[AkhirZaman.org] Sejumlah kelompok penduduk asli di Kanada menuntut kepada negara untuk melakukan pencarian kuburan massal setelah ditemukan sisa-sisa 215 jasad anak-anak.

Tk’emlups te Secwepemc First Nation mengumumkan pekan lalu bahwa sisa-sisa jasad itu ditemukan di bekas sekolah asrama yang didirikan guna mengasimilasi masyarakat asli.

Penemuan itu memicu kemarahan, mendorong sejumlah orang di Kanada melakukan protes dengan meletakkan sepatu anak-anak di sebuah tugu peringatan.

Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau berjanji membantu, tetapi hanya memberikan sedikit rincian.

“Sebagai seorang ayah, saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika anak-anak saya diambil dari saya,” kata Trudeau kepada wartawan.

“Dan sebagai perdana menteri, saya terkejut dengan kebijakan memalukan yang mengambil paksa anak-anak masyarakat asli dari komunitasnya.”

Trudeau menjanjikan melakukan “tindakan nyata”, namun ketika ditanya apa yang akan dilakukan pemerintah, dia tidak menawarkan komitmen khusus.

Perry Bellegarde, Ketua nasional Assembly of First Nations, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para keluarga mereka “berhak mengetahui kebenaran dan mendapatkan kesempatan untuk pemulihan”.

“Sebuah penyelidikan menyeluruh ke seluruh bekas situs asrama sekolah dapat mengarah kepada lebih banyak kebenaran adanya genosida terhadap orang-orang kami,” kata Bellegarde.

Seorang ibu memeluk putrinya selama acara peringatan 30 Mei di Toronto untuk 215 anak Pribumi.

Di Kota Charlottetown di Pulau Prince Edward, patung Perdana Menteri (PM) pertama Kanada, John A Macdonald, disingkirkan setelah temuan sisa-sisa jasad anak-anak.

Peran Macdonald terhadap keberadaan sekolah asrama membuat dirinya menjadi sasaran kemarahan para pengunjuk rasa.

Sisa-sisa jasad anak-anak yang ditemukan pada Kamis adalah para siswa di Kamloops Indian Residential School di British Columbia yang ditutup pada 1978.

Beberapa di antaranya berusia tiga tahun.

Sekolah asrama diharuskan oleh pemerintah dan otoritas agama Kanada selama abad ke-19 dan ke-20 dengan tujuan mengasimilasi secara paksa anak-anak muda dari masyarakat asli.

Bekas Sekolah Perumahan India Kamloops..Kredit…Andrew Snucins/The Canadian Press, melalui Associated Press

 

Kamloops Indian Residential School merupakan yang terbesar dalam sistem sekolah berasrama. Dibuka pertama kali di bawah administrasi Katolik Roma pada 1890, sekolah tersebut memiliki sebanyak 500 siswa ketika masa pendaftarannya mencapai puncaknya pada 1950-an.

Pemerintah pusat Kanada mengambil alih administrasi sekolah pada 1969, mengoperasikannya sebagai tempat tinggal para siswa lokal hingga 1978, ketika ditutup.

Pada 2015, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Kanada – yang dibentuk guna memeriksa sejarah dan dampak dari keberadaan sekolah asrama – melaporkan bahwa sistem tersebut dianggap sebagai “genosida budaya”.

Sumber: https://bbc.in/3wTwOhQ

Kemarahan besar, kekecewaan yang sangat besar, dan bahkan bisa jadi sebuah kutukan akan muncul dari mulut yang mendengarkan berita tersebut. Banyak pertanyaan yang muncul diantaranya, dimanakah hati mereka ketika sebuah ketidakbenaran terjadi, bahkan mengakibatkan bukan 1 atau 2 anak mati tetapi ratusan anak mati?

Sistem seperti apakah yang dipakai dalam pendidikan tersebut sehingga hal besar seperti ini baru bisa terungkap setelah sekian lama? Dan bisa jadi banyak pertanyaan yang timbul dalam pikiran Anda.

Betapa jahatnya manusia, menggunakan sebuah kekuatan untuk menindas golongan yang lemah, dalam hal ini anak-anak sebagai korannya. Sebuah rahasia akhirnya dapat terbongkar meskipun dalam kurung waktu yang amat sangat lama.

Bisa jadi kita belum tahu berita di atas secara detail, tapi ini sedikit memberitahu kita, bahwa segala sesuatu ada waktunya. Tidak akan dibiarkan selama-lamanya sebuah kesalahan itu tersebunyi terlalu lama. Sekiranya masih ada hal-hal yang masih tersembunyi dari pandangan manusia, tetapi tidak dapat tersembunyi dari pandangan Tuhan Allah kita, sebagaimana Firman Tuhan Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.  Markus 4:22.

Setiap perbuatan yang dilakukan, entah itu baik atau entah itu jahat semuanya akan mendapatkan balasannya. Sekalipun kejahatan seolah-olah tidak merasakan hukuman di dunia ini, tetapi mereka tidak akan luput dari pengadilan Tuhan Allah, sebagaimana tertulis dalam firmanNya.

“Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.” Pengkhotbah 12:14.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here