[AkhirZaman.org] Kebanyakan orang yang mengaku Kristen tidak merasakan kekuatan rohani yang sebenarnya dapat mereka peroleh sekiranya mereka bercita-cita, rajin, dan tabah untuk memperoleh pengetahuan akan perkara-perkara Ilahi sama seperti mereka memperoleh pengetahuan perkara-perkara fana didunia ini.
Pemikiran tentang pendidikan yang ada sekarang terlalu sempit dan rendah ruang lingkupnya. Perlu adanya ruang lingkup yang lebih luas, serta tujuan yang lebih tinggi. Pendidikan haruslah lebih dari sekedar mengikuti suatu rangkaian pelajaran tertentu guna kehidupan yang sementara. Ini berarti lebih dari suatu persiapan untuk kehidupan yang sekarang. Pendidikan berhubungan dengan seluruh mahluk, dan merangkum seluruh masa adanya manusia. Yakni perkembangan yang harmonis antara daya fisik, mental dan kerohanian dan sebuah persiapan untuk masa yang akan datang. Ia mempersiapkan seorang anak didik supaya dengan senang hati bekerja didunia ini dan memperoleh kegembiraan yang lebih tinggi dalam pekerjaan yang lebih luas di dunia akhirat nanti.
Dunia memiliki guru-guru yang besar, para cendikiawan, orang-orang yang mengeluarkan ucapan yang merangsang pemikiran dan membuka pemandangan ladang-ladang pengetahuan yang maha luas dan orang-orang ini telah dihormati sebagai penuntun dan pengamal yang baik dari bangsanya; tetapi ada Satu Oknum yang lebih tinggi dari mereka itu.
Mengapa gerangan agama itu sangat sedikit mendapat perhatian kita, sedangkan kekuatan otak, tulang, dan otot kita berikan kepada dunia? Sebabnya ialah segenap tenaga tubuh kita dikerahkan ke arah itu. Kita telah melatih diri untuk melibatkan diri dengan sungguh-sungguh dan dengan segenap tenaga dalam perusahaan duniawi, sampai pikiran mudah sekali cenderung ke arah itu. Inilah sebabnya orang-orang Kristen merasa kehidupan beragama begitu sukar dan kehidupan duniawi begitu mudah. Kuasa pikiran telah dilatih menggunakan tenaganya ke arah itu. Dalam kehidupan beragama kebenaran Sabda Allah diterima, tetapi tanpa bisa memberikan teladan yang praktis dalam kehidupan.
Dalam perasaan yang paling tinggi, pekerjaan pendidikan dan pekerjaan penebusan satu adanya; karena dalam pendidikan, sebagaimana dalam penebusan, “tidak ada dasar lain yang dapat diletakkan oleh seseorang selain dari yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
Mengembalikan manusia kepada keserasian dengan Allah, guna mengangkat dan mempertinggi derajat sifat akhlaknya sehingga ia kembali bisa memantulkan citra Khalik, adalah maksud utama segala pendidikan dan disiplin dalam kehidupan. Pekerjaan ini sangat penting sehingga Juruselamat meninggalkan istana surga, dan datang sendiri ke dunia ini, agar Ia dapat mengajarkan kepada manusia bagaimana memperoleh kelayakan untuk kehidupan yang lebih tinggi.
Upaya memelihara pikiran keagamaan dan perasaan beribadah belum dijalankan bahkan separuh dari pekerjaan pendidikan. Hal ini seharusnya mempengaruhi dan mengendalikan segenap tubuh. Kebiasaan berbuat baik sangat kurang. Berbuat baik hanya sekali-sekali di bawah pengaruh yang menyenangkan, tetapi berpikir dengan sendirinya dan dengan segera tentang perkara-perkara rohani bukanlah merupakan prinsip yang menguasai pikiran. Pikiran harus dididik dan didisiplin untuk menyukai kesucian.
Engkau mungkin mempunyai pengetahuan yang baik tentang seni, engkau mungkin mahir dalam ilmu pengetahuan, engkau mungkin ahli musik dan ahli menulis, perilakumu mungkin menyenangkan rekan-rekanmu, tetapi apakah sangkut-pautnya perkara-perkara ini dengan persiapan untuk surga? Apakah sangkut pautnya dengan persiapanmu untuk berdiri di hadapan pengadilan Allah?
Perhatian yang paling tekun harus diberikan pada pendidikan yang akan memberikan pengetahuan akan keselamatan, dan akan menyesuaikan kehidupan dan tabiat dengan rupa Ilahi; suatu tabiat yang suci dan tinggi dan menyanggupkan seseorang masuk ke hadirat Allah, yang tinggal di dalam terang yang tidak terhampiri. Tabiat surga harus diperoleh di bumi ini, kalau tidak tabiat itu tidak pernah akan diperoleh sama sekali.
Kalau begitu mulailah dengan segera. Jangan berpikir untuk menunggu waktu yang tepat agar lebih mudah melakukannya. Setiap hari akan semakin menjauhkan engkau dari Allah. Adakanlah persiapan untuk masa kekekalan dengan semangat yang belum pernah engkau tunjukkan sebelumnya. Didiklah dirimu menggemari Kitab Suci, menggemari kumpulan permintaan doa, menggemari saat merenung, dan lebih dari segala sesuatu, saat bila jiwa mengadakan hubungan dengan Allah. Milikilah pikiran surga kalau engkau mau menggabungkan diri dengan biduan surga di dalam tempat tinggal di atas.
By: Ellen.G.White
Very interesting points you have remarked, regards for putting up. “In a great romance, each person plays a part the other really likes.” by Elizabeth Ashley.
Clean writing, easy to read, and never tries too hard to impress, that combination is harder to find than people think, and after my time on nexushorizon I am sure this site treats its readers well, no flashy tricks just useful content done right which is honestly all I want online.
One of the more honest takes on the topic I have seen lately, no spin and no oversell, and a stop at creativeinkwell kept that going, the kind of voice the open web could use a lot more of rather than the endless echo chamber of recycled opinions floating around every social platform these days.
Felt like the writer was speaking directly to someone with my level of curiosity, neither talking down nor showing off, and a stop at ideasbecomeaction kept that comfortable matching going, finding writing that meets you where you are rather than asking you to climb up or stoop down feels great every time it happens.
Working through this site has been a small antidote to the shallow content that fills most of my reading time, and a stop at conchclove extended that antidote function, sites that quietly improve the average quality of my reading by being themselves are sites worth supporting through return visits and recommendations consistently.