5 Copy

1. Apakah Sebabnya Kita Mempelajari Kemanusiaan Yesus?
[AkhirZaman.org]
 Melalui empat pelajaran secara berturut-turut kita telah mempelajari kemanusiaan Yesus Kristus. Kita telah meninjau kemanusiaan Yesus dari sudut :

a. KematianNya.

b. MisiNya untuk menjadi tangga penghubung di antara manusia yang telah jatuh dalam dosa dan sorga.

c. MisiNya untuk menjadi teladan kita.

Dari sudut yang mana pun kita melihat kemanusiaanNya itu, kita hanya tiba pada kesimpulan bahwa daging kemanusianNya adalah sama dengan daging kemanusiaan kita. KematianNya menuntut bahwa daging kemanusiaan Yesus adalah daging yang telah berada dibawah kutuk dosa. Sebagai tangga Yakub yang menghubungkan kembali manusia yang telah berdosa dengan Allah yang di sorga, Yesus harus berasal dari sorga dan menjadi manusia sama seperti manusia yang hendak Ia tebus. Sebagai teladan kita, Ia harus mengambil keadaan kita dan memberi contoh bagaimana kita dapat hidup untuk mengalahkan setan dengan kuasa yang dapat dijadikan milik kita.

Sehubungan dengan masalah yang terakhir ini, adalah penting bagi kita untuk memperhatikan kutipan di bawah, agar kita boleh diyakinkan bahwa dalam mempertahankan kesucianNya yang sama dengan daging kemanusiaan kita, Kristus sama sekali tidak menggunakan keilahianNya sendiri melainkan hanya bergantung pada kuasa Roh Suci yang juga dapat menjadi bagian kita!

”Kuasa keilahian Juru Selamat telah disembunyikan. Ia telah menang dalam kemanusiaanNya, dengan hanya bergantung kepada Allah untuk kuasa. Hal ini boleh menjadi bagian kita semua.” —- SDA B.C. 1108.

”Kemenangan dan penurutan Kristus merupakan kemenangan dan penurutan seorang manusia yang sejati ……… Apabila kita memberikan kepada kemanusiaanNya suatu kuasa yang tidak dapat di miliki oleh manusia yang lainnya dalam peperangannya dengan setan, kita meniadakan kesempurnaan kemanusiaanNya.” Panggilan Yang Mulia, 48.

Yang ditekankan oleh kutipan-kutipan yang di atas adalah bahwa dalam peperanganNya melawan setan dan keberhasilanNya mengalahkan dia, Yesus sama sekali tidak menggunakan kuasa yang tidak dapat dimiliki oleh pengikut-pengikutNya.

Dalam arti kata rohaninya, melalui penurutanNya kepada hukum-hukum sorga dan imanNya pada Allah dan Roh, Yesus, sebagai benih perempuan Hawa yang sejati, telah menggenapi nubuatan yang telah diucapkanNya sendiri dalam Kejadian 3:15. Benih perempuan itu akan mengalahkan setan.

Tetapi, bukanlah hanya Yesus yang dimaksud sebagai benih perempuan yang akan mengalahkan setan. Dalam Wahyu 12, di mana peperangan sepanjang zaman telah dilukiskan, Yesus sendiri telah memberi Wahyu kepada Yohanes di pulau Patmos yang menyatakan bahwa pada zaman yang terakhir akan ditemukan benih Hawa penghabisan yang akan menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki iman seperti yang dimiliki Yesus Kristus.

Benih perempuan yang terakhir ini adalah umat Allah yang dilambangkan dengan sebutan ”144.000”, yang tidak lagi akan mempunyai kerut atau cacat, yang akan berdiri tak terkalahkan oleh setan lagi sehingga akan tinggal hidup untuk dijemput oleh Yesus pada saat kedatanganNya yang kedua kali.

Yesus belum dapat datang untuk menjemput kita sekarang oleh sebab kita belum memenuhi syarat kesalehan yang kita perlukan untuk bertemu dengan Dia. Itulah sebabnya Yesus mengirimkan terangNya kepada kita, agar kita mempelajari rahasia kemenanganNya dalam kemanusiaanNya. Di dalam kebenaran tentang kemanusiaan Yesus, masih didapati tersembunyi kebenaran-kebenaran yang akan menjadi harta kekayaan rohani bagi kita untuk menyiapkan kita bagi kedatanganNya.

Inilah sebab-sebabnya, mengapa kita telah mempelajari kemanusiaan Yesus Kristus. Bersama dengan terang sabda Allah melalui nubuat-nubuat, kita telah diberitahu tentang segala perkara yang ada di depan kita dan bagaimana kita dapat hidup untuk tinggal bersama-sama dengan Dia untuk mewarisi kemenanganNya.

Seluruh dunia akan seia sekata dalam persepakatan melawana Yesus di hari-hari terakhir sejarah dunia ini: ”Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, ( dan ) …… mereka ( yang ) bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan setia.” Wah. 17:14.

2. Kesalehan Dan Kebaikan
Kita akan menekankan sekali lagi perbedaan yang ada di antara kesalehan dan kebaikan.

KEBAIKAN adalah suatu sifat yang dapat diperoleh manusia dengan usahanya sendiri. Dengan lain kata, orang yang tidak mengenal Tuhan sekalipun dapat memiliki KEBAIKAN tersebut. Ia dapat menuruti undang-undang negaranya. Ia tidak mencuri, ia tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang amoral, ia tidak suka berkelahi dan tidak suka mendatangkan huru-hara. Di samping itu, ia dapat menjadi orang yang sangat dermawan dan sosial. Mungkin juga dengan berbagai cara yang dipikirnya dapat membuat dia berkenan kepada Allah. Tetapi, dibalik semua KEBAIKAN yang sudah ia miliki itu, mungkin masih ada sifat yang tidak dapat dibuang dari dirinya; yaitu sifat untuk melakukan segala KEBAIKAN tersebut untuk nama baiknya sendiri.

KESALEHAN, sebaliknya, adalah suatu sifat yang tidak dapat diperoleh manusia dengan usahanya sendiri. KESALEHAN merupakan suatu pemberian dari Allah dan hanya dapat ia miliki atas dasar iman pada jasa pengorbanan Yesus Kristus. KESALEHAN mencakup segala sifat KEBAIKAN yang telah kita singgung di atas dengan dilengkapi satu sifat lagi yaitu, bahwa pemiliknya sudah tidak memikirkan nama baiknya sendiri. Ia sudah merelakan dirinya untuk disalib oleh Roh Suci untuk kemuliaan Kristus.

Adakah orang-orang yang BAIK di antara kita pada saat sekarang ini? Jawabnya adalah ADA. (catatan : Dianjurkan agar kita tidak menilik siapa-siapakah yang baik).

Adakah orang-orang yang sudah SALEH di antara kita pada saat sekarang ini?

Jawabnya adalah hanya Tuhan yang pantas menilai.

Akankah ada orang-orang SALEH yang hidup di dunia ini ? Jawabnya adalah YA. Ini sudah di nyatakan oleh firman Allah dalam Wahyu 12. Inilah orang-orang percaya yang dinyatakan sebagai ”benih ibu Hawa yang terakhir”, yang akan didapati ”menuruti hukum-hukum Allah” dan ”memiliki iman Yesus Kristus”.

Ciri yang terakhir inilah yang menentukan KESALEHAN seseorang. Orang yang memiliki iman seperti yang dimiliki Kristus akan hidup seperti Kristus dan hidup Kristus itu ditandai dengan satu sifat yang khas yaitu, bahwa Ia telah hidup dengan tidak lagi memikirkan kepentingan diriNya sendiri. HidupNya dikendalikan oleh Roh Suci. Setiap hidup yang dikendalikan oleh Roh Suci adalah hidup yang semata-mata ditunjukan untuk kemuliaan Allah.

John-The-Baptist-Painting CopyApakah hidup kita yang sudah menerima baptisan dan menyadari pentingnya untuk ”menuruti hukum-hukum Allah”, namun sesungguhnya belum dikendalikan oleh Roh Suci? Roh Suci telah memulaikan pekerjaaanNya di dalam diri kita masing-masing. Tetapi Roh Suci belum menyelesaikan pekerjaanNya di dalam diri kita. Pekerjaaan Roh suci yang dibagi dalam dua tahap ini dinyatakan secara pasti melalui nabi Yoel: ”Sebab telah diberikanNya kepadamu …. dan di turunkanNya kepadamu hujan, hujan pada awal dan .. pada akhir musim. ” – Yoel 2:23.

Roh Suci bekerja di setiap orang yang hatinya mau ditanami benih kebenaran firman Allah. Benih itu disirami oleh air hujan Roh pada awal musim yang kita alami saat sekarang ini. Benih kebenaran itu harus ditumbuhkan dan pertumbuhan ini menjadi kenyataan manakala kebenaran firman Allah itu mengembang terus dalam diri kita. Benih yang tulen itu akan membuahkan iman yang dimiliki Kristus, dan salah satu ciri iman ini adalah mengembangkan sifat yang tidak lagi mencari kemuliaan bagi diri sendiri.

Kita semua diberi kesempatan untuk mengembangkan dan bertumbuh di bawah pengaruh anugerah hujan awal. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa kita berada di bawah pengaruh Roh Suci. Tetapi, pekerjaan Roh Suci ini belum mencapai titik kesempurnaan. Itulah sebabnya sifat tidak mementingkan diri sendiri itu pun belum mengembang secara sempurna di dalam diri kita. Dengan lain kata, walau pun kita sudah berada dalam pengaruh Roh Suci oleh firman Tuhan, dikarenakan pertumbuhan bibit kebenaran itu belum mencapai titik kesempurnaannya, kita juga belum dapat dikendalikan Roh Suci sepenuhnya. Kita masih sering dikendalikan Iblis. Malahan dapat dikatakan bahwa kita masih lebih sering dikendalikan Iblis dari pada dikendalikan Roh suci. Namun, pengaruh Roh Suci masih tetap bekerja di dalam diri kita masing-masing. Peperangan di antara kuasa baik dan jahat masih berkecamuk terus di dalam diri setiap orang; dan yang di pertikaian dalam peperangan ini adalah DIRI KITA SENDIRI.

Yang diperebutkan oleh Roh Suci adalah diri kita; yaitu, agar kemuliaan kita dapat dimatikan dan dengan begitu Roh Suci dapat mengendalikan kita sepenuhnya untuk di jadikan bejana bagi Kemuliaan Allah.

Yang diperebutkan oleh Iblis adalah kita; yaitu, agar kita terus menonjolkan diri sendiri sehingga kita tidak dapat dikendalikan Roh Suci sepenuhnya untuk dijadikan bejana bagi kemuliaan Allah.

Dalam peperangan ini ada satu hal yang perlu sekali diperhatikan oleh kita. Yesus telah berkata bahwa setan akan melakukan segala sesuatu yang dapat ia lakukan untuk menyesatkan, jika boleh, yang terpilih sekalipun. Bahwa kita telah menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat

mereka, dan bahwa kita telah mengakui berlakunya hukum-hukum Allah, adalah sesuatu yang pada dewasa ini tidak akan dipermasalahkan oleh si jahat itu!

Pada tahap peperangan yang sekarang ini, setan tahu bahwa akan lebih berhasil seandainya ia membiarkan orang Kristen terlena dan percaya diri untuk mempercayai bahwa kita telah berada di dalam kedudukan yang sangat aman dengan ”iman” pada Juru Selamat serta ”penurutan” pada hukum-hukum Allah. Setan mencapai hasil yang sangat mengagumkan dengan siasatnya itu! Ia telah dapat membius orang Kristen dengan perasaan ”aman” itu sehingga mereka telah didapati TIDAK PANAS pun TIDAK DINGIN.

Suam-suam kuku, untuk melukiskan keadaan kita, dimaksudkan agar kita boleh menjadi sadar bahwa, dalam keadaan kita sekarang ini, kita berada di dalam bahaya besar, yang kita tidak sadari, bahwa kita masih terlalu sering membolehkan diri kita dikendalikan Iblis sehingga Roh Suci tidak mungkin dapat menyelesaikan pekerjaanNya untuk mempersiapkan kita bagi kedatangan Yesus yang kedua kali.

Teguran kepada sidang Laodikea (merujuk pada umat Allah di akhir zaman – Wahyu 3:14-22) dan malaikat (yaitu pemimpin-pemimpin) sidang Laodikea tidak dimaksud untuk membuat kita berusaha dengan cara-cara kita sendiri untuk keluar dari keadaan suam-suam kuku kita. Sejak kita menyangka bahwa kita diminta oleh Tuhan untuk mencari akal dan cara bagaimana kita dapat melepaskan diri kita dari keadaan kita yang tidak disukai Tuhan itu! Kita telah berusaha untuk lebih merajinkan diri kita bekerja bagi Tuhan agar kita dapat terlepas dari keadaan suam-suam kuku kita tersebut, tetapi kita belum juga berhasil.

Setan bertepuk tangan! Ia telah berhasil untuk menawan kita! Nampaknya ia telah berhasil untuk menggagalkan penebusan Yesus Kristus. Belum ada orang SALEH yang ditemukan dalam dunia dewasa ini!

Tetapi, apakah kita tidak mempunyai jalan keluar muntuk melepaskan diri dari cengkraman Iblis? Saudara-saudara, yang diminta oleh Tuhan bukanlah agar kita untuk mencari cara-cara dan metode-metode untuk menjadikan diri kita rajin dan bekerja. Yang diminta oleh Tuhan hanyalah kesadaran dari kita bahwa pada dewasa ini kita berada dalam kedudukan yang SANGAT MEMBAHAYAKAN KESELAMATAN KITA. Tuhan hanya memerlukan KESADARAN KITA; ya, hanya KESADARAN saja terlebih dahulu! Apabila kita sudah menjadi sadar, dan apabila kita sudah sepenuhnya menyadari bahwa dengan cara-cara kita sendiri dan usaha-usaha kita sendiri, sebagai satu jemaat, kita belum juga dapat melepaskan diri kita dari keadaan suam-suam kuku kita sepanjang ini, kita mungkin mau bertanya kepada Tuhan dan meminta pertolonganNya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here