akhir zaman

[AkhirZaman.org] Jika Anda mendengarkan media-media populer di masa ini, Anda akan mendengar pesan yang didengungkan dengan keras dan jelas bahwa penyakit adalah sesuatu yang jatuh dari langit dan menimpa Anda secara acak—seperti kilat—dan itu tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda makan, bagaimana pola hidup Anda, atau sejenisnya: tidak ada hubungannya sema sekali dengan Sebab dan Akibat.

Apakah penyakit itu?
Salah seorang ahli kesehatan, Ellen G. White menyatakan, “Penyakit adalah usaha alamiah untuk membebaskan sistem tubuh dari kondisi yang merupakan hasil dari pelanggaran hukum-hukum kesehatan.”
-Hidup yang Terbaik, hal.127-

Penyakit bukanlah kondisi negatif yang harus diperangi dan ditekan (‘disembuhkan’), namun ialah sebuah usaha tubuh untuk melindungi dirinya sendiri dalam pemulihan kesehatan. Demam bukanlah penyakit, namun sebuah tanda bahwa ada infeksi atau penyakit yang sedang berlangsung. Demam justru membantu untuk menghancurkan bakteri dan virus. Jika demamnya terlalu tinggi (lebih dari 38,9 derajat Celcius pada orang dewasa atau 39,5 derajat Celcius pada anak-anak), segera benamkan tubuh ke dalam air yang suam-suam kuku, untuk menurunkan suhunya. Jika panas terus naik—segera hubungi dokter! Rasa sakit adalah cara tubuh mengatakan pada kita bahwa ada yang salah. Inflamasi merupakan proses rekonstruktif dan tidak seharusnya ditekan. Setiap penyakit akut merupakan usaha alami untuk membersihkan dan menyembuhkan. Ketika ditekan, penyakit itu menjadi sub-akut, dan lalu, seiring berjalannya waktu menjadi kronis dan degeneratif.

Pada umumnya Penyakit merupakan sebuah proses pembersihan dan reparasi.

Apakah Hukum-hukum Kesehatan itu?
Hukum-hukum kesehatan yang penting adalah udara segar, sinar matahari, pertarakan, istirahat, olahraga, pola makan yang tepat, penggunaan air, percaya akan kuasa Ilahi, cara berpakaian yang tepat, kebersihan, pola pikir yang benar, pebuatan baik.

Bagaimana sehingga seseorang terkena penyakit?
 “Penyakit tidak pernah datang tanpa sebab. Jalan baginya telah dipersiapkan, dan penyakit diundang sebagi hasil dari pelanggaran hukum-hukum kesehatan.

Semakin banyak orang, bagaimanapun juga, menderita karena kesalahan yang mereka perbuat sendiri. Mereka tidak menghormati prinsip-prinsip kesehatan melalui kebiasaan makan, minum, berpakaian, dan juga bekerja. Pelanggaran yang mereka perbuat terhadap hukum-hukum alam menimbulkan akibat yang pasti; dan ketika penyakit datang pada mereka, banyak orang tidak menghubungkan penderitaan yang dialaminya dengan penyebab yang sesungguhnya, namun mengeluh kepada Tuhan karena kesusahan mereka. Namun Tuhan tidak bertanggung jawab atas penderitaan yang merupakan akibat dari pelanggaran akan hukum alamiah.- Hidup yang Terbaik, hal 234.

Apa yang harus dilakukan, jika seseorang terkena penyakit?

  1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah untuk memastikan karakter (penyebab) sejati dari penyakit tersebut lalu berusaha sebaik mungkin untuk menghilangkan penyebabnya.
  2. Lalu, kondisi yang tidak sehat harus diubah, kebiasaan buruk dibenahi.
  3. Lalu alam harus dibantu dalam usahanya untuk:
    A. Mengeluarkan kotoran (Detoksifikasi) dan
    B. Untuk menetapkan kembali kondisi sistem yang benar (makan dengan pola makan yang bergizi, berhenti melanggar hukum-hukum kesehatan dan menjaga hukum-hukum tersebut.) -Hidup yang Terbaik hal.235, hal.127

Apa yang terjadi saat seseorang sakit?
Sistem manusia itu rawan untuk rusak; namun, ketika seseorang terserang penyakit, fungsi yang normal sementara disingkirkan dan tubuh akan bekerja untuk meregenerasi dirinya sendiri. Gantinya menggunakan energy untuk mencerna makanan dan aktivitas otot, tubuh mengalihkannya untuk proses pembersihan, perbaikan, dan pembangunan kembali.

Ketika seseorang menjadi sakit, organ-organnya menjadi lelah dan terbebani oleh toksin. Kata, “Dis-ease,” (penyakit—red) menggambarkan arti dari kata tersebut: Tubuh tidak lagi dalam keadaan yang baik. Panyakit merupakan usaha alam untuk membersihkan tubuh dari toksin; membiarkan tubuh beristirahat sejenak dan membangun kembali organ-organnya. Penyakit dimaksudkan untuk menjadi kawan, bukan musuh.

Tubuh, seperti sebelumnya, telah menghentikan atau mengurangi semua fungsi ekstra sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung. Orang itu akan merasa lemah, dan tidak bisa mencerna terlalu banyak makanan, ingin berbaring di ranjang, dan mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya. Fungsi penyembuhan sedang berlangsung dan proses tersebut memerlukan bantuan supaya bisa sukses. Namun, sebagai gantinya, obat yang beracun dimasukkan ke dalam tubuh. Tak lama kemudian, tubuh seolah terbangun dan berkata, “Hey, aku harus menghentikan proses penyembuhan ini dan memerangi racun itu!”

Obat hanyalah menekan gejala penyakit, obat tidak akan pernah menyembuhkan penyakit itu sendiri!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here