persekutuan dengan pasukan kegelapan.–ST 6 Oktober 6 1881.

Oleh: Ellen White

BAGAIMANA ORANG KRISTEN MEMILIH REKREASI

akhir zaman

Rekreasi Orang Kristen kontra Hiburan Dunia.

[AkhirZaman.org] Ada sesuatu perbedaan yang nyata di antara rekreasi dan hiburan.  Sesuai dengan namanya, rekreasi cenderung untuk menguatkan dan membangun tubuh, rekreasi mengajak kita untuk meninggalkan tugas-tugas dan beban kita sehari-hari.  Rekreasi memberi kesegaran pikiran dan tubuh kepada kita, dengan demikian menyanggupkan kita kembali melakukan tugas-tugas kita dengan tenaga baru. 

Pada pihak lain, hiburan itu dicari demi kesenangan dan seringkali hal itu membawa hal-hal yang keterlaluan; yang menghabiskan banyak tenaga yang sangat berguna dalam pekerjaan, justru menjadi penghalang bagi kesuksesan dalam hidup sejati. 1

Di antara kelompok para pengikut Kristus untuk rekreasi orang Kristen dan perkumpulan dunia untuk kesenangan dan hiburan akan ada suatu garis yang bertentangan.  Gantinya doa dan menyinggung tentang kristus dan perkara yang kudus yang akan kedengaran dari bibir orang dunia, kita akan dengar dari mereka tertawa memalukan dan percakapan yang sia-sia.  Ide yang ada pada mereka ialah suatu waktu yang bergejolak.  Hiburan mereka dimulai dalam kebodohan dan diakhiri dalam kesia-siaan. 2

Bertarak dalam kepelisiran sangat diperlukan, demikian juga dalam hal yang lain.  Dan watak atau tabiat dari hiburan haruslah hati-hati dan dipertimbangkan dengan saksama.  Setiap orang muda harus bertanya kepada dirinya, pengaruh apakah yang akan dibuat kepelisiran ini ke kesehatan jasmani, mental dan akhlak saya?  Apakah pikiran saya akan begitu digilakan sehingga melupakan Tuhan?  Apakah saya hentikan atau tutup adanya kemuliaan-Nya di hadapan saya? 3

Prinsip Dalam hal Kesenangan

Jangalah kita kehilangan pendangan akan fakta bahwa Yesus adalah sumber sukacita.  Dia tidak bergemar dalam kesengsaraan umat manusia, tetapi rindu melihat mereka dalam kegembiraan.

Orang Kristen mempunyai beberapa sumber kebahagiaan di tangan merka, dan mereka dapat mengatakan dengan tepat tanpa salah kesenangan yang benar dan diizinkan hukum.  Mereka boleh menikmati rekreasi yang tidak akan merisaukan pikiran atau mengabaikan jiwa, pengaruh yang menyusahkan, yang akan merusakkan harga diri atau menghalangi jalan untuk kegunaannya.  Jikalau mereka dapat menerima Yesus bersama dengan mereka dan memelihara suatu roh permintaan doa, mereka akan selamat dengan sempurna. 4

Hiburan apa saja di mana engkau dapat meminta berkat Tuhan di atas imanmu tidak akan berbahaya.  Tetapi hiburan apa saja yang membatalkan doamu yang secara rahasia itu, untuk menyerahkan pada mezbah permintaan doa, atau mengambil bagian dalam perkumpulan permintaan doa tidaklah membawa selamat, tetapi sangat berbahaya. 5

Hiburan Yang Tidak Pantas Membuat Kita Melalaikan Tanggung Jawab

Kita adalah kelompok orang yang percaya, kita mempunyai kesempatan setiap hari memuliakan Tuhan dalam kehidupan di atas bumi ini, bahwa kita hidup dalam dunia ini bukan semata-mata untuk menghibur diri kita saja, atau bukan hanya menyenangkan diri kita sendiri.  Kita berada di sini untuk kepentingan umat manusia dan menjadi suatu berkat kepada masyarakat.  Jikalau kita biarkan pikiran kita berjalan pada saluran yang rendah sebagaimana banyak orang yang hanya mencari kesia-siaan dan kebodohan dengan membiarkan pikiran mereka mengalir pada saluran yang rendah, bagaimanakah kita boleh menjadi keuntungan kepada bangsa kita dan kepada generasi ini?  Bagaimanakah kita boleh menjadi suatu berkat kepada masyarakat yang ada di sekeliling kita?  Kita tidak boleh menuruti kehendak hati dengan berdoa dalam hiburan apa saja yang akan menjadikan kita tidak cocok untuk lebih setia sehingga berhenti melakukan tugas yang biasa. 6

Jangalah terancam kesejahteraan jiwamu oleh memuaskan keingingan mementingkan diri sendiri yang bagaimanapun, kita harus menghidarkan diri dari hiburan apa saja yang akan mempesonakan pikiran sehingga tugas-tugas yang biasa dari kehidupan seolah-olah menjadi lemah dan tidak menarik.  Pikiran menjadi tetap dalam suatu arah yang salah oleh memanjakan diri dengan kesenangan yang demikian, dan karena Setan menyesatkan pikiran seperti itu sehingga kesalahan tampaknya seperti kebenaran.  Kemudian biarlah dikendalikan dan diserahkan kepada orangtua, sebagaimana Kristus membawakan hal seperti itu kepada orangtua-Nya yang tampaknya tidak dapat dipikul. 7

Tujuan Perkumpulan Sosial

Ada banyak perkara yang tampak benar dalam dirinya sendiri, tetapi telah diselewengkan Setan, terbukti menjadi perangkap kepada orang yang tidak berhati-hati. 8

Sebagaimana biasa, pesta-pesta kepelisiran…juga merupakan penghalang terhadap pertumbuhan sejati, demikian juga terhadap perkembangan pikiran dan tabiat.  Pergaulan yang menyia-nyiakan begitu banyak waktu, kebiasaan yang berlebih-lebihan pada kepelesiran, dan terlalu sering melakukan pemborosan, akan membangun segenap kehidupan pada kejahatan.  Di tempat kepelesiran seperti ini, para orangtua dan guru dapat melakukan banyak hal untuk mengalihkan kepada kesenangan yang sehat dan menguntungkan, serta memberi semangat pada kehidupan. 9

Ada satu golongan di kelompok sosial yang dianggap memalukan kepada oraganisasi dan jemaat kita, atas pesta-pesta kepelesiran yang dilakukannya.  Karena pesta kepelesiran itu menonjolkan pakaian yang menyombongkan, penampilan yang menyombongkan, memuaskan diri sendiri, hiruk-pikuk kegirangan dan kesukaan membuang-buang waktu.  Setan dijamu sebagai tamu terhormat, dan dia mengambil mereka sebagai miliknya yang meremehkan martabat dalam kelompok sosial seperti ini.

Beberapa kelompok yang sama seperti itu telah dihadapkan kepada saya, di mana mereka telah berkumpul sebagai orang yang mengaku percaya kepada kebenaran.  Seorang yang telah duduk pada alat perkakas musik dan nyanyian yang dicurahkan begitu melimpah membuat para malaikat yang berjaga-jaga itu menangis.  Di dalam kelompok kegirangan itu ada gelak tertawa yang kasar, ada semangat yang meluap-luap dan sejenis inspirasi; tetapi Setanlah yang menciptakan kegirangan yang jenisnya seperti itu,  Inilah kegirangan besar dan kegila-gilaan yang memalukan kepada semua orang yang mencintai Tuhan.  Kelompok itu mempersiapkan para pengikutnya pada pikiran dan kelakuan yang keterlaluan.  Saya mempunyai alasan dan pendapat bahwa beberapa dari mereka yang terjun dalam keadaan itu seharusnya bertobat dengan hati yang sungguh-sungguh dari perbuatan yang sangat memalukan itu.

Banyak kelompok yang sama seperti itu telah dihadapkan kepadaku.  Saya telah melihat keriangan, pameran busana dan menghiasi diri.  Semua mereka berkeinginan supaya dianggap cemerlang dan unggul, dan melibatkan diri mereka dalam kegirangan riuh-gemuruh, sendagurau dangkal, murahan, merayu dengan cara kasar dan gelak-tawa yang terbahak-bahak.  Mata mereka bercahaya, pipi dihias kemerah-merahan, hati nuraninya sedang tidur dininabobokan.  Dengan kawin mawin dan makan minum mereka melakukan segala usaha untuk melupakan Tuhan.  Adegan kepelesiran itulah yang menjadi Firdaus mereka. dan Surga masih terus mencari siapa yang dapat diselamastkan, sedang melihat dan mendengar segala kejadian ini. 10

Perkumpulan yang bermaksud mencari penghiburan yang mengacaukan iman dan membuat kesimpangsiuran dalam motivasi dan tidak menentu arah tujuannya.  Tuhan menerima hati yang tidak terbagi-bagi.  Dia ingin agar segenap kehidupan manusia itu diserahkan.  11

Hanya Sedikit Hiburan Populer Membawa Keselamatan

Banyak dari antara kepelesiran yang populer dewasa ini, walaupun bagi mereka yang mengaku dirinya Kristen, cenderung untuk mempunyai tujuan yang sama seperti yang ada pada orang-orang kafir pada zaman dilu.  Hanya sedikit saja di antara mereka yang tidak dijadikan Setan sebagai alat untuk membinasakan jiwa.  Melalui sesuatu drama ia telah bekerja berabad-abad lamanya untuk membangkitkan nafsu, dan bersuka di dalam kejahatan. Opera, dengan pemandangan yang mempesonakan serta musik yang menggiurkan, tari-tarian yang bertopeng, dansa-dansi, permainan kartu, telah digunakan setan untuk menghancurkan benteng prisip dan membuka pintu kepada pemanjaan nafsu.  Di dalam setiap kumpulan untuk mencari kepelesiran di mana kesombongan dan selera makan dimanjakan, di mana seorang dituntun untuk melupakan Tuhan dan kehilangan pandangan terhadap perkara yang baka, di sanalah Setan sedang mengikatkan tali belenggunya kepada jiwa manusia. 12

Orang Kristen Sejati tidak akan rindu memasuki tempat hiburan yang bagaimanapun atau ikut serta dalam hiburan mana pun yang tidak dapat memohon berkat Tuhan.  Dia tidak akan dijumpai di gedung bioskop menonton film, di ruang biliard, atau di tempat permainan bowling.  Dia tidak akan menggabungkan diri dengan orang yang berdansa-dansi dengan irama wals, atau kepelesiran yang menggiurkan lainnya yang akan membuang Kristus dari pikirannya.

Kepada mereka yang memohon untuk mendapatkan hiburan inilah jawab kita.  Kita tidak dapat menghibur, memanjakan diri dalam nama Yesus dari Nazaret.  Berkat Tuhan tidak akan diberikan  untuk digunakan di gedung bioskop atau dansa-dansi.  Tidak seorang Kristen yang ingin menerima ajalnya di suatu tempat seperti itu. 13

Tempat yang Subur untuk Kemerosotan Moral ialah Gedung Bioskop.

Di antara tempat yang sangat berbahaya untuk kepelesiran ialah gedung bioskop.  Gantinya sebagai sebuah sekolah untuk perkembangan moral dan kebaikan, sebagaimana yang telah dicanangkan, tempat itu subur untuk mengembangkan kemerosotan moral.  Sifat-sifat yang ganas dan kecenderungan melakukan dosa dikuatkan dan makin dikuatkan oleh pertunjukan ini.  Nyanyian-nyanyian yang bermutu rendah gerak isayrat yang cabul, ungkapan perasaan yang berlebih-lebihan, dan sikap merusak daya khayal dan merendahkan moral.  Setiap orang muda yang sudah terbiasa mengunjungi tempat pertunjukan seperti itu akan merusak dalam dirinya tentang prinsip.  Tidak ada lagi pengaruh yang paling berkuasa untuk meracuni imajinasi, merusak kesan keagamaan yang murni, dan mengumpulkan kenikmatan akan kesentosaan dalam kesenangan dan kuasa meracuni kehidupan yang sederhana di negeri ini dari hiburan di gedung bioskop.  Satu-satunya jalan yang lebih selamat ialah dengan menjauhkan diri dari gedung bioskop, dari tontonan sirkus dan dari setiap tempat hiburan lain yang diragukan. 14

Berdansa-dansi, Itulah Sekolah yang Merusak Moral.

Banyak keluarga yang beragama menjadikan dansa-dansi, bermain kartu sebagai hiburan pada waktu yang senggang.  Hal yang demikian dianjurkan karena ini dianggap sebagai hiburan yang tenang dalam rumah tangga, yang mana dapat dinikmati di bawah pengawasan orangtua.  Tetapi mencintai kepelesiran yang mengasyikkan ini talah diperkembang, dan yang dianggap halal di dalam rumah ini akan tidak dianggap lagi berbahaya di luar rumah.  Namun haruslah diketahui dengan pasti bahwa tidak ada sesuatu kebaikan dari hiburan seperti ini.  Hiburan ini tidak memberi kekuatan kepada tubuh atau kesegaran ke dalam pikiran.  Tetapi sebaliknya, hiburan seperti itu merusak segala rangsangan untuk berfikir sungguh-sungguh dan merusak untuk pelayanan keagamaan.  Adalah benar bahwa ada suatu perbedaan yang bertentangan di antara memilih pesta dari golongan yang lehih baik dan bercampur-aduk serta kumpulan yang rendah martabat di tempat dansa dalam rumah orang yang bermoral rendah.  Namun semuanya ini menjadi langkah-langkah dalam jalan yang menuju ke pemborosan. 15

Tari-Tarian Daud Sebagai Suatu Contoh

Pada waktu Daud menari disertai kegembiraan yang khidmat di hadapan Tuhan, hal itu telah digunakan oleh orang-orang yang sedang dalam kepelesiran sebagai satu dalih untuk membenarkan dansa-dansi yang sekarang ini banyak dilakukan, tetapi tidak ada dasar untuk alasan seperti itu.  Pada zaman kita ini sekarang dansa-sansi dihubungkan dengan pesta-pesta tengah malam dengan segala kebodohannya.  Kesehatan akhlak telah dikorbankan untuk kepelesiran.  Oleh orang-orang yang sering berada di dalam tempat dansa, Tuhan tidak dijadikan sebagai satu perkara untuk dipikirkan dan dihormati; doa atau nyanyian pujian tidaklah dianggap sewajarnya di dalam perkumpulan mereka.  Ujian ini amat menentukan.  Hiburan yang mempunyai suatu kecenderungan untuk melemahkan kasih kita terhadap perkara yang suci dan mengurangi kesukaan kita di dalam pelayanan kita kepada Tuhan janganlah dicari oleh orang Kristen.  Musik dan tarian di dalam puji-pujian yang penuh kesukaan bagi Tuhan pada waktu memindahkan peti itu sedikit pun tidak menyerupai cara-cara dansa yang seperti sekarang ini.  Yang satu cenderung untuk mengingat Tuhan dan meninggikan nama-Nya yang suci itu.  Yang lain adalah suatu alat Setan untuk membuat manusia melupakan Tuhan dan menghinakan Dia. 16

Main Kartu, yang Membuka Jalan untuk Kejahatan

Main kartu haruslah dilarang.  Perkumpulan itu dan kecenderungan sangat berbahaya.  Kuasa raja kegelapan itu memimpin di dalam ruangan tempat bermain dan di mana saja kartu itu dimainkan dia berada.  Para malaikat Setan adalah tamu-tamu yang terkenal di dalam tempat-tempat ini.  Hiburan seperti itu tidak ada manfaatnya sama sekali kepada jiwa atau tubuh.  Tidak ada kegunaannya untuk menguatkan intelek, tidak akan menyimpan sesuatu yang berguna yang akan dapat digunakan di masa yang akan datang….Keahlian mempermainkan kartu-kartu itu akan segera menuntun kepada suatu keinginan menjadikan ilmu dan taktik itu untuk digunakan demi keuntungan pribadi.  Pada permulaan sejunmlah kecil dipertaruhkan, dan kemudian jumlah yang lebih besar lagi, sehingga kehausan berjudi diperoleh yang menuntun kepada kehancuran yang sudah pasti.  Betapa banyaknya hiburan yang jahat ini menuntun kepada praktek yang penuh dengan dosa kepada kemelaratan, orang masuk penjara, terjadi pembunuhan dan menerima hukuman tiang gantung.  Walaupun demikian banyak juga orangtua yang tidak dapat melihat jurang kebinasaan yang mengerikan yang sedang menganga bagipera remaja. 17

Takut menjadi Manusia yang “Aneh”

Orang-orang yang mengaku diri Kristen yang mempunyai pengalaman dan tabiat yang dangkal digunakan oleh sang penggoda sebagai umpannya.  Golongan ini selalu bersedia untuk mengumpulkan kepelesiran atau olahraga, dan pengaruh untuk menarik orang-orang lain.  Para remaja pria dan wanita yang telah mencoba menjadi orang-orang Kristen penurut pengajaran Alkitab tergoda untuk bergabung dengan partai ini, dan mereka telah berteriak masuk ke kelompok itu.  Mereka tidak berdoa dengan tekun untuk memohon petunjuk dari Ilahi, standar apa yang harus dipelajari dari apa yang dikatakan Kristus tentang buah yang akan dihasilkan di atas pohon orang Kristen.  Mereka tidak dapat membedakan bahwa jamuan makan ini sesungguhnya adalah pesta bagi Setan, disediakan untuk memelihara jiwa-jiwa dari penerima panggilan kepada pesta pernikahan Anak Domba dan mencegah mereka dari penerimaan jubah putih tabiat, yaitu kebenaran Kristus.  Mereka menjadi bingung, kebenaran apakah yang harus mereka lakukan sebagai orang Kristen.  Mereka tidak mau dianggap sebagai orang Kisten yang ganjil atau aneh, dan pada umumnya cenderung untuk mengikuti teladan dari orang-orang lain.  Sehingga mereka berada di bawah pengaruh orang-orang yang belum pernah menyerahkan hati dan pikiran dijamah Ilahi. 18

Hindarkan Langkah yang Pertama untuk Pemanjaan Diri.

Mungkin engkau tidak melihat bahaya yang sebenarnya ketika mengambil langkah pertama dalam kelakuan sembrono dan waktu mencari kepelesiran dan berpendapat bahwa bilamana engkau ingin mengubah jalanmu, engkau akan sanggup melakukan yang benar semudah sebelum menyerahkan dirimu melakukan yang salah.  Tetai ini adalah suatu kekeliruan.  Oleh memilih teman-teman yang jahat banyak orang telah dituntun selangkah demi selangkah dari jalan kebajikan masuk ke dalam perbuatan yang tidak menurut dan kepemborosan tenaga, di mana satu waktu menurut pikiran mereka bahwa tidak mungkin mereka menjadi merosot.19

Pernyataan yang Jelas mengenai Prisip Orang Kristen.

Jikalau engkau sungguh-sungguh benar dan milik Kristus, engkau akan berkesempatan untuk bersaksi bagi Dia.  Engkau akan diundang untuk mengunjungi tempat-tempat hiburan, dan kemudian adalah suatu kesempatan bagimu untuk menyaksikan Tuhanmu.  Jikalau engkau ada dalam keadaan benar kepada Kristus, kemudian tidak membuat alasan untuk tidak memasukinya.  tetapi dengan cara sederhana dan dengan randah hati akan mengatakan bahwa engkau adalah anak Tuhan, dan prinsip hidupmu kelak tidak akan membiarkan engkau berada pada suatu tempat, walaupun untuk satu saat, di mana engkau tidak dapat mengundang kehadiran Tuhanmu. 20

Adalah maksud Tuhan agar melalui umat-Nya dinyatakan prisip kerajaan-Nya.  Agar di dalam kehidupan dan tabiat mereka boleh menyatakan prinsip ini.  Dia ingin memisahkan mereka dari adat kebiasaan, sifat-sifat dan praktek kehidupan dunia ini….

Pemandangan yang ajaib terbentang di hadapan kita; dan pada zaman ini suatu kesaksian yang hidup haruslah dibawakan di dalam kehidupan orang-orang yang mengaku diri umat Tuhan sehingga dunia ini dapat melihat bahwa pada zaman ini, ketika Setan memerintah di setiap segi kehidupan, masih ada suatu umat yang menyisihkan kemauan mereka sendiri dan berusaha untuk melakukan kehendak Tuhan, suatu umat di mana hukum Tuhan tertulis di dalam hati dan di dalam kehidupan mereka.

Tuhan mengharapkan agar mereka yang meninggikan nama Kristus untuk mewakili Dia.  Pikiran mereka akan menjadi murni, kata-kata mereka ditinggikan dan diagungkan.  Agama yang diakui Kristus itu akan dijalin dengan apa yang mereka lakukan dan bicaraka.  Tuhan menginginkan agar umat-Nya menyatakan dalam kehidupan mereka keuntungan Kekristenan di atas keduniaan, dan menunjukkan bahwa mereka sedang bekerja di suatu dataran yang tinggi dan kudus. 21

Oleh: Ellen White

1  Ed, p. 207

 2  RH, May 25, 1886

 3  CT, p. 333, 334

 4  RH, Aug. 19, 1884

 5  CT, p. 337

 6  Idem p. 336

 7  Yl, July 27, 1893

 8  Letter 144, 1906

 9  Ed. p. 211

10  CT, p. 339, 340

11  Idem, p. 345

12  PP, p. 459, 460

13  RH, Feb. 28, 1882

14  CT, p. 334, 335

15  RH, Feb. 28, 1882

16  PP, p. 707

17  TC, vol. 4, p. 652

18  CT, p. 340, 341

19  Idem p. 224

20  YI, May, 1893

21  CT, p. 321-324

 

 

Apakah Suami “ADA MAIN” di Luar?

akhir zaman

[AkhirZaman.org] PERKAWINAN yang berbahagia merupakan idaman setiap orang. Tidak ada orang yang mau kehidupan keluarganya berantakan. Namun permasalahannya adalah, bagaimana cara memupuk rumah tangga yang bahagia? Karna tidak sedikit jumlahnya yang menghadapi badai kemelut dalam rumah tangga, padahal mereka dulu merupakan pasangan yang saling mencintai.

Banyak hal yang menyebabkan suatu pernikahan menjadi porak-poranda. Misalnya karna soal ekonomi, prihal anak dan lain sebagainya. Namun yang paling parah, bila salah satu dari mereka menyeleweng. Apapun alasannya, ini jelas sangat menyakitkan pihak lain. Dr. Frank Furstenber adalah seorang ahli psikolog dari universitas pensylvania USA mengadakan suatu riset. Ini sangat penting diketahui para istri untuk mendekteksi tanda-tanda suami mulai mempunyai other women “wanita lain” untuk segera diluruskan, serta untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis:

IA TAK BANYAK BICARA PADA ANDA

Pikirkanlah kembali saat-saat pertama anda berjumpa. Selain daya tarik fisik, apalagi yang menyebabkan anda tertarik kepadanya? Bagaimana dengan kencan-kencan yang lalu, anda dapat bercerita kepadanya tentang dia membagi suka dan dukanya kepada anda? Bagi dua orang yang intim, bentuk komunikasi yang terbuka merupakan hal yang sangat penting artinya. Jika kini anda bertanya lagi” Pak, enaknya makan apa malam ini?” di jawab “Seperti biasa” berarti lampu kuning: sudah saatnya anda mulai waspada. Bagaimana cara pemecahannya? Tunjukkanlah padanya bahwa anda seorang istri yang menarik. Tanyakanlah dengan halus, mengapa demikian. Bila ia tengah berbicara, jadilah pendengar  yang baik. Seorang suami yang tiba-tiba membisu terhadap istrinya, kemungkinan terbesar telah menemukan seorang pendengar yang lebih simpatik.

TAK BERUSAHA DEKAT

Apakah suami anda telah melupakan cara-cara merayu atau berhenti memuji anda, kalau anda merupakan istri yang seksi? Jikalau minatnya ditempat tidur berkurang, anda berada pada persoalan yang cukup serius. Memang kadang-kadang para suami kehilangan nafsu seks-nya, disebabkan berbagai ketegangan dalam pekerjaan atau karena sakit. Namun bila suami anda bosan, kemungkinan dia menyeleweng dengan wanita lain akan terbuka.  Untuk itu cobalah menyuguhkan “menu-menu yang baru”. Rayulah suami anda, bahkan kalau perlu mandikan dia. Sebaliknya kali ini anda yang mengambil inisiatif, sebab dengan demikian, ia akan menyadari bahwa anda masih memperhatikan dirinya. Ia akan kian tertarik dengan anda.

Setiap pasangan dengan tampak seperti pengantin baru. Mereka berciuman sebagai tanda selamat pagi, bermesraan dengan nonton TV ataupun bergandeng tangan ditempat-tempat terbuka. Namun jika tradisi ini berubah, pasti ada sesuatu yang tak beres. Kini cobalah ingat kembali sentuhan-sentuhan kasih sayang yang dirindukannya, sebagaimana anda menyukai pelukannya. Usapan kasih sayang ini sama pentingnya dengan hubungan seks suami istri. Kendati tampaknya sepele, tapi kalau anda tak melakukannya, ia bisa lari mencari kehangatan dalam pelukan wanita lain.

HILANGNYA HARI INDAH

Apakah pernikahan anda berjalan rutin dan kurang romantis? Kendati sarat dengan berbagai kesibukan, alangkah baiknya kalau disediakan waktu khusus untuk anda berdua. Sekurangnya sehari atau semalam dalam seminggu harus digunakan untuk bersenang-senang berduaan. Tidak mahal, anda bisa saja pergi berkunjung ke sahabat, jalan-jalan atau duduk-duduk disebuah taman. Pokoknya keluar dari rumah dan menghirup udarah segar. Perkawinan anda tak ada seninya, bila hanya dihabiskan waktu dirumah.

TAK ADA SENDA GURAU

 

Humor merupakan salah satu sarana, terbaik bagi manusia untuk meredam berbagai kesulitan hidup di dunia ini. Humorpun dapat membuat anda riang  dan tak terlalu serius memikirkan keruwetan. Dan sesuatu yang aneh, jika anda dan suami anda tak pernah bersenda gurau lagi. Untuk menjaga suami anda tak tertarik kepada wanita lain, jadikanlah kamar tidur anda sesuatu tempat yang membahagiakan. Suami yang tak dapat tertawa ditempat tidur, merupakan suami yang tak bahagia.

MENYEMBUNYIKAN SESUATU

Kendati ia telah berhasil mencegah anda menemukan lipstik di bajunya, masih ada jalan lain bagi anda untuk mendeteksinya, jika ia mulai “main-main” dengan wanita lain. Apakah ia masih sering kerja lembur di malam hari dan kemudian memberikan alasan-alasan yang bukan-bukan? Apakah dia tak berani menatap mata anda di saat berdialog? Apakah ia menjadi sangat pelit? Memang gejalah-gejalah ini tak lalu berarti bahwa ia mempunyai other woman “wanita lain”, namun boleh juga demikian.

Tanpa melakukan tuduhan-tuduhan, tanyakan secara baik-baik segala sesuatu yang tampak lain. Desaklah dia untuk berlaku jujur pada anda. Jika anda tidak peduli, mungkin anda akan kehilangan dirinya, milik anda yang paling berharga.

Refleksi

Keluarga adalah salah satu lembaga yang Allah ciptakan di Eden, ke intiman suami dan istri dalan rumah tangga melambangkan keintiman kita dengan Tuhan. Saat keluarga berantakan akan membuat keintiman segitiga ini pudar, jadi pada saat anda mengatakan anda mengasihi Yesus anda juga harus mengasihi pasangan anda. Terimalah dia apa adanya dan jangan biarkan rumah tangga anda berantakan karna sifat dan karakter anda yang mementingkan diri sendiri.

Arang Obat Ajaib 5

Charcoal_Briquette

…Tapal Arang- Penyakit Pada Organ Tubuh

10. Kepala dan Otak

a. Sakit Kepala
b. Lebam pada otak
c. Peradangan pada pembuluh darah
d. Meningitis (radang selaput otak)
e. Migrain
f. Stroke (segera setelah serangan)
g. Kanker, tumor (seluruh kepala)

Aplikasi 
1. Tempelkan tapal arang di dahi, samping telinga, dan kepala setiap malam atau tiga kali sehari. Untuk migrain tempelkan pada ssamping kepala tiga kali sehari.
2. Minum arang sesuai dosis.

areng1

11. Jantung dan Pembuluh Darah

a. Pembengkakan Jantung
b. Gagal Jantung
c. Hematoma atau gumpalan darah
d. Peradangan pada pembuluh darah
e. Peradangan pada otot jantung

Aplikasi
1. Tempelkan tapal arang di atas dada (tepat di atas daerah jantung) tiga kali sehari
2. Minum arang sesuai dosis
3. Hindari makanan daging, minuman keras,tembakau, makanan kalengan, dan kopi.
4. Lakukan latihan jalan cepat selama 10–25 menit setiap hari.

areng2

  1. 12.    Dada
  2.  Abses
    b.    Kanker
    c.    Kista
    d.    Peradangan
    e.    Mastitis
    f.    Tumor (stadium awal)

    Aplikasi
    1.    Tempelkan tapal arang menutupi seluruh daerah dada,.tiga kali sehari.
    2.    Minum arang sesuai dosis.
    3.    Perbanyak makan sayur dan buah yang tinggi vitamin A dan C
    4.    Hindari makanan daging, kopi, minuman keras, dan tembakau.
    5.    Lanjutkan pengobatan sampai sakitnya sembuh.

areng3

  1. 13.    Leher
  2.  Suara serak
    b.    Radang tenggorokan
    c.    Gondok
    d.    Pharyngitis / radang tekak
    e.    Leher kaku
    f.    Sakit tenggorokan
    g.    Amandel

    Aplikasi
    1.    Tempelkan tapal arang sekeliling leher setiap malam.
    2.    Minum arang sesuai dosis.

areng4

14. Kelenjar Prostat

a. Pembengkakan

b. Infeksi

c. Peradangan

d. Prostitis

Aplikasi

1. Tempelkan tapal arang sekitar perut bagian bawah sampai daerah kemaluan tiga kali sehari.

2. Minum arang sesuai dosis

3. Minum banyak air

4. Minum satu sendok makan minyak zaitun ssetiap pagi dan petang

areng5

15. Penis dan kantung kemaluan

a. Kanker

b. Infeksi

c. Peradangan

Aplikasi

1. Sapukan pasta arang langsung pada daerah yang sakit setebal ¼ inchi. Tutup dengan kain tipis dan tempel lekatkan dengan perban. Ganti setiap jam.

2. Minum arang sesuai dosis.

3. Jangan melakukan hubungan seks.

areng6

Terjemahan dari buku “Healing Wonders of Charcoal”

Selengkapnya lihat di: http://arangobatajaib.org/carapemakaian?layout=default

Sumber: arangobatajaib.org

Mujizat Dalam Kebangkitan Dari Naomi

akhir zaman

[AkhirZaman.org] “Naomi … Naomi … Naomi bangun … Tolong, tolong… … putri saya sudah mati …!” Teriakan  histeris memecahkan kesunyian dari desa di hutan Papua pada suatu pagi.. Jhoni Santos adalah pemuda dari Timor Leste yang ikut ambil bagian dalam Gerakan 1000 Missionary pelatihan di Indonesia. Bersama-sama dengan temannya Fernando Krey mereka dikirim untuk bekerja di sebuah desa terpencil di Indonesia ditengah hutan Papua. Pada saat itu Jhoni sedang memberikan pelajaran Alkitab Jhoni kepada sekelompok anak-anak, sementara teman-Nya, Fernando sedang bermain dengan kelompok lain yang tidak jauh dari pondok itu. Mereka berlarian ke pondok dari mana suara itu terdengar dan menemukan gadis dengan nama Naomi dalam kondisi kaku, pucat, dingin dan tak bernyawa. Dia telah dijumpai ibunya dalam keadaan mati ketika ibunya datang membangunkan dia pagi itu seperti biasanya.

Jhoni adalah seorang mahasiswa jurusan ekonomi pada Universitas  Klabat di Manado, Indonesia. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya dalam situasi itu. Jika mereka membawa gadis itu ke klinik terdekat, itu akan memakan waktu 3 hari untuk mencapai tempat tersebut. Tetapi itu tidak akan berguna, karena gadis itu sudah mati. Jhoni ingat cerita tentang bagaimana Elisa telah membangkitkan seorang anak yang sudah  mati.  Sebab itu dia berdoa dalam hatinya: “Tuhan Yesus … aku hanya seorang berdosa. Namun Anda adalah Tuhan yang besar yang tidak pernah berubah. Jadi lakukan sesuatu untuk anak ini. “Kemudian ia mengambil mayat itu dan memeluk dengan erat dengan kedua lengan. Semua orang di pondok itu tercengang dan menonton dengan kagum dan dalam keheningan.

Jhoni dan Fernando bernyanyi bersama, pertama Yesus Sahabat Terindah dan kemudian Ada Kuasa Dalam Darahnya. Kemudian mereka bergantian, kalau yang satunya menyanyi maka yang lainnya berdoa dengan sungguh-sungguh dan dengan bercucuran air mata meminta Tuhan melakukan keajaiban bagi mereka. Ini berlangsung selama lebih dari empat puluh menit. Tiba-tiba Jhoni merasa seolah-olah hatinya sendiri berhenti berdenyut selama beberapa menit karena ia terkejuta mendengar suara Fernando yang gembira berkata, “Hei, ini anak sudah bernapas lagi …!” Semua orang yang mengerumuninya dantang untuk memegang tangan gadis itu dan menyentuh tubuhnya dengan keheranan, dan benar saja dia sudah hidup kembali dan tersenyum pada mereka. Pondok kecil itu meledak dengan suara sorak-sorai dan orang-orang menari, dan mereka memuji Tuhan Tuhan dan bernyanyi dengan gembira. “Tuhan kami benar-benar indah dan handal! Puji Tuhan! “Semua orang berseru dengan air mata mengalir kebawah pipi mereka.

Empat bulan kemudian ketika sedang tidur di tengah malam, kesunyian telah rusak lagi dengan teriak histeris seorang ibu. Jhoni dan Fernando bangun dan berlari ke gubuk dari mana teriakan datang. Ketika mereka tiba, ada beberapa dukun sedang mereka melakukan upacara mantera-mantera di tubuh Naomi yang telah sakit sehari sebelumnya sehingga ibunya memutuskan untuk memanggil para dukun dikampung itu sebagai adat mereka di antara orang-orang yang masih percaya tahyul itu.

Jhoni berseru dengan marah kepada mereka, “Apa yang kamu buat? Apakah kamu belum memahami kuasa Tuhan kita? Bagaimana kamu masih percaya takhyul setelah menyaksikan kuasa Yesus? “

Jhoni dan Fernando mengangkat tubuh yang dingin dari  Naomi dan memeluknya sambil mereka bergantian menyanyi dan berdoa supaya  Tuhan melakukan mujizat lagi.  Mereka menghimbau semua berdoa dengan sepenuh hati mereka, dengan bercucuran air mata dan mengaku dosa-dosa mereka. Jhoni berdoa bahwa dia akan lebih rela mati untuk Naomi jika tidak Tuhan akan mengabulkan doa-doa mereka. Hal ini terjadi selama dua jam. Kemudian tiba-tiba sambil terus berdoa Jhoni merasa ada jari yang menusuk tulang rusuknya.   Dia terus berdoa dan bernyanyi meminta Tuhan untuk melakukan mujizat atau membiarkan dia mati. Sekali lagi ia merasa sebuah jari menusuk pada sisinya. Dan saat ini Jhoni membuka matanya untuk melihat siapa yang melakukannya. Dia terkejut ketika mengetahui bahwa Naomi telah membuka matanya dan sambil tersenyum padanya berusaha untuk melepaskan dirinya dari pelukan Jhoni dan  dan mencoba untuk bangkit berdiri.

Naomi masih hidup dan baik sampai saat ini. Tetapi itu bukan akhir cerita. Pamannya, Decky Suanso, begitu terkesan akan kejadian ini sehingga  ia memutuskan untuk bergabung dengan 1000 Missionary Movement untuk mengikuti pelatihan menjadi pengabar injil sukarela.  Dia bergabung dengan kelompok 5.  Kebetulan saya termasuk salah satu yang turut memberikan latihan kepada kelompok itu selama 1 minggu tentang cara untuk bekerja di antara-umat  Islam dan Buddha. Pastor Ji Sung Bae kemudian datangi ke desa itu untuk melakukan serangkaian KKR  yang menghasilkan baptisan 47 orang di sana. Puji Tuhan, sungguh luar biasa  kuasa Tuhan, dan betapa Dia tidak berubah dan menepati janjiNya asal kita setia dan berserah sungguh-sungguh kepadaNya.

Jhoni Santos & Fernando Krey
Missionaris di Papua

Sumber: 1000mmindonesia.tumblr.com

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI

kakek_nenek_bahagia_b

Yesus Tidak Meminta Seseorang Membujang

[AkhirZaman.org] Mereka yang menghormati hubungan pernikahan sebagai salah satu peraturan Tuhan yang suci, dijaga oleh hukum-Nya yang suci, pikirannya akan dikendalikan dengan cara yang sehat. 1

Yesus tidak pernah memaksakan orang supaya tetap menjadi bujangan di antara golongan manusia. Ia tidak datang untuk membinasakan hubungan nikah yang suci, melainkan hendak meninggikan dan memulihkannya kepada kesucian yang semula. Ia berkenan atas hubungan keluarga di mana cinta kasih yang suci dan kasih yang tidak mementingkan diri dan tahan terhadap goncangan. 2

Perkawinan Itu Sah dan Suci

Tidak ada dosa dalam hal makan dan minum, atau di dalam pernikahan maupun menikahkan. Tidak ada pernikahan yang salah pada zaman Nuh, dan demikian juga pada saat ini tidak ada pernikahan yang salah, kalau yang sah itu diperlakukan dengan wajar dan tidak dilakukan sampai kepada kesemena-menaan. Tetapi pada zaman Nuh pada saat manusia ingin menikah mereka tidak meminta nasihat dari Tuhan atau mencari seorang pemimpin untuk mendapatkan nasihat-Nya…

Kenyataan menunjukkan bahwa semua hubungan kehidupan dunia ini adalah bersifat sementara, kita membutuhkan satu pengaruh yang kuat untuk memperbaiki segala perbuatan dan perkataan kita. Pada zaman Nuh kesenangan yang terlalu berlebih yang cenderung menuruti hawa nafsu, hal seperti itulah yang membuat pernikahan itu jahat dihadapan Tuhan. Banyak sekali orang pada zaman ini yang kehilangan moralnya, terjerat dalam konsep pernikahan itu sendiri. 3

Hubungan pernikahan itu suci adanya, tetapi pada zaman ini pernikahan bukan lagi sesuatu ikatan yang suci melainkan pernikahan merosot dan dibungkus dengan segala macam kehinaan. Perkawinan disalah gunakan dan telah menjadi suatu kejahatan, di mana sekarang kemerosotan moral menjadi salah satu tanda-tanda akhir zaman, sama seperti perkawinan yang dilaksanakan sebelum Air Bah, pernikahan menjadi suatu kejahatan dimana manusia kawin mawin sesuka hati….Apabila sifat kesucian dan tuntutannya dipahami, maka sekarang pun perkawinan itu akan diperenankan oleh Tuhan; dan hasilnya akan menjadi kebahagiaan bagi kedua belah pihak, dan Tuhan akan dipermuliakan. 4

Hak-hak dalam Hubungan Pernikahan

Mereka yang mengaku dirinya orang Kristen…haruslah memberikan pertimbangan yang pantas kepada setiap akibat dari tiap-tiap hak hubungan suami istri dan prinsip yang disucikan harus menjadi suatu dasar dari tiap-tiap perbuatan. 5

Di dalam banyak kasus, para ibu bapa…telah menyalahgunakan hak-hak perkawinan mereka, dan oleh pemanjaan selera telah memperkuat hawa nafsu mereka. 6

Menghindarkan Kewajiban yang Keterlaluan

Mengerjakan sesuatu dengan cara yang keterlaluan itulah yang menjadikannya satu dosa yang besar. 7

Banyak ibu bapa yang tidak beroleh pengetahuan yang harus mereka miliki dalam kehidupan sebagai suami istri. Mereka tidak berjaga-jaga sehingga Setan mengambil kesempatan serta mengendalikan pikiran dan kehidupan mereka. Mereka tidak mengerti bahwa Tuhan menuntut supaya mereka menahan diri dari segala perbuatan yang keterlaluan sebagai suami istri. Tetapi hanya sedikit orang yang merasa bahwa adalah tugas agama untuk mengendalikan hawa nafsu. Mereka telah mempersatukan diri dalam perkawinan yaitu yang menjadi pilihan mereka dan oleh sebab itu mereka menganggap bahwa perkawinan itu akan menyucikan pemanjaan nafsu birahi mereka. Walaupun pria dan wanita yang mengaku orang beribadat namun mereka tetap membiarkan dirinya terkekang pada hawa nafsu dan tidak memikirkan bahwa Tuhan memandang mereka bertanggung jawab atas setiap tenaga yang mereka habiskan, yang melemahkan daya ingat mereka terhadap kehidupan serta meletihkan segenap tubuhnya. 8

Penyangkalan Diri dan Pertarakan Harus menjadi Semboyan

Kalau saja semua orang dapat mengerti tugas dan kewajiban mereka kepada Tuhan untuk memelihara pikiran dan tubuh mereka dalam keadaan yang sebaik-baiknya untuk memberikan pelayanan yang sempurna kepada Khalik_Nya! biarlah seorang istri Kristen itu menahan diri, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan, daripada membangkitkan hawa nafsu suaminya. Banyak orang yang tidak mempunyai kesanggupan untuk menyia-nyiakan akan hal ini. Sejak dari masa mudanya mereka telah melemahkan otaknya serta memboroskan kekuatan tubuhnya oleh memanjakan hawa nafsunya. Penyangkalan diri dan pertarakan harus menjadi semboyan dalam kehidupan mereka segagai suami istri. 9

Kita mempunyai kewajiban yang kudus kepada Tuhan untuk memelihara roh kita tetap suci dan badan kita sehat, agar kita dapat berguna bagi sesama manusia dan memberi pelayanan yang sempurna kepada Tuhan. Rasul Paulus memberikan amaran yang berikut: “Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.” Dia menganjurkan supaya kita lebih maju dengan mengatakan bahwa: Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal.” Rasul itu menasihatkan semua orang yang menyebut dirinya orang Kristen supaya mempersembahkan tubuhnya: “Sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan.” Dia berkata; “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” 10

Bukanlah cinta suci yang menggerakkan seseorang untuk menjadikan istrinya suatu alat melayani nafsunya. Hawa nafsu hewani itulah yang merangsang untuk dimanjakan. Hanya sedikit pria yang menunjukkan kasihnya dalam cara yang dijelaskan oleh rasul itu: “Sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya [bukan dicemarkan] dan disucikan;…supaya jemaat kudus dan tidak bercela.” Inilah kualitas cinta dalam perkawinan yang diakui Tuhan kudus adanya. Kasih adalah suatu prinsip yang murni dan kudus, tetapi hawa nafsu tidak dapat bertahan dan tidak digerakkan oleh pikiran sehat atau dikendalikan oleh suatu pertimbangan. Butalah ia kepada segala akibat; tidak akan dipertimbangkannya dari sebab kepada akibat. 11

Kenapa Setan Berusaha Melemahkan Penahanan Diri

Setan berusaha untuk merendahkah standar kesucian dan melemahkan pertahanan diri dari sesama manusia yang akan memasuki hubungan pernikahan karena ia mengetahui bahwa sementara hawa nafsu berahi memuncak, kuasa batiniah bertambah lemah, dan ia juga tidak perlu merasa kuatir tentang pertumbuhan kerohanian mereka itu. Ia mengetahui pula, bahwa tidak ada jalan lain yang lebih baik untuk memeteraikan petanya yang sangat dibenci itu kepada keturunan mereka, dan bahwa ia dengan demikian dapat membentuk tabiat mereka, bahkan yang lebih mudah lagi daripada membentuk tabiat orang tuanya. 12

Akibat yang Keterlaluan

Para pria dan wanita, suatu waktu kelak kamu akan mengetahui apakah hawa nafsu itu dan apa akibat menurutinya? Suatu hubungan layaknya suami istri dapat kita jumpai di lingkungan kita Nafsu birahi semakin di tonjolkan untuk memuaskan hasrat manusia. 13

Apakah akibatnya melepaskan hawa nafsu birahi?….Tempat tidur, di mana malaikat-malaikat Tuhan seharusnya mengetahui, dijadikan najis oleh perbuatan-perbuatan yang najis. Dan karena nafsu hewani yang memalukan itu yang merajalela, tubuh menjadi lemah; kebiasaan yang memuakkan membawa penyakit yang sangat dibenci. Apa yang telah diberikan Tuhan sebagai berkat sudah dijadikan kutuk. 14

Hubungan sex yang berlebih-lebihan akan merusak kegiatan kegemaran berbakti, tenaga itu doiambil dari zat-zat yang berada di dalam otak yang diperlukan untuk memberi makan susunan tubuh, dan akan hal yang berlebihan itu akan mengkuras kekuatan hidup sampai habis. Jangan ada seorang wanita yang membantu suaminya dalam pekerjaan membinasakan diri sendiri ini. Ia tidak akan melakukan hal ini kalau kiranya beroleh pengetahuan dan mengasihi suaminya itu dengan benar.

Apabila nafsu dimanjakan, maka ia semakin kuat dan semakin kuat menarik kita untuk untuk memanjakan nafsu itu sendiri. Biarlah para pria dan wanita yang takut akan Tuhan menyadari akan tugas kewajibannya. Banyak orang yang mengaku diri orang Kristen sedang menderita kelumpuhan saraf dan otak karena tidak bertarak dalam jurusan ini. 15

Hendaklah Para Suami Mempunyai Perhatian yang Penuh

Seharusnyalah para suami berhati-hati, tunjukkanlah kepada istri anda bahwa anda adalah seorang suami yang suka memperhatiakan, berpendirian tetap, dan berbelas kasihan. Mereka harus menyatakan kasih sayang dan simpati. Kalau mereka memenuhi perkataan Kristus, maka cinta mereka bukanlah bersifat hina, duniawi dan birahi, yang akan membawa kebinasaan kepada diri sendiri dan mendatangkan kelemahan dan penyakit kepada istri mereka. Mereka tidak akan memanjakan hawa nafsu berahi, sementara istri mendengungkan perkataan suaminya bahwa mereka harus tunduk kepada suami dalam segala perkara. Apabila suami mempunyai tabiat yang agung, kemurnian hati, pikiran yang ditinggikan sebagaimana setiap orang Kristen yang benar harus mempunyaihal itu, dan hal itu harus dinyatakan dalam hubungan suami istri. Kalau dia mempunyai pikiran Kristus, dia tidak akan menjadi pembinasa tubuh, tetapi akan dipenuhi dengan cinta kasih, berusaha untuk mencapai standar yang paling tinggi dalam Kristus. 16

Tiada seorang yang dapat mencintai istrinya dengan sungguh-sungguh apabila sang istri tidak menyerah dengan sabar menjadi budak sex dan melayani nafsu berahi yang cemar itu. Dalam penyerahannya yang pasif itu, si istri kehilangan nilai yang dahulu ada padanya dalam pemandangan suaminya. Suami memandang istrinya dapat terseret pada tingkat yang rendah apabila suatu saat suaminya meninggikan dia, dan ia akan berpikir bahwa istrinya mudah menyerahkan dirinya untuk dihinakan oleh orang lain seperti oleh dia sendiri. Ia bimbang akan kesetiaan dan kesuciannya, merasa bosan dengan istrinya, dan mencari perkara-perkara yang baru untuk membangkitkan dan menghangatkan nafsu birahinya yang celaka itu. Hukum Tuhan tidak diinginkan. Orang-orang seperti ini lebih tercelaka dari pada binatang hina; mereka itulah Iblis dalam bentuk manusia. Mereka tidak mengenal prinsip-prinsip yang meninggikan dan mengagungkan dari kasih yang suci dan murni itu.

Istri juga menjadi cemburu terhadap suaminya dan curiga kalau kiranya ada kesempatan, tentu ia pun akan memberikan kepada yang lain sama seperti kepadanya. Istri melihat bahwa suaminya tidak dikendalikan oleh hati yang suci atau takut akan Tuhan; segala tembok penghalang yang suci ini dirubuhkan olah hawa nafsu birahi; karakter Tuhan yang suci dalam diri suaminya itu dijadikan sebagai alat untuk memuaskan hamba nafsunya yang hina. 17

Tentang Tuntutan yang Melewati Batas

Persoalan yang harus dibereskan sekarang ialah: Apakah si istri harus merasa terikat untuk menyerah begitu saja kepada tuntutan suaminya, apabila ia melihat bahwa tidak lain dari nafsu birahi yang mengendalikan dia, dan apabila pertimbangan dan pikirannya yang sehat merasa yakin bahwa yang ia lakukan dengan menyerah itu akan menimbulkan bencana kepada tubuhnya, yang telah diperintahkan Tuhan padanya untuk dimiliki dalam kesucian dan kehormatan, dipelihara sebagai suatu korban yang hidup kepada Tuhan?

Bukanlah cinta yang suci dan murni, yang menuntun istri kepada penurutan nafsu birahi n suaminya dengan mengorbankan kesehatan moralnya. Kalau dia mempunyai cinta yang benar dan akal budi, ia akan berusaha untuk mengalihkan pikiran suaminya dari penurutan hawa nafsu kepada hal-hal rohani yang bermutu tinggi oleh mengingat perkara-perkara kerohanian yang menarik perhatian. Mungkin perlu dengan dorongan yang lemah lembut dan dengan cinta kasih, meskipun resikonya kurang menyenangkan suami, tetapi ia tidak boleh menghinakan tubuhnya oleh menyerah kepada hawa nafsu yang berlebihan. Dengan cara lemah lembut ia harus mengingatkan suaminya atas tuntutan Tuhan yang pertama dan yang tertinggi yaitu tubuh dan jiwanya, dan ia tidak dapat melalaikan tuntutan itu, karena ia bertanggung jawab pada hari Tuhan yang akan datang itu….

Kalau istri meninggikan cinta kasihnya, dalam kesucian dan kehormatan memelihara standar kewanitannya yang halus itu, maka ia dapat berbuat banyak dengan pengaruh kebijaksanaan untuk menguduskan suaminya, dan dengan demikian ia menyelamatkan suaminya dan dirinya sendiri, berarti melaksanakan tugas yang rangkap dua. Dalam masalah ini, suatu hal yang peka dan sulit untuk dilaksanakan, akal budi dan kesabaran sangat dibutuhkan, dan juga keberanian batin dan ketabahan. Kekuatan dan kasih karunia dapat diperoleh melalui permintaan doa, Cinta yang tulus ikhlas haruslah yang menguasai prinsip di dalam hati. Cinta kepada Tuhan dan cinta kepada suami sajalah yang menjadi alasan tindakan yang benar….

Apabila seorang istri menyerahkan tubuh dan pikirnnya kepada pengendalian suaminya, karena bersikap pasif kepada kehendaknya dalam segala perkara, mengorbankan hati sucinya, derajatnya, bahkan kepribadiannya, maka ia kehilanan kesempatan untuk mengerahkan pengaruh yang besar demi kebaikan, yang harus ada padanya untuk meninggikan derajat suaminya. Ia dapat mengikis sifat yang kasar dari suaminya, ia dapat mengerahkan pengaruhnya yang dapat menyucikan dengan satu cara yang menghaluskan dan menyucikan, mengajak dirinya supaya mau bergumul dengan tekun untuk memerintahkan hawa nafsunya dan meningkatkan pemikirannya tentang kerohanian sehingga mereka boleh sama-sama mendapat tabiat Ilahi, setelah menghindarkan diri dari kebinasaan yang ada dalam dunia ini bersama keinginannya. Kuasa pengaruh dapat menjadi besar untuk mengajak pikiran kepada perkara-perkara luhur dan mulia, di atas pemanjaan birahi yang hina, untuk mencari rahmat membarui hati yang kusut. Seandainya si istri merasa demi menghibur suami, ia harus turun kepada ukuran derajat suaminya, apabila hawa nafsu menjadi dasar kasihnya yang terutama serta mengendalikan segala perbuatannya, maka si istri tidak menyenangkan hati Tuhan; karena ia gagal menyerahkan suatu pengaruh yang menyucikan atas suaminya. Kalau ia merasa bahwa ia harus menyerah pada hawa nafsu suaminya tanpa pengatakan keberatannya, berarti ia tidak mengerti akan kewajibannya terhadap dia dan terhadap Tuhannya. 18

Tubuh Kita suatu Milik yang telah Dibeli

Hawa nafsu hewani berada dalam tubuh dan bekerja oleh tubuh itu sendiri. Perkataan “daging” atau “keinginan” maupun “hawa nafsu” meliputi tabiat hewani dan kerusakan; maka daging itu sendiri tidak dapat bertindak berlawanan kepada kehendak Tuhan. Kita diperintahkan supaya mengorbankan tubuh [daging], menyalibkan itu dengan segala keinginan dan hawa nafsu. Bagaimanakah caranya kita melakukan itu? Apakah kita menyakitkan tubuh itu? Tidak; tetapi membinasakan penggodaan kepada dosa. Pikiran yang jahat harus disingkirkan. Segenap pikiran harus ditaklukkan kepada Yesus Kristus. Segala kecenderungan kebinatangan harus ditaklukkan kepada kuasa yang lebih tinggi di dalam jiwa. Cinta Tuhan harus berkerajaan; Kristus harus menduduki takhta yang tidak terbagi-bagi. Tubuh kita haruslah dipandang sebagai milik tebusan_Nya. Anggota-anggota tubuh haruslah menjadi alat-alat kebenaran. 19

Oleh Ellen White

1 Solemn Appeal, p/ 139

2 Manuscript 126, 1903

3 RH, Sept. 25, 1888

4 TC, vol. 2, p. 252

5 Idem, p. 380

6 Idem, p. 391

7 TC, vol. 505

8 Idem, vol. 2, p 472

9 Idem, p. 447, 448

10 Idem, p. 381

11 Idem, p. 473

12 Christian Temprence and Bible Hygiene, p. 130

13 TC, vol. 2, p. 473

14 Manuscript 1, 1888

15 TC, vol. 2, p. 477

16 Manuscript 17, 1891

17 TC, vol 2, p. 478, 479

18 Idem, p. 475-477

19Manuscript1,1

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?