33.9 C
Jakarta
Monday, 26 September 2022
No menu items!

[RH] TUHAN BERBICARA DALAM PEMBICARAAN TAK SEMPURNA

“Karena Allah berfirman dengan satu cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.” Ayub 33:14

[AkhirZaman.org] Tuhan berbicara kepada manusia dalam pembicaraan yang tidak sempurna, supaya panca indera yang sudah merosot, daya tangkap yang telah tumpul dan persepsi keduniawian, dari para makhluk bumi dapat mengerti akan kata-kataNya. Begitulah ditunjukkan sikap Allah merendahkan diri. Ia menemui manusia yang jatuh di mana mereka berada. Alkitab, yang sempurna sebagaimana adanya dalam kesederhanaannya, bukan jawaban terhadap gagasan-gagasan Allah yang dibesar-besarkan, sebagaimana perkiraan banyak orang, pengungkapan-pengungkapan yang kuat patah dihapan kebesaran pemikiran, walaupun para penulis itu memilih bahasa yang paling dapat diungkapkan melalui mana kebenaran-kebenaran pendidikan yang lebih tinggi disampaikan. Makhluk-makhluk berdosa hanya dapat memandang bayangan kecemerlangan kemuliaan surge. Letter 121, 1901.

Tak ada manusia yang boleh menyatakan penghakiman atas firman Allah. Baik di Tabernakel (Battle Creek) maupun diperguruan tinggi mata pelajaran tentang Ilham telah diajarkan, dan manusia fana telah mengambil bagian dirinya sendiri untuk mengatakan bahwa beberapa perkara dalam Kitab Suci memang diilhamkan da nada yang tidak diilhamkan. Kepada saya telah ditunjukkan bahwa Tuhan tidak mengilhamkan tulisan-tulisan tentang ilham yang dimuat dalam majalah review, juga tidak menyetujui pengukuhannya di hadapan orang-orang muda kita diperguruan tinggi. Bila manusia terjun untuk mengkritik firman Allah, mereka terjun di atas tanah yang suci dan kudus, dan lebih baik mereka takut dan gentar serta menyembunyikan pengetahuan mereka sebagai suatu kebodohan.

Allah tidak menentukan manusia untuk menyatakan penghakiman atas firmanNya, sambil memilih beberapa perkara sebagai yang diilhamkan dan mengecilkan yang lain sebagai yang tidak diilhamkan. Kesaksian-kesaksian itu telah diperlakukan dengan cara yang sama; tetapi Allah tidak setuju dengan hal ini. Letter 22, 1889.

Keterangan di sini adalah pada serangkaian tulisan penulis yang mengakui bahwa ada “perbedaan-perbedaan dalam derajat” ilham.

 The Review and Herald, 15 Januari 1884.

 

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
370PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?