Apakah Makanan Mula-mula Yang Dirancangkan Tuhan Untuk Manusia?
Dalam Kejadian 1:29 “Berfirmanlah Allah: “Lihatlah Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Setelah Manusia Jatuh Ke Dalam Dosa, Makanan Tambahan Apa Yang Tuhan Berikan Kepada Mereka?
Kejadian 3:18 “Semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu.
Makanan manusia mula-mula adalah makanan yang tanpa daging, yang terdiri dari buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Lalu Tuhan menambahkan sayur-sayuran kepada Adam dan Hawa setelah mereka berdosa dan tidak bisa makan dari pohon kehidupan lagi.
Apakah Tuhan Peduli Terhadap Kesehatan Jasmani Kita?
Matius 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
3 Yohanes 2 Saudara-saudara yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja
Alkitab mengajarkan bahwa kesehatan jasmani kita sangatlah penting bagi Tuhan. Yesus memakai waktu untuk menyembuhkan sebanyak Dia memakai waktu untuk mengajar.
Mengapa Kesehatan Kita Begitu Penting Bagi Tuhan?
1 Korintus 6:19, 20 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Tuhan ingin tubuh kita menjadi tempat kediaman-Nya. Oleh karena itu, kita harus memilih untuk memelihara tubuh kita agar menjadi tempat yang sehat untuk kediaman-Nya.
Apakah Hukum Tentang Binatang Yang Halal dan Haram Ini Merupakan Bagian Dari Hukum Upacara Musa, Yang Telah Berakhir Di Kayu Salib?
Tidak, pengelompokan Tuhan atas binatang yang halal dan haram ini telah ada sejak dunia diciptakan. Nuh diperintahkan untuk memasukkan tujuh pasang binatang halal, dan satu pasang binatang yang haram. Hal ini sudah ada jauh sebelum hukum Musa.
Kejadian 7:1,2 Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kau ambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya.
Binatang Mamalia Apakah Yang Diizinkan Tuhan Untuk Dimakan Oleh Manusia
Imamat 11:3 Setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan.
Agar mudah bagi kita, Tuhan telah mengelompokkan semua makhluk hidup ke dalam salah satu dari kedua kategori ini: halal dan haram. Ia memperbolehkan kita memakan binatang yang halal, tetapi Ia menyatakan bahwa binatang yang haram tidak cocok untuk dijadikan makanan. Semua binatang mamalia yang halal memiliki dua kategori, yaitu:
- Berkuku belah dan
- Memamah biak.
Sebagai contoh, babi memang berkuku belah, namun tidak memamah biak, jadi babi adalah haram (Imamat 11:7)
Jenis Ikan dan Binatang Laut Apa yang Halal?
Imamat 11:9 “Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air; segala yang bersirip dan bersisik di dalam air, di dalam lautan, dan di dalam sungai, itulah semuanya yang boleh kamu makan.
Sebagian besar jenis ikan halal untuk dijadikan makanan. Tetapi belut, ikan hiu, dan lele, termasuk dalam kategori binatang yang haram. Semua makhluk hidup di air yang tidak memiliki baik sirip maupun sisik tidak boleh dimakan. Contohnya seperti kerang, kura-kura, kodok, udang, tiram, dll.
Burung Apakah Yang Haram?
Imamat 11:15,16 “Setiap burung gagak menurut jenisnya: burung unta, burung hantu, camar, dan elang sikap menurut jenisnya.
Daftar di Imamat 11 menunjukkan bahwa burung-burung pemangsa, pemakan bangkai, dan pemakan ikan, adalah haram. Namun semua burung yang mencari makanan lain sperti burung puyuh, ayam, dan kalkun, adalah halal.
Apakah Tuhan Berfirman Bahwa Memakan Makanan Yang Haram Adalah Suatu Pelanggaran Yang Serius?
Yesaya 66:15,17 “Sebab sesungguhnya, Tuhan akan datang dengan api, dan kereta-kereta-Nya akan seperti puting beliung, untuk melampiaskan murka-Nya dengan kepanasan dan hardik-Nya dengan nyala api. Sebab Tuhan akan menghukum segala yang hidup dengan api dan dengan pedang-Nya, dan orang-orang yang mati terbunuh oleh Tuhan akan banyak jumlahnya.
Ya! Alkitab berkata dengan jelas bahwa pada saat kedatangan-Nya yang kedua kali, Tuhan akan membinasakan semua orang yang tahu apa yang diharuskan oleh firman-Nya, namun tetap memakan daging babi ataupun makanan haram lainnya.
Apakah Manusia Di Sorga Akan Membunuh Dan Memakan Binatang?
Yesaya 65:25 “Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus,” firman Tuhan.
Wahyu 21:4 “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.
Semua yang terhilang karena kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa akan dipulihkan kembali di dalam kerajaan Allah yang baru, termasuk pola makan vegetarian yang mula-mula. Tidak akan ada lagi penyembelihan atau pemangsaan binatang di bumi yang baru.
Memahami Penglihatan Petrus
Banyak orang yang berusaha menggunakan penglihatan Petrus tentang kain yang lebar (Kisah Para Rasul 10:9-28) sebagai pembenaran untuk memakan binatang yang diharamkan. Mereka berkata bahwa hal ini membuktikan bahwa Yesus mengajarkan murid-murid-Nya bahwa kita diperbolehkan memakan semua makhluk hidup.
Namun, setiap kali kain itu turun dan Petrus diminta untuk menyembelih dan memakan binatang haram itu, ia menjawab, “Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.” (Kisah Para Rasul 10:14). Perhatikan bahwa bahkan setelah tiga setengah tahun mendengarkan pengajaran Yesus, Petrus tidak pernah menerima suatu petunjuk atau kesan sekecil apapun bahwa mereka diperbolehkan makan makanan yang haram. Dalam penglihatannya ini Petrus tidak pernah mengambil apapun untuk dimakan dari kain yang lebar itu.
Penglihatan Petrus tentang kain lebar itu tidak pernah dimaksudkan untuk menguduskan pengkonsumsian binatang yang haram. Petrus sendiri menjelaskan arti dari penglihatan ini dalam ayat 28: “Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.” Kembali di ayat 34, Petrus menyimpulkan arti dari penglihatan itu ketika ia berkata: “sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.”
Pesan Tuhan kepada Petrus berhubungan dengan penyucian manusia, bukan binatang. Penghlihatan ini diberikan untuk memberikan kesan kepada para pengikut orang Yahudi bahwa mereka tidak boleh menyebut haram kepada orang non-Yahudi, dan supaya injil dapat diberitakan dengan terbuka kepada semua orang di seluruh dunia.