Disonansi Kognitif Mengatur Kehidupan Kita [Cognitive Dissonance Defines Our Lives]

akhir zaman

Langkah-langkah dibalik upaya membentuk tatanan dunia baru.

[AkhirZaman.org] Kognitif Disonan dijelaskan oleh kamus sebagai: “Perasaan ketidaknyamanan sebagai akibat mengikuti dua ide yang kontradiktif pada saat yang bersamaan.”

Misalnya, dalam film “Chicago,” ketika seorang istri menangkap basah suaminya di tempat tidur bersama dengan dua orang wanita, suaminya bersikeras bahwa dia sendirian.

“Apa maksudmu?” katanya. “Saya melihat dua orang wanita!”

Dia menjawab: “Percayalah apa yang saya katakan, bukan apa yang Anda lihat!”

Tentu saja, wanita itu  mengalami disonansi kognitif. Dengan pistolnya ia menyelesaikan kontradiksi tersebut dengan menembak suaminya.

“Chicago” merupakan sebuah pengungkapan metoda Illuminati. Mereka mengajari kita untuk mempercayai apa yang mereka beritahukan kepada kita, bukan apa yang mata, telinga dan akal sehat kita sendiri yang memberitahukan kepada kita.

“Apa yang diberitahukan kepada kita” adalah merupakan pesona setan yang diberikan oleh Illuminati, sebuah kelompok pemuja setan yang dipimpin oleh Kabalis Yahudi dan Mason yang mengontrol sebagian besar pendidikan, informasi dan budaya kita, dengan cara memberikan dana kepada kelompok oportunis dan mereka yang tertipu.

Seperti yang Anda ketahui, pemuja setan ini kekuasannya berasal dari kartel bank sentral yang menggunakan monopoli atas kredit pemerintah dalam rangka mendapatkan monopoli atas segala sesuatu di atas dunia ini meliputi: kekayaan, kekuasaan, pikiran dan jiwa manusia.

Kemanusiaan berada di bawah pesona setan yang terdiri dari kebohongan dan korupsi, yaitu penipuan dan dekadensi.

Illuminati (Freemasonry) telah menyusup dan mengambil alih sebagian besar organisasi-organisasi kita. Kita diposisikan di tingkat terendah dalam sistem pemujaan setan sebagai pelayan dan budak mereka. TSA adalah merupakan  sarana pengkondisian masyarakat agar terbiasa menerima pelecehan seksual.

Illuminati berawal dari peribadatan kepada setan agama Yahudi disebut Sabbatean yang menyebar ke separuh orang-orang Yahudi di Eropa, termasuk sindikat Rothschild.  Mereka mengambil alih Freemasonry dan sudah banyak menumbangkan negara melalui kawin campur dan dengan berpura-pura pindah agama.

Illuminati melahirkan Komunisme. Tujuan dan metoda mereka identik: kebebasan akhir, pernikahan, keluarga, warisan, patriotisme dan milik pribadi, (mereka akan memiliki segalanya dengan kedok “Negara”) Mereka adalah para pengikut setan despotisme yang secara diam-diam mengatur dunia, dengan menjangkitkan kejahatan ke dalam masyarakat.

Mereka berada di belakang peran baik Nazi maupun Komunis, menyembunyikan jejak mereka dengan menganiaya Yahudi non-Sabbatean. Sehingga dalam Perang Dunia II, mereka dapat menghancurkan Jerman dan sebagian besar Eropa, dan memajukan rencana tirani dunia para pemilik bank sentral.

Pola Disonansi Kognitif

Disonansi

Pola dari disonansi kognitif adalah di mana mereka menggantikan Tuhan dengan Setan, cahaya dengan kegelapan dan  menyebut kegelapan dengan cahaya. Ini adalah sumber dari disonansi kognitif kita dan hal itu sudah berlangsung sepanjang waktu.

Jadi, jelas menurut kita bahwa alam semesta yang diatur oleh sebuah daya kreatif maha luar biasa yang mengikuti desain yang melekat pada alam dan moral yang membuahkan kesehatan dan kebahagiaan kita, namun mereka menghukum kita karena mengemban pandangan ini. Kita diberitahu mereka bahwa alam semesta kosong dan kacau.

Mengapa? Karena esensi dari Tata Dunia Baru -New World Order adalah menggantikan apa yang nyata dengan apa yang palsu, yaitu menggantikan Tuhan dengan bank sentral Kabalistis yang mengatur dunia sesuai dengan kepentingannya. Ketika mereka berhasil mencapai tujuannya, maka kita tidak akan mengingat kebenaran lagi.

Para bankir Illuminati berada di belakang berbagai peperangan dan revolusi, ia juga berada di belakang apa yang disebut dengan “Pencerahan” –  yang kesemuanya itu dirancang untuk melemahkan manusia dan mengendalikannya, dengan demikian memungkinkan kepada mereka untuk menggantikan Tuhan.

“Humanisme” hanya mempertuhankan bankir Kabalis. Mereka melucuti dan merendahkan derajat manusia karena kepercayaan kita kepada Tuhan.]

Jadi mereka memiliki pola untuk kita: bukannya kita mengakui keberadaan Pencipta dan rancangan-Nya sehingga beruntung, akan tetapi sebaliknya kita diajarkan untuk menyangkal keberadaan-Nya, menentang aturan-Nya, dan tinggal dalam sebuah solipsisme disfungsional atas nama “kebebasan.”

“Modernitas” hanyalah merupakan penolakan kepada eksistensi Tuhan dari pengikut ajaran Setan yang melekat dalam ordo dan tujuannya. Dan hal ini merupakan pemuliaan disfungsi individu yang terasing serta mencerminkan keterasingan kaum Illuminati dari manusia dan alam semesta.  Modernisme mengorbankan yang universal dalam mendukung pribadi para pendukung solipsistic, padahal kebenaran bersifat universal.

Disonansi kognitif kita berasal dari kontras antara apa yang hukum-hukum Tuhan seperti yang terkait dengan (pikiran sehat, insting, intuisi dan indera kita) mengungkapkannya, dan apa yang diungkapkan para pembohong yang dibayar oleh Illuminati dan mereka yang tertipu menyuruh kepada kita untuk mempercayainya.

Saya telah menyia-nyiakan sebagian besar hidup saya karena mendengarkan para bankir “orang-orang besar”,  bukan diri saya sendiri.

Contoh-contoh Disonansi Kognitif

Peristiwa serangan 9/11 memberikan banyak contoh. Kita diberitahu bahwa pesawat menghantam Pentagon dan Shanksville PA. Tapi tidak ada puing-puing pesawat dimaksud. Kita diberitahu Larry Silverstein merubuhkan gedung WTC-7 tapi bukan menara kembar? WTC-7 dirubuhkan tetapi menara kembar tidak?

Peristiwa serangan 9/11 memberikan dalih untuk melakukan perang palsu terhadap teror, padahal dirancang untuk melucuti hak-hak sipil kita. Teroris sebenarnya adalah para bankir bank sentral, politisi dan media massa.  Mereka membunuh lebih dari 3000 orang di siang hari bolong.

Gender adalah sebuah “konstruksi sosial” selain wanita bertindak seperti laki-laki dan sebaliknya. Perempuan lebih kuat dan lebih baik daripada pria.

Anak-anak tidak membutuhkan model peran heteroseksual. Wanita tidak membutuhkan suami, anak-anak tidak membutuhkan ayah dan ibu.

Homoseksualitas merupakan gangguan perkembangan sampai tahun 1973 ketika Rockefeller memutuskan untuk mengacaukan pernikahan dan keluarga. Sekarang para pemimpin  pengkhianat dan pendidik memaksakan hal tersebut kepada heteroseksual.

Cinta romantis adalah merupakan tujuan dari keberadaan kita. Seks (terutama dengan wanita cantik) adalah pengalaman hidup tertinggi yang ditawarkan. Banyak melakukan hubungan seks lebih baik. (Semua tidak benar. Kami sangat mencari kasih sayang Tuhan yang telah diambil mereka.)

Hal ini berlangsung terus menerus. Seperti penduduk di negara-negara bekas komunis, kita perlu melihat kebenaran di balik tipuan pemerintah, media massa atau sekolah.

Disonansi kognitif yang kita alami adalah perbedaan antara kebenaran (Tuhan) dan kebohongan (pesona setan Illuminati.) Dalam Protokol Zion, penulisnya mengulang-ulang, “semboyan kami adalah kekuatan dan dibuat untuk dipercayai.”

Penipuan hanya berjalan pada audiens yang mudah percaya. Kita tidak akan menderita disonansi kognitif jika kita memahami kesulitan yang bersifat ilusi dan politik

Saya mengajak para pembaca untuk membuat contoh “Percayalah apa yang saya katakan, bukan apa yang Anda lihat.”

*) Solipisme: Filsafat. Teori yang menyatakan bahwa hanya ada diri kita sendiri, atau bisa terbukti ada.

Oleh:  Henry Makow Ph.D.

Diterjemahkan oleh: akhirzaman.info

Sumber: http://www.savethemales.ca

8 thoughts on “Disonansi Kognitif Mengatur Kehidupan Kita [Cognitive Dissonance Defines Our Lives]

  1. Glad I gave this fifteen minutes rather than the usual three minute skim, and a look at directionenergizesaction earned the same investment, time spent on quality content is rarely wasted but the reverse is also true and learning which sites deserve which kind of attention is part of being a careful online reader.

  2. Honestly the simplicity of the explanation made the topic click for me in a way other writeups had not, and a look at momentumbeforeforce continued that clarity into related areas, when a writer gets the level of explanation right the reader does the heavy lifting themselves and the post just enables it.

  3. Useful information presented in a way that does not feel like a sales pitch, that is what I appreciated most, and a stop at directionanchorsgrowth was the same, no upsell and no fake urgency just steady content laid out properly for someone trying to actually learn from it rather than just be sold to.

  4. Felt the writer was speaking my language without trying to imitate it, and a look at clarityfirstgrowth continued that natural fit, when a writers default voice happens to match what you find easy to read the experience feels frictionless and that is something I notice and remember about specific sites going forward.

  5. Reading this in my last reading slot of the day was a good way to end, and a stop at actionignitesgrowth provided a satisfying close to the reading session, content that ends a day well rather than agitating it before sleep is the kind I value increasingly and this site fits that role for me consistently now.

  6. Decided to subscribe to the RSS feed if there is one, and a stop at focusguidesmovement confirmed that decision, content that I want delivered to me proactively rather than just remembered when I have time is content that has earned a higher level of commitment from me as a reader looking for reliable sources.

  7. Decided not to comment because the post said what needed saying, and a stop at lushmarble continued that complete feel, content that does not invite obvious additions or corrections from readers is content that has been carefully considered and this site appears to consistently produce pieces that satisfy rather than provoke unnecessary follow ups.

  8. Most of the time I feel the open web is in decline and then I find a site like this, and a stop at longtermpartnershipnetwork reinforced that mood lift, the cumulative effect of finding occasional excellent independent content versus the cumulative effect of finding mostly mediocre content is real for the long term reader maintaining web habits today.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *