33.9 C
Jakarta
Monday, 26 September 2022
No menu items!

[RH] PENOLAKAN TERHADAP ALKITAB BAGIAN 1

“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.” 2 Timotius 4:3

[AkhirZaman.org] Pikiran manusia tidak sama. Orang-orang dengan pendidikan dan pemikiran berbeda menerima kesan-kesan yang berbeda dari kata-kata yang sama. Namun kepada orang-orang yang jujur, yakni orang-orang yang pikirannya benar, ia dapat menjadi begitu sederhana dan jelas ketika menyampaikan maksudnya untuk semua tujuan yang praktis. Jikalau orang yang berhubungan dengannya tidak jujur dan yang akan mau melihat dan mengerti kebenaran, maka ia akan memutarbalikkan kata-kata dan bahasa dalam segala sesuatu supaya sesuai dengan maksudnya sendiri. Ia akan salah menafsirkan kata-katanya, bermain di atas imajinasinya, membalikkannya dari artinya yang sebenarnya, dan kemudian membentengi dirinya sendiri dalam ketidakpercayaan, sambil menyatakan bahwa pendapat-pendapat semuanya salah.

Beginilah caranya tulisan-tulisan saya diperlukan oleh mereka yang ingin untuk disalah mengerti dan menyelewengkannya. Mereka memutarbalikkan kebenaran Allah menjadi suatu dusta. Dengan cara sama seperti mereka memperlakukan tulisan-tulisan dalam ulasan-ulasan saya yang diterbitkan dan dalam buku-buku saya, begitulah orang-orang yang acuh tak acuh dan durhaka memperlakukan Alkitab. Mereka membacanya sesuai dengan keinginan mereka untuk menyelewengkan, salah menggunakan, dengan sengaja memutarbalik ucapan-ucapan itu dari artinya yang sebenarnya. Mereka menyatakan bahwa Alkitab dapat membuktikan apa saja dan segala sesuatu, sehingga setiap bagian membuktikan doktrin mereka benar, dan doktrin-doktrin paling menyimpang dibuktikan dari Alkitab.

Para penulis Alkitab harus menyatakan buah pikiran mereka dalam bahasa manusia. Itu ditulis oleh orang-orang yang adalah manusia. Orang-orang ini diilhami oleh Roh Kudus. Oleh sebab ketidaksempurnaan pengertian manusia terhadap bahasa, atau penyimpangan pikiran manusia, banyak akal dalam menghindari kebenaran, maka banyak yang membaca dan mengerti Alkitab untuk mempersenang diri mereka sendiri. Bukanlah karena kesulitan itu ada di dalam Alkitab. Para ahli politik yang menentang memperdebatkan perkara-perkara hukum di dalam kitab undang-undang, lalu mengambil pandangan-pandangan yang berlawanan dalam penerapan mereka dan dalam hukum-hukum ini.

 

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

MEDIA SOSIAL

7,720FansSuka
370PengikutMengikuti
15,000PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru

Anda rindu Didoakan dan Bertanya?