“lnilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku” (Keluaran 28:4).
[AkhirZaman.org] Kepada saya ditunjukkan anak-anak lsrael di masa kuno, dan bahwa Allah telah memberikan petunjuk-petunjuk yang spesifik perihal bahan dan mode pakaian yang akan mereka pakai ketika melayani di hadapan Dia.
Allah surgawi, yang lengan-Nya menggerakkan dunia, yang menopang kita dan memberikan kepada kita kehidupan dan kesehatan, sudah memberikan kepada kita bukti bahwa la akan dihormati atau dihina oleh pakaian dari orang-orang yang melayani di hadapan-Nya. la telah memberikan petunjuk-petunjuk khusus kepada Musa tentang setiap hal yang berhubungan dengan pelayanan bagi-Nya. la telah memberikan petunjuk bahkan yang berhubungan dengan pengaturan tempat tinggal mereka dan merinci pakaian yang akan mereka kenakan dalam pelayanan kepada-Nya. Mereka harus memelihara keteraturan dalam setiap hal. . . .
Tidak boleh ada apa pun yang kurang dan tidak rapi terhadap mereka yang menghadap kapada-Nya ketika mereka datang ke dalam bait-Nya yang kudus. Dan mengapa demikian? Apakah tujuan dari semua kehati-hatian ini? Apakah hal ini hanya untuk merekomendasikan orang-orang itu kepada Allah? Apakah hal ini hanya untuk mendapatkan perkenanan-Nya?
Alasan yang diberikan kepada saya adalah, supaya suatu kesan yang benar boleh tercipta bagi umat. Jika mereka yang melayani di tempat yang kudus gagal memanifestasikan kehati-hatian, dan penghormatan bagi Allah, dalam cara berpakaian mereka dan dalam perilaku mereka, umat akan kehilangan kesan mereka dan penghormatan mereka kepada Allah dan pelayanan-Nya yang khidmat. Jika para pendeta menunjukkan penghormatan yang besar kepada Allah oleh berhati-hati dan secara khusus pada waktu mereka datang ke hadirat-Nya, hal itu memberikan kepada umat suatu pemikiran yang agung tentang Allah dan syarat-syarat-Nya.
Hal ini menunjukkan kepada mereka bahwa Allah adalah kudus, pekerjaan-Nya adalah suci, dan setiap hal yang berhubungan dengan pekerjaan-Nya haruslah kudus; dan semuanya harus bebas dari setiap hal seperti ketidakmurnian dan kekotoran; dan semua kekotoran harus disingkirkan dari mereka yang mendekati Allah.
(3SM 250, 251)
Took the time to read the comments on this post too and they were also worth reading, and a stop at stellarpath suggested the community quality matches the content quality, when the conversation around a piece is as good as the piece itself you know you have found a real corner of the internet.